Zhou Tian terus mendekat dan semakin dekat, sampai akhirnya dia hanya berjarak satu langkah dengan Qin Ji. Tak cukup hanya dengan Qin Ji, tanpa di perintah Zhou Tian, Zhou Lin membawa Qin Ho dan Qin Chi ke atas arena kompetisi.
Tenang Zhou Tian menatap ketiga saudara yang berlutut di hadapannya, sedangkan Zhou Lin yang kekuatannya saat ini telah melampaui kekuatan para tetua Klan Qin, dia meninggalkan arena dan berdiri tak jauh dari sekumpulan para tetua Klan Qin.
Di depan para tetua Klan Qin, Zhou Lin yang berhasil membangkitkan akar roh elemen petir dan mendapatkan teknik Jari Petir Surgawi dari Zhou Tian, dia menggunakan teknik itu untuk melumpuhkan kultivasi para tetua Klan Qin yang selama ini melakukan mereka tak jauh berbeda dengan Patriark Qin Zhi.
Bahkan di depan matanya, Zhou Lin pernah melihat bagaimana salah satu budak iblis wanita yang tubuhnya mulai tumbuh harus melayani keinginan keempat tetua.
“Aku masih ingat perlakuan kalian pada budak iblis wanita, yang pada akhirnya banyak dari mereka yang memilih mengakhiri hidup setelah apa yang kalian lakukan!” Zhou Lin berteriak dengan suara lantang.
Dalam sekejap mata, mulai dari tetua pertama dan tetua lainnya, kultivasi mereka lumpuh akibat serangan teknik Jari Petir Surgawi yang digunakan Zhou Lin. Wajah tampan yang sebelumnya dimiliki para tetua Klan Qin, wajah-wajah itu telah digantikan wajah tua dikarenakan usia mereka yang memang tak lagi muda, dan lagi sekarang kultivasi mereka telah dilumpuhkan.
Zhou Lin mudah melakukan itu pada mereka bahkan tanpa adanya perlawanan, itu semua dikarenakan mereka semua masih terkunci aura kuat yang dilancarkan Zhou Tian.
“Kematian terlalu indah untuk kalian, jadi silahkan kalian menikmati hidup sebagai orang cacat!” ucap Zhou Lin lalu dia pergi meninggalkan para tetua Klan Qin yang telah menjadi manusia biasa.
Sementara itu di atas arena, Patriark Qin Zhi sudah kehilangan kesadarannya, dengan luka di sekujur tubuhnya, bahkan tangan kanan dan kaki kirinya terpotong secara kasar oleh pedang kayu Zhu Ying.
Di sisi lain arena, Zhou Tian mulai melakukan pergerakan dan dia tidak menyerang satu-satu, melainkan dia langsung menyerang ketiganya secara brutal.
Zhou Tian mengayunkan tangannya, mengirim tamparan kuat ke wajah ketiganya, sepuluh kali lebih kuat dari yang pernah mereka lakukan padanya.
Ketiganya tidak bisa menghindar ataupun menangkis serangan Zhou Tian karena mereka sama sekali tidak bisa bergerak, bahkan keadaan mereka semakin sulit saat Zhou Tian meningkatkan aura kekuatannya sampai puncak.
Tamparan pertama hanya tamparan biasa tapi itu sudah lebih dari cukup untuk merontokkan gigi ketiganya. Barulah di tamparan kedua dia mengalirkan kekuatan elemen petir ke telapak tangannya, membuat derak petir mengerikan muncul di tangannya.
Saat dia mengayunkan tangannya menampar ketiga putra Patriark Qin Zhi, orang-orang yang melihatnya merasakan kengerian terhadap apa yang dilakukan Zhou Tian.
‘Kelau dia bersungguh-sungguh, dengan kekuatannya tak sulit baginya merubah ketiga bocah itu menjadi kabut darah. Melihat kemarahannya, sepertinya Klan Qin begitu buruk memperlakukan budak iblis mereka,’ ucap Patriark Klan Mu dalam hati.
Cukup dengan tamparan kedua, Qin Ho dan Qin Chi telah kehilangan kesadarannya, sementara Qin Ji, dia masih bertahan tapi separuh wajahnya telah mengalami luka bakar yang tak mungkin dapat menghilang kecuali dia berhasil menerobos ranah Alam Langit dalam satu tahun ke depan.
Orang-orang yang memiliki kemampuan melihat semua yang baru terjadi, mereka bergidik ngeri dan tak berharap berada di posisi Qin Ji, Qin Ho, maupun Qin Chi.
“Ternyata kamu masih bisa bertahan dengan seperempat kekuatanku, tapi sayangnya aku bukan orang baik yang hanya akan membuatmu cacat! Di tanganku kau dan ketiga saudaramu akan mengalami kematian paling menyakitkan!”
Zhou Tian menarik lengan Qin Ji, memaksa lengan itu terpisah dari tubuhnya. Sekali tarik, darah segar menyembur keluar dari luka tubuh Qin Ji, saat lengannya secara paksa ditarik Zhou Tian sampai terlepas dari tubuhnya.
“Aaarrgh...”
Qin Ji meraung kesakitan, membuat orang-orang yang mendengar teriakannya kalau apa yang menimpanya sangatlah menyakitkan.
Namun tak ada satupun orang yang memiliki keinginan menolong Qin Ji. Jangankan menolong, untuk bergerak saja mereka tidak bisa melakukannya. Beberapa Patriark termasuk Patriark Klan Mu sebenarnya bisa bergerak dengan mengeluarkan seluruh kekuatan yang mereka miliki.
Akan tetapi mereka tidak melakukannya karena takut dua sosok kuat di atas arena mengira mereka ingin membantu Patriark Qin Zhi dan ketiga putranya, yang pada akhirnya mereka semua akan mengalami nasib buruk sama seperti empat orang di atas arena.
Dengan kekuatan mereka yang bahkan lebih lemah dibandingkan Patriark Qin Zhi, jelas mereka bukan lawan sepadan dua sosok kuat yang sudah berada di ranah Alam Raja, dan sosok pria yang sedang menyiksa ketiga putra Patriark Qin Zhi adalah sosok terkuat diantara keduanya.
“Tangan sudah, sekarang giliran kaki!” Zhou Tian melakukan hal yang sama, dan hanya dalam satu tarikan napas Qin Ji telah kehilangan sebelum kakinya.
Semua orang semakin ketakutan melihat sosok Zhou Tian setelah apa yang dia lakukan pada Qin Ji, tapi mereka semua yakin Zhou Tian belum akan berhenti. Benar saja, setelah melempar potongan kaki Qin Ji, Zhou Tian sekaligus meraih tangan dan kaki Qin Ji yang masih menyatu dengan tubuhnya, dan sekali tarik dia memisahkan semua itu dari tubuh Qin Ji.
“Kamu saat itu menjadi yang paling kejam menyiksaku, jadi jangan salahkan aku dengan apa yang saat ini kulakukan padamu!” Zhou Tian menatap wajah pucat Qin Ji yang telah kehilangan banyak darah, tapi masih mempertahankan kehidupannya.
“Sekarang saatnya menyelesaikan semuanya!” Menggunakan teknik Tinju Membelah Lautan, sekuat tenaga Zhou Tian memukul tubuh Qin Ji, membuat seluruh bagian tubuh pria itu terbelah menjadi dua bagian sama besar, termasuk kepalanya.
Bisa dipastikan Qin Ji menjadi yang pertama mati, dan sekarang pandangan Zhou Tian tertuju pada Qin Ho dan Qin Chi.
Semua orang menganggap keduanya akan bernasib sama seperti Qin Ji, dan anggapan mereka tidak salah karena Zhou Tian langsung saja membunuh mereka tanpa lebih dulu melakukan penyiksaan seperti apa yang dilakukannya pada Qin Ji.
Memastikan kematian mereka yang selama ini paling sering menyiksanya, ada kepuasan tersendiri yang dirasakan Zhou Tian, tapi semua ini belum berakhir karena masih banyak anggota Klan Qin memiliki perilaku tidak jauh beda dari Patriark Qin Zhi maupun ketiga putranya.
“Kalian bebas membalaskan dendam yang selama ini kalian pendam! Mereka para manusia selalu mengatakan siapa yang kuat bebas melakukan apapun pada yang lemah. Sekarang kalian kuat, jadi sudah seharusnya kalian melakukan seperti kata-kata mereka!”
Ucapan Zhou Tian seperti perintah untuk puluhan iblis budak Klan Qin, yang sadari tadi hanya mengawasi keberadaan anggota Klan Qin.
“Swush... Swush... Swush...”
Bagaikan bayang-bayang, puluhan iblis bergerak cepat menyerang anggota Klan Qin yang selama ini sering berperilaku buruk pada mereka.
Sekarang yang terlihat bukan lagi balas dendam pada para petinggi Klan Qin dan anggota keluarganya, tapi ini adalah pembantaian Klan Qin. Puluhan iblis di ranah Alam Langit tentu terlalu kuat untuk anggota Klan Qin yang paling kuat hanya berada di ranah Alam Bumi, tapi kebanyakan dari mereka masih berada di ranah Transformasi Qi.
Dalam waktu singkat puluhan iblis budak Klan Qin berhasil membunuh ratusan anggota Klan Qin, dan pembantaian masih belum berakhir.
Setelah anggota Klan Qin yang menonton jalannya kompeti seluruhnya telah mati, puluhan iblis menyebar menyusuri setiap kediaman dan rumah yang ada di Klan Qin, dan membunuh siapapun yang memiliki hubungan dengan Klan Qin.
Wanita, anak-anak, maupun orang tua, tak ada yang selamat dari kemarin yang dibawa puluhan iblis, yang selama ini menjadi budak Klan Qin.
Wanita Klan Qin maupun orang tua di Klan Qin, sifat mereka tak jauh berbeda dengan sifat yang dimiliki Patriark Qin Zhi serta ketiga putranya. Jadi, kematian mereka memang sebuah kepantasan.
Untuk anak-anak, mereka juga pantas mendapatkan karena selama ini banyak anak-anak ras iblis yang mati di tangan orang-orang Klan Qin.
“Mereka sepertinya sangat bersenang-senang. Biarkan mereka bersenang-senang karena aku sendiri sudah selesai bersenang-senang!” ucap Zhou Tian sambil menyunggingkan senyuman di wajahnya.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Mamat Stone
cakep Thor
2024-08-18
0
Mamat Stone
inilah pembalasan lebih kejam
2024-08-18
0
Durian Anget
keren
2024-04-28
0