4. Memulai Misi

Pagi-pagi sekali Satria sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. Ia akan memulai misinya untuk mengejar cinta Kinara.

" Bun, Satria berangkat dulu ya " ucap Satria lalu meminum susunya.

" Gak sarapan dulu? " tanya Bunda Wulan pada Satria.

" Nanti sarapan di kantin aja, Bun " jawab Satria.

" Satria berangkat " pamit Satria harus segera berangkat.

Satria langsung keluar rumah setelah mencium pipi sang Bunda.

Satria mengendarai motornya dengan suasana hati gembira. Ia tidak sabar untuk bertemu dengan Kinara.

Beberapa saat kemudian, Satria sudah sampai di sekolah. Kebetulan Kinara juga baru sampai. Melihat itu senyum Satria pun semakin lebar. Satria melepaskan helm di kepalanya lalu menghampiri Kinara.

" Hai " sapa Satria tersenyum.

" Eh, hai " balas Kinara tersenyum menoleh pada Satria.

" Mau langsung ke kelas? " tanya Satria pada Kinara.

" Em, aku mau ke ruang OSIS dulu " jawab Kinara.

" Ya udah, aku duluan ya " ucap Kinara pergi menuju ruang OSIS.

Kinara sebenarnya sudah tidak lagi menjabat sebagai ketua OSIS, tapi karena ia merupakan murid yang pintar jadi terkadang adik kelasnya meminta bimbingannya. Dengan senang hati ia pun ia membantunya.

" Gimana semuanya? Lancar? " tanya Kinara saat sudah berada di ruang OSIS.

" Iya Kak, tinggal bikin laporan ke pembina OSIS aja " jawab salah satu adik kelas Kinara.

" Oke, semangat ya. Kakak ke kelas dulu " ucap Kinara melambaikan tangannya.

Kinara keluar dari ruang OSIS lalu menuju kelasnya karena sebentar lagi lonceng masuk akan berbunyi.

Kinara memasuki kelas dan ternyata Elsa, sahabatnya sudah datang.

" Dari mana kamu, Ra? " tanya Elsa saat Kinara baru duduk di bangkunya.

" Dari ruang OSIS " jawab Kinara.

Tak lama guru yang memiliki jadwal di kelas mereka masuk dan memulai pelajaran.

" Lo dari tadi liatin Kinara mulu. Lo suka sama dia? " tanya Raka pada Satria sedikit berbisik.

" Kalo aku suka, kenapa? " tanya Satria balik.

" Pake lo gue aja lah. Ini Jakarta " ucap Raka agar lebih santai.

" Sekarang gue tanya lagi. Lo beneran suka sama Kinara? " tanya Raka lagi karena ia yakin dari tatapan matanya jika Satria menyukai Kinara.

" Iya, gue suka sama dia " jawab Satria jujur.

" Njir, belum juga seminggu udah suka " ucap Raka sedikit terkejut padahal ia sudah menduganya.

" Gue udah kenal dia dari lama " ucap Satria tersenyum menatap Kinara dari belakang.

" Hah? Kok bisa? " tanya Raka terkejut.

" Nanti deh gue ceritain " ucap Satria karena saat itu masih jam pelajaran.

Kemudian mereka pun kembali lagi fokus untuk belajar.

Setelah tiga jam, lonceng pertanda istirahat pun berbunyi. Para siswa pun langsung pergi ke kantin untuk mengisi perut mereka. Begitu juga dengan Satria dan Raka. Satria melihat ke penjuru kantin tapi ia tidak menemuka apa yang ia cari.

" Cari apa sih lo? " tanya Raka pada Satria.

" Kinara " jawab Satria.

" Biasanya tuh dia bareng Elsa " ucap Raka karena memang mereka berdua berteman dekat.

Tak lama terlihat Elsa memasuki kantin seorang diri.

" Eh, itu Elsa tapi kok sendiri " ucap Raka membuat Satria menoleh ke arah pintu masuk kantin.

" Iya juga ya. Gue tanya aja deh " ucap Satria pergi menghampiri Elsa.

" Eh, tu bocah main pergi aja " ucap Raka.

Satria mendekat ke arah Elsa yang akan memesan makanan.

" Elsa " panggil Satria.

" Eh, Satria. Ada apa? " tanya Elsa pada Satria.

" Kok lo sendiri. Kinara mana? " tanya balik Satria.

" Kinara di taman. Kenapa lo nyari Kinara? " ucap Elsa memberitahu Satria.

" Gak papa. Makasih ya " jawab Satria lalu pergi.

Elsa pun dibuat bingung. Karena ia penasaran, setelah mengambil pesanannya Elsa pergi ke meja Raka untuk bertanya karena Raka lah teman Satria yang memang siswa baru.

" Ka, itu Satria kenapa nyariin Kinara? " tanya Elsa lalu duduk di depan Raka.

" Gak tau gue " jawab Raka.

Setelah mendapatkan jawaban yang tidak diinginkannya Elsa pun tidak bertanya lagi. Ia mulai memakan makanannya.

Sementara itu, Satria pergi ke taman untuk mencari Kinara. Terlihat Kinara sedang duduk di sebuah bangku dan membaca buku. Satria pun bergegas menghampiri Kinara.

" Hai " ucap Satria duduk di samping Kinara.

Kinara yang sedang fokus membaca buku pun menoleh.

" Eh, Satria " ucap Kinara terkejut karena ternyata itu adalah Satria.

" Ngapain sendirian disini? " tanya Satria pada Kinara.

" Hmm, pengen tenang aja baca buku makannya aku disini " jawab Kinara.

" Terus kamu sendiri ngapain disini? " tanya balik Kinara.

" Lagi pengen aja ke taman " jawab Satria tersenyum.

Tiba-tiba terdengar suara perut Satria berbunyi.

" Krukk, krukk " wajah Satria pun langsung memerah karena perutnya yang tidak bisa dikondisikan.

" Aduh, kenapa ni perut malah bunyi sih. Kan malu sama Ara. Baru aja mau mulai misi deketin dia. Ini mah ilfeel sama aku " batin Satria menahan malu.

Satria memang merasa lapar karena tadi ia tidak sarapan dan sekarang ia malah pergi dari kantin dan lebih memilih menghampiri Kinara.

" Eh, maaf ya " ucap Satria dengan wajah memerah menahan malu.

Kinara pun tertawa kecil mendengar itu.

" Gak papa " ucap Kinara tersenyum.

" Aduh, manis banget sih senyumnya " batin Satria melihat Kinara tersenyum.

" Laper ya " ucap Kinara pada Satria.

" Iya, tadi juga gak sempet sarapan soalnya " jawab Satria malu-malu.

" Kenapa gak ke kantin? " tanya Kinara heran.

" Males aja " jawab Satria.

" Ya udah, nih makan bekel aku aja " ucap Kinara memberikan kontak bekalnya pada Satria.

" Gak usah ini kan punya kamu " tolak Satria.

" Gak papa. Lagian juga aku gak laper " ucap Kinara tetap memberikan kotak bekalnya.

" Ya udah, aku ke kelas duluan ya " lanjut Kinara lalu pergi meninggalkan taman.

Kinara berbalik sebentar untuk melihat Satria dan tersenyum.

" Aku kok kayak gak asing ya sama Satria. Apa dia Satria yang sama ya? Tapi gak mungkin deh. Satria itu kan di Kalimantan " gumam Kinara.

Kinara menjadi teringat dengan teman kecilnya. Ia ingat saat itu teman kecilnya mengatakan suka kepadanya. Tapi ia menganggapnya hanya sebatas suka sebagai teman.

Di taman, Satria tersenyum sambil membuka kotak bekal dari Kinara. Di sana ada beberapa potong sandwich coklat.

" Wah, ini mah kesukaan aku " ucap Satria dengan mata berbinar karena itu adalah makanan kesukaannya.

Satria memasukkan sepotong sandwich coklat itu ke dalam mulutnya.

" Enak banget ini. Apalagi ini pemberian orang tersayang " ucap Satria tersenyum.

Satria terus memakan sandwich itu sampai habis tak tersisa lalu menutup kotak bekal itu lagi.

" Beruntung banget aku bisa makan sandwich coklat dari Ara. Rasanya bahkan lebih enak dari yang dulu " ucap Satria sambil mengunyah sandwich coklat itu.

Satria jadi teringat dulu Kinara pernah membuatkannya sandwich coklat saat mereka piknik bertiga dengan Rendi. Sejak saat itu Satria menjadi sangat menyukai sandwich coklat.

Tak lama terdengar suara lonceng masuk berbunyi. Satria pun beranjak dari duduknya dan pergi menuju kelas karena ia tidak mau terlambat.

Tapi saat melewati koridor, Satria melihat Kinara sedang berbicara dengan seorang laki-laki di ujung koridor. Tapi tak lama Kinara pergi meninggalkan laki-laki itu dengan wajah yang sedih dan seperti akan menangis.

Satria pun menjadi penasaran siapa laki-laki itu. Apakah hubungannya dengan Kinara? Apa itu kekasih Kinara? Kenapa Kinara sedih setelah bicara dengan laki-laki itu? Pertanyaan itu muncul dalam benaknya.

Terpopuler

Comments

Uswatun Hasanah

Uswatun Hasanah

dft⅘hh¹tffvcvggggg

2023-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 1. Satria Bimantara
2 2. Kinara Larasati
3 3. Pertemuan Pertama
4 4. Memulai Misi
5 5. Menoreh Luka
6 6. Bukan Lupa
7 7. Mengantar Pulang
8 8. Makan Malam
9 9. Nomor Telepon
10 10. Berkunjung
11 11. Berangkat Bersama
12 12. Bertemu Fajar
13 13. Ternyata Galak
14 14. Bukan Perempuan Penggoda
15 15. Akan Mencoba
16 16. Pertengkaran Fajar dan Rena
17 17. Nonton Film
18 18. Kencan
19 19. Satu Kelompok
20 20. Saling Terpesona
21 21. Modus
22 22. Pasangan Serasi
23 23. Nikah Muda
24 24. Opening Toko Kue
25 25. Malu
26 26. Cewek Gatel
27 27. Jalan-jalan
28 28. Kerja Kelompok
29 29. Memikirkan Satria
30 30. Terkunci di Toilet
31 31. Cemburu
32 32. Brownies Kukus untuk Satria
33 33. Hujan
34 34. Skin To Skin
35 35. Menginap
36 36. Sarapan Spesial
37 37. Sudah Saatnya
38 38. Kecewa
39 39. Kejadian Sebenarnya
40 40. Pergi ke Malang
41 41. Menghindar
42 42. Sampai Malang
43 43. Gunung Bromo
44 44. Saling Merindukan
45 45. Mendekati Kinara
46 46. Pernyataan Cinta Danang
47 47. Membeli Oleh-Oleh
48 48. Kembali ke Jakarta
49 49. Berbaikan
50 50. Meminta Izin
51 51. Hari Kelulusan
52 52. Cincin Pengikat
53 53. Acara Empat Bulanan
54 54. Memutuskan Berhijab
55 55. Pindah
56 56. Mencari Pekerjaan
57 57. Mulai Bekerja
58 58. Khawatir
59 59. Mencari Kegiatan
60 60. Berkebun
61 61. Kabar Bahagia
62 62. Memberitahu Kinara
63 63. Menjadi Guru Les
64 64. Mengajar Les
65 65. Kumpul
66 66. Menghabiskan Waktu Berdua
67 67. Hadiah untuk Satria
68 68. Keberangkatan Satria
69 69. PKKMB
70 70. Kegiatan Keakraban
71 71. Bernyanyi
72 72. Kegiatan Satria
73 73. Hari Pertama Kuliah
74 74. Bertemu di Cafe
75 75. Berusaha Mendekati Kinara
76 76. Risih
77 77. Menjaga Hati
78 78. Hanya Teman
79 79. Tidak Pantas Dilihat
80 80. Sadar dari Pingsan
81 81. Akhirnya Bertemu Kembali
82 82. Melepaskan Rindu
83 83. Acara Syukuran Satria
84 84. Satria Bertemu Riko
85 85. Perpisahan Hadi
86 86. Tamu dari Kalimantan
87 87. Menggantikan Hadi
88 88. Ajakan Satria
89 89. Menemani Satria
90 90. Dijebak
91 91. Menyelamatkan Satria
92 92. Menghilangkan Efeknya
93 93. Baik-Baik Saja
94 94. Bubur Terenak
95 95. Dijenguk Teman-Teman
96 96. Salah Target
97 97. Meminta Maaf
98 98. Tidak Akan Menganggu Lagi
99 99. Mulai Bertugas
100 100. Masih Memiliki Perasaan
101 101. Menangkap Pencuri
102 102. Mogok Menjadi Kenangan
103 103. Lupa Baju Ganti
104 104. Menahan
105 105. Pikiran Buruk
106 106. Calon Istri Idaman
107 107. Lama Tidak Bertemu
108 108. Pantai
109 109. Terbuka
110 110. Pemindahan Tugas
111 111. Sanggup Menunggu
112 112. Malam Terakhir
113 113. Memberi Hadiah
114 Suamiku Seorang Bodyguard-Promo Karya Baru
115 114. Harus Terpisah
116 115. Perjalanan
117 116. Memberi Kabar
118 117. Melanjutkan perjalanan
119 118. Sedikit Terhibur
120 119. Sampai
121 120. Datang Lagi
122 121. Rindu Tertahan+Visual
123 122. Penolakan Satria
124 123. Mengikuti Kinara
125 124. Menjadi Umpan
126 125. Tertusuk
127 126. Perasaan Tidak Enak
128 127. Keadaan Satria
129 128. Melemah
130 129. Begitu Terpukul
131 130. Berhenti
132 131. Menyerah
133 132. Kesempatan Kedua
134 133. Melanjutkan Tugas
135 134. Air Matamu Kelemahanku
136 135. Menanyakan Satria
137 136. Curiga
138 137. Ajakan Selingkuh
139 138. Kembali ke Desa
140 139. Diawasi
141 140. Topeng Penutup
142 141. Membalas Rena
143 142. Penyelidikan Kembali
144 143. Dua Tahun
145 144. Sidang Skripsi
146 145. Kedatangan Rendi
147 146. Menggagalkan Pengiriman
148 147. Dijadikan Tawanan
149 148. Sangat Licik
150 149. Pendarahan
151 150. Akan Segera Pulang
152 151. Bersabar Lagi
153 152. Ke Butik Puspa
154 153. Berpamitan
155 154. Hari Wisuda
156 155. Satria Kembali
157 156. Melamar Kinara
158 157. Dinner Romantis
159 158. Tidur Bersama
160 159. Izin dan Restu
161 160. Lamaran
162 161. Seorang Guru
163 162. Perkenalan dengan Siswa
164 163. Digoda Andrew
165 164. Memergoki Andrew dan Teman-temannya
166 165. Ban Bocor
167 166. Jangan Tergoda
168 167. Jatuh Cinta
169 168. Calon Suami
170 169. Sadar Diri
171 170. Fitting Pakaian Pengantin
172 171. Sandi dan Ayla
173 172. Beasiswa ke Luar Negeri
174 173. Memutuskan Menolak
175 174. Pria Aneh
176 175. Pasti Kangen
177 176. Gosip
178 177. Bekerja Sama
179 178. Menemukan Pria Itu
180 179. Hujatan
181 Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
182 180. Pelaku Sebenarnya
183 181. Tidak Ada Kesempatan
184 182. Konferensi Pers
185 183. Pengajian
186 184. Acara Siraman
187 185. Malam Midodareni
188 186. Akad Nikah
189 187. Temu Manten
190 188. First Kiss
191 189. Upacara Pedang Pora
192 190. Resepsi Pernikahan
193 191. Pemanasan
194 192. Menidurkan Sesuatu yang Bangun
195 193. Rumah Masa Depan
196 194. Rencana Bulan Madu
197 195. Berpamitan
198 196. Bulan Madu
199 197. Pengganggu Pengantin Baru
200 198. Menara Eiffel
201 199. Dinner Ditemani Pemandangan Menara Eiffel
202 200. Hari Berikutnya
203 201. Selesai
204 202. Kejutan
205 203. Tuntas
206 204. Menyimpan Benda Berharga
207 205. Nambah Terus
208 206. Pulang ke Indonesia
209 207. Mengantar Oleh-Oleh
210 208. Sensasi Baru
211 209. KERAMAS
212 210. Malu Luar Biasa
213 211. Belanja
214 212. Tidak Sepenuhnya Melupakan
215 213. Raka
216 214. Bekas Lipstik
217 215. Selalu Ribut
218 216. Berjaga
219 217. Tidak Enak Badan
220 218. Masih Mencintai Satria
221 219. Pendarahan
222 220. Butuh Waktu
223 221. Kehidupan Baru
224 222. Mual-Mual
225 223. Enam Minggu
226 224. Jangan Dekat-Dekat
227 225. Bakso Gerobak
228 226. Dijenguk Siswa
229 227 Digrebek
230 Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
231 228. Menantu Macam Apa?
232 229. Hubungan Sandi dan Ayla
233 230. Kembali Mengajar
234 231. Mencari Pisang Lumer
235 232. Kadaluarsa
236 233. Sudah Memaafkan
237 234. Detik-Detik Menegangkan
238 235. Terima Kasih (TAMAT)
239 Bonus Chapter 1
240 Bonus Chapter 2
241 Bonus Chapter 3
242 Bonus Chapter 4
243 Last Bonus Chapter
244 Setitik Cinta-Promo Karya Baru
245 Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
246 Promo Karya Baru : Married With My Ex
247 Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
248 Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
249 Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
250 Promo Karya Baru : My Sugar Baby
Episodes

Updated 250 Episodes

1
1. Satria Bimantara
2
2. Kinara Larasati
3
3. Pertemuan Pertama
4
4. Memulai Misi
5
5. Menoreh Luka
6
6. Bukan Lupa
7
7. Mengantar Pulang
8
8. Makan Malam
9
9. Nomor Telepon
10
10. Berkunjung
11
11. Berangkat Bersama
12
12. Bertemu Fajar
13
13. Ternyata Galak
14
14. Bukan Perempuan Penggoda
15
15. Akan Mencoba
16
16. Pertengkaran Fajar dan Rena
17
17. Nonton Film
18
18. Kencan
19
19. Satu Kelompok
20
20. Saling Terpesona
21
21. Modus
22
22. Pasangan Serasi
23
23. Nikah Muda
24
24. Opening Toko Kue
25
25. Malu
26
26. Cewek Gatel
27
27. Jalan-jalan
28
28. Kerja Kelompok
29
29. Memikirkan Satria
30
30. Terkunci di Toilet
31
31. Cemburu
32
32. Brownies Kukus untuk Satria
33
33. Hujan
34
34. Skin To Skin
35
35. Menginap
36
36. Sarapan Spesial
37
37. Sudah Saatnya
38
38. Kecewa
39
39. Kejadian Sebenarnya
40
40. Pergi ke Malang
41
41. Menghindar
42
42. Sampai Malang
43
43. Gunung Bromo
44
44. Saling Merindukan
45
45. Mendekati Kinara
46
46. Pernyataan Cinta Danang
47
47. Membeli Oleh-Oleh
48
48. Kembali ke Jakarta
49
49. Berbaikan
50
50. Meminta Izin
51
51. Hari Kelulusan
52
52. Cincin Pengikat
53
53. Acara Empat Bulanan
54
54. Memutuskan Berhijab
55
55. Pindah
56
56. Mencari Pekerjaan
57
57. Mulai Bekerja
58
58. Khawatir
59
59. Mencari Kegiatan
60
60. Berkebun
61
61. Kabar Bahagia
62
62. Memberitahu Kinara
63
63. Menjadi Guru Les
64
64. Mengajar Les
65
65. Kumpul
66
66. Menghabiskan Waktu Berdua
67
67. Hadiah untuk Satria
68
68. Keberangkatan Satria
69
69. PKKMB
70
70. Kegiatan Keakraban
71
71. Bernyanyi
72
72. Kegiatan Satria
73
73. Hari Pertama Kuliah
74
74. Bertemu di Cafe
75
75. Berusaha Mendekati Kinara
76
76. Risih
77
77. Menjaga Hati
78
78. Hanya Teman
79
79. Tidak Pantas Dilihat
80
80. Sadar dari Pingsan
81
81. Akhirnya Bertemu Kembali
82
82. Melepaskan Rindu
83
83. Acara Syukuran Satria
84
84. Satria Bertemu Riko
85
85. Perpisahan Hadi
86
86. Tamu dari Kalimantan
87
87. Menggantikan Hadi
88
88. Ajakan Satria
89
89. Menemani Satria
90
90. Dijebak
91
91. Menyelamatkan Satria
92
92. Menghilangkan Efeknya
93
93. Baik-Baik Saja
94
94. Bubur Terenak
95
95. Dijenguk Teman-Teman
96
96. Salah Target
97
97. Meminta Maaf
98
98. Tidak Akan Menganggu Lagi
99
99. Mulai Bertugas
100
100. Masih Memiliki Perasaan
101
101. Menangkap Pencuri
102
102. Mogok Menjadi Kenangan
103
103. Lupa Baju Ganti
104
104. Menahan
105
105. Pikiran Buruk
106
106. Calon Istri Idaman
107
107. Lama Tidak Bertemu
108
108. Pantai
109
109. Terbuka
110
110. Pemindahan Tugas
111
111. Sanggup Menunggu
112
112. Malam Terakhir
113
113. Memberi Hadiah
114
Suamiku Seorang Bodyguard-Promo Karya Baru
115
114. Harus Terpisah
116
115. Perjalanan
117
116. Memberi Kabar
118
117. Melanjutkan perjalanan
119
118. Sedikit Terhibur
120
119. Sampai
121
120. Datang Lagi
122
121. Rindu Tertahan+Visual
123
122. Penolakan Satria
124
123. Mengikuti Kinara
125
124. Menjadi Umpan
126
125. Tertusuk
127
126. Perasaan Tidak Enak
128
127. Keadaan Satria
129
128. Melemah
130
129. Begitu Terpukul
131
130. Berhenti
132
131. Menyerah
133
132. Kesempatan Kedua
134
133. Melanjutkan Tugas
135
134. Air Matamu Kelemahanku
136
135. Menanyakan Satria
137
136. Curiga
138
137. Ajakan Selingkuh
139
138. Kembali ke Desa
140
139. Diawasi
141
140. Topeng Penutup
142
141. Membalas Rena
143
142. Penyelidikan Kembali
144
143. Dua Tahun
145
144. Sidang Skripsi
146
145. Kedatangan Rendi
147
146. Menggagalkan Pengiriman
148
147. Dijadikan Tawanan
149
148. Sangat Licik
150
149. Pendarahan
151
150. Akan Segera Pulang
152
151. Bersabar Lagi
153
152. Ke Butik Puspa
154
153. Berpamitan
155
154. Hari Wisuda
156
155. Satria Kembali
157
156. Melamar Kinara
158
157. Dinner Romantis
159
158. Tidur Bersama
160
159. Izin dan Restu
161
160. Lamaran
162
161. Seorang Guru
163
162. Perkenalan dengan Siswa
164
163. Digoda Andrew
165
164. Memergoki Andrew dan Teman-temannya
166
165. Ban Bocor
167
166. Jangan Tergoda
168
167. Jatuh Cinta
169
168. Calon Suami
170
169. Sadar Diri
171
170. Fitting Pakaian Pengantin
172
171. Sandi dan Ayla
173
172. Beasiswa ke Luar Negeri
174
173. Memutuskan Menolak
175
174. Pria Aneh
176
175. Pasti Kangen
177
176. Gosip
178
177. Bekerja Sama
179
178. Menemukan Pria Itu
180
179. Hujatan
181
Malam Panas Dengan Kak Aska-Promo Karya Baru
182
180. Pelaku Sebenarnya
183
181. Tidak Ada Kesempatan
184
182. Konferensi Pers
185
183. Pengajian
186
184. Acara Siraman
187
185. Malam Midodareni
188
186. Akad Nikah
189
187. Temu Manten
190
188. First Kiss
191
189. Upacara Pedang Pora
192
190. Resepsi Pernikahan
193
191. Pemanasan
194
192. Menidurkan Sesuatu yang Bangun
195
193. Rumah Masa Depan
196
194. Rencana Bulan Madu
197
195. Berpamitan
198
196. Bulan Madu
199
197. Pengganggu Pengantin Baru
200
198. Menara Eiffel
201
199. Dinner Ditemani Pemandangan Menara Eiffel
202
200. Hari Berikutnya
203
201. Selesai
204
202. Kejutan
205
203. Tuntas
206
204. Menyimpan Benda Berharga
207
205. Nambah Terus
208
206. Pulang ke Indonesia
209
207. Mengantar Oleh-Oleh
210
208. Sensasi Baru
211
209. KERAMAS
212
210. Malu Luar Biasa
213
211. Belanja
214
212. Tidak Sepenuhnya Melupakan
215
213. Raka
216
214. Bekas Lipstik
217
215. Selalu Ribut
218
216. Berjaga
219
217. Tidak Enak Badan
220
218. Masih Mencintai Satria
221
219. Pendarahan
222
220. Butuh Waktu
223
221. Kehidupan Baru
224
222. Mual-Mual
225
223. Enam Minggu
226
224. Jangan Dekat-Dekat
227
225. Bakso Gerobak
228
226. Dijenguk Siswa
229
227 Digrebek
230
Pesona Anak SMA-Promo Karya Baru
231
228. Menantu Macam Apa?
232
229. Hubungan Sandi dan Ayla
233
230. Kembali Mengajar
234
231. Mencari Pisang Lumer
235
232. Kadaluarsa
236
233. Sudah Memaafkan
237
234. Detik-Detik Menegangkan
238
235. Terima Kasih (TAMAT)
239
Bonus Chapter 1
240
Bonus Chapter 2
241
Bonus Chapter 3
242
Bonus Chapter 4
243
Last Bonus Chapter
244
Setitik Cinta-Promo Karya Baru
245
Perawan Rasa Janda-Promo Karya Baru
246
Promo Karya Baru : Married With My Ex
247
Promo Karya Baru-Surga Yang Lain
248
Promo Karya Baru : Hello, Mas Duda!
249
Promo Karya Baru : Pernikahan Rahasia
250
Promo Karya Baru : My Sugar Baby

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!