Deg...
ketika berbalik melihat pasangan nya amanda terkejut, gimana gak terkejut kalau yang jadi pasangan nya adalah xavier sang antagonis.
tatapan mereka pun bertemu tak lama terdengar ucapan pak Slamet yang membuat mereka memutuskan Padangan nya dan beralih menatap pak Slamet.
" baik dengarkan saya. kalian sudah mendapatkan pasangan Masing-masing. sekarang kita akan memulai dengan men dribble bola nya secara bergantian dilanjutkan dengan melemparkan bola atau disebut dengan passing lalu memasukkan bola ke ring. setiap pasangan harus bekerja sama untuk mendapatkan poin yang nanti saya hitung kan. jika kalian sudah siap kalian bisa datang ke datang menemui saya untuk mendapatkan poin. mengerti."
mendengar itu sontak para murid mulai ribut. ada yang senang mendapatkan pasangan yang sama-sama jago basket, ada yang berpasangan dengan salah satu yang bisa basket saja, dan ada juga yang berpasangan sama-sama tidak bisa basket dan itu membuat mereka panik dan mengeluh.
" sudah-sudah jangan pada ribut, sekarang waktunya kalian latihan. jika ada yang sudah siap maka boleh menemui saya." ucap pak Slamet.
" baik pak." Jawab para murid.
amanda pun mendekati xavier dengan ragu.
" lo bisa basket kan? " tanya xavier setelah amanda mendekat.
amanda pun mengangguk.
" tapi cuma bisa aja kok gak terlalu bisa banget." Jawab amanda.
" oke gak papa yang penting lo bisa. sekarang coba lo praktekan didepan gue. dribble bola ini." suruh xavier sambil melemparkan bola.
amanda pun menangkap bolanya lalu mulai men dribble bola itu. xavier melihatnya merasa puas akhirnya dia berpasangan dengan orang yang bisa basket jika tidak maka akan terasa menyusahkan baginya.
" stop. sekarang kita ganti dengan passing. ayo lempar bolanya ke gue."
amanda pun melemparkan bolanya pada xavier dan ditangkap dengan baik begitu pun sebaliknya nya.
" oke stop, gue rasa lo udah bisa. sekarang kita coba masukan bola nya ke ring."
amanda pun mengangguk mereka pun berjalan ke arah ring.
" sekarang lo masukan bolanya." ucap xavier.
amanda pun memegang bola nya lalu mencoba memasukkan ke ring tapi hasilnya meleset bola itu tak berhasil masuk. melihat itu xavier segera mengambil bolanya kemudian menghampiri amanda.
" posisi tangan lo salah megang bolanya, sini gue ajarin." ucap xavier.
amanda pun memposisikan badan nya berada 5 langkah sebelum ring sambil memegang bola. xavier pun menghampiri amanda dan berada di belakang nya. posisi xavier seperti tengah memeluk amanda lalu tangan xavier bergerak menyentuh tangan amanda.
tubuh amanda menegang dengan posisi seperti itu ditambah dengan tangan xavier yang sekarang berada ditangannya membuat dirinya menjadi kaku. jantung nya pun berdegup dengan kencang. aroma mint yang menguar ditubuh xavier tercium oleh hidungnya. "OMG.. jantung gue, semoga ga terdengar sama dia.. badan gue rasanya jadi lemas. gak bisa gue diginiin." teriak amanda dalam hati.
para murid yang melihat itu bersorak-sorai mereka merasa iri pada amanda yang diperlakukan seperti itu.
"nah seperti ini. sekarang ayo lemparkan ke atas tapi dengan loncatan kecil." ucap xavier.
" ayo." ucapnya sekali lagi dan amanda pun tersentak.
" hah.. apa.. " tanya amanda tak paham perintah xavier.
xavier pun berdecak ternyata amanda tak mendengar kannya.
" ck.. makanya dengerin jangan bengong." sungut xavier kesal.
" lo tinggal lemparkan bolanya dengan posisi tangan seperti ini ditambah dengan loncatan kecil. paham?" tanya xavier sambil mengulang lagi ucapan nya.
" iya paham."
xavier pun melepaskan tangannya dan bergerak mundur dibelakang amanda. melihat itu pun amanda menjadi lega tubuhnya tak sekaku tadi.
amanda pun melakukan apa yang diucapkan oleh xavier tapi saat dia melakukan loncatan kecilnya tubuh nya menjadi tak seimbang dan hampir saja jatuh jika tak ada tangan yang menahan pinggang nya.
tatapan mereka pun bertemu, mata mereka saling mengunci seperti ada magnet didalam nya. jantung mereka pun berdegup, teriakan histeris para siswi menyadarkan mereka.
"aaa gue juga mau digituin."
" amanda tukeran aja yuk sama gue." teriak para siswi.
" eh sorry." ucap xavier sambil melepaskan tangan nya.
" iya gak papa gue yang harus nya bilang makasih karena lo nolongin gue kalo gak udah terjengkang gue." Jawab amanda sambil tersenyum.
" yaudah lanjut."
amanda pun mengangguk sekarang dia melakukannya dengan fokus karena tak ingin kejadian tadi terulang lagi.
setelah dirasa amanda sudah siap xavier pun mengajaknya menemui pak Slamet untuk mendapatkan poin. jika kalian bertanya kenapa xavier tak latihan maka Jawab nya tidak perlu diragukan lagi, xavier adalah kapten basket maka tak perlu diragukan lagi kemampuannya.
" oke bagus. lo udah menguasai teknik nya sekarang udah siap kan? kita temui pak Slamet sekarang."
amanda pun mengangguk. mereka pun berjalan menuju pak Slamet yang sedang menilai kelompok lain, ternyata sudah ada yang banyak yang menemui pak Slamet. xavier pun bertemu dengan sahabat nya max, justin dan nathan. amanda pun bertemu dengan Keisha disana.
" kalian berpasangan? " tanya xavier pada sahabat nya.
" iya gue berpasangan sama justin, jadi gak perlu latihan lagi kita langsung nemui pak Slamet dan dapet deh poinnya." jawab nathan dengan bangga nya sambil merangkul justin. justin pun berusaha melepaskan rangkulan nathan.
" kalau lo sha, lo berpasangan sama siapa? " tanya amanda pada Keisha.
" gue berpasangan sama max, dan sekarang gue lagi nunggu kelompok lain buat nemui pak Slamet. kalo lo sama siapa, apa sama xavier ? " Jawab Keisha lalu bertanya pada amanda.
" iya gue sama xavier, gue juga sama kayak lo mau nemui pak Slamet." ucap amanda.
" yasudah sekarang lo tunggu disini aja bareng gue." ucap Keisha.
amanda pun mengangguk lalu menatap xavier dan dibalas anggukan.
mereka pun menunggu bersama. lalu tak lama nama mereka dipanggil.
setelah mendapatkan poin mereka pun meniggalkan lapangan menuju kantin untuk beristirahat.
" hah capek banget gue, panas..kering nih tenggorokan. " cerocos nathan.
" berisik deh lo ya kalau haus tinggal pesan jangan nyerocos saja, sekalian pesenin kita juga." ucap justin sekaligus merintah nathan.
mendengar itu nathan pun mendengus kesal tapi tak urung dia pergi juga.
****
" gila capek banget gue." keluh Keisha.
" iya bener rasanya badan gue serasa rontok semua." ucap amanda.
" haus nih gue pesenin minum ya?" tanya Keisha.
" boleh pengen air mineral aja yang dingin satu hehehe titip ya nih uangnya." ucap amanda sembari memberikan selembar uang.
" iya, udah pake uang gue aja." ucap Keisha sambil beranjak pergi.
amanda pun mengangguk lalu dia pun mengedarkan pandangan nya. kantin masih belum ramai karena memang belum waktu nya beristirahat tapi karena mereka baru selesai pelajaran olahraga makanya bisa langsung istirahat duluan.
tatapan amanda pun terjatuh pada xavier yang sedang duduk bersama sahabat nya. ingatan nya melayang saat kejadian di lapangan tadi, pipinya langsung memerah malu mengingat kecerobohan nya. ia menggelengkan kepala nya berusaha mengusir ingatan nya tadi.
tak sadar tingkah nya diperhatikan oleh xavier. dia mengeryit heran melihat tingkah amanda. "lucu" pikir nya saat melihat pipi amanda memerah lalu menggeleng kan kepalanya , ia pun tersadar dengan apa yang dipikirkan nya tadi saat nathan kembali sambil membawa minuman mereka.
"apa yang gue pikirin. " ucapnya dalam hati. dia pun langsung mengalihkan perhatian nya dari amanda dan berusaha melupakan nya.
"silakan diminum tuan-tuan." gurau nathan.
" terimakasih pelayan ku." balas justin
" sialan lo." sungut nathan
mereka pun meminum minuman nya, tak lupa nathan pun sekaligus membeli mereka makanan.
***
Keisha datang sambil membawa minuman dan makanan yang disambut dengan senang hati oleh amanda.
" aaa thank you bestie lo memang the best deh. sini gue bantu." sambut amanda sambil membantu Keisha.
" nanti besok-besok giliran gue yang pesan masa dari kemarin lo terus sih." ucap amanda.
" iya kalau itu mau lo padahal gue juga gak papa kok gak merasa keberatan." Jawab Keisha.
" iya tapi kan gak enak kalau lo, jadi besok giliran gue." ucap amanda.
" iya ya sudah sekarang kita makan." ujar Keisha.
amanda pun mengangguk lalu mulai memakan makanan nya.
****
tringg...
bel istirahat berbunyi tak lama kini kantin menjadi ramai. amanda dan Keisha sudah selesai makan kini mereka beranjak untuk ganti baju mereka dengan seragam, karena saat ini mereka masih menggunakan baju olahraga.
namun diperjalanan menuju keluar kantin ada kaki seseorang yang menjegal kaki amanda, sehingga amanda kehilangan keseimbangan dan menabrak seseorang yang sedang membawa makanan. sontak hal itu membuat makanan orang yang ditabrak nya jatuh mengenai amanda, kuah panas itu membuat kulit amanda terasa terbakar.
ah..
trang...
byur...
ah.. panass...
amanda pun sudah berkaca-kaca menahan panas di kulitnya. Keisha yang melihat itu pun panik dan menghampiri amanda.
kantin yang tadinya ramai pun mendadak jadi hening.
" amanda, ayo sini gue bantu. kita ke UKS ya." ucap Keisha panik dan membantu amanda.
" sorry gue gak sengaja tapi kan kalau lo gak nabrak gue pasti gak akan kena lo." ucap orang yang ditabrak amanda.
amanda tak menjawab nya karena ia menahan perih di kulitnya nya kuah panas itu jatuh pada bagian tangan dan kaki amanda. saat Keisha sedang membantu amanda berdiri ada sebuah tangan yang menghentikan nya dan menggeser Keisha, lalu terdengar pekikan dari amanda yang kini sudah berada di gendongan seseorang.
" ah.." pekik amanda terkejut saat ada tangan yang menggendong nya. dia pun menengadah kan kepala nya melihat orang yang menggendong nya dan dia pun terkejut saat melihat nya.
Dia adalah xavier. entah apa yang dia pikir kan saat melihat amanda terjatuh dan kesakitan dia segera menghampiri nya bahkan dia menggeser tubuh Keisha yang merupakan sahabat amanda. dan dia pun menggendong amanda seperti ini.
xavier merasa khawatir melihat amanda kesakitan walaupun tak ia perlihatkan dengan jelas diwajahnya.
Keisha yang tersadar dengan rasa kaget nya tadi segera berjalan untuk menyusul amanda. dia kaget saat ada orang yang menghentikan bahkan menggeser tubuh nya. dan orang itu adalah xavier, orang yang terkenal sikap cuek dan dingin kini sedang menolong sahabat nya. seperti nya kejadian di lapangan tadi membuat mereka semakin dekat saja pikir Keisha.
***
kini amanda sudah berada di UKS dengan segera Xavier mencari salep pereda panas untuk kulit amanda agar tidak cepat melepuh. setelah mendapatkan nya xavier pun mengoleskan perlahan pada kulit amanda.
" ah pelan-pelan, perih." ringis amanda. amanda pun mengeluarkan tangisan yang sedari tadi ia tahan.
" hiks.. hiks.. sakit, panas.." tangis amanda.
" tahan ya bentar lagi kok ini. gue sambil tiupin ya biar ga terlalu panas. " ucap xavier lembut sambil menenangkan nya.
" iya tiupin." rengek amanda.
dulu saat sebelum menjadi amanda antagonis amanda dulu pasti akan menjadi manja saat sakit atau pun terluka maka tak heran sama sikap nya saat ini.
xavier pun mulai meniup luka ditangan amanda. amanda yang merasa tiupan xavier pun jadi merinding, wajahnya yang dekat dengan xavier membuat ia menjadi leluasa memperhatikan nya.
xavier yang merasa ada yang memperhatikan pun mengangkat pandangan nya. pandangan mereka pun bertemu mata nya seakan tak ingin lepas menatap amanda. jantung mereka pun sama-sama berdegup kencang.
ceklek.
lalu terbuka lah pintu UKS mereka berdua pun mengalihkan pandangan nya melihat ke arah pintu yang ternyata Keisha. Keisha yang melihat xavier memegang tangan amanda pun tersenyum kikuk ia merasa kalau kehadirannya mengganggu mereka.
" emm sorry gue ganggu ya. gue kesini mau nyusulin amanda." ucap nya sambil tersenyum kikuk.
" engga papa kok sha gak ganggu tadi xavier sedang ngobatin tangan gue karena sekarang ada lo gue bisa sama lo." ucap amanda.
" xavier makasih ya udah nolongin gue, makasih juga udah ngobatin sekarang lo bisa kembali ke kelas. udah bel juga kan tadi gue bisa sama Keisha disini." sambung amanda.
" iya sama-sama, ya sudah gue pergi ke kelas." xavier pun melepaskan tangan nya dari amanda. sebelum pergi xavier mengusap perlahan pipi amanda yang sudah basah oleh air mata.
xavier merasa gemas dengan wajah amanda yang memerah karena menangis apalagi bagian hidung yang sangat merah, rasanya dia ingin mencubit dan mengunyel pipi kenyal itu.
amanda pun menegang saat tangan xavier menyentuh pipinya. xavier yang tersadar pun segera menjauhkan tangannya lalu meminta maaf.
" eh sorry. " ucap xavier pada amanda.
" kalau gitu gue ke kelas dulu. cepat sembuh. " sambung nya lalu berjalan keluar sebelum keluar dia berbicara pada Keisha.
" luka nya baru gue obati daerah tangan saja tinggal kaki yang belom gue obati." ucap xavier lalu dia melanjutkan berjalan keluar menuju pintu UKS.
Keisha pun tersadar akibat kaget dengan sikap xavier pada amanda. dia sungguh tak menyangka hal ini.
" gila.. gila.. itu tadi beneran xavier, kapten basket kita, ketua geng tiger." heboh Keisha.
" iya dia xavier udah deh gak usah heboh gitu. oh ya sha gue minta tolong obati kaki gue tadi belom di obati sama xavier." pinta amanda.
Keisha pun mengangguk dan duduk ditempat xavier tadi lalu mengambil salep nya dan mulai mengobati kaki amanda.
" gue gak nyangka sikap xavier sama lo tadi. apa jangan - jangan kalian udah deket dari lama." curiga Keisha.
"ye jangan curiga seperti itu, gue sama xavier baru aja dekat di lapangan tadi saat olahraga. gue juga gak tahu kenapa dia bersikap seperti itu." jawab amanda.
"ah apa jangan-jangan si xavier itu naksir sama lo." goda Keisha.
" heh gak usah ngada-ngada deh lo mana ada xavier naksir sama gue. mungkin dia kasihan sama gue yang kena musibah seperti ini. aduh duh periiiihhh... " ucap nya sambil meringis.
" ya bisa aja dong dia naksir lo apalagi saat di lapangan tadi saat momen sweet kalian. fyuh.. fyuh... " goda Keisha sambil meniup luka amanda.
" ah udah deh jangan bahas dia dulu perih ini.. panas... " rengek amanda sambil menangis.
" iya iya sini gue tiupin. " ucap Keisha.
***
xavier kini sedang berada dikelasnya sambil mengerjakan tugas yang diberikan guru karena kebetulan guru tersebut tidak masuk.
saat kedatangan tadi dia segera di introgasi oleh sahabat nya eh ralat hanya oleh nathan saja.
" eh xav gimana amanda udah baikan?" tanya nathan saat melihat xavier masuk.
" iya dia udah sedikit lebih baik dari tadi." ucap xavier
" terus kenapa lo gak nemenin dia." tanyanya lagi.
" udah ada sahabat nya." Jawab xavier.
" oh ya xav tumben lo nolongin orang biasa nya lo cuek dengan sekeliling lo. oh gue tahu lo pasti.. " ujar nathan sambil memberhentikan ucapan nya.
"pasti apa lo." tanya justin.
" lo pasti....
bersambung....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 73 Episodes
Comments
L R V
terlalu gampang baper ceweknya😒😒
2022-11-16
2
Moms ez Ez
ya ampun thor dikit amat semangat apnya
2022-11-15
1
Miyura Rajati
dikit amat up nya thor..cemungut ..
2022-11-15
1