11

Saat memperhatikan Xander dan elena, tanpa ia sadari tatapan nya bertemu dengan Xander sontak amanda segera mengalihkan tatapannya.

Xander yang melihat itu pun hanya bersikap acuh saja tak peduli dengan sikap amanda barusan.

" ka lo yang pesan." suruh Gilang.

" ish lo lah kemaren gue udah nah giliran lo sekarang." jawab azka.

" udah lo aja. lo juga senang kan jadi bisa godain dulu para cewek di sana." ujar Gilang.

" lo juga suka godain tuh cewek-cewek jadi bukan gue doang." cibir azka.

" berisik deh lo berdua. udah sana pesan lo berdua." suruh xander yang sudah jengah melihat perdebatan mereka.

" iya iya tapi samain aja ya pesanan nya biar ga ribet." ucap pasrah Gilang.

sebelum beranjak pergi azka mengulurkan tangannya. xander yang melihat itupun mendengus malas lalu dia memberikan dua lembar uang berwarna merah padanya. azka pun menerima nya dengan senang hati lalu beranjak pergi.

" widih banyak juga nih ditraktir deh kita." ucap Gilang sambil beranjak pergi.

alvaro yang melihat itu pun menggelengkan Kepala nya melihat tingkah dua sahabatnya itu. sedangkan xander memilih memainkan rambut elena. alvaro yang melihat itu pun segera mengalihkan pandangan nya. kini pandangan nya beralih pada dua sahabat nya yang sedang memesan makanan mereka sambil menggoda para cewek di sana alvaro tersenyum geli melihatnya.

lalu pandangan nya teralihkan kepada seorang gadis yang sedang fokus dengan makanan nya. dia merasa heran dengan nya biasanya dia akan selalu datang ke meja ini untuk menempel pada xander gadis itu tak lain adalah amanda.

"tumben dia gak kesini." pikir nya.

amanda yang merasa ada yang memperhatikan nya segera mengangkat pandangan nya tak sengaja bertatapan amanda bertemu dengan alvaro. alvaro pun tersentak dan segera mengalihkan pandangan nya.

" oh jadi dia yang memperhatikan gue. kenapa dia." pikir nya amanda pun mengangkat bahu nya dan lanjut makan.

tak lama Gilang dan azka datang dengan nampan ditangannya. mereka memesan nasi goreng untuk mereka makan.

" terimakasih Gilang dan azka." ucap elena sambil tersenyum.

"iya " ucap mereka bersamaan.

" makasih azka, Gilang." ucap Clarissa.

Gilang dan azka pun mengangguk.

lalu mereka mulai memakan makanannya.

"tumben tuh si nenek sihir gak kesini. " ucap azka disela kunyahan nya.

" baguslah dia gak kesini kan enak jadi tenang kitanya." timpal Gilang.

" emangnya amanda sudah masuk ya?" tanya elena.

" iya el tuh dia ada di sana." tunjuk Gilang.

elena pun mengikuti arahan tangan Gilang dan ternyata memang ada amanda di sana.

" katanya sih dia hilang ingatan." ucap Clarissa. elena pun menoleh pada nya.

" iya kah? " tanya nya tak percaya.

" iya tapi ada kabar juga katanya itu cuma trik dia untuk mendekati xander gue gak tahu sih bener ga nya." jawab Clarissa.

elena pun mengangguk lalu dia menatap xander. xander yang melihat tatapan dari elena pun memberhentikan makannya, lalu tersenyum dan mengangkat tangannya.

" mau bagaimana pun dia kamu gak perlu peduli. aku akan selalu cinta sama kamu dan aku tetap milik mu." ucap xander.

elena yang mendengar itu pun tersenyum, pipinya jadi merah merona.

" serasa dunia milik berdua ya yang lain cuma numpang." goda azka, wajah elena pun semakin memerah.

" iya nih kita kan jadi ingin lihat keuwuan kalian." timpal Gilang.

" makanya cari pacar sono." ucap xander.

" emang nya gampang cari pacar." sahut Gilang.

" hahaha ya iyalah gak gampang buat lo, ga ada yang mau sama lo." timpal Azka.

" sialan lo, cewek banyak yang ngantri sama gue cuma gue nya belom nemu yang pas." sahut Gilang.

" oh ya gue punya kabar ter hot hari ini." ucap azka dengan semangat.

" katanya menurut anak IPA 2 si nenek sihir minta maaf di depan kelasnya, dia bilang dia sudah mau berubah." lanjutnya.

" alah itu pasti akal-akalan dia saja." cibir Gilang.

" ya gue juga merasa begitu, tapi mereka bilang juga sikap dia dikelas juga beda, mulai menjawab pertanyaan guru, memperhatikan guru dan mencatat materi hal yang jarang dia lakukan dikelas." tambahnya.

" ya mungkin dia mau berubah. " pendapat alvaro.

" iya mungkin saja dia mau berubah ditambah dia yang amnesia." ucap elena.

" ya tapi ga mudah sih buat percaya sama dia setelah sikap nya selama ini." timpal Clarissa.

xander pun mengiyakan dalam hati.

" sudah lah kita bisa lihat nanti apakah dia benar berubah atau tidak nya. sekarang kita lanjutkan makan nya." saran alvaro.

mereka pun melanjutkan makan mereka diselingi dengan obrolan kecil lainnya.

sementara itu ditempat Amanda.

saat Amanda dan Keisha telah selesai makan lalu datanglah empat orang siswi mendekati tempatnya. mereka adalah...

bersambung....

Terpopuler

Comments

Vyrena

Vyrena

nah kan dasar cwe munafik,tch bisa²nya para buaya itu terpikat oleh niat ular busuk itu😒

2023-01-22

0

Vyrena

Vyrena

jgn² si Alvaro mulai tertarik sama Amanda,klw iya baguslah biar si buaya itu makin panas🗿

2023-01-22

3

Vyrena

Vyrena

eleh kata² para buaya,tch bentar lagi dia pasti tertarik sama Amanda😒

2023-01-22

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!