...Romance 15. Kurcaci Biru...
Sebuah kisah romansa tidak lepas dari sebuah kebajikan dari seseorang dan Arya memiliki sistem misi kebajikan diantara nya;
Mission Of Mercy, sebuah misi belas kasih kepada sesama manusia, alam dan makhluk hidup lainnya.
Mission of Love, sebuah misi cinta atau bisa dikategorikan kesucian jiwa.
Dan, sesaat Arya memberikan sepeda motor kepada Beta. Fitur misi baru terbuka yaitu;
Mission Of Charity, sebuah misi kedermawanan yang mana sesaat Arya mendapatkan Misi itu tumpukan pemberitahuan datang.
Ding!
[Anda telah berhasil memberikan 1 US Dollar kepada seseorang. Hadiah: 10 poin.]
Ding!
[Anda telah berhasil memberikan 5 US Dollar kepada seseorang. Hadiah: 30 poin.]
Ding!
[Anda telah berhasil memberikan 10 US Dollar kepada seseorang. Hadiah: 50 poin.]
....
Ding!
[Anda telah berhasil memberikan 500 US Dollar kepada seseorang. Hadiah: 1.000 poin.]
Lalu, Arya pun mendapatkan 1.654 poin dari hadiah misi kedermawanan.
Setelah itu, misi dari Charity datang kembali.
Ding!
[Misi MOC - Memberikan 1.000 US dollar kepada seseorang. Hadiah: 2.000 Poin.]
Melihat misi itu, Arya pun mengabaikan nya sejenak lantaran suara perut yang berbunyi.
"Lebih baik, aku mencari makanan dahulu."
Lalu, Arya pun beranjak diri dan pergi ke luar. Setibanya diluar, Arya mendengar suara perbincangan.
Mendengar itu, Arya pun menghampiri suara itu yang mana melihat sosok makhluk kecil seukuran 30 cm memiliki badan seperti manusia namun, berkulit biru juga berhidung besar.
Arya sempat terkejut saat melihat beberapa makhluk itu namun, dia tersadar dan sontak memeriksa sesuatu.
"Benar seperti dugaan ku. Aku mengaktifkan fitur Magic Sense."
Fitur Magic Sense, sebuah fitur yang mampu melihat, mendengar, mengerti dan meraba makhluk halus.
"Hei! Lihatlah, rumah ini sudah bersih kembali dan hangat," ucap Makhluk biru yang terlihat lebih muda dibandingkan lainnya.
"Iya, beberapa hari yang lalu. Aku masih melihat nya tempat ini sangat kumuh," jawab makhluk biru dengan rambut coklat.
"Tempat ini seperti nya sudah di huni manusia," ucap Makhluk biru berkacamata.
"Maksud mu manusia berambut kriting?" jawab makhluk biru muda.
“Kenapa kita berkenalan saja?” sambung tanya makhluk biru dengan rambut emas panjang.
“Hm … aku tidak suka man-" jawab makhluk biru yang berekpresi judes yang terhenti saat menyadari ada sesuatu yang memegang kepalanya.
Yang mana sosok yang memegang kepala nya ialah Arya dengan senyuman lebar.
Sikap Arya itu tentu membuat semua arah pandang makhluk biru teralih kepadanya termasuk makhluk biru yang dipegang oleh Arya.
Sesaat diri nya sadar bahwa kepalanya dipegang Arya, Makhluk biru itu sontak terteriak. "Wuahh! Tolong aku!"
Selain berteriak, makhluk biru itu ingin melarikan diri namun tidak berhasil lantaran di tahan oleh Arya.
Makhluk biru yang lain juga ikut berteriak, "WUAHHH! ... Ada manusia yang bisa melihat kita!"
Mendengar respon dari para makhluk kecil biru itu, Arya hanya tertawa senang. "Hihihi ..."
"TOLONG AKU!" seru Makhluk biru yang dipegang Arya.
Arya pun tidak mendengarkan nya dan terus tertawa kecil.
Memahami sikap dari Arya, beberapa makhluk biru yang ada di depan nya membuat lingkaran dan berdiskusi sesuatu dengan suara tidak jelas.
Lalu, tidak lama mereka pun selesai berdiskusi dengan akhir makhluk biru wanita dengan rambut emas mendekati Arya.
"Permisi, wahai manusia! Kami tidak bermaksud jahat. Kami hanya bermain disini. Jadi, saya minta tolong untuk melepaskan saudara kami! Aku Mohoooonn!" ucap Makhluk biru dengan wajah yang memelas.
"Hihihi ... Tidak akan karena kalian sangat lucu dan menggemaskan!" jawab Arya dengan senyuman lebar.
Mendengar jawaban Arya membuat para makhluk biru terkejut panik.
"Eh?!"
"Apakah kita akan dibunuh? Lalu, dijadikan makanan?!" ucap panik makhluk biru berkacamata.
"Atau kita akan di bunuh lalu, dijemur dan di jadikan hiasan!" sambung panik Makhluk biru berambut cokelat.
"Atau kita akan disuruh makan bawang dan wortel!" ucap panik makhluk biru yang paling muda.
Mendengar ucapan dari makhluk biru yang muda itu membuat para makhluk biru terdiam dengan respon datar.
"Hee ..."
"...."
"..."
"Moo ... Apapun itu ... TOLONG AKU!" seru Makhluk biru di tangan Arya.
Mendengar itu, makhluk biru menjadi panik dengan sikap bingung dan gerakan berputar-putar.
Hal itu membuat Arya semakin ingin menjahilinya.
Sampai sosok makhluk biru dengan janggut putih, topi merah dan sudah terlihat paruh baya menyapa Arya. "Permisi, anak muda!"
Mendengar itu, Arya sontak menoleh kearah sumber suara dan terlihat sosok makhluk biru tua tersebut.
Melihat sosok makhluk biru tua itu, beberapa makhluk biru sontak berlari kearah nya dengan terteriak ketakutan.
"KAKEK!"
Lalu, semua makhluk biru bersembunyi di belakang makhluk biru paruh baya.
"Kalian tidak apa-apa?" tanya kakek makhluk biru.
"Iya, kami tidak apa-apa tapi ..." jawab makhluk biru wanita.
Setelah itu, makhluk biru paruh baya melihat kearah Arya dengan senyuman.
"Sangat jarang! ada manusia yang bisa melihat kami. Kami Kurcaci biru yang tinggal di hutan desa ini dan kami tidak bermaksud jahat. Bisakah anda melepaskan saudara kami?" ucap kakek kurcaci biru.
Mendengar itu, Arya pun mengerti dan memutuskan untuk tidak menjahili mereka lagi.
"Maaf, aku hanya menjahili kalian. Kalian jangan takut!" ucap Arya seraya melepaskan kurcaci biru.
Sesaat Arya melepas kurcaci biru dari tangan nya, dia sontak lari ke belakang Kakek kurcaci biru. "Kakek!"
Arya tersenyum melihat tingkah mereka. Lalu, Arya menghadap ke arah kakek kurcaci biru dengan jongkok untuk menyamakan ketinggian mereka.
"Salam kenal semua nya! Aku Arya penghuni baru di rumah ini."
Lalu, Kurcaci biru paruh baya memperkenalkan diri, "Saya Ael dan mereka adalah cucu-cucu ku, Shu, Shi, She, Sho dan Sha!" Ael pun menoleh kearah cucu-cucunya. Ayo kalian memperkenalkan diri masing-masing!"
Setelah para kurcaci melihat keramahan dari Arya. Mereka pun memperkenalkan diri mereka.
“Aku Shu,”
Shu adalah kurcaci yang mengenakan kacamata.
“Aku Shi,”
Shi adalah kurcaci yang memiliki rambut coklat dan cambang yang lebat.
“Aku She,”
She adalah kurcaci yang wanita dengan rambut emas.
“Aku Sho,”
Sho adalah kurcaci yang berwajah judes yang dipegang Arya.
“Sho, maafkan aku ya. Sekarang kita teman, bukan?!” ujar Raya.
“Iya …” jawab dingin Sho.
Setelah itu yang paling muda;
“Aku Sha,”
Sha adalah kurcaci paling muda yang tidak memiliki ciri khas.
Seusai memperkenalkan diri, mereka berjajar rapi dan memberikan hormat kepada Arya dengan membungkukkan badannya.
"Tuan Arya, terimakasih telah mengembalikan rumah dan perkebunan ini kembali seperti semula dan tidak kumuh lagi," ucap Ael.
"Iya, sama-sama."
"Maaf, Tuan Arya. Kamu permisi dulu. Jika ada waktu mampir saja ke rumah kami yang ada di hutan Sumeru ini," ucap Ael.
"Iya."
Setelah itu, Ael dan keluarga nya membungkukkan badannya lalu, pergi meninggalkan Arya.
Arya pun merespon nya dengan senyuman dan anggukan kepala.
Itulah pertemuan Arya dengan para kurcaci.
...# System Of Romance #...
Estimasi bab ini.
+ Hadiah Mission Of Charity, 1.654 poin.
+ Fitur baru:
- Mission Of Charity (MOC).
- Magic Sense.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
xin hao cu
kgk jelas ceritanya,,,,
2024-04-09
1
Nurul Hikmah
yang penting seru
2023-11-27
1
zero X
novel random ternyata
2023-05-08
0