Pernikahan Rahasia

Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan bagi Alisa juga Jimmy, mereka di paksa melepas masa lajang mereka, padahal saat ini keduanya masih bersekolah. 

Alisa sudah datang pagi-pagi sekali, dia memakai kebaya dan juga kain jarik sebagai bawahan nya. Pernikahan ini tak di hadiri banyak orang, hanya keluarga dari kedua belah pihak, hanya itu saja karena ini adalah pernikahan rahasia. 

Jimmy menatap Alisa dari atas sampai bawah, membuat Alisa merasa risih, dia membalas tatapan pria itu dengan tatapan tajam, membuat Jimmy mencebikan bibirnya. 

Gadis itu sama sekali tidak menarik di mata nya, hanya saja wajahnya terlihat berbeda dari biasanya karena dia memakai make up, meski tipis-tipis tapi tak memudarkan kecantikan seorang Alisa. 

Tapi tetap saja, raut wajah nya tak bisa di sembunyikan, begitu juga dengan nya. Dua remaja itu sama sekali tak menginginkan pernikahan ini, tapi ini sudah keputusan kedua orang tua mereka dan tak bisa di tolak lagi. 

Entah akan seperti apa pernikahan mereka nantinya, tapi sepertinya takkan berjalan dengan baik. 

Singkatnya, acara itu pun di mulai. Jimmy menatap penghulu di depan nya dengan tatapan membunuh, tak mengherankan karena ini adalah Jimmy, anak berandal yang di paksa menikah dengan gadis yang bukan pujaan nya. 

"Sudah siap, Nak Jimmy?" Tanya nya, Jimmy menghela nafas nya.

"Tidak dan tidak akan pernah siap, karena pernikahan ini bukan keinginanku." Jawab Jimmy datar, membuat Raksa menepuk punggung sang putra dengan keras saking kesal nya. 

"Baiklah, kita mulai acara inti nya. Baik, sodara Jimmy silahkan menjabat tangan Pak Rafi." Jimmy menurut dan menjabat tangan calon mertua nya. 

"Sodara Jimmy Marchy Leonard, saya nikah dan kawinkan anda pada Alisa Mariana Wijaya binti Rafi Wijaya dengan mas kawin perhiasan emas 100 gram di bayar tunai." 

"Saya terima nikah dan kawin nya Alisa Mariana Wijaya binti Rafi Wijaya dengan mas kawin tersebut, tunai." Jawab Jimmy dengan lantang dan satu tarikan nafas, membuat semua orang yang berada disana berteriak 'SAAHH'. 

Jimmy menghela nafas nya lega, namun kelegaan itu bukan serta merta karena dia sudah berhasil menikahi Alisa yang notabene nya adalah teman nya bergelut di kelas, dan mungkin akan menjadi teman nya bergelut di rumah, atau di atas ranjang mungkin.

Setelah memanjatkan doa, acara pernikahan itu pun selesai. Rafi meninggalkan putrinya di rumah Raksa, karena sesuai keputusan bersama bahwa Alisa akan tinggal di rumah mereka untuk sementara waktu sebelum rumah yang mereka bangun untuk pasangan suami istri itu selesai.

"Permisi Mi, kamar Alisa dimana ya?" Tanya Alisa, jujur saja dia benar-benar merasa tak nyaman memakai kebaya ini, rasanya gatal sekali. 

"Kamu satu kamar sama Jimmy, sayang. Kalian kan sudah menikah, jadi tak apa jika kalian tidur satu kamar." Jelas Larissa, membuat Alisa menelan ludah nya dengan kasar.

Satu kamar dengan Jimmy? Membayangkan nya saja sudah membuat nya merinding, apalagi pria itu selalu saja dingin, datar dan acuh.

"Heii, kenapa melamun, ayo pergilah ke kamar dan beristirahatlah." 

"T-api Mi, Alisa gak bawa baju ganti." Ucap Alisa, bagaimana bisa dia melupakan pakaian ganti? Tadi dia terlalu fokus dengan pikiran-pikiran nya tentang pernikahan konyol ini, hingga melupakan kalau disini dia perlu berganti pakaian.

"Mami sudah siapin baju kamu di kamar, kamu pakai ya. Tenang aja, bukan pakaian dinas. Hanya pakaian tidur biasa." Ucap Larissa, dia mengerti arti tatapan menantu nya. 

"Ba-iklah Mi, kalau begitu Alisa ke kamar dulu." 

"Hati-hati ya sayang, nanti di terkam sama Jimmy." Goda Larissa membuat bulu kuduk Alisa meremang. 

Tanpa kata-kata lagi, dia memilih melanjutkan langkah nya ke kamar, entah yang mana karena disini begitu banyak pintu. 

"Yang mana nih kamar nya? Banyak amat, maklum ya orang kaya." Gadis itu bergumam sendiri sambil celingukan mencari kamar milik Jimmy, suaminya. Isshh memanggil nya suami membuat Alisa geli sendiri. 

"Nyari apa Lo? Celingukan kek maling." Suara yang terdengar tak asing, suara siapa lagi kalau bukan suara Jimmy.

"Ngagetin aja Lo, gue mau mandi." 

"Tinggal mandi aja sih, repot amat." Celetuknya, dia berdiri sambil menyedekapkan tangan nya di dada. 

"Dimana kamar mandi nya ihh." 

"Gak ada air, adanya air di kolam. Mandi aja di kolam Sono." 

"Jimmy!"

"Gak usah teriak-teriak, berisik!" 

"Gue mau mandi, kata Mami gue disuruh mandi di kamar Lo."

"Enak aja, Lo siapa emang nya? Sembarangan masuk kamar gue." 

"Jim, Lo gak lupa kalo gue ini bini Lo kan?" Tanya Alisa pelan namun menusuk. 

"Justru gue lupa, yaudah sono masuk." 

"Lo nya minggir, ngalangin jalan vangke!" Ketus Alisa. 

"Masuk ke kamar gua bayar, Lis." 

"Cepetan lah, gue gerah pengen mandi Jim. Gak usah mempersulit keadaan yee, sumpah badan gue gatel gara-gara pake nih baju." Bujuk Alisa, dia sudah benar-benar tak nyaman dengan pakaian nya saat ini. 

Jimmy pun bergeser sedikit, memberi jalan untuk Alisa masuk. Buru-buru gadis itu masuk, dia dibuat terperangah melihat betapa luasnya kamar milik Jimmy.

"Buset, luas bener nih kamar cuman sayang kok berantakan." 

"Lo beresin besok." 

"Dih ogah, males banget beresin kamar Lo." Ucap Alisa ketus seperti biasa. Dia menganggap Jimmy itu musuh, karena mereka selalu bertengkar dan Jimmy begitu menyebalkan di matanya.

"Yaudah, Sono mandi." 

"Heeh, gue mandi sekarang." Alisa masuk ke kamar mandi, namun setelah beberapa detik dia berteriak-teriak memanggil Jimmy.

"Jim, tolongin ini gimana nyalain nya sih?" 

Jimmy mendekat dengan langkah malasnya, dia membuka pintu namun ternyata di kunci dari dalem.

"Jim, Lo denger gua kan? Bantuin Napa!" Teriak Alisa lagi. 

"Pintu nya di kunci, neng." Jawab Jimmy, dan tak lama kemudian pintu pun terbuka. Jimmy masuk dengan wajah datar nya. 

"Kenapa Lo? Bukan nya mandi."

"Gua kagak paham mandi di kamar mandi orang kaya, anjir." 

"Miskin sih Lo!" Ejek Jimmy, dia pun membantu mengatur suhu air dan mengisi nya ke bath up.

"Berendem sono, bersihin beban hidup dan dosa-dosa Lo."

"Sial, bukannya Lo yang banyak dosa? Dosa sama gue khususnya." Ucap Alisa. 

"Nyontek sama istri gak dosa kali, dahlah gue keluar dulu." 

"Tuh cowok tumben banyak omong? Kesambet apa salah makan obat ya? Tumben juga dia baik." Gumam Alisa, dia pun melucuti pakaian nya dan berendam di bath up dengan aromaterapi dan bath bomb yang membuat air nya menjadi putih. 

Gadis itu asik bermain busa, hingga lupa waktu. Membuat Jimmy yang sedari tadi di luar sambil menyesap rokoknya merasa heran.

"Tuh cewek mandi apa jadi duyung ya? Lama bener di kamar mandi." Gumam nya, dia beranjak dari duduknya dan seperti nya Alisa lupa mengunci kembali pintu hingga pria itu bisa masuk dengan bebasnya saat ini. 

"Aaaaarrghhh, Jimmy sialan. Mau ngintip ya Lo, ngaku!" Gadis itu memekik saat melihat Jimmy masuk, untung saja dia sudah memakai bathrobe yang tersedia di kamar mandi. 

"Dih, siapa yang mau ngintip? Gak ada yang menggoda dari Lo, tepos!"

"Gua pikir Lo mati, soalnya di kamar mandi lama bener." Cetus Jimmy lalu keluar sebelum mata nya ternodai dengan melihat dada Alisa yang putih mulus, meskipun perempuan itu sudah berusaha menutupi dada nya dengan kedua tangan.

"Sial, putih bener itu." Gerutu Jimmy, dia memilih kembali menyesap rokoknya sambil ngopi di balkon kamar nya. Melupakan apa yang sudah dia lihat di hari pertama setelah dirinya resmi menyandang suami dari gadis cerewet itu.

......

🌻🌻🌻🌻🌻

Terpopuler

Comments

dina_naibaho18

dina_naibaho18

aku suka aku suka thor

2022-11-20

3

lihat semua
Episodes
1 Perjodohan?
2 Jimmy Marchy Leonard
3 Datar Seperti Tembok!
4 Pernikahan Rahasia
5 Sarapan Bersama
6 Robot Ganteng
7 Mulai Perhatian
8 Kejadian Tak Terduga
9 Mulai Posesif
10 Izin Lewat Ponsel
11 Berangkat Bersama
12 Di Hukum
13 Ciuman Pertama
14 Perdebatan Antar Sepupu
15 Belajarlah Menerima!
16 Ciuman Selamat Malam
17 Pelukan Hangat
18 Lipbalm
19 Gudang Belakang Sekolah
20 Perasaan Denis
21 Kang Jajan VS Kang Nyosor
22 Belajar Dari Ahlinya
23 Semakin Membaik
24 Perdebatan Antar Sepupu #2
25 Takut Petir
26 Pingsan
27 Kecurigaan Denis
28 Nafkah Batin?
29 Kekacauan
30 Guling Bernyawa
31 Morning Kiss
32 Polos atau Mau Gue Polosin?
33 Jimmy vs Obat
34 Ancaman Mematikan
35 Bekal
36 Gudang Belakang Sekolah #2
37 Ketahuan
38 Perhatian Jimmy
39 Penolakan Alisa
40 Cinta Tapi Gengsi
41 Pertandingan Basket
42 Sebuah Hukuman
43 Jepit Rambut Untuk Alisa
44 Denis Pindah?
45 Pak Suami?
46 Cinta Eva Untuk Harry
47 Alisa Sakit?
48 Masakan Untuk Alisa
49 Hak Suami ++
50 Unboxing
51 Bersayap Tapi Tak Bisa Terbang
52 Pria Misterius
53 Vitamin
54 Cara Ampuh Membuat Jimmy Diam
55 Alisa Merajuk
56 Alisa Merajuk #2
57 Jimmy Mode Manja
58 Penyerangan
59 Kemampuan Jimmy
60 Penghianat?
61 Satu Untuk Berdua
62 Penyerangan #2
63 Demam
64 Shock Berat
65 Titik Terang
66 Penghianat #2
67 Pasutri Bucin
68 Denis dan Ayuna?
69 Berbatang vs Berlubang
70 Confess?
71 Jatah Suami
72 Drama Belanja Bulanan
73 Kelemahan Jimmy
74 Sebuah Firasat
75 Kecolongan
76 Tujuan Denis!
77 Aku Mau Jimmy!
78 Jian vs Aldi
79 Alisa dan Ayuna
80 Demam Rindu
81 Pertemuan
82 Jadian
83 Kebahagiaan yang Kembali
84 Anggota Baru
85 Pasangan Aneh
86 Keras Kepala
87 Kedatangan Denis
88 Usaha
89 Alisa Cemburu
90 Hamil?
91 Tingkah Jimmy
92 Jimmy sakit?
93 Jimmy Sakit #2
94 Kehamilan Simpatik
95 Denis Kalah
96 Zona Bucin
97 Di Jaga Ketat
98 Farhan dan Eva
99 Berani Mengakui Kesalahan
100 Keputusan
101 Kedatangan Dion dan Karin
102 Sahabat Jadi Saudara
103 First Night
104 Moment Menegangkan
105 Secret Wedding - Ending
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Perjodohan?
2
Jimmy Marchy Leonard
3
Datar Seperti Tembok!
4
Pernikahan Rahasia
5
Sarapan Bersama
6
Robot Ganteng
7
Mulai Perhatian
8
Kejadian Tak Terduga
9
Mulai Posesif
10
Izin Lewat Ponsel
11
Berangkat Bersama
12
Di Hukum
13
Ciuman Pertama
14
Perdebatan Antar Sepupu
15
Belajarlah Menerima!
16
Ciuman Selamat Malam
17
Pelukan Hangat
18
Lipbalm
19
Gudang Belakang Sekolah
20
Perasaan Denis
21
Kang Jajan VS Kang Nyosor
22
Belajar Dari Ahlinya
23
Semakin Membaik
24
Perdebatan Antar Sepupu #2
25
Takut Petir
26
Pingsan
27
Kecurigaan Denis
28
Nafkah Batin?
29
Kekacauan
30
Guling Bernyawa
31
Morning Kiss
32
Polos atau Mau Gue Polosin?
33
Jimmy vs Obat
34
Ancaman Mematikan
35
Bekal
36
Gudang Belakang Sekolah #2
37
Ketahuan
38
Perhatian Jimmy
39
Penolakan Alisa
40
Cinta Tapi Gengsi
41
Pertandingan Basket
42
Sebuah Hukuman
43
Jepit Rambut Untuk Alisa
44
Denis Pindah?
45
Pak Suami?
46
Cinta Eva Untuk Harry
47
Alisa Sakit?
48
Masakan Untuk Alisa
49
Hak Suami ++
50
Unboxing
51
Bersayap Tapi Tak Bisa Terbang
52
Pria Misterius
53
Vitamin
54
Cara Ampuh Membuat Jimmy Diam
55
Alisa Merajuk
56
Alisa Merajuk #2
57
Jimmy Mode Manja
58
Penyerangan
59
Kemampuan Jimmy
60
Penghianat?
61
Satu Untuk Berdua
62
Penyerangan #2
63
Demam
64
Shock Berat
65
Titik Terang
66
Penghianat #2
67
Pasutri Bucin
68
Denis dan Ayuna?
69
Berbatang vs Berlubang
70
Confess?
71
Jatah Suami
72
Drama Belanja Bulanan
73
Kelemahan Jimmy
74
Sebuah Firasat
75
Kecolongan
76
Tujuan Denis!
77
Aku Mau Jimmy!
78
Jian vs Aldi
79
Alisa dan Ayuna
80
Demam Rindu
81
Pertemuan
82
Jadian
83
Kebahagiaan yang Kembali
84
Anggota Baru
85
Pasangan Aneh
86
Keras Kepala
87
Kedatangan Denis
88
Usaha
89
Alisa Cemburu
90
Hamil?
91
Tingkah Jimmy
92
Jimmy sakit?
93
Jimmy Sakit #2
94
Kehamilan Simpatik
95
Denis Kalah
96
Zona Bucin
97
Di Jaga Ketat
98
Farhan dan Eva
99
Berani Mengakui Kesalahan
100
Keputusan
101
Kedatangan Dion dan Karin
102
Sahabat Jadi Saudara
103
First Night
104
Moment Menegangkan
105
Secret Wedding - Ending

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!