...Romance 04. Kedatangan Paman Bayu...
Sepulang Arya dari jalan-jalan bersama Adira, dia bertemu dengan paman Bayu. Meski, Bayu bukanlah paman kandung namun, Bayu sudah dekat dengan keluarga Arya lantaran dari sekolah ayahnya Arya kerap sekali membantu biaya sekolah nya hingga dia pun menjadi pengacara.
"Hei, Arya. Apa kabar? Dan, aku turut berduka cita," ucap Bayu yang diakhiri dengan helaan nafas.
"Terimakasih, paman Bayu. Ayo masuk! Dan, Maaf jika berantakan," ucap Arya seraya membuka pintu rumah petakan nya.
Lalu, Bayu pun mengikuti langkah Arya di belakang nya.
Setelah itu, Arya pun pergi ke dapur yang sangat kecil. Sedangkan, Bayu duduk lesehan di tempat seadanya yang mana tempat tinggal Arya hanya berupa rumah petakan yang hanya memilki satu ruang dan satu kamar mandi sehingga semua jenis ruangan menyatu dalam satu ruang.
"Paman, ingin kopi atau teh? Maaf, lebih dari itu. Aku tidak punya, Hehehe ..." ucap Arya yang sedang berada di dapur kecil nya.
"Apa saja," jawab Paman Bayu.
"Oke, aku akan buatkan teh ya," sambung Arya.
"Oke."
Lalu, Arya menyeduh kan teh untuk paman nya itu dan Bayu melihat foto keluarga nya Arya.
"Aku tidak menyangka, Paman Joseph akan pergi begitu cepat dan kamu ditinggal seorang diri di sini."
Arya tidak menjawab dan hanya memberikan senyuman kecil. Seusai membuatkan teh, Arya membawa teh tersebut.
"Paman, ini teh nya!" ucap Arya seraya menaruh teh itu didekat Paman Bayu.
"Iya," jawab Paman Bayu.
Setelah itu, Arya duduk di dekat Paman Bayu.
"Jadi, ada apa tumben banget paman datang ke kota Makassar?"
Saat Arya di dekat Paman Bayu, dia pun menyadari sesuatu.
"Pakaian dan parfum ini. Mungkin kah, kamu abis berkencan?" tanya ledek senang Paman Bayu.
"Eh? tidak, aku hanya jalan-jalan. Hehehe ..." jawab Arya dengan menoleh kesamping dan tertawa kecil.
Melihat respon dari Arya, paman Bayu menggaruk cepat kepala Arya, "Hahaha ... ternyata keponakan angkat paman sudah besar."
Lalu, Arya pun merasa terganggu dengan sikap itu dan memegang tangan paman nya untuk diturunkan dari kepala nya.
"Paman, apaan sih?"
Paman Bayu pun melepaskan tangan nya dan menjawab pertanyaan Arya. "Arya, maksud kedatangan paman kesini untuk membawa ku ke NTT yang mana rumah keluarga mu sudah tidak ada yang mengisi. Sebenarnya terserah kamu, apakah saat melihat keadaan rumah disana kamu ingin menjual nya atau kah menempati nya? Tapi, jika kamu memilih tinggal. Paman akan senang."
Arya mengingat-ingat tentang rumah yang dimaksudkan oleh paman Bayu yang mana sebenarnya rumah itu merupakan rumah kakek nya Arya namun, ayah dan Ibunya Arya yang tidak berkenan dengan usaha pertanian dan peternakan. Mereka pun memutuskan untuk pergi merantau ke Makassar.
"Terimakasih, paman. Tapi, jika aku tinggal maka akan merepotkan paman dan bibi," bantah Arya.
"Aishh ... tidak . Malah jika kamu tinggal seorang diri di sini ini tanpa ada pengawasan. Aku dan Tante mu akan merasa bersalah dengan mendiang ayah dan ibumu," jawab Bayu.
Ucapan paman Bayu itu pun membuat Arya terbujuk untuk pergi dan tinggal di NTT, tempat rumah kakek nya Arya.
"Baiklah, paman. Terimakasih," jawab Arya.
Lalu keesokan harinya, Paman Bayu menemani Arya pergi ke sekolah untuk mengurusi perpindahan Arya dan dia juga berpamitan dengan kelas nya.
Beberapa teman sekelasnya terlihat berat dengan kepergian Arya terutama Adira.
Sesaat Arya meninggalkan kelas, Adira beranjak dari kursinya untuk menyusul Arya.
"Arya, tunggu!" seru Adira di lorong sekolah.
Arya yang sedang berjalan, dia pun menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Adira.
"Adira," jawab Arya dengan senyuman kecil.
Melihat langkah Arya berhenti, Adira pun sontak berlari mendekatkan jarak dengan Arya.
"Arya, kenapa kamu tidak mengabari ku?" ucap Adira yang melihat Arya dengan mata yang berkaca-kaca.
Arya pun tersenyum kecil dan melihat air mata yang jatuh ke pipinya. Lalu, dia pun mengusap nya.
"Maaf, Adira. Tapi, tenang saja. Aku pasti tetap mengabari mu melalui sosial media."
"Janji?!" jawab Adira dengan tatapan sendu.
"Iya, aku berjanji. Jadi, jangan nangis ya!" ucap Arya dengan senyuman lebar dan dia pun mengusap pelan kepala.
Adira pun sontak mengusap air mata nya dan tersenyum kembali melihat Arya.
"Arya, hati-hati dijalan!"
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Arya pun pergi meninggalkan sekolah dan dia sempat menghentikan langkah nya sejenak lalu, menoleh kebelakang.
"Adira, Aku berjanji tidak akan pernah melupakan mu. Wahai cinta pertama ku!" batin Arya.
Sesudah itu, Arya bersama Paman Bayu pergi ke Nusa Tenggara Timur
...# System Of Romance #...
Estimasi Bab ini.
Mengusap kepala, +50 poin.
Memegang pipi, +50 poin.
Paman Bayu Samudra (Reza Rahadian).
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments
Nurul Hikmah
lanjut
2023-11-27
1
Lari Ada Wibu
oh
2022-10-29
1
Gusti Ngurah
lah , pindah mendding jkt aja
2022-10-27
1