Bab 4. RAHASIA MENANTU 4
pada saat ini Desi ding memikirkan segala jenis pekerjaan yang di kerjakan semuanya yang di berikan oleh ibunya ke pada jeki Li dan penghinaan, perundungan yang keluarga lakukan kepada-nya selama 5 tahun. bagaimanapun juga Desi ding walaupun wanita yang cuek tapi masih memiliki perasaan yang lembut dan simpatik terhadap jek Li, walaupun bagaimana dia tetap merupakan suami sah-nya dan sudah memiliki akta nikah yang terdaftar di catatan sipil.
"tidak apa-apa, aku sudah terbiasa dengan semua ini !, dia sambil tersenyum, memang sudah terbiasa dengan kelakuan ibu mertua, dia diperlakukan seperti ini selama 5 tahun, dia pasti akan terbiasa ?.
sebaliknya, Namun dia merasa paling bersalah dan berutang budi banyak dengan istri yang cantik serta menawan ini di depanya, lagi pula Desi ding terlibat dengan pernikahan ini karna paksaan dari kakeknya untuk menikah dengan jek Li.
jika ada kesempatan dia ingin membalas Budi baik Desi ding yang sudah menerima pernikahan paksa ini dengan memberikan kompensasi yang cukup. sayangnya setelah kematian kakek ding yang mengetahui tentang semua seluk beluk keluarganya tidak ada lagi yang mengetahuinya. selain itu selama ibu tirinya Dian wu masih berkuasa dan belum mati, maka dia tidak akan pernah memiliki hari untuk bangkit kembali dan memberikan kompensasi yang cukup kepada Desi ding.
setelah menyapa Desi ding, kemudian dia berjalan ulang kedapur di ikuti oleh Desi ding, untuk menyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tadi." biar aku yang mencuci sisanya,. kamu pergi mandi dan ganti bajumu yang kotor itu !" hati Desi ding melunak setelah melihat keadaan jek Li yang menyedihkan itu.
"tidak, aku akan pergi mandi setelah menyelesaikan cuci piring ini semuanya", jek Li tidak ingin Desi ding terbebani dengan pekerjaan lain setelah lelah kembali dari tempat bekerja, dan masih ingin membantunya untu menyelesaikan pekerjaan di rumah.
"aku sudah bilang akan menyelesaikan cuci piring itu, sekarang kamu pergi mandi dulu". Desi ding memandangnya dengan mata melotot sampai bulu kuduknya merinding karna pandangan itu dan sifat cuek istrinya itu.
" baiklah !" jek Li tidak berdaya dan tidak bisa membantah lagi perkataan istrinya, ketika sedang bersiap untuk kembali ke kamarnya untuk mandi, dari arah pintu depan dia melihat sosok wanita cantik dengan rambut lurus terurai bentuk tubuh hampir sama dengan Desi ding, kecantikan juga hanya kalah sedikit dari istrinya, dan yang masuk dengan tatapan mata yang tajam, begitu masuk, dia berkata dengan nada yang sangat marah.
" kakak, biarkan saja dia menyelesaikan sendiri semua pekerjaan-nya kenapa kamu harus bersimpati kepada manusia bodoh itu, dia sendiri yang tidak becus Untuk cepat menyelesaikan-nya dengan cepat,"dasar manusia tidak berguna".
"wanita yang berbicara dengan bahasa setajam pisau itu adalah adik ipar jek Li, Wati Ding, merupakan adik perempuan Desi ding, mengenakan rok pendek yang kelihatan paha putih dan mulus, memakai stoking yang panjang sampai lutut dengan kaki ramping.
dia baru saja kembali dari acara tempat karaoke dengan teman - teman sekelasnya, dia melihat pemandangan yang menjijikan ini setelah membuka pintu untuk masuk kedalam.
terhadap kakak iparnya yang bodoh dan tidak berguna itu, Wati Ding selalu bersikap uang tidak baik, karena keberadaan dia, kakak perempuannya yang jadi bunga kembang kota shanghai dengan senyum ceria tidak bisa merasakan kebahagiaan yang di impikan oleh semua gadis.
Desi ding tersentak kaget mendengar suara itu dan segera membalikan badan untuk melihat adiknya," ada apa denganmu ?,sampai pulang selarut malam ini, apa yang kamu kerjakan di luar, tidak bisa kamu cepat pulang setelah berkeliaran dengan teman-temanmu di luar sana, apa kata orang tua kita jika mengetahui kelakuan kamu ini lagi mereka pasti akan mengurung kamu lagi, apa kamu tidak ada tobatnya untuk selalu dikurung dalam rumah",rentetan omelan kakaknya sampai membuat Wati Ding terdiam membisu tanpa berani menjawab," masih tidak mau pergi mandi, apa saya harus kasi bangun orang tua kita untuk melihat kelakuan anak gadisnya yang pulang selarut malam ini l, cepat pergi dan tidur", sebagai kakak dia perlu mengajari adiknya agar tidak, menjadi manusia tidak berguna dan membuat malu keluarganya,Desi ding mengajarinya dengan ketat melebihi dari ketatnya penjagaan dari kedua orang tuanya yang sehari- hari sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor.
"setelah diam beberapa saat serta mendengarkan omelan kakaknya yang membuat marah,"kakak, manusia bodoh itu sudah mencelakai kamu, tapi kakak kenapa harus repot- repot untuk membantunya, dengan sifat dan perasaan lembut itu kamu tidak tertolong lagi,sangat menyedihkan sekali kakak tersayang ini", sambil menghentakkan kaki dengan emosi yang menggebu, menggoyangkan kepala berkali- kali, mata yang tajam kembali melotot ke arah jek Li yang sedang berdiri diam, setelah itu dia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamar tempat tidurnya, jangan sampai orang tua mendengar pembicaraan mereka di dapur.
hari sudah begitu larut, setalah dia kembali ke kamar, pergi ke kamar membersihkan badan dengan mandi, beberapa saat kemudian keluar dari kamar dengan pakaian yang baru, baju yang lusuh dengan celana pendek yang tidak pernah digantinya, dia menuju kembali ke dapur tapi tidak melihat sosok istrinya lagi, mungkin dia kembali tidur setelah menyelesaikan mangkuk yang belum di selesaikan tadi.
berdiri beberapa saat setelah itu dia menghela nafas, jek Li diam- diam melangkahkan kaki untuk kembali ke kamar tempat tidur pengasuh lantai pertama. ini adalah tempat tidur yang menjadi saksi bisu sebagai suami yang tidak dihargai oleh keluarga istrinya. dan kamar Desi ding tepat diatasnya, yaitu berada dilantai dua. Mereka telah menikah selama 5 tahun dan telah tidur dikamar yang terpisahkan selama 5 tahun pula, murni karna pasangan yang tidak saling mencintai.
setelah kembali ke kamar yang sederhana Desi ding segera mengunci pintu pelan-pelan, seolah- olah tidak ingin ada orang lain menemukan dan mengetahui rahasianya.
kemudian matanya kembali menjadi tajam setajam pisau, dengan muka yang tidak ada ekspresi, tidak seperti biasa lagi.
kemudian dia mengambil sebuah kalung peninggalan ibunya dengan kristal yang sejernih susu," ibu maafkan anakmu yang tidak berguna ini tidak akan lama lagi setelah kekuatanku penuh, saya akan kembali membuat perhitungan dengan keluarga Li, tidak ada seorang pun yang akan lolos, air matanya jatuh bercucuran mengingat ibunya yang begitu menderita setelah diusir dari keluarga Li, ketika dia sakit ibunya pergi meminta tolong kepada ayah dan keluarga Li untuk membantu mengobati tapi yang dia dapatkan hanya penghinaan, ketika ibunya meninggal dan meminta bantuan untuk di kubur di keluarga Li tapi tidak di hiraukan, sungguh nasib malang yang di lalui anak dan ibu itu tidak pernah mendapat pengakuan dari keluarganya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 84 Episodes
Comments
JOE NATHAN ALFARYZy
💙💙💙💙💙💙💙
2022-12-22
2
mochamad ribut
lanjut
2022-12-22
1
mochamad ribut
up up up
2022-12-22
1