Kenapa Aku Di Benci?

" Putriku, Selena. Putriku satu-satunya, putri yang amat sangat Ayah cintai, Ayah hanya mengharapkan semua yang terbaik untukmu. Hah, meksipun kau sangat berbakat, tapi tetap saja Ayah selalu merasa khawatir, belum lagi Ayah selalu merasa takut kau di curi pria tampan saat kau dewasa nanti. ''

Kalimat itu adalah kalimat yang seharusnya tidak di dengar oleh remaja tiga belas tahun yang kini berdiri menatap Ayahnya dari kejauhan tengah menyanjung putrinya, dia bahkan terlihat sangat mencintai putrinya, begitu lembut penuh perhatian. Bagaimana bisa seorang Ayah melakukan hal seperti itu? Dimanakah tepat untuknya? Padahal dia adalah putrinya juga, dia adalah putri pertama yang di miliki Ayahnya. Kenapa bisa Ayahnya menyebut anak dengan wanita lain sebagai satu-satunya putri yang dia miliki?

Velo membiarkan air matanya jatuh seraya menatap tawa dan senyum lebar dari bibir Ayahnya yang tak sekalipun pernah di tunjukkan padanya. Ayah, bukankah sosok itu di kenal sebagai sosok pekerja keras, pelindung keluarga? Rumah bagi anak dan istri? Keluarga? Ya, sepertinya Velo tida berada di rumah yang dia sebut keluarga sehingga dia tak di nampak dan terabaikan.

Tapi, hatinya tetap merasakan sakit luar biasa, ingin sekali dia berteriak, Ayah.....! Menajamkan mata dan merengut marah untuk memprotes tindakan Ayahnya yang begitu menyakiti hati. Tapi, dia cukup tahu diri bahwa sebenarnya dia adalah Velove, bukan Selena. Kalau saja Selena yang melakukan itu, Ayahnya pasti akan langsung memeluknya dan meminta maaf bukan? Tapi jika Velo, maka dia akan di caci, bahkan mungkin di usir sebelum dia sempat mengatakan kalimat selanjutnya.

" Hei, jangan menghalangi pintu, kami harus masuk! " Ucap seorang pria berpakaian pelayan tengah membawa boks yang sepertinya berisi makanan. Sontak saja perut Velo berbunyi karena aroma makanan itu bisa dia hirup jadi tanpa sadar Velo menyentuh perutnya yang terasa lapar.

" Kenapa ada gembel di sini? Kalau Tuan dan Nyonya tahu, bisa-bisa kita di marahi. " Ucap satu pelayan lagi yah datang bersamaan dengan pelayan sebelumnya.

" Hei nak, pergi sana! Kalau mau mengemis jangan di sini! "

Velo terdiam, mengemis? Tidak, dia bukan datang untuk mengemis.

" Paman, aku datang untuk bertemu Ayahku. "

" Ayah apaan? Kau tidak tahu ya kalau yang datang kesini adalah orang-orang kaya? Mana mungkin gembel seperti mu adalah anak orang kaya? Sana pergi! Kalau kau tidak pergi dari sini, kami bisa kena masalah! "

Velo menggeleng tak ingin menyingkir.

" Paman, tolong inginkan Ayahku, itu Ayahku! Ayahku yang berdiri di sebelah anak perempuan itu! " Ucap Velo menunjuk ke arah Selena dan juga Ayahnya. Yah, tentu saja dia pelayan itu menggeleng keheranan dan menatap kesal setelahnya.

" Kalau mau bohong itu pakai otak! Mana mungkin majikan kami adalah Ayahmu? Penampilanmu yang seperti gembel ini, ah! Bahkan jauh lebih parah dari pada gembel tapi berani mengaku kalau majika kami adalah Ayahmu? Dasar tidak tahu malu! " Pelayan itu merogoh sakunya, mengeluarkan uang pecahan dalam bentuk lembaran dan dia langsung berikan kepada Velo.

" Pergi sana! Mengemis saja di tempat lain! "

Velo menerima uang itu dengan tatapan bingung.

" Bukan, paman. Aku tidak mau uang, aku punya uang sendiri, aku cuma ingin bertemu Ayahku. " Velo menatap dengan tatapan memohon, dan anehnya tatapan itu malah membuat kedua pelayan itu merasa kesal.

" Dasar bocah kurang ajar! Ternyata pengemis jaman sekarang sangat pintar berakting ya? "

" Aku tidak begitu, tolong panggil Ayahku supaya aku bisa bicara sebentar, paman. " Pinta Velo yang terus menatap dengan tatapan memohon, bahkan kali ini Velo sampai menangis karena tidak tahu lagi bagiamana caranya meyakinkan dua orang pria dewasa yang terus menganggapnya sebagai pengemis.

" Dasar sinting! Kalau mau omong kosong jangan disini! "

Rupanya keributan itu mengundang perhatian beberapa tamu, dan Ayahnya Velo, atau panggil saja dia Ayah Fer. Sebentar dia ikut memperhatikan apa yang sebenarnya terjadi.

" Ayah.......! " Teriak Velo yang langsung membuat Ayah Fer melotot kaget. Sebentar dia membenahi mimik wajahnya karena tidak ingin membuat istri dan lainnya merasa curiga.

" Ayah? Siapa yang dia maksud? " Tanya istrinya Ayah Fer.

" Tidak tahu, sepertinya anak ini stres, lihat saja penampilannya, dia pasti tidak waras. " Ujar Ayah Fer mencoba menjauhkan kecurigaan istrinya.

" Ckckck.... Kasihan sekali, masih kecil sudah gila. " Ujar istrinya Ayah Fer.

" Tunggu di sini ya sayang? Aku urus dia dulu supaya tidak mengganggu acara putri kita. "

" Iya, hati-hati ya sayang? Jangan sampai kotor, kau lihat penampilannya yang dekil kan? "

Ayah Fer tersenyum dan mengedipkan satu matanya, tangannya mengacungkan Ibu jarinya untuk menanggapi ucapan istrinya.

Ayah Fer berjalan mendekati Velo yang kini terdiam menatapnya dengan senyum yang begitu jelas terlihat di wajahnya.

" Kalian pergi saja. " Ucap Ayah Fer kepada dua pelayan dan langsung di angguki setuju dengan patuh.

Setelah itu Ayah Fer menatap Velo dengan tatapan dingin, tapi Velo masih tersenyum mengharapkan pelukan Ayahnya yang kurang lebih sama seperti yang dia berikan kepada satu putrinya tadi.

" Ayah, aku- "

" Siapa yang menyuruhmu datang? " Ayah Fer meraih lengan Velo dan membawanya menjauh dari gerbang rumah, berjalan sampai dia mendapatkan tempat yang bisa dia gunakan untuk bicara.

" Ayah, Ibu sudah meninggal. " Ucap Velo berharap benar jika Ayahnya tahu tentang kondisinya maka Ayahnya akan menerima Velo dan di perlakukan sama seperti Selena.

Ayah Fer terdiam sebentar.

" Kalau begitu, pulang saja sana! Siapa yang menyuruhmu datang hah?! Kau mau menghancurkan ku?! "

Velo terkejut dalam diam.

" Kau juga Ibumu sama saja, terus menggangguku, kalian selalu saja membuatku tidak tenang dan muak! Pulang saja, dan jangan muncul lagi di hadapan ku. " Ayah Fer melepaskan jam tangan yang dia gunakan, lalu menyerahkannya kepada Velo.

" Ambil ini, jual jam ini! Lalu pulang sana ke kampung! "

" A Ayah, kenapa Ayah begini? Aku kan anak Ayah juga. " Tanya Velo dan kini dia mulai tak bisa lagi menahan air matanya.

Ayah Fer mengepalkan tangannya, dengan wajah marah.

" Anak? Apa kau pikir kau pantas menjadi anakku? Kau bisa apa? Sekolah saja kau tidak pernah juara, tidak bisa melakukan apapun selain jualan minuman di pinggir jalan. Kau pikir saja seberapa malunya aku kalau orang tahu! Pergi! Pergi sana! Ayah Fer mendorong Velo hingga dia terus mundur.

" Ayah, aku tidak punya siapa-siapa. "

" Pergi! " Kali ini Ayah Fer mendorong tubuh Velo cukup kuat sehingga Velo jatuh dengan posisi duduk sembari menangis.

" Ayah.... Ayah.... Ayah.... " Panggil Velo sembari menangis menatap punggung Ayahnya yang semakin menjauh darinya.

" Ayah, kenapa aku di benci? " Velo terus menatap punggung Ayahnya, dia juga terus menangis sembari menggenggam erat-erat jam tangan milik Ayahnya.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Uba Muhammad Al-varo

Uba Muhammad Al-varo

ayahnya Velo definisi dari orang tua durhaka.

2024-06-12

2

Nila

Nila

ayah biadap . Pergi dari situ Velo

2024-05-10

0

Dwisur

Dwisur

ayah durhaka

2024-03-27

0

lihat semua
Episodes
1 Memohon Dengan Harapan
2 Ancaman Menjijikan
3 Keputusan Untuk Pergi
4 Putri Berbakat
5 Kenapa Aku Di Benci?
6 Panggil aku, Ve!
7 Seratus Triliun!
8 Ucapkan Selamat Tinggal!
9 Menikah Sebelum Pukul Sebelas
10 Mati Bersama, Romantis?
11 Terimakasih, Dan Maaf!
12 Menginginkan Tubuhmu!
13 Pemilik Sesungguhnya
14 Tiga Ratus Juta
15 Tangan Hangat
16 Tunggu, Iblis Akan Beraksi!
17 Pertunjukan Cinta Monyet
18 Wanita Kurang Ajar
19 Butuh Penjelasan
20 Kemarahan Rigo
21 Harga Untuk Gaya
22 Ayah Dan Kata Mutiara
23 Perasaan Tidak Suka Yang Aneh
24 Apartemen Alexandre Gold
25 Perubahan Drastis
26 Penuh Dengan Velo
27 Malaikat Dan Iblis
28 Dua Wanita, Dua Sifat
29 Melihat Kesedihan
30 Pintar Banyak Hal
31 Sebuah Kegagalan
32 Luka Tanpa Rasa Sakit
33 Sedikit Kejutan Pagi
34 Wanita Jahat!
35 Wanita Kurang Ajar!
36 Menggenggam Rasa Penasaran
37 Makanan Untuk Rigo
38 Gila Karena Velo
39 Tunggu Aku Merasa Bosan!
40 Menemui Orang Tua Rigo
41 Anjing Gila Vs Srigala
42 Pergi Membawa Kekecewaan
43 Harmonis Menuju Miris
44 Memohon, Merendahkan Diri
45 Tidak Ada Rencana
46 Cara Yang Biasa
47 Impian Yang Tidak Di Impikan
48 Tertawa Untuk Menangis
49 Situasi Macam Apa?!
50 Bibi Saja, Itu Sudah Cukup!
51 Menjadi Partner Yang Baik
52 Masalah baru?
53 Tiga Tamparan Untuk Satu Rencana
54 Kembalilah, Jangan Membuang Waktu!
55 Pertengkaran Panas
56 Ajakan Yang Berat
57 Uang Berkekuatan Besar
58 Hari Paling Menyakitkan
59 Jangan Membicarakan Cinta!
60 Hadiah Tak Istimewa
61 Kalimat Yang Sama
62 Memanen Apa Yang Ditanam
63 Jual Rumah, Jangan Jual Diri!
64 Sepasang Mata Yang Tak Terlupakan
65 Pergi Dari Rumah
66 Mengembalikan Uang Pada Tempatnya
67 Sudah Akan Berakhir
68 Dunia Terbalik
69 Mencari Alasan Saja!
70 Apa Yang Kau Dapatkan?
71 Tentang Selena
72 Bermain Kata-kata Begitu Hebat!
73 Lelah Dengan Situasi
74 Air Yang Tidak Enak!
75 Peran Wanita Rendahan
76 Penyesalan Terdalam
77 Katakan Saja, Akan Diterima!
78 Peran Untuk Velo
79 Semua Sudah Selesai
80 Greta, Memohon
81 Mari Bertemu Lagi Nanti!
82 Kembali Atau Tidak
83 Dendam Yang Salah
84 Perubahan Yang Terjadi
85 Desa Yang Tidak Tenang
86 Sebuah Kebenaran Dan Penyesalan
87 Semua Nampak Brengsek
88 Bola Kertas Berharga
89 Bersama Denganmu
90 Paksa Memaksa
91 Lebih Murahan!
92 Aku Akan Mencoba!
93 Kebahagiaan Akan Datang!
94 Memanggil Ibu!
95 Memiliki Anak Sendiri
96 Kenyataan Tak Terduga
97 Final Episode!
98 Bonus Chapter
99 Promo Novel Baru!
100 Season 2 : Chapter 1
101 Season 2 : Chapter 2
102 Season 2 : Chapter 3
103 Season 2 : Chapter 4
104 Season 2 : Chapter 5
105 Season 2 : Chapter 6
106 Season 2 : Chapter 7
107 Season 2 : Chapter 8
108 Season 2 : Chapter 9
109 Season 2 : Chapter 10
110 Season 2 : Chapter 11
111 Season 2 : Chapter 12
112 Season 2 : Chapter 13
113 Season 2 : Chapter 14
114 Season 2 : Chapter 15
115 Season 2 : Chapter 16
116 Season 2 : Chapter 17
117 Season 2 : Chapter 18
118 Season 2 : Chapter 19
119 Season 2 : Chapter 20
120 Season 2 : Chapter 21
121 Season 2 : chapter 22
122 Season 2 : Chapter 23
123 Season 2 : Chapter 24
124 Season 2 : Chapter 25
125 Season 2 : Chapter 26
126 Season 2 : Chapter 27
127 Season 2 : Chapter 28
128 Season 2 : Chapter 29
129 Season 2 : Chapter 30
130 Season 2 : Chapter 31
131 Season 2 : Chapter 32
132 Season 2 : Chapter 32
133 Season 2 : Chapter 33
134 Season 2 : Chapter 34
135 Season 2 : Chapter 35
136 Season 2 : Chapter 35
137 Season 2 : Chapter 36
138 Season 2: Chapter 37
139 Season 2 : Chapter 38
140 Season 2 : Chapter 39
141 Season 2 : Chapter 40
142 Season 2: Chapter 41
143 Season 2 : Chapter 42
144 Season 2 : Chapter 43
145 Season 2 : Chapter 44
146 Season 2 : Chapter 45
147 Season 2 : Chapter 46
148 Season 2 : Chapter 47
149 Season 2: Chapter 48
150 Season 2 : Chapter 49
151 Season 2 : Chapter 50
152 Season 2 : Chapter 51
153 Season 2 : Chapter 52
154 Season 2: Chapter 53
155 Season 2 : Chapter 53
156 Promosi novel terbaru, seru banget!!! kepoin yuk...
157 Season 2: Chapter 54
158 Season 2 : Chapter 55
159 Season 2 : Chapter 56
160 Season 2 : Chapter 57
161 Season 2 : Chapter 58
162 Season 2 : Chapter 59
163 Season 2 : Chapter 60
164 season 2: chapter 61
165 Season 2 : Chapter 62 (Tamat)
Episodes

Updated 165 Episodes

1
Memohon Dengan Harapan
2
Ancaman Menjijikan
3
Keputusan Untuk Pergi
4
Putri Berbakat
5
Kenapa Aku Di Benci?
6
Panggil aku, Ve!
7
Seratus Triliun!
8
Ucapkan Selamat Tinggal!
9
Menikah Sebelum Pukul Sebelas
10
Mati Bersama, Romantis?
11
Terimakasih, Dan Maaf!
12
Menginginkan Tubuhmu!
13
Pemilik Sesungguhnya
14
Tiga Ratus Juta
15
Tangan Hangat
16
Tunggu, Iblis Akan Beraksi!
17
Pertunjukan Cinta Monyet
18
Wanita Kurang Ajar
19
Butuh Penjelasan
20
Kemarahan Rigo
21
Harga Untuk Gaya
22
Ayah Dan Kata Mutiara
23
Perasaan Tidak Suka Yang Aneh
24
Apartemen Alexandre Gold
25
Perubahan Drastis
26
Penuh Dengan Velo
27
Malaikat Dan Iblis
28
Dua Wanita, Dua Sifat
29
Melihat Kesedihan
30
Pintar Banyak Hal
31
Sebuah Kegagalan
32
Luka Tanpa Rasa Sakit
33
Sedikit Kejutan Pagi
34
Wanita Jahat!
35
Wanita Kurang Ajar!
36
Menggenggam Rasa Penasaran
37
Makanan Untuk Rigo
38
Gila Karena Velo
39
Tunggu Aku Merasa Bosan!
40
Menemui Orang Tua Rigo
41
Anjing Gila Vs Srigala
42
Pergi Membawa Kekecewaan
43
Harmonis Menuju Miris
44
Memohon, Merendahkan Diri
45
Tidak Ada Rencana
46
Cara Yang Biasa
47
Impian Yang Tidak Di Impikan
48
Tertawa Untuk Menangis
49
Situasi Macam Apa?!
50
Bibi Saja, Itu Sudah Cukup!
51
Menjadi Partner Yang Baik
52
Masalah baru?
53
Tiga Tamparan Untuk Satu Rencana
54
Kembalilah, Jangan Membuang Waktu!
55
Pertengkaran Panas
56
Ajakan Yang Berat
57
Uang Berkekuatan Besar
58
Hari Paling Menyakitkan
59
Jangan Membicarakan Cinta!
60
Hadiah Tak Istimewa
61
Kalimat Yang Sama
62
Memanen Apa Yang Ditanam
63
Jual Rumah, Jangan Jual Diri!
64
Sepasang Mata Yang Tak Terlupakan
65
Pergi Dari Rumah
66
Mengembalikan Uang Pada Tempatnya
67
Sudah Akan Berakhir
68
Dunia Terbalik
69
Mencari Alasan Saja!
70
Apa Yang Kau Dapatkan?
71
Tentang Selena
72
Bermain Kata-kata Begitu Hebat!
73
Lelah Dengan Situasi
74
Air Yang Tidak Enak!
75
Peran Wanita Rendahan
76
Penyesalan Terdalam
77
Katakan Saja, Akan Diterima!
78
Peran Untuk Velo
79
Semua Sudah Selesai
80
Greta, Memohon
81
Mari Bertemu Lagi Nanti!
82
Kembali Atau Tidak
83
Dendam Yang Salah
84
Perubahan Yang Terjadi
85
Desa Yang Tidak Tenang
86
Sebuah Kebenaran Dan Penyesalan
87
Semua Nampak Brengsek
88
Bola Kertas Berharga
89
Bersama Denganmu
90
Paksa Memaksa
91
Lebih Murahan!
92
Aku Akan Mencoba!
93
Kebahagiaan Akan Datang!
94
Memanggil Ibu!
95
Memiliki Anak Sendiri
96
Kenyataan Tak Terduga
97
Final Episode!
98
Bonus Chapter
99
Promo Novel Baru!
100
Season 2 : Chapter 1
101
Season 2 : Chapter 2
102
Season 2 : Chapter 3
103
Season 2 : Chapter 4
104
Season 2 : Chapter 5
105
Season 2 : Chapter 6
106
Season 2 : Chapter 7
107
Season 2 : Chapter 8
108
Season 2 : Chapter 9
109
Season 2 : Chapter 10
110
Season 2 : Chapter 11
111
Season 2 : Chapter 12
112
Season 2 : Chapter 13
113
Season 2 : Chapter 14
114
Season 2 : Chapter 15
115
Season 2 : Chapter 16
116
Season 2 : Chapter 17
117
Season 2 : Chapter 18
118
Season 2 : Chapter 19
119
Season 2 : Chapter 20
120
Season 2 : Chapter 21
121
Season 2 : chapter 22
122
Season 2 : Chapter 23
123
Season 2 : Chapter 24
124
Season 2 : Chapter 25
125
Season 2 : Chapter 26
126
Season 2 : Chapter 27
127
Season 2 : Chapter 28
128
Season 2 : Chapter 29
129
Season 2 : Chapter 30
130
Season 2 : Chapter 31
131
Season 2 : Chapter 32
132
Season 2 : Chapter 32
133
Season 2 : Chapter 33
134
Season 2 : Chapter 34
135
Season 2 : Chapter 35
136
Season 2 : Chapter 35
137
Season 2 : Chapter 36
138
Season 2: Chapter 37
139
Season 2 : Chapter 38
140
Season 2 : Chapter 39
141
Season 2 : Chapter 40
142
Season 2: Chapter 41
143
Season 2 : Chapter 42
144
Season 2 : Chapter 43
145
Season 2 : Chapter 44
146
Season 2 : Chapter 45
147
Season 2 : Chapter 46
148
Season 2 : Chapter 47
149
Season 2: Chapter 48
150
Season 2 : Chapter 49
151
Season 2 : Chapter 50
152
Season 2 : Chapter 51
153
Season 2 : Chapter 52
154
Season 2: Chapter 53
155
Season 2 : Chapter 53
156
Promosi novel terbaru, seru banget!!! kepoin yuk...
157
Season 2: Chapter 54
158
Season 2 : Chapter 55
159
Season 2 : Chapter 56
160
Season 2 : Chapter 57
161
Season 2 : Chapter 58
162
Season 2 : Chapter 59
163
Season 2 : Chapter 60
164
season 2: chapter 61
165
Season 2 : Chapter 62 (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!