Qin Chen berada di atas panggung, dia menatap para tetua di atas sana, kemudian dia menyeringai tipis mengejutkan Tetua Utama. Bagaimana bisa seorang Kaisar Langit memprediksi keberadaan mereka hanya dengan tatapan mata.
"Jangan banyak bicara, kalian dapat menyerang secara bersamaan." Qin Chen menantang kesembilan murid utama.
Murid yang menonton tercengang mendengar pernyataan Qin Chen yang sombong, mereka ricuh membuat kutukan dimana-mana! Qin Chen menyeringai tipis, dia berdiri di atas panggung dengan angkuh.
"Sombong!" Murid utama peringkat sembilan mengertak murid luar, aura Immortal God, Dewa Fisik lapisan awal.
Qin Chen menoleh ke tempatnya, dia menujuk wanita itu dan satu helaian jarinya menariknya mendekat ke tempat Qin Chen. Belum sempat yang lain bergerak, Qin Chen sudah mencengkram erat lehernya.
"Auramu memang mengerikan, tapi sayangnya kau bodoh." Satu tatapan matanya menikam kesadarannya. Wanita itu belum sempat menyerang, dia sudah tidak sadarkan diri di tangannya.
Qin Chen melemparnya ke samping seperti sampah, mempermalukan murid utama dan memprovokasikan mereka. "Satu tumbang, selanjutnya angka delapan—" Ia menoleh kesamping melihat peringkat delapan Yi Yue'er menyerang, kekuatan Immortal God, Dewa Fisik lapisan menengah!
Duarr!
Kabut tebal menutupi pandangan para penonton, serangan sebelumnya sudah dapat membuat tubuh seorang Kaisar Dewa hancur berkeping-keping. Tatapan mata penasaran bermunculan, tapi tidak dengan Yi Yue'er karena dia merasakan serangan yang dia berikan tidak mengenai Qin Chen.
Saat kabut menghilang, Qin Chen dengan tenang menahan pedang itu menggunakan dua jarinya. Kemudian, sedikit gerakan jari membuat senjata kelas surga hancur berkeping-keping!
Apa!
"Tidak mungkin! Apa dia monster, dia hanya Kaisar Dewa! Bagaimana bisa menahan serangan seorang Immortal God dengan mudahnya. Serangan itu sudah cukup menghancurkan tubuh Kaisar Dewa, tapi dia bahkan menghancurkan senjata kelas surga yang terbilang sangat kuat."
"Tidak! Lihat bagian bawah tempatnya berpijak, ada retakan yang menandakan bahwa fisiknya melampaui fisik biasa. Dan lagi, serangan Tetua utama sebelumnya bahkan tidak melukainya, apa akar spiritual naga azure di rumorkan ada benarnya!"
Tatapan murid-murid mulai mengamati pijakan tempat Qin Chen berada, di sana dia sengaja memberikan retakan untuk menghindari kecurigaan para tetua utama. Tapi tidak dengan niatannya untuk merebut peringkat pertama, Qin Chen dengan tangan kirinya mencengkram wajahnya dan kemudian menghantam Yi Yu'er ke lantai.
Boom!
Tulang punggung hancur, pendarahan di mana-mana dan kepalanya bocor. Qin Chen mengibaskan tangan kirinya ke samping membuang darah yang menempel pada tangannya.
"Satu tumbang, tersisa tujuh murid utama! Aku tidak menoleransi siapa kalian mau itu pria, wanita ataupun paru baya, aku tidak peduli siapa yang mati. Sekalipun kau anak tetua sekte atau orang suci, yang menghalangi jalanku akan sama seperti mereka!"
Qin Chen memprovokasikan murid utama secara terang-terangan, dia menyeringai tipis memberikan acuhan mengejek kepada cecunguk di depannya.
Peringkat ke empat dan ke tiga melesat menyerang Qin Chen, mereka geram ingin membunuhnya. Tatapan penuh amarah, kebencian, dan balas dendam terwujud di ekspresi mereka berdua.
Bang! Bang!
Qin Chen menahan dengan kedua tangannya, senjata mereka seperti tumpul menghadapi tangan Qin Chen seakan-akan tidak ada harga dirinya. Dengan dorongan halus ke belakang, Qin Chen mengayunkan kakinya menendang keduanya kebelakang.
Wushh! Duarr! Duarr!
Cough! Cough!
Keduanya batuk-batuk, Qin Chen berada di hadapannya dan tersenyum tipis lalu menerjang keduanya dengan bayangan besar di belakangnya.
Duarr!
Bahkan penonton tidak dapat bergerak dari tempatnya, dan tidak di izinkan untuk bicara meskipun satu kata. Para tetua batiniah, dalam dan luar di buat tercengang, bahkan tetua utama berada di belakang layar tidak bisa mengkonfirmasi kekuatan Qin Chen.
Qin Chen menyeringai ke langit, tangannya memberikan isyarat kepada mereka, kalau mereka itu lemah!
"Peringkat sembilan, delapan, empat dan tiga sudah kalah. Tersisa peringkat, tujuh, enam, lima, dua dan satu!" Qin Chen berkata dengan nada memprovokasikan.
Dia melangkah ke tengah-tengah panggung hidup dan mati, dengan angkuhnya berdiri di sana tanpa memandang ke atas karena dia adalah raja dan raja tidak pernah mendongak untuk melihat orang-orang.
"Tampaknya, monster kuno yang di bicarakan murid-murid tidak ada apanya. Ketakutan tidak berani melawan, hahahaha! Kalian memalukan, menghadapi Kaisar Dewa tidak ada yang mampu menggoresnya!" Qin Chen berkata sekali lagi dengan nada memprovokasikan.
Aura yang ia lepaskan mulai terasa begitu kuat, secara bertahap meningkat dari Kaisar Dewa Langit, Asura, Surgawi, Nirvana, dan Immortal! Mengejutkan semua orang, karena Qin Chen berada di puncak Kaisar Dewa, Immortal!
Peringkat pertama murid utama mengertak amarah yang tak terbendung, mengepalkan tangannya dengan erat auranya bocor menyebabkan keduanya bertabrakan satu sama lain.
Lalu kemudian—
Ranah Immortal God, Dewa Sejati muncul!
Semakin mereka melihat kekuatan Qin Chen, mereka merasakan kesenjangan di hati masing-masing. Ada kehampaan tak berujung menghadapi monster mengerikan begitu besar menyerupai naga hitam dengan mata emas berpupil emas.
Qin Chen menunjuk ke salah satu murid utama, dan kemudian sebuah laser merah berukuran 1 centimeter seperti pena menembus kepala peringkat ke tujuh.
"Keparat! Kau melanggar aturan!" Teriak peringkat pertama dengan keras di atas sana.
Huh!
Qin Chen meliriknya, "Apa kau tidak dengar apa yang di katakan pembawa pertandingan ini? Pertandingan sudah di mulai saat dia mengatakan sekarang! Aku atau semua murid di tempat ini mendengarnya, hanya kalian katak dalam sumur menggonggong seperti anj*ng bersikap bak Dewa. Nyatanya, kau begitu tuli sampai tidak mendengar perkataan pembawa pertandingan!"
Dia terdiam!
Semua murid baru menyadari akan hal tersebut, dan pembawa pertandingan hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Qin Chen. Dia tidak berharap, kalau Qin Chen mengetahuinya.
Qin Chen dengan santainya menarik peringkat pertama dari tempat duduknya. Peringkat pertama di murid utama, An Xiao Na membalasnya dengan aura, tapi tidak bisa menyangkal tarikan Qin Chen.
Terseret ke depan, permukaan lantai hancur menahan tarikannya, Qin Chen menyeringai seperti iblis menariknya secara bertahap-tahap memberikan ketakutan.
"Mendekatlah, An Xiao Na!"
Semakin dia mendekat, semakin besar kerusakan mental yang dia dapatkan. Qin Chen menamakan ketakutan di dalam dirinya, bahkan murid-murid lain mulai berjatuhan satu-persatu.
Hanya satu orang yang pernah merasakan kematian, Bing Fe'er peringkat kelima pernah merasakan kematian dan sekarang tengah ketakutan setengah mati, dia meringkuk menutupi kedua telinganya.
Sepuluh meter, delapa meter, lima meter. Semakin dekat dan dekat, An Xiao Na semakin ketakutan menghadapi Qin Chen. Saat berada tepat di hadapannya, An Xiao Na mati karena ketakutan.
Darah dari matanya keluar seperti air terjun, tubuhnya mengering menjadi orang tua, dan mata putih polos terlihat tidak ada kehidupan. Qin Chen menyeringai, para tetua utama mengendor sudut tempat mereka duduk dengan marah.
...
*Bersambung ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 183 Episodes
Comments
Ziah Salsabilah
info urutan kekuatannya dong😭 bingung baca nya gatau urutannya
2024-08-12
0
Alcatraz
lanjut Thorrr
2023-02-06
1
☂️
lanjut torr bagus
2023-02-02
0