Panggil aku, Ve!

Velo meninggalkan kediaman Ayahnya dengan tangis kepedihan yang tak tahu seberapa sakitnya. Sekarang dia benar-benar sendiri, tidak ada Ayah, tidak ada Ibu. Sakit sekali rasanya, bukan hanya hati, tapi seperti seluruh daging di tubuh bagai di koyak dengan brutal. Menangisi tidak ada yang perduli, bersedih juga tidak akan ada habisnya, diam ingin bicara, bersuara tapi tak ada yang Sudi mendengarnya.

Velove, remaja tiga belas tahu itu hanya ingin sedikit saja kehangatan dari Ayahnya. Naas, jangankan sedikit, setitik saja tak ada kehangatan yang bisa dia dapatkan. Lantas siapa yang harus di salahkan untuk kemalangan seorang Velo? Dirinya yang tidak memiliki prestasi? Dirinya yang berpenampilan layaknya gelandangan? Wajahnya yang tidak cantik? Hidupnya yang sulit? Lahir dari rahim wanita miskin? Apa? Sebenarnya apa yang salah?

Dug!

Velo terjatuh ketika dia berjalan degan uraian air mata yang begitu deras. Lututnya yang berdarah sungguh tak dapat dia rasakan sakitnya karena sakit ringan semacam itu adalah hal yang teramat biasa untuk remaja tiga belas tahun itu. Velo terdiam memandangi kedua lututnya yang mengeluarkan darah, dia tidak menangis karena luka itu, tapi dia menangis karena menyadari satu hal yang selama ini tidak dia pahami.

" Hei nak? Kenapa kau menangis? Lutut mu pasti sakit sekali ya? " Ucap Seorang wanita yang sepertinya tidak sengaja lewat. Velo tak menanggapi, dia tetap menangis mengingat bahwa dia adalah manusia yang tidak memiliki sanak keluarga lagi.

" Ah, untung saja aku punya perban untuk luka ringan. " Ucap wanita itu, dia mengeluarkan satu botol air mineral dari tasnya untuk membasuh lutut Velo, lalu menempelkan perban di luka Velo setelah dia tiup dan luka itu mengering.

" Sudah, jangan menangis lagi. Lihat, darahnya juga sudah tidak ada kan? "

Tangis Velo perlahan mereda, dia tatap lagi lututnya yang sudah bersih dan juga sudah di tutup dengan perban luka.

" Jatuh dan berdarah itu wajar kok, nanti perlahan lukanya juga akan sembuh. Sekarang jangan terus melihat luka mu supaya kau berani berjalan lagi dan tidak merasakan sakitnya, oke? " Wanita itu tersenyum lalu mengusap kepala Velo perlahan laku bangkit dan berjalan meninggalkan Velo.

" Jangan fokus dengan lukanya? Tidak bisa, lukanya ada di dalam, Bibi. Aku tidak bisa membasuh dan menempelkan perban ke hati ku. " Gumam Velo sembari menyeka air matanya.

Velo menatap ke langit yang kini sedikit mendung, Velo memejamkan matanya perlahan mencoba menenangkan diri yang inginnya terus menangis. Memang saat memejamkan mata yang dia lihat adalah senyum bahagia Ayahnya, tawa riang, tatapan hangat, suara lantang yang hanya mengakui Selena sebagai putri satu-satunya.

Benar, bukan salah dirinya yang tidak berprestasi, bukan salah dirinya yang lahir dari rahim seorang wanita miskin, bukan salah dirinya yang memiliki penampilan buruk tapi, ini adalah salah Ayahnya yang rakus, ini salah Ayahnya yang tidak benar-benar menggunakan hatinya dengan baik. Seandainya saja saat dia meminta uang kepada Ayahnya untuk berobat Ibunya diberi oleh Ayahnya, bukankah kematian Ibunya tidak akan mungkin menjadi secepat ini?

Iya, bukan salah siapapun, hanya salah Ayahnya, dan juga keluarga Ayahnya yang begitu kaya hingga membuat mata rakus Ayahnya membutakan hatinya.

Velo membuka matanya, dengan tajam dan tegas dia menatap ke arah depan.

" Ayah..... "

Velo mencengkram kain baju yang ia gunakan, menatap semakin tajam dan marah.

" Itu adalah terakhir kalinya aku memanggilmu, Ayah. Aku tidak akan menyebut kata itu untukmu sampai kapanpun. Aku akan membuat kebahagiaan mu hancur, akan ku buat wajah mu yang tersenyum begitu bahagia itu menjadi menderita, anak mu satu-satunya itu, dia juga akan merasakan yang sama. Mari kita lihat, seberapa membahagiakannya yang kau miliki sekarang ini.

Velo bangkit dari posisinya, berjalan semakin jauh tanpa tujuan. Kali ini biarlah dia pergi dan hidup dengan dendam. Dendam memang tidak baik, tapi dendam bisa membuat orang lain merasa kuat, mampu melakukan apa yang tidak mampu dilakukan saat orang memiliki hati yang positif.

Mulai dari hari ini, setiap langkah yang ia jalani akan ada dendam yang semakin membesar, luka, kekecewaan, semua itu cukup mampu membuat Velo yang baik hati menjadi gadis pendendam.

- Sepuluh tahun kemudian -

Di sebuah gedung perkantoran, menjulang tinggi membuat mata merasakan silau ketika ingin melihat ke arah pucuknya. Di sana adalah tempat di mana orang akan berlalu lalang sibuk mengerjakan apa yang seharusnya dia kerjakan.

Tak Tak Tak Tak Tak

Suara heels terdengar nyaring di sebuah lorong menuju lift untuk sampai ke ruang Presdir. Pemilik heels yang berbunyi itu tersenyum di setiap langkah kakinya, tubuhnya yang langsing berisi, rambutnya yang tergerai indah, kulitnya yang bersih dan mulus, serta kaca mata hitam yang menutupi wajahnya benar-benar membuat beberapa orang yang melihatnya tak berhenti merasa heran. Yah, bukan merasa terpana karena memang wajah wanita itu tak terlihat jelas karena kaca matanya. Aneh, ini adalah kali pertama ada seorang wanita dengan pakaian seksi menuju keruangan Presdir, karena biasanya Presdir hanya akan menerima satu tamu gadis cantik yang tak lain adalah calon tunangannya.

" Nona, anda tidak salah masuk ruangan kan? " Tanya seorang pria yang bekerja sebagai penjaga yang berjaga di depan pintu Presdir mereka.

Wanita itu tersenyum, lalu menatap penjaga itu meski tak membuka kaca matanya.

" Walaupun aku bodoh, aku tentu saja tahu kemana aku akan masuk, sayang.... " Ucap Wanita itu seraya mendorong pelan dada penjaga. Ah, penjaga itu menjadi berdebar hingga tak sanggup lagi menghadang wanita berbahaya semacam itu.

" Baik-baik berjaga di sini ya? Pembicaraan ku dengan pria di dalam akan berlangsung lama, bisa juga mengarah ke perbuatan panas, pastikan tidak ada yang mendengar selain kau, oke? "

" O oke! " Jawab penjaga itu dengan gugup.

" Good job, boy! " Wanita itu mengusap wajah penjaga dengan lembut membuat wajah penjaga menjadi bersemu merah. Tak ingin terus terlena oleh wanita beracun dengan racun penggoda yang hebat, dengan segera penjaga itu membukakan pintu sebelum di anunya bangkit.

" Selamat siang, Tuan Rodrigo? "

Sepasang mata kini menatap wanita itu dengan tatapan bingung dan penuh tanya. Dia adalah Rodrigo, belum menjadi Presdir, tapi dia tengah menggantikan Ayahnya yang sedang sakit karena masalah lambung yang cukup parah.

" Kau siapa? " Tanya Rodrigo dengan wajah dingin dan tak suka melihat tampilan wanita itu.

Wanita itu tersenyum, berjalan semakin dekat, lalu duduk di pinggiran meja menghadap ke arah Rodrigo.

" Tahu diri lah, Nona. Cukup saja penampilan mu yang terlihat murahan, jangan sikap mu juga kau biarkan menjadi murahan. "

Wanita tersenyum, lalu melepaskan kaca matanya.

" Kemarin malam kau begitu bersemangat di atas tubuh wanita murahan ini, kenapa sekarang sok jual mahal? "

" Siapa kau? " Tanya Rodrigo dengan tatapan semakin tajam.

Wanita itu menyodorkan tangannya.

" Panggil aku, Ve. "

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabar

2024-04-08

1

Anjiujiu wik

Anjiujiu wik

rodrigo lagi namanya kaya di novel sebelah suaminya lisa/soraya

2024-02-02

0

Aisyah Nabila

Aisyah Nabila

wah velo🥰

2023-09-09

0

lihat semua
Episodes
1 Memohon Dengan Harapan
2 Ancaman Menjijikan
3 Keputusan Untuk Pergi
4 Putri Berbakat
5 Kenapa Aku Di Benci?
6 Panggil aku, Ve!
7 Seratus Triliun!
8 Ucapkan Selamat Tinggal!
9 Menikah Sebelum Pukul Sebelas
10 Mati Bersama, Romantis?
11 Terimakasih, Dan Maaf!
12 Menginginkan Tubuhmu!
13 Pemilik Sesungguhnya
14 Tiga Ratus Juta
15 Tangan Hangat
16 Tunggu, Iblis Akan Beraksi!
17 Pertunjukan Cinta Monyet
18 Wanita Kurang Ajar
19 Butuh Penjelasan
20 Kemarahan Rigo
21 Harga Untuk Gaya
22 Ayah Dan Kata Mutiara
23 Perasaan Tidak Suka Yang Aneh
24 Apartemen Alexandre Gold
25 Perubahan Drastis
26 Penuh Dengan Velo
27 Malaikat Dan Iblis
28 Dua Wanita, Dua Sifat
29 Melihat Kesedihan
30 Pintar Banyak Hal
31 Sebuah Kegagalan
32 Luka Tanpa Rasa Sakit
33 Sedikit Kejutan Pagi
34 Wanita Jahat!
35 Wanita Kurang Ajar!
36 Menggenggam Rasa Penasaran
37 Makanan Untuk Rigo
38 Gila Karena Velo
39 Tunggu Aku Merasa Bosan!
40 Menemui Orang Tua Rigo
41 Anjing Gila Vs Srigala
42 Pergi Membawa Kekecewaan
43 Harmonis Menuju Miris
44 Memohon, Merendahkan Diri
45 Tidak Ada Rencana
46 Cara Yang Biasa
47 Impian Yang Tidak Di Impikan
48 Tertawa Untuk Menangis
49 Situasi Macam Apa?!
50 Bibi Saja, Itu Sudah Cukup!
51 Menjadi Partner Yang Baik
52 Masalah baru?
53 Tiga Tamparan Untuk Satu Rencana
54 Kembalilah, Jangan Membuang Waktu!
55 Pertengkaran Panas
56 Ajakan Yang Berat
57 Uang Berkekuatan Besar
58 Hari Paling Menyakitkan
59 Jangan Membicarakan Cinta!
60 Hadiah Tak Istimewa
61 Kalimat Yang Sama
62 Memanen Apa Yang Ditanam
63 Jual Rumah, Jangan Jual Diri!
64 Sepasang Mata Yang Tak Terlupakan
65 Pergi Dari Rumah
66 Mengembalikan Uang Pada Tempatnya
67 Sudah Akan Berakhir
68 Dunia Terbalik
69 Mencari Alasan Saja!
70 Apa Yang Kau Dapatkan?
71 Tentang Selena
72 Bermain Kata-kata Begitu Hebat!
73 Lelah Dengan Situasi
74 Air Yang Tidak Enak!
75 Peran Wanita Rendahan
76 Penyesalan Terdalam
77 Katakan Saja, Akan Diterima!
78 Peran Untuk Velo
79 Semua Sudah Selesai
80 Greta, Memohon
81 Mari Bertemu Lagi Nanti!
82 Kembali Atau Tidak
83 Dendam Yang Salah
84 Perubahan Yang Terjadi
85 Desa Yang Tidak Tenang
86 Sebuah Kebenaran Dan Penyesalan
87 Semua Nampak Brengsek
88 Bola Kertas Berharga
89 Bersama Denganmu
90 Paksa Memaksa
91 Lebih Murahan!
92 Aku Akan Mencoba!
93 Kebahagiaan Akan Datang!
94 Memanggil Ibu!
95 Memiliki Anak Sendiri
96 Kenyataan Tak Terduga
97 Final Episode!
98 Bonus Chapter
99 Promo Novel Baru!
100 Season 2 : Chapter 1
101 Season 2 : Chapter 2
102 Season 2 : Chapter 3
103 Season 2 : Chapter 4
104 Season 2 : Chapter 5
105 Season 2 : Chapter 6
106 Season 2 : Chapter 7
107 Season 2 : Chapter 8
108 Season 2 : Chapter 9
109 Season 2 : Chapter 10
110 Season 2 : Chapter 11
111 Season 2 : Chapter 12
112 Season 2 : Chapter 13
113 Season 2 : Chapter 14
114 Season 2 : Chapter 15
115 Season 2 : Chapter 16
116 Season 2 : Chapter 17
117 Season 2 : Chapter 18
118 Season 2 : Chapter 19
119 Season 2 : Chapter 20
120 Season 2 : Chapter 21
121 Season 2 : chapter 22
122 Season 2 : Chapter 23
123 Season 2 : Chapter 24
124 Season 2 : Chapter 25
125 Season 2 : Chapter 26
126 Season 2 : Chapter 27
127 Season 2 : Chapter 28
128 Season 2 : Chapter 29
129 Season 2 : Chapter 30
130 Season 2 : Chapter 31
131 Season 2 : Chapter 32
132 Season 2 : Chapter 32
133 Season 2 : Chapter 33
134 Season 2 : Chapter 34
135 Season 2 : Chapter 35
136 Season 2 : Chapter 35
137 Season 2 : Chapter 36
138 Season 2: Chapter 37
139 Season 2 : Chapter 38
140 Season 2 : Chapter 39
141 Season 2 : Chapter 40
142 Season 2: Chapter 41
143 Season 2 : Chapter 42
144 Season 2 : Chapter 43
145 Season 2 : Chapter 44
146 Season 2 : Chapter 45
147 Season 2 : Chapter 46
148 Season 2 : Chapter 47
149 Season 2: Chapter 48
150 Season 2 : Chapter 49
151 Season 2 : Chapter 50
152 Season 2 : Chapter 51
153 Season 2 : Chapter 52
154 Season 2: Chapter 53
155 Season 2 : Chapter 53
156 Promosi novel terbaru, seru banget!!! kepoin yuk...
157 Season 2: Chapter 54
158 Season 2 : Chapter 55
159 Season 2 : Chapter 56
160 Season 2 : Chapter 57
161 Season 2 : Chapter 58
162 Season 2 : Chapter 59
163 Season 2 : Chapter 60
164 season 2: chapter 61
165 Season 2 : Chapter 62 (Tamat)
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Memohon Dengan Harapan
2
Ancaman Menjijikan
3
Keputusan Untuk Pergi
4
Putri Berbakat
5
Kenapa Aku Di Benci?
6
Panggil aku, Ve!
7
Seratus Triliun!
8
Ucapkan Selamat Tinggal!
9
Menikah Sebelum Pukul Sebelas
10
Mati Bersama, Romantis?
11
Terimakasih, Dan Maaf!
12
Menginginkan Tubuhmu!
13
Pemilik Sesungguhnya
14
Tiga Ratus Juta
15
Tangan Hangat
16
Tunggu, Iblis Akan Beraksi!
17
Pertunjukan Cinta Monyet
18
Wanita Kurang Ajar
19
Butuh Penjelasan
20
Kemarahan Rigo
21
Harga Untuk Gaya
22
Ayah Dan Kata Mutiara
23
Perasaan Tidak Suka Yang Aneh
24
Apartemen Alexandre Gold
25
Perubahan Drastis
26
Penuh Dengan Velo
27
Malaikat Dan Iblis
28
Dua Wanita, Dua Sifat
29
Melihat Kesedihan
30
Pintar Banyak Hal
31
Sebuah Kegagalan
32
Luka Tanpa Rasa Sakit
33
Sedikit Kejutan Pagi
34
Wanita Jahat!
35
Wanita Kurang Ajar!
36
Menggenggam Rasa Penasaran
37
Makanan Untuk Rigo
38
Gila Karena Velo
39
Tunggu Aku Merasa Bosan!
40
Menemui Orang Tua Rigo
41
Anjing Gila Vs Srigala
42
Pergi Membawa Kekecewaan
43
Harmonis Menuju Miris
44
Memohon, Merendahkan Diri
45
Tidak Ada Rencana
46
Cara Yang Biasa
47
Impian Yang Tidak Di Impikan
48
Tertawa Untuk Menangis
49
Situasi Macam Apa?!
50
Bibi Saja, Itu Sudah Cukup!
51
Menjadi Partner Yang Baik
52
Masalah baru?
53
Tiga Tamparan Untuk Satu Rencana
54
Kembalilah, Jangan Membuang Waktu!
55
Pertengkaran Panas
56
Ajakan Yang Berat
57
Uang Berkekuatan Besar
58
Hari Paling Menyakitkan
59
Jangan Membicarakan Cinta!
60
Hadiah Tak Istimewa
61
Kalimat Yang Sama
62
Memanen Apa Yang Ditanam
63
Jual Rumah, Jangan Jual Diri!
64
Sepasang Mata Yang Tak Terlupakan
65
Pergi Dari Rumah
66
Mengembalikan Uang Pada Tempatnya
67
Sudah Akan Berakhir
68
Dunia Terbalik
69
Mencari Alasan Saja!
70
Apa Yang Kau Dapatkan?
71
Tentang Selena
72
Bermain Kata-kata Begitu Hebat!
73
Lelah Dengan Situasi
74
Air Yang Tidak Enak!
75
Peran Wanita Rendahan
76
Penyesalan Terdalam
77
Katakan Saja, Akan Diterima!
78
Peran Untuk Velo
79
Semua Sudah Selesai
80
Greta, Memohon
81
Mari Bertemu Lagi Nanti!
82
Kembali Atau Tidak
83
Dendam Yang Salah
84
Perubahan Yang Terjadi
85
Desa Yang Tidak Tenang
86
Sebuah Kebenaran Dan Penyesalan
87
Semua Nampak Brengsek
88
Bola Kertas Berharga
89
Bersama Denganmu
90
Paksa Memaksa
91
Lebih Murahan!
92
Aku Akan Mencoba!
93
Kebahagiaan Akan Datang!
94
Memanggil Ibu!
95
Memiliki Anak Sendiri
96
Kenyataan Tak Terduga
97
Final Episode!
98
Bonus Chapter
99
Promo Novel Baru!
100
Season 2 : Chapter 1
101
Season 2 : Chapter 2
102
Season 2 : Chapter 3
103
Season 2 : Chapter 4
104
Season 2 : Chapter 5
105
Season 2 : Chapter 6
106
Season 2 : Chapter 7
107
Season 2 : Chapter 8
108
Season 2 : Chapter 9
109
Season 2 : Chapter 10
110
Season 2 : Chapter 11
111
Season 2 : Chapter 12
112
Season 2 : Chapter 13
113
Season 2 : Chapter 14
114
Season 2 : Chapter 15
115
Season 2 : Chapter 16
116
Season 2 : Chapter 17
117
Season 2 : Chapter 18
118
Season 2 : Chapter 19
119
Season 2 : Chapter 20
120
Season 2 : Chapter 21
121
Season 2 : chapter 22
122
Season 2 : Chapter 23
123
Season 2 : Chapter 24
124
Season 2 : Chapter 25
125
Season 2 : Chapter 26
126
Season 2 : Chapter 27
127
Season 2 : Chapter 28
128
Season 2 : Chapter 29
129
Season 2 : Chapter 30
130
Season 2 : Chapter 31
131
Season 2 : Chapter 32
132
Season 2 : Chapter 32
133
Season 2 : Chapter 33
134
Season 2 : Chapter 34
135
Season 2 : Chapter 35
136
Season 2 : Chapter 35
137
Season 2 : Chapter 36
138
Season 2: Chapter 37
139
Season 2 : Chapter 38
140
Season 2 : Chapter 39
141
Season 2 : Chapter 40
142
Season 2: Chapter 41
143
Season 2 : Chapter 42
144
Season 2 : Chapter 43
145
Season 2 : Chapter 44
146
Season 2 : Chapter 45
147
Season 2 : Chapter 46
148
Season 2 : Chapter 47
149
Season 2: Chapter 48
150
Season 2 : Chapter 49
151
Season 2 : Chapter 50
152
Season 2 : Chapter 51
153
Season 2 : Chapter 52
154
Season 2: Chapter 53
155
Season 2 : Chapter 53
156
Promosi novel terbaru, seru banget!!! kepoin yuk...
157
Season 2: Chapter 54
158
Season 2 : Chapter 55
159
Season 2 : Chapter 56
160
Season 2 : Chapter 57
161
Season 2 : Chapter 58
162
Season 2 : Chapter 59
163
Season 2 : Chapter 60
164
season 2: chapter 61
165
Season 2 : Chapter 62 (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!