Klan Qin.
Dua hari berlalu sejak Zhou Tian dan Zhu Ying kembali dari hutan siluman dengan membawa hampir seribu kristal inti kehidupan siluman, dan hari ini tiba pertandingan partai puncak kompetisi yang diadakan Klan Qin.
Seperti yang banyak dibicarakan penduduk Kota Teratai Langit, Qin Ji dan Mu Bei, keduanya berhasil memasuki partai puncak dan menunjukkan kalau mereka merupakan dua generasi muda terbaik yang dimiliki Kota Teratai Langit.
Sekarang tinggal menentukan siapa yang terbaik diantara keduanya.
Di atas arena kompetisi Qin Ji dan Mu Bei sudah berdiri tegak dengan memancarkan aura kekuatan mereka yang sama-sama berada di ranah Transformasi Qi tingkat Menengah.
“Mu Bei, bagaimana kalau kamu menyerah dan mengakui kekuatanku?”
Qin Ji terlihat sangat yakin dan begitu percaya diri dapat memenangkan kompetisi.
Meski kekuatannya dan Mu Bei berada di ranah dan tingkat yang setara, tapi ada perbedaan yang mencolok diantara kekuatannya dan Mu Bei. Ya, dia telah berada di puncak tingkat Menengah, sedangkan Mu Bei belum lama ini berhasil menerobos tingkat Menengah ranah Transformasi Qi.
Qin Ji juga memiliki keunggulan kekuatan fisik karena dia juga melatih kekuatan fisiknya, sedangkan Mu Bei yang hanya berfokus pada kecepatan, dia sangat jarang melatih kekuatan fisik, dan itu membuat daya tahan tubuhnya jauh lebih lemah dibandingkan Qin Ji.
Mu Bei sendiri tahu Qin Ji lebih kuat darinya, tapi dia tak ingin menyerah sebelum pertandingan dimulai.
Dia percaya diri dengan kekuatannya, dan meski kemungkinan memenangkan kompetisi sangatlah kecil dia setidaknya ingin merepotkan Qin Ji.
"Aku tidak mungkin menyerah sebelum bertanding, jadi sebaiknya kita segera memulai pertandingan ini!” ucap Mu Bei, dan begitu wasit memberi tanda dimulainya pertandingan, dia mengambil inisiatif melakukan serangan lebih dulu.
Menggunakan pedang emas yang merupakan senjata biasa tingkat atas, Mu Bei maju menyerang. “Tebasan gelombang air.” Mu Bei mengirim serangan kuat ke arah Qin Ji.
Memiliki akar roh elemen air membuat Mu Bei dapat menyatukan teknik serangannya dengan elemen miliknya. Akan tetapi, dikarenakan dia belum lama ini berhasil membangkitkan akar roh elemen, terlihat kekuatan elemen nya masih sangat lemah.
“Sapuan badai api membara!” teriak Qin Ji mengeluarkan teknik terkuatnya, dan dia menggabungkan teknik serangan dengan elemen api yang berasal dari akar roh elemen api miliknya.
Terlihat jelas kekuatan elemen api Qin Ji lebih kuat dan lebih stabil karena dia lebih dulu berhasil membangkitkan akar roh elemen miliknya dibandingkan Mu Bei.
“Swush... Swush... Booomm...”
Kedua serangan yang sangat kuat saling berbenturan menciptakan gelombang kejut, membuat penonton di sekitar arena pertandingan merasa tidak nyaman.
"Mu Bei masih butuh latihan lagi untuk menyempurnakan kekuatan elemennya,” gumam pelan Patriark Klan Mu, sembari melihat berlangsungnya pertandingan.
Sementara itu di tempat duduknya, Patriark Qin Zhi sangat yakin jika putranya dapat memenangkan pertandingan, dan berhak menjadi satu-satunya wakil Kota Teratai Langit dalam pemilihan murid Sekte Langit Cerah.
Di atas arena, tubuh Mu Bei terdorong keluar arena dengan luka ringan, setelah terjadi benturan antara teknik serangan terkuatnya dengan teknik serangan terkuat Qin Ji.
Dengan begini wasit memutuskan Qin Ji sebagai pemenang kompetisi, bahkan dia memenangkan kompetisi hanya dengan menggunakan satu teknik serangan.
Sebagai pemenang kompetisi dia akan mendapatkan banyak hadiah, tapi sebelum menerima hadiah, semua orang dikejutkan dengan sosok yang melayang di langit, tepat di atas arena kompetisi.
Dapat melayang dilangit menunjukkan sosok itu telah melampaui ranah Alam Langit, dan semua orang menebak sosok itu telah berada di ranah Alam Raja atau yang lebih tinggi.
Qin Ji yang berada di atas arena dan bisa lebih jelas melihat sosok yang melayang di langit, tiba-tiba saja tubuhnya bergetar ketakutan karena melihat wajah sosok itu sangat dia kenal.
Apalgi sosok itu mengarahkan sorot mata tajam padanya, membuat Qin Ji yakin jika sosok itu adalah sosok yang ada di dalam pikirannya.
“Swush... Swush... Swush...”
Puluhan sosok lainnya bermunculan, dan dari aura yang terpancar dari mereka, sosok yang terlemah berada di ranah Alam Langit tingkat Menengah, dan yang terkuat berada di Alam Langit tingkat Sempurna.
Selain mereka yang baru datang, sekarang di langit bukan hanya terlihat dua sosok, melainkan ada dua sosok dan Patriark Qin Zhi merasa tidak asing dengan sosok yang baru menunjukkan dirinya.
Sedangkan penonton kompetisi yang berasal dari Klan Qin, mereka sangat tidak asing dengan puluhan sosok yang mengelilingi tempat berlangsungnya kompetisi Klan Qin.
Mereka mengenai wajah-wajah yang jelas tak asing karena selama ini mereka mengenal puluhan sosok itu sebagai iblis budak Klan Qin, yang selam ini senantiasa mereka perlakukan selayaknya binatang.
"Swush... Swush...”
Dua sosok yang sebelumnya melayang dilangit, dengan kecepatan yang begitu cepat mereka mendarat di atas arena kompetisi, berdiri tepat di hadapan Qin Ji.
“Swuung...”
Aura kuat terpancar keluar dari tubuh salah satu sosok yang tak lain adalah Zhou Tian, yang mana kekuatannya setelah dua hari berlalu dia berhasil menerobos ranah Alam Raja tingkat Menengah.
Meskipun baru di ranah Alam Raja tingkat Menengah yang bahkan lebih lemah dibandingkan siluman Gorila Bulu Hitam, aura kekuatan Zhou Tian lebih dari cukup untuk membuat semua orang di sekitarnya merasakan sesak, dan perlahan mereka jatuh berlutut.
Untuk mereka yang lebih lemah dan tak mampu menahan kuatnya aura Zhou Tian, banyak dari mereka yang jatuh pingsan dengan mulut memuntahkan darah. Akan tetapi, tak sedikit dari mereka yang berhasil pergi menyelamatkan diri.
"Qin Ji, bukannya selama ini kau sering menantangku bertarung, bagaimana kalau sekarang aku yang menantangmu?” ucap Zhou Tian dan dia tak sedikitpun mengurangi pancaran aura kekuatannya.
Qin Ji tidak bisa memberi jawaban ataupun pergi menjauhi sosok Zhou Tian karena saat ini seluruh tubuhnya tak bisa digerakkan, terkunci oleh aura kekuatan Zhou Tian.
Dari semua orang hanya Patriark Qin Zhi yang masih dapat bergerak meski pergerakannya sangat terbatas. Meski begitu, dia berhasil bergerak sampai di atas arena dan berdiri tepat di depan Qin Ji.
“Ka-kalian, bagaimana kalian bisa memiliki kekuatan sebesar ini?” ucap Patriark Qin Zhi sembari memandang bergantian sosok Zhou Tian dan Zhu Ying.
“Orang sepertimu tidak perlu tahu bagaimana kami bisa sekuat sekarang, yang perlu kamu tahu adalah aku datang untuk membalaskan dendam teman-temanku yang mengakhiri hidupnya setelah kau renggut kesuciannya!”
Kali ini bukan Zhou Tian yang berbicara, melainkan Zhu Ying.
"Swush... Booomm...”
Tak memberi peringatan, menggunakan teknik langkah bayangan Zhu Ying bergerak maju dan langsung saja di melayangkan pukulan tepat di wajah Patriark Qin Zhi.
Pukulan Zhu Ying sangat kuat, membuat Patriark Qin Zhi terpental sampai ujung arena, dan terlihat dia meludahkan giginya yang patah. Tak hanya beberapa giginya yang patah, tapi wajahnya juga mengalami kerusakan pertanda pukulan Zhu Ying sangat kuat.
“Sangat kuat.” Patriark Qin Zhi meringis menahan rasa sakit dan dia berusaha bangkit, tapi baru juga bangkit Zhu Ying tiba-tiba saja sudah muncul di hadapannya sembari mengayunkan pedang kayu di tangannya.
“Baang... Booomm...”
Pedang kayu Zhu Ying menghantam tubuh Patriark Qin Zhi membuat pria itu terpental ke ujung arena yang lain dan keadaannya jauh lebih buruk dari sebelumnya.
“Ugh...”
Patriark Qin Zhi memuntahkan darah segar, dan dia semakin sulit bangkit.
“Swush...”
Sosok Zhu Ying kembali muncul di dekat Patriark Qin Zhi. “Kamu tidak perlu bangkit karena kamu sudah ditakdirkan merasakan apa yang namanya penderitaan di tanganku!”
Zhu Ying kembali menyerang Patriark Qin Zhi, dan kali ini dia menyerang secara bertubi-tubi tak sedikitpun memberi kesempatan pada Patriark Qin Zhi terbebas dari rasa sakit.
Sedangkan di sisi lain arena, Zhou Tian hanya melihat bagaimana Zhu Ying memukuli Patriark Qin Zhi yang dianggap sebagai sosok terkuat di Kota Teratai Langit.
“Begitulah wanita kalau sudah marah, jauh lebih menyeramkan dibandingkan siluman tingkat tinggi,” gumam pelan Zhou Tian sembari melangkahkan kaki mendekati Qin Ji.
“Setelah Kakak Ying selesai bermain-main dengan ayahmu, saat itu giliran aku bermain-main denganmu, dan dengan kedua adikmu!”
Zhou Tian tersenyum lebar, tapi Qin Ji yang melihat senyuman Zhou Tian, dia bisa merasakan bahaya dari senyuman yang ditunjukkan Zhou Tian.
...----------------...
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Mamat Stone
seru
2024-08-18
0
Mamat Stone
Binasakan klan qin /Hammer//Hammer//Hammer/
2024-08-18
0
Reza Cuy
waduh😂😂
2023-10-11
1