...Romance 18. Di Pagi yang cerah...
Setelah mengetahui tipe cowok Rachel, Arya yang sudah menyukai Rachel memutuskan untuk memenuhi keinginan nya. Maka dari itu, dia membeli beberapa buku dengan poin nya;
Menjadi pria tangguh, -30 poin.
Pria berkarisma, -50 poin.
Dan pemimpin yang baik, -25 poin.
Seusai membeli itu, Arya pun membaca dan memahami nya maka dari itu, setiap hari nya selalu berolahraga ringan dengan sit up, push up, lari dan sebagainya.
Arya pun melakukan itu setiap pagi sekali sebelum berangkat sekolah dan malam sebelum tidur.
Dan karena ketekunannya, MOD memberikan total hadiah poin sebesar 1.500 poin.
Selain, melakukan olahraga ringan. Arya juga lari pagi meski langit masih gelap lantaran dia hanya lari bersama-sama dengan Rachel yang memiliki kebiasaan lari pagi sebelum berangkat sekolah.
Ditengah lari pagi, sesaat melihat Rachel. Arya mempercepat laju lari nya agar menyamakan posisi nya di samping Rachel.
"Selamat pagi, kak Rachel!"
"Hei, pagi juga Arya!" jawab Rachel dengan senyuman.
Lalu itu mereka pun lari seirama tanpa bahasa sampai sejam kemudian, langkah Rachel berubah menjadi jalan.
"Arya, kita istirahat dulu!"
Arya pun merubah lari nya menjadi berjalan serta menjawab Rachel dengan anggukan kepala.
Setelah beberapa lama berjalan, mereka pun menghentikan langkahnya di taman dan Rachel meminum air kran yang ada di taman tersebut.
Air kran di pulau Sumeru sangatlah jernih hingga bisa di konsumsi.
Seusai minum, Rachel melihat kearah Arya. "Arya, kamu mau minum juga?"
Arya mengangguk kepala dan mendekatkan jarak dengan Rachel sedangkan, Rachel beranjak diri di samping Arya dan Arya pun minum di air kran tersebut.
Seusai itu, Arya mengembalikan posisi badannya menghadap Rachel.
"Jadi, apa kamu mau melanjutkan lari nya?" tanya Rachel.
"Kak Rachel, sekarang sudah jam 6. Nanti kita terlambat sekolah!"
"Oh, Iya. Hihihi ..." jawab Rachel dengan tawa kecil. "Kalau begitu, aku pamit duluan. Sampai bertemu lagi di sekolah!"
"Iya."
Momen itu bukanlah pertama kali, sejak pertemuan Rachel di UKS dan lari pagi, mereka selalu bertemu.
Namun, ada yang membuat Arya menghela nafas panjang seraya melihat sepatu yang dikenakan nya.
"Lagi-lagi aku memakai sepatu sekolah. Meski begitu, terimakasih kamu tidak rusak," gumam Arya seraya melihat sepatu nya.
Setelah itu, Arya pun melangkah kembali ke rumah nya dan ditengah perjalanan, Arya melihat Chizuru sedang membawa satu plastik telur.
"Selamat pagi, Chizuru!" sapa Arya.
Mendengar itu, Chizuru menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Arya dengan senyuman. "Selamat pagi juga Arya!"
"Kamu sedang apa?" tanya Arya.
"Aku sedang mengantar kan telur. Kalau kamu?"
"Aku sedang lari pagi."
Lalu, Arya mengambil inisiatif untuk membantu Chizuru. "Sini, Chizuru! Aku bantu!" ucap Arya seraya mengambil alih plastik yang dibawanya.
"Eh? Tidak usah. Aku tidak ingin merepotkan."
"Ah, tidak merepotkan. Lagi, kalau aku yang bawa telur ini. Langkah mu lebih cepat, bukan?"
Chizuru tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ayo kita bergegas!"
Dan, mereka pun jalan bersama. Dalam perjalanan, Chizuru sempat beberapa kali memegang hidungnya dan membuat Arya tersadar.
"Maaf, Chizuru! Mungkin badan ku sedikit bau badan dan membuat tidak nyaman," ucap Arya.
Chizuru tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Bukan itu hanya saja aku sedikit pilek."
Chizuru pun tidak ingin jujur dan tidak mau menyakiti perasaan Arya.
Lalu, mereka pun tiba di tujuan yang mana pembeli telur itu adalah pemilik dari warung sembako bernama Pak Makmur.
"Terimakasih, Chizuru, Arya!" ucap pak Makmur menerima telur dan membayar nya kepada Chizuru.
"Sama-sama, pak!"
Sesaat transaksi itu, Pak Makmur memandangi Arya dan Chizuru. "Kalian serasi. Apakah kalian pacaran?"
Arya dan Chizuru sontak panik serta salah tingkah.
"Bukan, kami hanya teman," ucap serempak Arya dan Chizuru.
Lalu, Arya dan Chizuru saling bertukar pandang disertai tawa kecil.
Melihat itu, Pak Makmur tertawa senang. "Hahaha ... kan, saya bilang. Kalian sungguh serasi. Kenapa tidak? Coba dipikirkan dulu!"
"Maaf, pak. Aku buru-buru pulang karena harus berangkat sekolah," ucap potong Chizuru yang sontak membalikkan badan dan pergi meninggalkan pak Makmur.
Lalu, Arya pun juga ikut pamit dan menyusul Chizuru.
"Chizuru, biar aku antar!" seru Arya.
Sambil berjalan, Chizuru pun menjawab nya. "Tidak usah. Nanti, Arya terlambat."
"Kamu marah?"
Chizuru terus berjalan cepat seraya menjawab pertanyaan Arya dengan menggelengkan kepalanya namun, bibir nya cemberut.
Arya pun mengerti dengan sikap Chizuru itu, "Maaf."
"Kenapa kamu minta maaf?" Lalu, Chizuru pun menghentikan langkahnya dan melihat Arya dengan tatapan tajam. "Lagi, aku sudah sampai rumah dan Arya lebih baik bergegas pulang dan bersiap untuk berangkat sekolah."
Mendengar ucapan Chizuru, Arya pun tersadar bahwa dibelakang badan Chizuru ialah rumah nya dan dia juga tidak sadar bahwa langkah jalan nya cepat.
"Hehehe ... benar juga. Sampai bertemu di Sekolah, Chizuru!" ucap Arya seraya melangkah pulang dengan melambaikan tangan.
Chizuru pun tersenyum dan membalas lambaian tangannya itu. "Iya."
Setelah itu, Arya pun berlari ke rumah. Lalu, setibanya disana dia bergegas membasuh diri dan bersiap pergi ke sekolah.
Karena Arya menolong Chizuru, dia pun mendapatkan 5 poin dari MOL.
Meskipun begitu, Arya tetap telat sampai ke sekolahnya dan dia pun mendapat hukum untuk berdiri satu kaki di luar kelas.
...# System Of Romance #...
Estimasi Bab ini.
+ Pembelian S-Book.
- Menjadi pria tangguh, -30 poin.
- Pria berkarisma, -50 poin.
- Pemimpin yang baik, -25 poin.
+ Hadiah MOD, +1.500 poin.
+ Hadiah MOL, +5 poin.
Pak Makmur (Indro)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 185 Episodes
Comments