Desi Liu mempunyai wewenang untuk mempekerjakan suami yang tidak bergunanya itu, apa lagi saat ini di rumah sakit kekurangan perawat sedangkan, sebelum kakek ding meninggal dunia, dia sempat melihat jek Li mengobati kakeknya, menurut kakeknya jika jek Li mempunyai keterampilan medis yang sangat bagus jika bisa di asa dengan pelan pelan maka mungkin keterampilan medisnya akan tidak ada saingannya.
selama menikah dengan jek Li, selain mengobati kakek ding, dia belum pernah lagi melihat untk mengobati pasien dan selalu duduk di rumah, kebetulan hari ini ada pasien yang kaya dan kekurangan perawat sehingga meminta bantuan jek li, apa lagi harga 1,5 juta perhari itu harga yang sangat mahal karna selama ini kalau ada orang yang membantunya di rumah sakit akan di kasi upah kisaran 200 sampai 350 ribu rupiah, dapat dilihat dari penampilan dan begitu banyak pengawal yang menjaga di depan kamar pasien, itu menandakan kalau pasien yang sedang dirawat merupakan orang yang berpengaruh dan berasal dari keluarga kaya raya.
Desi Li merupakan wakil kepala rumah sakit delima di kota Shanghai, kebetulan rumah sakit delima juga bagian dari group keluarga besar ding mereka. oleh Karena itu jika departemen ruangan rawat inap kekurangan perawat maka dia yang bertanggung jawab untuk mencari perawat, selama beberapa hari ini dia melakukan melakukan pemberitahuan tentang ke kurangan perawat Di rumah sakit delima tapi tidak ada seorang pun yang datang melamar, sampai akhirnya dia teringat dengan Jek Li yang ada di rumah-nya untuk sementara sebagai perawat pengganti. pertama yang dia ingat ketika memikirkan jek Li saat ini adalah untuk menutupi adanya kekurangan perawat saat ini, dan yang kedua jika jek Li membantunya maka otomatis jek Li akan mendapatkan uang tambahan sebanyak 1,5 juta per hari.
setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh istrinya jek Li hanya menjawab dengan kalimat sederhana," oke. jek Li segera balik lagi ke kamarnya untuk mandi dengan sangat bersih, Desi Li menatap kepergian jek Li dengan tatapan dingin kemudian istrinya itu melangkahkan kaki untuk menuju meja makan, mencicipi hidangan sarapan pagi yang setiap paginya akan selalu di siapkan oleh suami bodohnya itu.
tidak butuh waktu lama jek Li selsai mandi dan memakai pakaian lusuh yang sudah beberapa tahun ini di kenakan, bertepatan dengan keluarnya jek Li dari kamar, tidak lama juga pintu kamar Wati Ding terbuka, dia juga melangkahkan kakinya untuk turun tangga dari lantai dua untuk ke bawah menuju lantai satu. pas dia mau turun tangga secara kebetulan melihat jek Li juga, dia tidak bisa menahan diri untuk menatapnya selama beberapa saat, dalam pikirannya" ada lebih banyak kecurigaan yang muncul dalam benaknya Tentang penampilan dari jek Li pagi hari ini.
"jek li,manusia bodoh, manusia paling tidak berguna di muka bumi ini, kenapa hari kamu keliatan ada perbedaan dari penampilan kamu di hari-hari sebelumnya dan menurutku hari ini kamu sedikit tampan walaupun pakaian yang kamu kenakan sedikit lusuh."
di meja makan Desi ding,setelah mendengar ucapan sarkasme dari adiknya, dia juga segera membalikan kepala untuk melihat apa yang di ucapkan oleh adiknya itu juga merasa kenapa hari ini setelah melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala seakan akan temperamen dan aura yang berbeda di tubuh manusia ini. tetapi dengan sifat cuek dan malas mengomentarinya dia tetap diam untuk untuk sementara waktu ini.
..."mungkin dia tadi malam baru tidur sangat nyenyak dan bermimpi sangat indah sampai kelihatanya agak berbeda dari hari sebelumnya."sedangkan untuk jek Li setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh adik ipar dan istrinya tersebut termenung beberapa saat"merasa bahwa kondisi mentalnya hari ini sangat berbeda bahkan sangat bersemangat sekali, dia tidak merasakan mental sebaik ini sebelumnya, ini mungkin disebabkan oleh peningkatan ilmu tenaga dalam yang dia dapatkan dari bermeditasi selama beberapa jam tadi malam, sehingga dapat meningkatkan temperamen yang ada ditubuhnya....
"baiklah, cepat makan jangan Melamun aj, akhir-akhir ini banyak pekerjaan di rumah sakit", Desi Liu mendesak. Wati Ding segera berlari kearah meja untuk menemani kakaknya Sarpan bersama, sedangkan jek Li berlari ke arah dapur untuk makan ditempat yang biasa dia makan.
selesai makan jek Li, segera lari ke arah meja makan untuk mengumpulkan piring kotor bekas makan istri dan adik iparnya tersebut, setelah selesai mencuci piring jek Li segera pergi ke ruang tamu, setelah melihat kedatangan jek Li, istrinya dan adik iparnya segera melangkah ke depan Untuk masuk ke dalam mobil kemudian di susul oleh jek li untuk mengantar mereka berdua.
pertama mereka mengatar Wati Ding ke sekolah seni Shanghai yang berjarak sekitar dua kilo meter dari perusahaan, dia adalah siswa Seni yang belajar melukis, dia sekarang baru berumur 19 tahun, jauh lebih muda dari istrinya Desi Liu. dia menunjukan bakat yang luar biasa dalam keterampilan melukis dan merupakan siswa yang cerdas serta cemerlang di bidangnya sehingga selalu di utamakan bimbingannya salam sekolah.
tidak lama sampailah di sekolah Wati Ding, dia segera turun dari mobil, lari kecil untuk masuk dalam ruangan, serta tidak lupa melambaikan tangannya ke pada kakaknya. setelah mengantar Wati Ding ke sekolah, jek Li memutar mobil dan menginjak pedal gas menuju rumah sakit tempat kerja istrinya.
sepanjang jalan mereka berdua cuma duduk diam dengan sibuk jalan pikiran masing- masing dan tidak ada pembicaraan satu sama lain. hanya ketika mereka tiba di pintu gerbang rumah sakit Desi liu kembali mengingatkan-nya," setelah nanti tiba di rumah sakit, ingat tidak usah banyak berbicara dan tidak mengungkapkan hubungan pernikahan kita, anggap saja kita berdua tidak saling mengenal, seperti hanya sebatas atasan dan bawahan," kamu paham ?.
setelah mendengar ucapan istrinya tersebut dia sedikt aga kesal karena dari tadi malam dia terus mengingatkan tentang hal tersebut, apakah tidak ada pembicaraan lain selain menyangkut hal tersebut." sudah tahu dan sangat tau diri, sudah di ingatkan ratusan kali mungkin sudah sampai ribuan kali, aku sangat ingat", puas ?. jawaban jek Li seperti orang yang tidak berdaya, Desi Liu baik kemana-mana ketika jek Li yang jadi sopirnya baik untuk mengantarkan istrinya pergi bekerja atau pergi berbelanja selalu mengingatkan tentang hal tersebut karena menurutnya akan jadi bahan tertawaan baik itu teman maupun koleganya yang ada di rumah sakit.
"bagus kamu ingat,"dengan dingin dan cuek, tidak lama kemudian mobil sampai di pintu masuk rumah sakit, Desi Liu segera membuka pintu tanpa ada ucapan sedikit pun kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah sakit sedangkan untu jek Li hanya memandang punggung istrinya yang turun dari mobil sambil menggoyangkan kepala dengan tidak berdaya, dia mulai menginjak gas untuk mencari tempat parkir terpencil agar tidak kelihatan sama dokter lainya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
mochamad ribut
up lagi
2023-01-28
1
mochamad ribut
up ⚡🔨lagi
2023-01-28
0
JOE NATHAN ALFARYZy
😍😍😍😍😍😍😍
2022-12-22
2