"ini ada uang lima puluh juta, kamu ambil dengan ini segera pergi cari hadiah yang lumayan bagus karena dia hari lagi akan acara ulang tahun nenek, bagaimana pun juga kamu harus memberikan dia hadiah untuk ulang tahunya, kalau bisa kamu pilihlah hadiah yang lumayan baik agar tidak jadi bahan tertawaan lagi kerabat lain, dan jaga martabat ibuku agar dia tidak malu kalau tidak dia akan terus marahin kamu".Desi ding mengatakan ini karna bagaimanapun juga lelaki sampah ini masih berstatus suaminya dan masih sangat peduli terhadapnya, walaupun kadang-kadang sifat bodohnya itu dia bikin kesal dan putus asa, tapi dia terus memaklumi sifat suaminya itu.
jek Li segera menjawab" aku berterima kasih banyak atas kebaikan kamu ini, tapi di sini masih banyak sisa-sisa uang yang aku kumpulkan tiap selsai belanja jadi aku rasa masih akan dengan cukup untuk membeli hadiah ulang tahun untuk nenek.jangan khawatir untuk hadiah nenek tidak akan membuat kamu dan ibu mertua untuk malu di depan kerabat lain. memikirkan kebaikan dan pemberian yang di lakukan oleh Desi Ling ini dia sangat terbebani dan ingin sekali secepatnya membalas semua kebaikan selama ini, tapi apa daya dia masih belum terlepas dari penjagaan mata-mata yang dikirim oleh ibu tirinya Dian wu.
setelah rasa percaya diri dan kultivasinya naik dia merasa lebih baik dan rasa percaya dirinya makin hari makin menggebu, walaupun dia dan Desi ding berstatus suami istri tapi dia tidak mau lagi hidup dari rasa prihatin dari istrinya itu, apa lagi status suami istri itu hanya ada diatas kertas tapi kenyataan di rumah tidak berlaku seperti suami istri, selama mereka menikah belum pernah makan di meja yang sama dan tempat tidur pun ditempat yang berbeda, jadi diantara mereka mungkin hanya terjalin hanya rasa kasian dan perhatian selebihnya tidak ada sama sekali.
Desi ding menatap jek Li dengan kesal," ambil saja yang lima puluh juta ini, jangan sampai uang kamu tidak cukup, selain itu kamu juga jangan memakai baju lusuh, celana lusuh, sepatu ini di hari ulang tahun nenek, Pergi dan beli Hadian untuk nenek dan sisanya silahkan kamu pakai untuk membeli beberapa set pakaian yang bagus, kamu paham itu". setelah mengatakan itu Desi ding segera meraih tangan jek Li dan meletakan uang lima puluh juta itu, dan segera balik pergi jalan jauh.
dengan tidak berdaya dan rasa sedih melihat uang lima puluh juta yang di kasi oleh istrinya, dan tidak bisa menahan diri untuk menggeleng-gelengkan kepala adanya kelakuan istrinya yang keras kepala dan tidak mau mendengarkan penjelasanya terlebih dahulu.
jek Li segera melangkahkan kaki menuju kamar dan setelah masuk dalam kamar dia dengan cepat-cepat mengunci pintu dari dalam, dan kemudian setelah mengunci pintu dia mulai lari cepat duduk di samping tempat tidur dengan bersilang untuk bermeditasi, dia merasakan kumpulan energi yang masuk begitu banyak sehingga jika tidak dengan cepat bertindak maka energi banyak itu akan membuat luka dalam yang serius dan fondasi tenaga dalam yang dia buat selama ini akan ikut rusak parah. setelah dari kembali mengobati tuan Chen dia merasa begitu banyak energi yang masuk ke dal tubuhnya, jika orang dengan teliti melihat tubuhnya akan merasakan aura yang berlipat ganda pada tubuhnya. dia sangat senang dan bersemangat ilmu kultivasi yang dia miliki terus bertambah dan fungsi pendengaran makin hari makin berfungsi dengan tajam.
dia mulai bermeditasi dari sore hari sampai dengan pagi, dia tidak meras lelah, Leti, dan tidak pula merasakan kecapean, jika bukan karena sudah pagi dan banyak pekerjaan yang harus di lakukan maka dia mungkin beberapa hari ke depa masih melakukan latihan pembangkitan energi yang kuat dal tubuhnya.
tampaknya aura yang dia hasilkan dari melakukan pengobatan medis itu begitu bagus dan prosesnya sangat cepat untuk dapat meningkatkan energi kultivasi Dari dalam tubuhnya. aku tidak tahu jika aku mencoba metode-metode lainya dalam hal kultivasi,apakah ini sudah cepat atau ada yang lebih cepat lagi dari yang ini.jek li diam-diam mulai berpikir jika kedepannya akan memulai memperdalam semua kultivasi yang pernah diajarkan oleh gurunya sebelum turun gunung.
pagi-pagi sekali jek Li segera bangun dengan cepat untuk membuat sarapan terlebih dahulu untuk semua orang, sebelum dia berangkat ke rumah sakit lagi. habis selsai masak, dia mulai mengepel semua lantai, berhubung karena mertua dan istrinya belum bangun jadi dia hanya pel bagian luar saja, setelah itu dia bergegas masuk di dalam dan segera menuju kamar mandi untuk mandi, tidak lama kemudian dia keluar mengganti pakaian yang lumayan bagus untuk pergi ke rumah sakit.
jek Li segera memanggil taksi untuk mengantarnya, berhubung istrinya belum bangun untuk pergi bersama ke rumah sakit jadi dia hanya pergi sendiri dengan naik taksi. tidak lama kemudian segera dia naik lift lantai delapan nomor 305.
ketika jek Li datang untuk bekerja di rumah sakit mawar seperti biasa segera pergi mengganti seragam perawat dan tidak lama kemudian dia pergi ke kamar 305 untuk melakukan pemeriksaan, tidak lama kemudian dia membuka pintu dan masuk kedalam kamar tempat tidur tuan Chen yang terhormat itu.
setelah melihat kedatangan jek Li, orang tua itu segera berkata:
"dokter dewa Li, sini merapat ke tempat tidurku, aku ingin memperkenalkan kamu kepada seorang putra kesayanganku ini kepadamu." ini adalah joko chen dan ini adalah cucu perempuannya yang paling Nakal dan manja namanya adalah lestari Ming, Dia mau mengikuti marga ibunya yaitu marga Ming dengan tidak mau mengikuti marga Chen kami yang terkenal ini.
jek Li segera mengangkat kepala untu melihat pemuda paruh baya itu dan cucu dari kakek Chen ini.
dia dapat melihat Joko Chen ini memandangi dirinya dengan cara menghianya, rasa arogan sungguh sangat kelewatan, dia memiliki wajah yang persegi,rambut sangat pendek dan jengkot sampai di dagu, jika diperhatikan dengan teliti makan Joko Chen ini memang sangar Mirip sekali dengan kepala keluarga Chen ini, 85 persen muka mereka hampir sama dan jika tidak di lihat dengan teliti maka orang akan salah kenal. wajahnya terlihat sangat heroik dan mendominasi, pakaian yang dikenakan juga sangat sopan, dan pakaian sangat bermerek dan berkualitas tinggi, jam tangan keluaran terbatas dengan Anggaran sekitar 15 miliar rupiah. dengan melihat penampilan yang dia kenakan ini orang luar pasti langsung dengan sangat yakin jika orang ini adalah salah satu keluarga besar yang berada di tanah ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
Andariati Afrida
thor....maaf kmr tuan chen bukannya 308,
2025-02-13
0
Eja
mantap
2023-06-25
0
mochamad ribut
lanjut
2023-01-30
0