andre pergi meninggalkan mall menuju rumahnya menggunakan motor bersama aldi."di, main ketempat gua yok, bosen gua dirumah. kalo lo bosen dirumah, kenapa kita ga nongki di cafe aja, nanti sore baru kita pulang. boleh lah, ayok".
sementara dirumah andre, mama ira sedang bersantai didepan kolam renang sambil menikmati cemilan."andre kemana ma? lagi jalan jalan pah, biasa anak muda. sama siapa? itu sama aldi dan tiara temen sekelasnya kalo ga salah. andre itu lagi suka sama tiara pa. memang tiara itu, anaknya siapa mah? temen mamah? bukan pah, belum tahu juga anak siapa, tapi yang jelas, tiara itu anak yang paling cerdas disekolah andre, kemarin dia yang mewakili sekolah andre ikut competisi sains matematika di propinsi, dan dia memenangkannya.hebatkan pa? iya hebat, tapi alangkah baiknya mama cari tahu tentang keluarganya, inget mah, kita ini adalah pengusaha sukses, jangan sampe andre salah memilih pacar. yah pa, andre kan masih SMP, biarin dulu lah. memang siapa nama lengkap tiara itu ma? kok papa ngerasa ga asing ya. katanya andre sih namanya tiara sofia.hmm, ya sudah biar papa yang cari tahu. ya terserah papa lah. sekarang papa mau keruang kerja dulu ya, mama ajak kevin main. iya pa".
pak Harry, beranjak dan pergi ke lantai atas menuju ruang kerjanya, nama tiara sofia masih terngiang di telinganya. "tiara sofia, kok nama itu mengingatkan aku dengan putri pertama ku, mungkin sekarang usianya sama dengan andre, kemana nenek ina membawa ke dua anakku. aku kehilangan jejak mereka, semoga mereka baik baik saja, tapi aku harus menyelidiki perempuan yang bernama tiara itu. besok aku akan menyuruh dito untuk menyelidikinya".
sementara itu, tiara sudah sampai dirumahnya. nenek ina sudah menunggu tiara dan dilla sejak tadi.
" nenek!! seru dilla ketika pintu dibuka. eh cucu nenek sudah pulang, gimana seneng ga jalan jalannya. seneng banget, tahun ga nek, dilla tadi mandi bola sama main bom bom car, seruuu banget, abis main terus dilla di ajak makan di restoran enaak banget, nek ternyata mall itu besar banget ya. ya besar lah dilla, syukurlah kalo dilla seneng.nduk.iya nek. uang mu apa cukup buat main tadi? lebih dari cukup nek, bahkan aku nga keluar sedikitpun. lo kok bisa? iya karna temen temen aku yang traktir. oo alhamdulillah kalo gitu. ya udah nek tiara istirahat dulu ya. iya nduk. ayo dilla, kita bersih bersih dan tidur siang.iya kak.
hari hari berlalu dengan cepat, tiba waktunya untuk smp perkasa dan semua sekolah untuk mengadakan semester kenaikan kelas, semua siswa bersiap, termasuk tiara.
seperti biasa, pagi pagi tiara sudah menyiapkan sarapan buat mereka bertiga, setelah menyiapkan semuanya, tiara memandikan dan menyuapi dilla, sedangkan nenek masih berada dikamar, nenek merasa ga enak badan.
"nek, nanti malam kita libur dulu buat kuenya,biar nenek pulih dulu, nanti siang kita ke puskesmas ya nek. ga usah nduk, biar nenek nanti beli obat warung aja, biasanya juga gitu. nek, tapi badan nenek demam, pokoknya nanti kita ke puskesmas ya, setelah tiara pulang sekolah. ya udah sekarang tiara berangkat sekolah dulu, nenek istirahat, jangan lupa buburnya dimakan, biar nenek punya tenaga.dilla, kakak berangkat dulunya sayang, dilla main dirumah aja, ga usah keluar ya, temenin nenek ya. iya kak, dilla ga akan main kemana mana. inget ya, selalu tutup pintu, nanti kalo ada apa apa, kasih tahu sama mamanya ica. iya kak. sekarang kakak mau berangkat sekolah dulu".
kemudian tiara pergi kesekolah dengan hati yang tidak tenang, padahal hari ini adalah hari pertama semester kenaikan kelas.
" ya Allah mudah mudahan nenek ga kenapa kenapa, aku takut ya Allah, aku belum siap jika harus kehilangan nenek. tak
terasa tiara sudah sampai disekolah, tiara kemudian mampir ke warung bu darsih. dia menitipkan kuenya.selamat pagi bu, ini kuenya. iya Tia, bentar ibu susun dulu.o iya bu kemungkinan besok tiara tidak menitip kue, karna nenek sedang sakit, dan aku sedang ujian semester. oo gitu, ya sudah ga apa apa, moga nenek mu lekas sembuh ya. iya bu, makasih ya. sekarang tiara mau kesekolah dulu. iya tia".
setibanya dikelas, tiara kembali membuka bukunya, dia berusaha kembali mengulang pelajarannya, tapi pikirannya terus tertuju kepada neneknya.
"Hai, kamu melamun tia? ada apa, tidak biasanya. iya al, nenekku sedang sakit, tadi pas aku berangkat sekolah badannya demam. udah kamu bawa ke dokter belum tia? belum al, rencananya nanti sepulang sekolah mau aku bawa ke puskes. kenapa ke puskes tia, langsung ke dokter saja, takutnya ada apa apa. iya sih al, ya sudah nanti coba aku bawa ke prakteknya dokter dian. ya sudah, berdoa saja mudah mudahan nenekmu cuma demam biasa. iya al, makasih ya".
tak berapa lama, bel tanda masuk sekolah berbunyi, semua siswa kemudian masuk san bersiap siap untuk memulai ujian semester kenaikan kelas.
setelah selesai dengan ujian 2 mata pelajaran, saatnya mereka pulang, tiara cepat cepat mengayuh sepedanya untuk menuju rumahnya, dia ingin cepat cepat membawa neneknya ke dokter.
" assalamu'alaikum. wa'alaikum salam jawab dilla sambil membuka pintu. dilla, nenek masih sakit? masih kak, badan nenek masih panas.nek, ucap dilla ketika tiba dikamar neneknya. kita ke dokter sekarang ya, badan nenek makin panas. tidak usah tia, kita ke puskes aja yang murah, nenek cuma kecapean saja. ga nek, di puskes belum tentu ada dokternya. pokoknya sekarang kita harus ke dokter. sebentar nek, tiara panggil bang karim dulu untuk mengantar kita".
bang karim adalah tukang rental mobil yang rumahnya tidak jauh dari rumah tiara. setelah bang karim tiba, kemudian nenek dibawa ke tempat praktek dokter dian, sesampainya di tempat praktek dokter, kemudian nenek diperiksa.
"bagaimana dok, keadaan nenek saya. sebenernya nenek sakit apa? tenanglah dek, nenek mu cuma capek, tekanan darahnya rendah, dan gula darahnya juga rendah, nenek mu harus banyak istirahat dan tidak boleh capek, ini obat dan vitamin yang harus di ambil. silahkan ke kasir depan. iya Pak dokter, terimakasih".setelah menyelesaikan pembayaran, kemudian tiara membawa nenek pulang. " Terima kasih ya bang karim, ini buat ganti bensin. iya tiara, sama sama".
didalam kamar, tiara dan dilla menemani nenek sambil memijit nya. "nek, mulai sekarang, nenek tidak usah bekerja, nenek udah nggak boleh capek. terus, kebutuhan kita bagaimana tia? kalau nenek tidak bekerja. nek, biar tiara yang pikirin, nenek nggak perlu khawatir. sekarang nenek makan bubur, dan minum obat. setelah itu nenek harus istirahat ya".kemudian tiara menyuapi nenek bubur dan membantu nenek minum obat".
setelah nenek tertidur, kemudian tiara pergi ke dapur, untuk membuat makanan dilla.
" tiara, kamu harus kuat, demi nenek dan dilla".ucap tiara dalam hati. setelah selesai menyiapkan makanan untuk dilla, tiara kemudian memanggil dilla.
"dilla!! iya kak. ayo makan dulu, dilla makan sendiri ya, kakak mau beresin rumah dulu, abis makan dilla kakak mandiin ya. iya kak"setelah membereskan rumah, tiara kemudian memandikan dilla, dan bersiap menuju rumah gani." dilla, kakak tinggal dulu, nanti dilla nonton TV aj dirumah, jangan kemana mana ya kalo kakak nggak dirumah, dan angan lupa selalu tutup dan kunci pintu. beres kak. anak pinter, assalamu'alaikum. wa'alaikum salam.
selama diperjalanan menuju rumah gani,tiara berpikir, harus cari kerja apalagi, tiara nggak mau nenek bekerja lagi. gaji dari dia les dirumah gani tentunya tidaklah cukup, saat sedang melamun sambil berjalan, tiba tiba ada motor berhenti di sampingnya.
"tia!! melamun kok sambil jalan, awas keserempet. kamu vin.lagi mikirin apa sih tia? nggak vin, aku cuma lagi mikir mau kerja apalagi, soalnya nenekku lagi sakit, sekarang sudah nggak boleh capek dan harus banyak istirahat.sedangkan dari pagi sampe siang aku harus sekolah. waktu ku cuma malam dan hari libur, karena dari senin sampai sabtu, aku hara les dirumah gani setiap pulang sekolah. oo gitu, kan kamu bisa bikin kue tia, kenapa ngga kamu coba kembangin. maksudnya? ya gini, selain nitip diwarung bu darsih, kenapa kamu nggak coba nitip ke warung lain, selain kamu bisa dapet uang, kamu juga menjaga adik dan nenek mu. iya juga ya, makasih banget ya vin, atas sarannya. iya, sama sama. ngomong ngomong kamu mau kemana vin? aku mau kerja muat tanah tia, biasa dikampung sebelah, ya udah aku duluan ya. iya vin. aku akan coba membuat kue seperti yang nenek ajarkan, mudah mudahan hasilnya bisa seenak nenek".akh, hidup memang harus diperjuangkan buat kalangan bawah seperti aku".ucap tiara dalam hati.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments