hari demi hari dilalui tiara dengan semangat yang tinggi. tidak ada waktu istirahat buat nenek dan tiara, jika ada waktu luang, dipergunakan oleh tiara dengan sebaik baiknya untuk belajar.
seperti pagi ini, stelah selesai membatu nenek membuat kue, Tiara lalu memasak makanan untuk mereka bertiga.stelah selesai memasak, tiara lalu membangunkan dilla,sedangkan nenek bersiap siap untuk bekerja di sawahnya pak yono, tetangga kampung sebelah.
"nduk,nenek berangkat ke sawah dulu, nanti dilla dititipkan dirumahnya bu anggi saja , kasihan kalo diajak ke sawah."
" iya nek,hati hati ya nek.dilla, bangun sayang, kita mandi yuk."
"tapi dilla masih ngantuk kak. "
"ini sudah pagi dilla. "
"iya deh kak."
kemudian tiara menggendong dilla yang masih setengah terpejam untuk di ajak mandi. setelah dilla selsai mandi dan berpakaian, tiara menyuapi dilla sambil berbincang bincang.
"dilla,nanti dilla main dirumahnya ica ya, nanti kalo kakak sudah pulang sekolah kakak jemput."
"tapi kak, disana ada bagas, bagas sering nakalin dilla, katanya dilla orang miskin,ga punya orang tua."
"dilla sayang, biarin aja bagas ngomong gitu, dilla ga usah dengerin, kita kan memang orang ga punya, ga punya orang tua juga. tapi, kita ga pernah minta sama orang, walaupun dilla ga punya orang tua, tapi dilla kan punya nenek sama kakak yang sayang banget sama dilla."
"iya kak."
" ya udah sekarang dilla nonton TV dulu ya, kakak mau mandi dulu."
tiara beranjak untuk mandi, pikirannya melayang mengingat masa lalunya 4th lalu, saat itu tiara masih SD, ketika ayah ibunya masih ada.
(flash back on).keluarga tiara sebenernya orang yang berada, ayahnya adalah seorang pemborong tanaman singkong, ayahnya sangat baik, mereka hidup bahagia. sampai suatu hari, ketika ibunya sedang mengandung dilla,sikap sang ayah berubah pada ibunya, ayah selalu bersikap dingin dan acuh, sering juga ayah memarahi ibu ketika ibu melakukan kesalahan. hingga suatu hari, ibunya tiara tanpa sengaja memergoki sang ayah tengah berbicara dengan seseorang melalui telp, bukan berbicara seperti biasa,tapi sang ayah berbicara mesra dengan seseorang,ibu mendengarkan percakapan itu dengan raut wajah sedih, aku yang kala itu baru berumur 10th tidak mengerti apa yang terjadi, yang aku tahu ketika ibu bertanya pada ayah tentang siapa orang yang di telp tadi, ayah marah, ibu pun ikut marah akhirnya terjadilah pertengkaran hebat.ayah pergi, dan akhirnya itulah terakhir kali aku melihat ayah.
semenjak kepergian ayah, ibu sangat terpukul, ibu sering termenung dan menyendiri, untung ada nenek yang merawat ku. semakin hari perut ibu semakin besar, ibu berharap ayah pulang, tapi semua itu tinggal harapan, ayah tak pernah pulang sampai ibu melahirkan dilla dan meninggal dunia.aku sangat sedih dengan keadaan ku waktu itu,ternyata penderitaan kami belum berhenti sampai disitu.
suatu hari, datang 5 orang tak dikenal ke rumah kami, dan mengusir kami.kami bertanya kenapa kami diusir. ternyata ayah telah menjual rumah kami, nenek menangis, akhirnya kami pindah ke rumah nenek yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan rumah kami yang dulu. sejak saat itu, kami tinggal di rumah yang kami tempati saat ini. nenek bekerja keras tak kenal lelah untuk membesarkan kami, terutama dilla, karena dilla masih bayi, jadi nenek menitipkan dilla ke tetangga saat ditinggal nenek bekerja dan aku sekolah(flash back of)
lamunan tiara buyar, ketika dilla memanggilnya.
"kak!! katanya kakak mau mandi. oh iya dilla, kakak mandi dulu ya. iya kak."
lalu tiara bergegas mandi dan bersiap sekolah.saat selesai bersiap, tiara menuntun dilla kerumahnya bu anggi.
"assalamu'alaikum."
" wa'alaikum salam. oo kamu Tia."
" iya bu, saya mau nitip dilla bu, nanti kalo saya sudah pulang sekolah saya jemput."
" iya Tia, ayo dilla masuk, main didalam sama ica. "
"iya bude."
setelah menitipkan dilla, tiara menuju sekolahnya, sesampainya disekolah, tiara menuju menitipkan kue di warungnya bu Darsih. kemudian dia menuju parkiran sekolah untuk meletakkan sepedanya.
setelah sampai dikelas,ternyata alia sudah sampai duluan dikelas.
"al, kamu sudah sampai.?
" iya tia.week and besok, di rumahku mau ada pengajian, nah, mamah aku mau pesen kue risol dan lapis sama nenek kamu bisa ga?
" alhamdulillah, insha Allah bisa al. berapa biji kira kira al?
" risol 100,lapisnya juga 100."
"ok deh al, nanti ku sampein sama nenek aku, dia pasti seneng banget, makasih ya al."
" iya tia."
bel tanda masuk pun berbunyi, semua siswa bersiap untuk memulai pelajaran.namun sebelum pelajaran dimulai, terdengar suara pengumuman dari wakil kepala sekolah untuk meminta kepada seluruh siswa agar berkumpul dilapangan.kemudian seluruh siswa keluar kelas menuju lapangan, setibanya di lapangan, seluruh siswa berbaris rapih dipandu ketua kelas masing masing.
"anak anak sekalian!! sengaja bapak mengumpulkan kalian untuk mengumumkan beberapa hal.yang pertama, bapak mengucapkan selat selamat untuk siswi yang bernama tiara sofia yang telah menjadi juara dari olimpiade sains matematika tingkat kabupaten, dan berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 1juta rupiah,dan secara otomatis menjadi wakil kabupaten untuk mengikuti olimpiade sains matematika tingkat propinsi. untuk tiara silahkan maju kedepan."
riuh tepuk tangan semua siswa mengiringi tiara, dengan wajah terharu tiara maju ke arah kepala sekolah.
"selamat ya Tiara.bapak bangga sama kamu."
" terimakasih pak."
"silahkan Terima piagam, piala dan hadiah uang tunai ini.terimakasih banyak pak, saya juga sangat berterimakasih pada sekolah ini yang sudah memberikan saya kesempatan."
setelah kepala sekolah menyampaikan pengumuman itu, kemudian wakil kepala sekolah mempersilahkan siswa masuk kembali ke kelasnya masing masing.seluruh siswa pun kembali ke kelas dan memulai pelajaran.
"selamat ya tiara, atas keberhasilan kamu, semoga kamu nanti bisa menang tingkat propinsi."
" makasih bu, saya akan berusaha sesuai kemampuan saya bu. "
setelah beberapa jam kemudian, bel tanda pulang pun berbunyi. seluruh siswa pun berhamburan keluar.
"selamat ya Tia, ucap Andreas,kamu memang bener bener hebat, aku bangga sama kamu."
"makasih ya ndre, kamu juga hebat."
" ya udah kita pulang yuk."
"hmm ayok, tapi aku mau ke warung bu Darsih dulu ndre, mau ngambil uang kue."
aku temenin bokeh,?
"ya udah ayo." lalu mereka berjalan menuju warung bu Darsih, sebelum kemudian menuju parkiran untuk mengambil sepeda tiara dan motor Andreas.
"ndre, aku pulang duluan ya. "
"kamu ga mu aku anterin Tia?
"ga lah ndre, kan aku bawa sepeda. "
"o ya udah hati hati ya Tia. sama sama ndre." lalu mereka berpisah menuju rumah masing masing.
Andreas termenung, rasanya semakin sulit untuk mendekati Tiara. bukan karena Tiara sombong, tapi dia tahu. beban yang menghimpit Tiara, menjadikan Tiara seorang wanita yang mandiri, dan belum berpikir untuk masalah hati
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments