Bab 3 - Mendadak Duda

Di sebuah hotel, terlihat seorang pria tampan sedang melakukan push up. Ia adalah Arka. Pria yang baru saja menggelar pesta pernikahan yang super mewah, di hotel berbintang tersebut.

Pria itu menetralkan kegugupannya. Malam ini adalah malam pertamanya. Ia akan menghabiskan malam panas bersama istrinya.

Saat terdengar suara pintu kamar mandi terbuka. Arka segera berdiri dan menenangkan kegugupannya.

Ia tidak boleh menunjukkan kegugupan di hadapan wanita yang beberapa jam yang lalu, sudah sah menjadi istrinya.

Tapi, Arka bingung melihat wanita yang baru keluar dari kamar mandi tersebut. Bukan memakai lingerie seksi atau baju tidur transparan. Rina malah memakai celana jeans panjang dengan kaos berlengan pendek.

"Ada yang mau aku katakan padamu!" Ucap wanita itu menatap Arka dengan datar.

Tak lama mereka berdua duduk di sofa. Rina menunjukkan sebuah alat yang membuat mata Arka mendadak seakan keluar dari tempatnya.

"A-apa ini?" Tanya pria tampan itu. Wajahnya sangat terkejut.

"Aku hamil." Jawab Rina dengan jelas.

Ternyata tespack bergaris dua itulah yang ditunjukkan Rina pada Arka.

"Ha-ha-hamil? Bagaimana bisa? Aku bahkan belum menyentuhmu!" Sanggah Arka cepat. Malam pertama saja belum dimulai, bagaimana istrinya itu sudah hamil saja.

"Anak ini adalah anak dari pria yang kucintai." Jujur Rina.

Arka terbengong sesaat, mencerna perkataan wanita itu.

"Ji-jika kamu sudah hamil, kenapa kamu mau menerima perjodohan kita, lalu menikah denganku?" Arka tidak habis pikir. Bagaimana ia bisa menikah dengan wanita yang sudah berbadan dua dan hamil dari benih pria lain pula.

"Pria brengs&k itu meninggalkanku. Saat aku merasa patah hati, ibuku menjodohkanku denganmu. Dan aku menerimanya hingga kita bisa menikah sekarang." Rina perlahan menjelaskan.

"Aku berencana untuk melupakan pria itu dengan menikah. Tapi tadi saat di kamar mandi, aku mengecek dan itulah hasilnya. Aku sedang mengandung anak pria itu dan aku harus meminta pertanggung jawaban darinya." Jelas Rina kembali dengan mata berkaca-kaca.

Arka tidak bisa berkata-kata mendengar penjelasan wanita itu. Pria tampan itu mendadak shock.

"Aku bisa saja membuat kamu seolah-olah menjadi bapak dari anak ini. Tapi, aku rasa itu tidak baik dan tidak adil bagimu." Rina menghembuskan nafasnya yang terdengar kasar. Ia tidak bisa melemparkan tanggung jawab pria lain pada Arka.

"Jadi, aku minta maaf padamu. Tolong ceraikan aku malam ini juga!" Rina menatap Arka dengan serius.

\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

Arka diam menatap pemandangan malam dari jendela kamar hotel itu. Rina sudah pergi setelah mengatakan kenyataan itu.

Pria itu mengusap wajahnya dengan kasar. Ia benar-benar tidak mengerti dan habis pikir. Istrinya meminta cerai di malam pertama mereka.

Pria tampan dan rupawan dengan sejuta pesona. Menjadi seorang duda, hanya dalam waktu beberapa jam saja. Bahkan hari minggu ini saja belum berlalu.

Arka Erlangga, pria tampan yang dianggap playboy karena sering bergonta-ganti wanita. Sebenarnya, ia bukanlah pria seperti itu.

Setiap menjalin hubungan dengan wanita. Mereka hanya menginginkan uang Arka saja. Lalu para kekasihnya itu berpura-pura mencintai dirinya dan bermain di belakangnya dengan pria lain. Lalu yang lebih parahnya, wanita-wanita itu memberikan uangnya pada pria-pria mereka. Sungguh keterlaluan bukan.

Putus dari satu wanita, Arka menanggapi dengan santai dan tidak ada kesedihan yang melanda. Dengan cepat ia mencari wanita lain lagi, sebagai gantinya. Karena kebiasaan itulah yang membuat Arka dicap sebagai playboy garis keras.

Mommynya yang mengetahui ke playboy-an sang putra. Ingin menghentikan kebiasaan anaknya itu. Ia tidak mau Arka terus bergonta-ganti wanita.

Hingga Mommy berinisiatif menjodohkan Arka dengan Rina, anak teman arisannya. Dan juga anak dari rekan bisnis Arka.

Arka yang sudah lelah dengan perjalanan cintanya, seperti Arjuna yang mencari cinta. Setuju dengan rencana sang Mommy.

Menurut Arka, selama ini ia tidak bisa membedakan wanita. Mana wanita yang baik dan tidak baik untuknya.

Dengan bantuan Mommy, mungkin ia bisa mendapatkan wanita yang bisa menerima dirinya.

Tapi ternyata, inilah hasil perjodohan itu.

Arka mencari jaket hoodie di koper lalu memakainya. Ia harus bergegas keluar dari kamar hotel. Untuk apa dia tetap berada di tempat ini.

Rencana malam pertama yang indah dan bergairah. Bahkan bulan madu ke awan biru, kini hanya tinggal rencana.

Saat membuka pintu, Arka menongolkan kepala, memeriksa keadaan saat ini. Sepi, petanda aman tidak ada orang yang akan melihatnya keluar dari kamar ini. Para staff hotel juga tidak ada yang berlalu lalang.

Dengan langkah lebar, ia berjalan melewati lorong. Lalu masuk ke dalam lift.

Arka menurunkan hoodienya saat melewati lobi hotel. Tak boleh ada yang mengenali dirinya. Itu bisa merusak imagenya.

'Ditinggalkan di malam pertama!!!' Arka meremas tangannya.

Bagaimana jika orang-orang mendengar dan menertawakan dirinya?

Memikirkan hal itu saja membuat Arka sangat kesal.

\=\=\=\=\=\=

Arka turun dari taksi. Ia menatap rumah berlantai 2 yang begitu sangat mewah. Ia pun menekan bel.

Begitu pintu pagar terbuka, ia pun berjalan masuk.

"Pak Arka?" Ucap security bingung melihat Arka pulang tengah malam. Bukannya pria itu menginap dengan istrinya di hotel. Yang didengar, mereka akan menghabiskan waktu 3 hari di hotel tersebut.

Arka tidak merespon, ia terus berjalan memasuki rumah.

Para pekerja di rumah itu bingung, melihat kepulangan Arka. Wajah pria itu juga sangat tidak bersahabat. Apa ia bertengkar dengan wanita yang baru saja menjadi istrinya?

"Arka!" Mommy menghampiri dengan wajah bingung. Ada apa putranya pulang ke rumah? Mana istrinya?

"Arka, ada apa?" Tanya Mama.

"Mom, aku capek! Aku mau istirahat. Selamat malam." Arka tidak menjawab pertanyaan Mommynya. Ia memilih untuk ke kamarnya saja.

"Mana Rina, Arka?" Mommy masih dengan kebingungannya, mencari menantunya.

"Apa kalian bertengkar? Bukankah ini malam pertama kalian?"

'Malam pertama???' Mendengar 2 kata itu sangat menyebalkan bagi Arka.

Arka masuk ke kamarnya di lantai 2. Lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur empuk di kamar super mewah dan besar itu.

'Kenapa seperti ini cerita hidupku?!' Batin Arka menatap langit-langit atap.

Kata-kata yang diucapkan Rina masih terngiang-ngiang di telinganya.

Arka sangat menyayangkan, kenapa wanita itu tidak langsung meminta pertanggung jawaban pada pria yang sudah menghamilinya?

Tapi, Arka juga bersyukur. Wanita itu sempat mengecek sebelum mereka melalui malam pertama. Jika tidak, Arka pasti akan menganggap itu adalah anak kandungnya.

Tapi tetap saja, Arka sangat membenci Rina. Wanita itu telah membuang waktu dan uang pastinya, hanya demi pernikahan yang sia-sia ini.

Jika saja Rina bisa jujur saat itu, pasti Arka akan menolak perjodohan itu.

Sudah pasti pernikahan tidak akan terjadi. Dan dirinya tidak akan mengalami hal memalukan seperti ini di malam pertama pernikahan.

Ya,

'Mendadak duda.'

.

.

.

Terpopuler

Comments

Tatya Faza

Tatya Faza

jangan jangan laki2 nya itu si adam...

lanjut thor

2022-10-02

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 - Undangan Pernikahan
2 Bab 2 - Tentang Nara
3 Bab 3 - Mendadak Duda
4 Bab 4 - Nara Yang Pengertian
5 Bab 5 - Adam Keluar Kota
6 Bab 6 - Cek Kandungan
7 Bab 7 - Rambut Siapa?
8 Bab 8 - Bingung Harus Jujur
9 Bab 9 - Perihal Rambut Pirang
10 Bab 10 - Kenyataan Ini
11 Bab 11 - Pulang Ke Rumah
12 Bab12 - Menurutimu
13 Bab 13 - Keputusan Nara
14 Bab 14 - Setelah Perceraian
15 Bab 15 - Menata Hidup Kembali
16 Bab 16 - Awal Baru
17 Bab 17 - Janda Pelamar
18 Bab 18 - Pesona Janda
19 Bab 19 - Hari Pertama
20 Bab 20 - Alasan Arka
21 Bab 21 - Memberi Kesempatan
22 Bab 22 - Kehidupan Adam
23 Bab 23 - Menjodohkan Arka
24 Bab 24 - Kekasih?
25 Bab 25 - Penawaran Arka
26 Bab 26 - Mengenalkan kekasih
27 Bab 27 - Bertemu Mommy
28 Bab 28 - Kecurigaan Gio
29 Bab 29 - Puding Kenangan
30 Bab 30 - Kukis
31 Bab 31 - Kotak Makan
32 Bab 32 - Terpesona
33 Bab 33 - Nara Sakit
34 Bab 34 - Ngarep
35 Bab 35 - Tentang Nara
36 Bab 36 -Mengakhiri Hubungan
37 Bab 37 - Arka Penasaran
38 Bab 38 - Dari Saya
39 Bab 39 - Ikat Rambut
40 Bab 40 - Akal-akalan Arka
41 Bab 41 - Teman
42 Bab 42 - Pengakuan Arka
43 Bab 43 - Cinta Pertama
44 Bab 44 - Mempertegas
45 Bab 45 - Perhatian Arka
46 Bab 46 - Masih Pdkt
47 Bab 47 - Siapa Dia?
48 Bab 48 - Hampir Saja
49 Bab 49 - Ke Taman
50 Bab 50 - Percaya Padaku
51 Bab 51 - Genit
52 Bab 52 - Aku Merindukanmu
53 Bab 53 - Couple
54 Bab 54 - Butuh Waktu
55 Bab 55 - Pria Misterius
56 Bab 56 - Selalu Berdebar
57 Bab 57 - Selalu Menunggumu
58 Bab 58 - Siapa Adam?
59 Bab 59 - Pengakuan Nara
60 Bab 60 - Ketakutan Arka
61 Bab 61 - Memohon Restu
62 Bab 62 - Tukang Gombal
63 Bab 63 - Melamar
64 Bab 64 - Ingin Kembali
65 Bab 65 - Membuat Bekal
66 Bab 66 - Jujur
67 Bab 67 - Bertemu Mantan
68 Bab 68 - Bermain Api
69 Bab 69 - Bercerai
70 Bab 70 - Love Love
71 Bab 71 - Menggoda Nara
72 Bab 72 - Miss You
73 Bab 73 - Kenapa Sekarang
74 Bab 74 - Bukan Masalah
75 Bab 75 - Bujukan Arka
76 Bab 76 - Pungut
77 Bab 77 - Batal Pergi
78 Bab 78 - Kecemasan Arka
79 Bab 79 - Pesan Adam
80 Bab 80 - Hari Bahagia
81 Bab 81 - Malam Pertama
82 Bab 82 - Bulan Madu
83 Bab 83 - Doktrin Adam
84 Bab 84 - Istri Saya Sudah Menunggu
85 Bab 85 - Shoping
86 Bab 86 - Lama Pulang
87 Bab 87 - Bukan Mandul
88 Bab 88 - Tidak Percaya
89 Bab 89 - Bertemu Si Pirang
90 Bab 90 - Kembar?
91 Bab 91 - Mangga Muda
92 Bab 92 - Bertemu Mario
93 Bab 93 - Pasar Malam
94 Bab 94 - Berkelahi
95 Bab 95 - Kabar Gembira
96 Bab 96 - Bukan Anakmu
97 Bab 97 - Karma Yola
98 Bab 98 - Hasilnya
99 Bab 99 - Sumber Masalah
100 Bab 100 - Tamu
101 Bab 101 - Emosi Nara
102 Bab 102 - Kesedihan Nara
103 Bab 103 - Kelakukan Arka
104 Bab 104 - Mommy Dan Nara
105 Bab 105 - Kemping
106 Bab 106 - Mungkin Kualat
107 Bab 107 - Bertemu Mama
108 Bab 108 - Persiapan Mental
109 Bab 109 - Lahiran
110 Bab 110 - Papa Siaga
111 Bab 111 - Kembar Tiga
112 PROMO
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Bab 1 - Undangan Pernikahan
2
Bab 2 - Tentang Nara
3
Bab 3 - Mendadak Duda
4
Bab 4 - Nara Yang Pengertian
5
Bab 5 - Adam Keluar Kota
6
Bab 6 - Cek Kandungan
7
Bab 7 - Rambut Siapa?
8
Bab 8 - Bingung Harus Jujur
9
Bab 9 - Perihal Rambut Pirang
10
Bab 10 - Kenyataan Ini
11
Bab 11 - Pulang Ke Rumah
12
Bab12 - Menurutimu
13
Bab 13 - Keputusan Nara
14
Bab 14 - Setelah Perceraian
15
Bab 15 - Menata Hidup Kembali
16
Bab 16 - Awal Baru
17
Bab 17 - Janda Pelamar
18
Bab 18 - Pesona Janda
19
Bab 19 - Hari Pertama
20
Bab 20 - Alasan Arka
21
Bab 21 - Memberi Kesempatan
22
Bab 22 - Kehidupan Adam
23
Bab 23 - Menjodohkan Arka
24
Bab 24 - Kekasih?
25
Bab 25 - Penawaran Arka
26
Bab 26 - Mengenalkan kekasih
27
Bab 27 - Bertemu Mommy
28
Bab 28 - Kecurigaan Gio
29
Bab 29 - Puding Kenangan
30
Bab 30 - Kukis
31
Bab 31 - Kotak Makan
32
Bab 32 - Terpesona
33
Bab 33 - Nara Sakit
34
Bab 34 - Ngarep
35
Bab 35 - Tentang Nara
36
Bab 36 -Mengakhiri Hubungan
37
Bab 37 - Arka Penasaran
38
Bab 38 - Dari Saya
39
Bab 39 - Ikat Rambut
40
Bab 40 - Akal-akalan Arka
41
Bab 41 - Teman
42
Bab 42 - Pengakuan Arka
43
Bab 43 - Cinta Pertama
44
Bab 44 - Mempertegas
45
Bab 45 - Perhatian Arka
46
Bab 46 - Masih Pdkt
47
Bab 47 - Siapa Dia?
48
Bab 48 - Hampir Saja
49
Bab 49 - Ke Taman
50
Bab 50 - Percaya Padaku
51
Bab 51 - Genit
52
Bab 52 - Aku Merindukanmu
53
Bab 53 - Couple
54
Bab 54 - Butuh Waktu
55
Bab 55 - Pria Misterius
56
Bab 56 - Selalu Berdebar
57
Bab 57 - Selalu Menunggumu
58
Bab 58 - Siapa Adam?
59
Bab 59 - Pengakuan Nara
60
Bab 60 - Ketakutan Arka
61
Bab 61 - Memohon Restu
62
Bab 62 - Tukang Gombal
63
Bab 63 - Melamar
64
Bab 64 - Ingin Kembali
65
Bab 65 - Membuat Bekal
66
Bab 66 - Jujur
67
Bab 67 - Bertemu Mantan
68
Bab 68 - Bermain Api
69
Bab 69 - Bercerai
70
Bab 70 - Love Love
71
Bab 71 - Menggoda Nara
72
Bab 72 - Miss You
73
Bab 73 - Kenapa Sekarang
74
Bab 74 - Bukan Masalah
75
Bab 75 - Bujukan Arka
76
Bab 76 - Pungut
77
Bab 77 - Batal Pergi
78
Bab 78 - Kecemasan Arka
79
Bab 79 - Pesan Adam
80
Bab 80 - Hari Bahagia
81
Bab 81 - Malam Pertama
82
Bab 82 - Bulan Madu
83
Bab 83 - Doktrin Adam
84
Bab 84 - Istri Saya Sudah Menunggu
85
Bab 85 - Shoping
86
Bab 86 - Lama Pulang
87
Bab 87 - Bukan Mandul
88
Bab 88 - Tidak Percaya
89
Bab 89 - Bertemu Si Pirang
90
Bab 90 - Kembar?
91
Bab 91 - Mangga Muda
92
Bab 92 - Bertemu Mario
93
Bab 93 - Pasar Malam
94
Bab 94 - Berkelahi
95
Bab 95 - Kabar Gembira
96
Bab 96 - Bukan Anakmu
97
Bab 97 - Karma Yola
98
Bab 98 - Hasilnya
99
Bab 99 - Sumber Masalah
100
Bab 100 - Tamu
101
Bab 101 - Emosi Nara
102
Bab 102 - Kesedihan Nara
103
Bab 103 - Kelakukan Arka
104
Bab 104 - Mommy Dan Nara
105
Bab 105 - Kemping
106
Bab 106 - Mungkin Kualat
107
Bab 107 - Bertemu Mama
108
Bab 108 - Persiapan Mental
109
Bab 109 - Lahiran
110
Bab 110 - Papa Siaga
111
Bab 111 - Kembar Tiga
112
PROMO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!