Bab 5. Rencana Bara

"Apa kau tahu, kenapa saya harus menerima semua syarat, yang dia berikan, Durant?" tanya Bara menatap rentetan persyaratan yang diberikan oleh Nabila padanya. Dari semua list yang ada, tidak ada satupun yang menguntungkan untuknya. Semua ini hanya untuk kesejahteraan Nabila, tapi kesengsaraan untungnya.

"Bos, kenapa dia tidak kita penggal saja?" tanya Durant dengan entengnya.

Bara mendelik, dia menatap Durant dengan tatapan maut. Untuk apa Bara menahan Nabila selama lima tahun kalau hanya untuk membunuhnya. Terlebih, Bara sudah berjanji pada seseorang jika dia tidak akan melakukan hal-hal gila seperti itu lagi.

"Maaf, Bos!" ucap Durant. Dia benar-benar merasa serba salah, sudah lebih dari satu jam dia berdiri untuk menemani Bara yang sedang memperhatikan kertas putih panjang di atas meja. Tapi tidak ada yang laki-laki itu lakukan. Bara terus berpikir sampai Durant tidak tahan untuk pergi ke kamar mandi. 15 menit lagi Bara menahannya, Durant yakin jika dia akan kencing di celana.

"Poin pertama ini apa, Durant. Kenapa dia bilang karena keyakinan yang berbeda kita tidak bisa menikah?" tanya Bara tanpa memerhatikan kesulitan apa yang sedang melanda sekertarisnya.

Keringat mulai bercucuran dari pelipis Durant, kakinya bergetar menahan senapan nya yang ingi segera di ledakan. "Itu, Bos. Agama. Bos tidak mempercayai apapun, Nyonya Nabila itu memiliki Tuhan. Dari apa yang saya baca, dia tidak boleh menikah dengan orang yang mempercayai Tuhan yang berbeda!"

Bara mengangguk-anggukan kepalanya pelan. "Untuk apa mempercayai sesuatu yang tidak nyata. Saya adalah saya. Tapi, kalau dia ingin saya meyakini apa yang dia yakini, saya akan melakukan itu. Poin pertama selesai," ucap Bara mencoret kertas tersebut.

"Bos saya ma!"

Durant tidak melanjutkan kalimatnya saat melihat tangan Bara terangkat ke atas. Laki-laki itu meringis untuk kesekian kalinya. Ya Tuhan ... dia benar-benar sedang terdesak.

"Poin ke dua, apakah kau tahu di mana suaminya? Bukankah kau bilang kalau dia itu single mom? Kenapa dia menyuruh saya untuk menemui, suaminya? Anatar saya ke sana sekarang!"

Bara beranjak, dia mengambil jas yang ada di sandaran kursi kemudian keluar dari ruangannya.

"Bos, saya ke kamar kecil sebentar!" ujar Durant berlari terbirit-birit. Bara hanya menatapnya dengan wajah melongo. Ada apa dengan asistennya itu, kenapa dia berprilaku seperti itu. Benar-benar sangat aneh.

....

Wajah Nabila sudah tidak se murung biasannya. Dia tersenyum, tangan keibuannya mengusap wajah buah hatinya dengan usapan yang sangat hati-hati. Seolah sedang merawat bayi, Nabila takut jika anak yang sedang berbaring itu kesakitan karena ulahnya. Syukurlah, karena Bara membantunya, Ezra bisa mendapatkan perawatan dan pelayanan di kelas VVIP.

"Sayang!" gumam Nabila dengan senyum di bibirnya. "Besok kamu akan menjalani operasi. Kamu tahu, setelah kamu sembuh nanti, kamu bisa pipis seperti orang normal. Bukankah ini sangat bagus?" celoteh Nabila dengan hati yang lebih tenang. "Mama bertemu orang jahat yang sedikit bodoh, tapi dia sangat baik. Dia mau menolong kamu Nak. Sudah cukup selama ini kamu menderita. Mama ingin kamu sembuh. Kalau sudah sembuh, nanti kita daftar sekolah ya ... Ezra denger mama 'kan Sayang?"

Nabila menengadah. Kenapa dia malah menangis saat dia tahu jika anak laki-lakinya akan menjali hari-hari yang normal. Entah berapa kali, Nabila berpikir untuk berhenti memperjuangan kesehatan Ezra, tapi Tuhan selalu tau yang terbaik. Allah tahu apa yang terbaik untuk mereka.

"Mama akan menyimpan ini dulu! Ezra istirahat ya, Sayang!"

Kecupan Nabila berikan di kening putra semata wayangnya. Dia keluar dari ruangan itu dengan perasaan tak menentu. Tangis haru tidak bisa dia tahan. Sekali lagi dia menoleh melihat pintu itu sebentar. Nabila berbalik, tapi, karena di terlalu buru-buru, dia tidak sadar jika di depannya ada orang lain hingga tabrakan itu tidak bisa dihindari.

"Akh, maaf!" ucap Nabila membungkuk beberapa kali. Dia mengambil handuk basah juga baskom kecil yang jatuh ke lantai.

"Lain kali berhati-hati lah!" ketusnya. Dokter itu berlalu meninggalkan Nabila.

Ibu muda itu kembali berdiri, dia bergidik ngeri membayangkan betapa dingin dan arogannya dokter yang baru saja lewat. "Dokter, Fathan!" gumam Nabila, dia tidak sengaja melihat kartu pengenal yang menggantung di leher dokter tersebut. "Untung tahu. Saya tandai ya Pak dokter." Nabila bergidik ngeri melihat gelagat luar biasa orang-orang kaya. Dulu, saat dia memiliki segalanya, apakah dia juga seperti itu? Nabila rasa tidak. Atau hanya perasaannya.

"Astagfirullah ... jangan sampai aku seperti itu."

Sementara di tempat lain, seorang laki-laki sedang terheran-heran. Bagaimana tidak, dia diam termangu di depan sebuah makam yang di apit beberapa makam lain. "Kau serius suami wanita itu ada di dalam sini, Durant? Dia sudah meninggal?" Bara menatap tidak percaya sekertarisnya itu. Dia benar-benar tidak habis pikir, kenapa dia harus meminta ijin pada orang mati.

"Benar, Bos! Suami Nyonya memang sudah meninggal lima tahun yang lalu. Karena itu juga tidak pernah ada laki-laki yang menikahi, Nyonya karena Nyonya selalu mengatakan jika dia masih memiliki suami. Namun, di sinilah suaminya berada."

Bara tersenyum miris. Kalau ceritanya seperti itu, wajar wanita secantik Nabila tidak pernah memiliki suami. Apakah selama 5 tahun ini, narasumbernya tidak pernah mencari tahu tentang ini, kenapa Bara baru tahu sekarang. "Lalu, bagaimana cara saya untuk meminta ijin darinya? Bukankah dia sudah mati? Tidak mungkin saya harus menemuinya di akhirat bukan?"

Durant menahan senyum. Bosnya ini benar-benar kacau. Hanya untuk meniduri seorang wanita dia rela melakukan hal-hal gila seperti ini. Padahal, jika dia mau, membeli 2 lusin pun dalam satu malam, Bosnya ini benar-benar sangat mampu.

"Nyonya hanya meminta Anda untuk meminta ijin, Bos. Tidak penting suaminya mengijinkan atau tidak," jawab Durant seadanya.

Bara mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Dia berjongkok kemudian mengetuk keramik yang menjadi rumah dari suami wanita incarannya itu. "Hei Tuan, Ramadhan bin Sofiyan. Aku ingin meminta ijin untuk menikah dengan istrimu. Kau tenang saja, jika kami tidak cocok, saya akan mengembalikan dia kepadamu. Saya hanya ingin membuktikan bahwa tidak ada satu orang pun yang bisa membantah saya. Istri Anda itu terlalu sombong. Dia menganggap tinggi dirinya, padahal dia bukan apa-apa. Wanita hanya mainan bagi saya. Tidak ada yang sepesial dari istrimu!" Bara tersenyum menyeringai setelah mengucapkan kalimat itu. "Saya juga ingin meminta izin untuk sedikit bermain-main dengannya. Saya janji, saya tidak akan membuatnya mengeluarkan darah. Walau hanya untuk satu tetes pun, tidak." Senyum evil kembali tersungging di bibirnya.

Terpopuler

Comments

Nana

Nana

berhubung udah tau tentang Bara di ceritanya Eil & Nathan, Bara disini kok jadi kocak 🤭🤭🤭

2023-06-27

0

💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖

💞N⃟ʲᵃᵃ࿐yENni💖

Aduh pak Bara kamu ini minta izin apa lagi ngancem sich🤦‍♀️🤦‍♀️🤦‍♀️🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2023-01-24

1

Mbah Edhok

Mbah Edhok

ketok pintu ... eh pintu makam ... dibuka pintunya ... monggo masuk... pak ramadhan sedang tidur di dalam ... eerrrr !!!

2023-01-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Gagal Ginjal
2 Bab 2. Pertemuan
3 Bab 3. Penolakan
4 Bab 4. Perjanjian
5 Bab 5. Rencana Bara
6 Bab 6. Operasi Untuk Ezra
7 Bab 7. Selingkuh?
8 Bab 8. Ikut, Saya!
9 Bab 9. Bara Gila
10 Bab 10. Bulu Ketek
11 Bab 11. Perihal Gaji
12 Bab 12. Alunan Merdu
13 Bab 13. Kesal
14 Bab 14. Mulai Misi
15 15. Wanita Dari Masa Lalu
16 Bab 16. Masa Lalu
17 Bab 17. Marah Lagi
18 Bab 18. Jangan Marah
19 Bab 19. Meminta Maaf
20 20. Terungkap
21 21. Kebingungan Nabila
22 Bab 22. Ezra Marah
23 Bab 23. Akad Nikah
24 Bab 24. Perihal Kepala Botak
25 Bab 25. Terjadi
26 26. Keanehan Bara
27 27. Dalam Genggamannya
28 28. Terkejut
29 Bab 29. Salah Fokus
30 30. Ancaman
31 31. Berbahaya
32 32. Isi Hati Nabila
33 33. Kalang Kabut
34 34. Lagi!
35 35. Aku Menyukainya
36 36. Marah Lagi ...
37 37. Salah Paham
38 38. Keluar Tanduk
39 39. Kegilaan Bara
40 40. Luluh
41 41. Keyakinan Fino
42 42. Bukan Saya
43 43. Kemunculan Seseorang
44 44. Melupakan Amarah
45 45. I'll Be Your Side
46 46. Permulaan
47 47. Bertemu Seseorang
48 48. Broken Heart
49 49. Mengalah
50 50. Maaf
51 51. Maaf 2
52 52. Maaf 3
53 53. Menghangatkan
54 54. Meminjam Uang
55 55. Kebingungan Nabila
56 56. Tidak Diijinkan
57 57. Merajuk
58 58. Kehebohan Di Pagi Hari
59 59. Maafkan Dia
60 60. Ribut Lagi
61 61. Kelakuan Maurin dan Jessica
62 62. Musuh ???
63 63. Bajingan Gila
64 64. Musuh2
65 65. Meminta Maaf
66 66. Keributan Lain
67 67. Tidak Diijinkan
68 68. Who Are You
69 69. Penjelasan
70 70. Ironis
71 71. Bukan Seperti Itu
72 72. Menyembunyikannya
73 73. Perjanjian
74 74. Kegilaan Suami
75 75. Curiga
76 76. Cemburu
77 77. Menikah
78 78. Bukan Itu
79 79. Iri Hati
80 80. Semua Karena Mu
81 81. Lebih Baik Tidak Tahu
82 82. Kepala Baru
83 83. Gaun Pengantin
84 84. Fitting Baju Pengantin
85 85. Kenyataan Pahit
86 86. Kelelahan
87 87. Kenyataan Pahit 2
88 88. Kebenaran
89 89. Baik-baik saja
90 90. Pernikahan
91 91. Malam Pertama
92 92. Rumah Baru
93 93. Jangan Maksa
94 94. Masa Lalu
95 95. kecelakaan
96 96. Lara & Bahagia
97 97. Maaf
98 98. Epilog
Episodes

Updated 98 Episodes

1
Bab 1. Gagal Ginjal
2
Bab 2. Pertemuan
3
Bab 3. Penolakan
4
Bab 4. Perjanjian
5
Bab 5. Rencana Bara
6
Bab 6. Operasi Untuk Ezra
7
Bab 7. Selingkuh?
8
Bab 8. Ikut, Saya!
9
Bab 9. Bara Gila
10
Bab 10. Bulu Ketek
11
Bab 11. Perihal Gaji
12
Bab 12. Alunan Merdu
13
Bab 13. Kesal
14
Bab 14. Mulai Misi
15
15. Wanita Dari Masa Lalu
16
Bab 16. Masa Lalu
17
Bab 17. Marah Lagi
18
Bab 18. Jangan Marah
19
Bab 19. Meminta Maaf
20
20. Terungkap
21
21. Kebingungan Nabila
22
Bab 22. Ezra Marah
23
Bab 23. Akad Nikah
24
Bab 24. Perihal Kepala Botak
25
Bab 25. Terjadi
26
26. Keanehan Bara
27
27. Dalam Genggamannya
28
28. Terkejut
29
Bab 29. Salah Fokus
30
30. Ancaman
31
31. Berbahaya
32
32. Isi Hati Nabila
33
33. Kalang Kabut
34
34. Lagi!
35
35. Aku Menyukainya
36
36. Marah Lagi ...
37
37. Salah Paham
38
38. Keluar Tanduk
39
39. Kegilaan Bara
40
40. Luluh
41
41. Keyakinan Fino
42
42. Bukan Saya
43
43. Kemunculan Seseorang
44
44. Melupakan Amarah
45
45. I'll Be Your Side
46
46. Permulaan
47
47. Bertemu Seseorang
48
48. Broken Heart
49
49. Mengalah
50
50. Maaf
51
51. Maaf 2
52
52. Maaf 3
53
53. Menghangatkan
54
54. Meminjam Uang
55
55. Kebingungan Nabila
56
56. Tidak Diijinkan
57
57. Merajuk
58
58. Kehebohan Di Pagi Hari
59
59. Maafkan Dia
60
60. Ribut Lagi
61
61. Kelakuan Maurin dan Jessica
62
62. Musuh ???
63
63. Bajingan Gila
64
64. Musuh2
65
65. Meminta Maaf
66
66. Keributan Lain
67
67. Tidak Diijinkan
68
68. Who Are You
69
69. Penjelasan
70
70. Ironis
71
71. Bukan Seperti Itu
72
72. Menyembunyikannya
73
73. Perjanjian
74
74. Kegilaan Suami
75
75. Curiga
76
76. Cemburu
77
77. Menikah
78
78. Bukan Itu
79
79. Iri Hati
80
80. Semua Karena Mu
81
81. Lebih Baik Tidak Tahu
82
82. Kepala Baru
83
83. Gaun Pengantin
84
84. Fitting Baju Pengantin
85
85. Kenyataan Pahit
86
86. Kelelahan
87
87. Kenyataan Pahit 2
88
88. Kebenaran
89
89. Baik-baik saja
90
90. Pernikahan
91
91. Malam Pertama
92
92. Rumah Baru
93
93. Jangan Maksa
94
94. Masa Lalu
95
95. kecelakaan
96
96. Lara & Bahagia
97
97. Maaf
98
98. Epilog

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!