"Aduuh kenapa perutku mulas begini?" rintih seorang wanita yang tengah hamil besar dengan keringat dingin bercucuran saat berada di sebuah sekolah di desa terpencil.
"To...tolong" ucapnya.
Brakk...tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dengan tergesa-tergesa di dorong oleh seorang lelaki yang mendengar permintaan tolong pada kamar mandi wanita di sebuah sekolah dasar saat ia sedang berjalan ke kamar mandi pria di sebelahnya.
"Lin, kamu kenapa?" ucap lelaki itu.
"Tolong bantu saya Pak Anton ke tempat dokter Rika, sepertinya saya mau melahirkan" ucap Linda terbata-bata seraya menggenggam erat pinggiran bak di toilet umum sekolah itu.
Akhirnya keduanya pergi ke klinik tempat dokter Rika praktek dalam kondisi sudah pecah ketuban.
Kebetulan pagi ini klinik dokter Rika sedang tidak ada pasien melahirkan hanya beberapa ibu-ibu hamil yang memeriksakan kandungannya beserta suaminya. Tak lama Anton dan Linda tiba di klinik dokter Rika. Linda digendong oleh Anton. Mereka berdua seperti sepasang suami istri padahal bukan. Bahkan saat keduanya masuk, semua mata tertuju pada kedekatan mereka berdua dan sudah bukan hal umum lagi bahwa penduduk desa X menduga bahwa Anton adalah kekasih Linda.
Akan tetapi beberapa wanita pun sempat patah hati karena gagal mendapatkan cinta dari lelaki yang menjadi primadona desa X. Dikarenakan selain berwajah tampan dan juga pintar, lelaki ini baik hati dan tidak sombong walau dia adalah anak tunggal kepada desa setempat. Bahkan Anton menolak bekerja sebagai guru tetap di sekolah besar yang ada di kota besar tentunya dengan gaji yang sangat besar hanya untuk mengabdi menjadi guru PNS di desa kelahirannya ini walaupun gajinya tak seberapa.
Pemuda berlesung pipi ini ingin penduduk desanya tidak ada yang mengalami buta huruf. Mereka semua harus bisa minimal membaca dan menulis. Hal ini yang membuat pemuda ini setia tinggal di desa kelahirannya terlebih sejak lima bulan lalu ada wanita cantik yang selalu membuat jantungnya berdetak kencang. Namun anehnya pertama kali jatuh cinta justru pada wanita yang telah bersuami dan dalam kondisi hamil. Mau tak mau ia harus memendam desir terlarang yang tumbuh di relung hatinya.
🍁🍁🍁
Anton masuk tergesa-gesa menggendong Linda dan meletakkan di brankar depan lalu ia masuk ke dalam mengetuk pintu ruang dokter Rika karena desa terpencil maka di sana hanya ada satu dokter saja tanpa dokter lain yang membantu maupun perawat atau bagian administrasi. Jika penduduk desa perlu mendapat perawatan lebih atau rawat inap maka bisa menuju puskesmas yang berada dekat dengan kecamatan. Sedangkan waktu tempuh dari desa X ke kecamatan jika mengendarai motor sekitar dua jam. Sedangkan ke rumah sakit besar yang ada di kota terdekat dengan desa X bisa ditempuh memakan waktu lima jam dengan berkendara motor.
Maka kita harus banyak bersyukur bagi penduduk yang tinggal di kota karena dekat dengan pelayanan publik seperti sekolah maupun rumah sakit. Sekolah tempat Linda berada tadi pun itu adalah satu-satunya sekolah dasar yang ada di desa X.
Tok..tok...tok....
"Dokter...dokter...dokter Rika" teriak Anton sembari mengetuk-ketuk pintu ruangan praktek dokter Rika.
Ceklek....pintu pun terbuka menampilkan dokter Rika (50 tahun). Berprofesi sebagai dokter kandungan di desa X.
"Ada apa Pak Anton?" tanya dokter Rika.
"Linda mau melahirkan Bu dokter. Tolong bantu cepat di depan" ucap Anton dengan nafas tersengal-sengal karena seperti lari marathon.
"Apa? Kok bisa, padahal dia harusnya akan melahirkan dua minggu lagi" ucap dokter Rika sedikit kaget.
"Aaaaa...."
🍁🍁🍁
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 80 Episodes
Comments
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Linda, jauh banget engkau sembunyi. pantes Adrian gak bisa nemuin kamu
2024-03-28
3
💕 bu'e haresvi 💕
lah dokter malah bingung bukanya kalo orang lahiran tu bisa maju bisa mundur dari tanggal perkiraan 😩
2024-03-27
1
Mbah Edhok
masih menyimak untuk lebih paham ...
2024-01-07
1