EPISODE 5

MABAR (MAHASISWA BARU)

Hari yang dinantikan untuk kuliah pun tiba dan jadwal kuliah juga sudah didapatkan Sheina.

Ternyata sudah semua dan sekarang waktunya kerja, gumam Sheina yang telah memeriksa perlengkapan kuliahnya sebelum berangkat kerja.

Sheina sengaja membawa perlengkapan kuliahnya ke tempat kerja sebab Sheina memilih berangkat kuliah dari tempat kerja karena waktu yang dimiliki setelah pulang kerja tidak mencukupi untuk Sheina kembali pulang kerumah.

“Kapan mulai perkuliahannya, Shei?”, tanya bos yang kebetulan sudah dikantor.

“Hari ini kak”.

“Ya sudah, nanti kalau kamu ingin pulang, kamu izin ke Kinan saja”.

“Iya kak”.

Sheina kemudian membersihkan meja kerjanya.

Hmmm, aku yang datang terlalu pagi atau jamnya yang rusak bahkan sudah setengah jam berlalu pun belum ada yang datang. Demi kuliah jam masuk kerja pun jadi lebih pagi, gumam Sheina.

“Tumben kamu sudah datang biasanya begitu ingin masuk waktu absen baru muncul”, sindir Kinan yang baru tiba.

Sheina hanya diam tidak menanggapi ocehan Kinan.

“Pasti ada udang dibalik batu makanya kamu datangnya cepat, iya kan? ”, celoteh Kinan lagi.

Sheina masih diam dan fokus dengan layar ponselnya.

“Eh, anak baru apakah kamu bisu atau tuli?”, geram Kinan.

“Nama ku Sheina”.

“Terserah lah siapa nama mu”.

Sheina hanya memancungkan bibirnya kedepan dengan mengangguk anggukkan kepalanya.

“Kenapa kamu datang cepat pasti ada tujuan tertentu kan?”.

“Datang cepat salah dan datang lama juga salah memangnya mau kamu apa sih?”.

“Pasti kamu memilik tujuan tertentukan?”.

“Iya, hari ini aku sudah mulai kuliah”.

“Pantas saja, dasar penjilat”.

Kinan berlalu menuju meja kerjanya.

Hmmm, dasar bocil kepo, gumam Sheina.

“Apakah kamu sudah datang daritadi, Shei”, tanya Ayu yang baru tiba dikantor.

“Sudah kak”.

“Memangnya kapan mulai perkuliahannya?”.

“Hari ini kak”.

“Jam berapa nanti kamu pulang?”.

"Jam lima sore kak”.

“Apakah dengan waktu satu jam cukup untuk beres-beres, Shei?”.

“Insyaallah, cukup kak”.

Ayu menggangguk angguk sebagai jawabannya dengan membersihkan meja kerjanya.

Tidak berapa lama Karen,Wanda dan beberapa karyawan lainnya pun datang. Mereka kemudian menuju mejanya dan memberihkan meja kerja maisng-masing.

“Kinan, panggil yang lainnya ke ruang meeting”,pinta bos.

Kinan bangkit dari duduknya dan menuju ruangan penjualan.

“Semuanya dipanggil bos keruangan meeting, sekarang !”, seru Kinan dan berlalu menuju ruangan meeting.

“Ada apa ya kita dipanggil semua? apa penjualannya menurun? apa ada masalah lain?”, tanya Karen.

Yang lain hanya menggelengkan kepala sebagai jawabannya. Setiba diruangan para karyawan mengambil posisi masing-masing tanpa ada yang bersuara.

“Apakah semuanya sudah berada disini?” tanya bos ketika memasuki ruangan meeting.

“Sudah kak”, jawab Ayu.

“Kalian sudah tahu kan kalau besok kakak akan pergi tour ke Cina”, bos memulai percakapannya setelah mengambil posisi duduk kemudian melanjutkan ucapannya setelah menarik nafas.

“Jadi untuk dua minggu kedepan kakak harap kerja sama kalian dan selama itu kakak harap tidak ada yang mengambil cuti agar semuanya bisa terhendle. Bagi yang ingin keluar untuk mengantar tiket atau mencari makan harus melapor terlebih dahulu kepada Kinan, apakah kalian mengerti?”.

“Mengerti kak”, serentak para karyawan.

“Karen nanti kamu buat laporan jam masuk dan jam keluar kantor setelah itu berikan kepada Kinan”.

“Baik kak”.

“Khusus Sheina nanti jam pulangnya di majukan lebih cepat karena sudah masuk jam perkuliahan jadi nanti jam masuk dan pulang sheina biar Kinan yang mengurusnya .Sheina hanya perlu melapor ke Kinan ketika waktu pulang telah tiba”.

“iya kak”

“Ok, hanya itu saja dan silahkan kembali kerja”.

“Iya kak”, serentak karyawan dan bergegas menuju meja kerja masing-masing.

Mereka pun mulai fokus bekerja hingga tidak terasa jam menunjukkan waktunya pulang untuk Sheina.

Hmm, sudah sore juga waktunya beres –beres kemudian mandi setelah itu cuss pergi kuliah, gumam Sheina.

Sheina kemudian menuju ruangan Kinan setelah selesai berberes.

“Kak, Sheina mau izin pulang”.

“Ini kan masih jam lima sore”.

“Iya itu memang jam pulang Sheina selama kuliah”.

“Hmm, apakah pekerjaan kamu sudah selesai?”.

“Sudah kak”.

“Hidupkan kembali komputer kamu karena saya ingin mengecek pekerjaan kamu?”.

“Kakak bisa mengeceknya dari sistem yang kakak punya sebab semuanya terhubung ke sistem kakak”, jawab Sheina yang berlalu meninggalka inaKn dan menuju lantai atas guna membersihkan badan.

Hmmm, Kinan menghembuskan nafasnya dengan kasar sebab niat hatinya ingin mengerjai Sheina justru Sheina membuatnya kesal.

Awas kamu ,Shei, tunggu waktu nya dan kamu akan menyesal karena sudah mencari masalah dengan ku, batin Kinan.

Selesai berberes, Sheina kemudian turun ke lantai bawah.

“Hai guys, saya pergi ke kampus dulu, ya”, sapa Sheina.

“Iss, kamu kok cantik sekali, Shei”, goda Ayu.

“Maaf kak aku tidak ada uang receh”,ejek Sheina.

“Hahaha, kampret kamu, Shei”.

Sheina bergegas menuju motornya.

Kok deg deg an ya, apakah akan ada drama lagi ketika dikampus, batin Sheina.

Sheina melajukan motornya dengan kecepatan sedang dan hanya membutuhkan waktu dua puluh menit untuk Sheina tiba di pelataran kampus.

Sheina kemudian menuju parkiran kemudian menitipkan helmnya di tempat parkir.

Drt drt drt.

Pertanda ada panggilan masuk.

Hmmm, nomor siapa lagi ini kenapa banyak sekali nomor baru yang masuk dikontak ku, gumam Sheina.

“Assalamualaikum, maaf,ini dengan siapa?”, salam Sheina ketika panggilan telah terkonfirmasi.

“Waalaikumussalam, apakah nomorku telah kamu hapus, Shei”, jawab Dave.

Hmmm, Sheina menghembuskan nafasnya kasar.

“Memangnya ada apa?”.

“Shei,aku mau tanya dimana ruangannya?”.

“Ruangan apa?”.

“Ruangan kelasnya sebab kekasihku satu kelas dengan mu”.

“Hmm, dijadwal kuliah kan sudah tertera untuk ruangannya”.

“Jadwalnya tertinggal, Shei, dan kekasihku tidak mengingat ruangannya”.

“Hmmm, mungkin itu k*palanya kalau tidak lengket juga akan tertinggal”.

“Shei”.

“Hmmm, ruang 13”.

“Ok, terima kasih, Shei, ***.....”.

Tut tut tut.

Sheina memutuskan panggilannya sepihak tanpa mendengar salam dari Dave.

Tidak di kantor dan tidak dikampus lagi –lagi drama, gumam Sheina yang berjalan menuju ruangan.

“Assalamualaikum”, salam Sheina ketika memasuki ruangan kelas.

Dan ternyata sudah banyak mahasiswa didalamnya yang sedang menunggu dosen pengampuh mata kuliah.

“Waalaikumussalam”, serentak mahasiswa yang ada didalam ruang kelas.

“Eh, Shei, sini”, panggil Ratu dan Sri bersamaan.

Sheina menggangguk dan bergegas menuju mereka. Sheina bertemu dengan Sri dan Ratu dan kebetulan mereka satu kelas sehingga mereka langsung dekat tanpa merasa canggung

“Ternyata kita satu kelas, dunia ini sempit, ya”, oceh Sri.

“Hahaha”, balas Ratu.

“Assalamualaikum”,salam mahasiswi yang baru masuk ruang kelas.

“Waalaikumussalam”,serentak mahasiswa yang didalam ruangan.

“Eh, itu kan Nadia? , ternyata dia juga satu kelas dengan kita”,tunjuk Sri ketika

menoleh kebelakang.

“Biarkan saja”, tambah Ratu.

“Eh, wak, apakah kamu membawa motor?”, tanya Ratu.

Sheina hanya mengangguk angguk sebagai jawabannya.

“Apakah boleh kalau nanti pulang kuliah aku numpang denganmu?”.

Sheina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

“Kamu kenapa, wak, muka kok seperti kanebo kering”, tanya Ratu.

“Bukan kanebo kering neng tetapi kolor baru”, tambah Sri.

“Hahaha”, Ratu dan Sri tertawa bersama.

Sheina hanya diam tak bergeming.

“Assalamualaikum”, salam dosen pengampuh mata kuliah yang kebetulan masuk keruangan.

“Waalaikumussalam”, serentak mahasiswa.

“Baik kakak-kakak, abang-abang yang cantik dan yang tampan. Perkenalkan nama saya Doni Pramudia dan mata kuliah yang saya ampuh adalah Pengantar Manajemen. Apakah ada pertanyaan yang lain?”.

“Pak bagaimana untuk jam masuknya dan apa konsekuensi bila terlambat”, tanya Ratu.

“Apakah disini semuanya bekerja?”.

“Iya pak”, serentak mahasiswa.

“Ok, jam masuk kita mundurkan setengah jam dari jam yang ada dijadwal kuliah dan untuk keterlambatan maximal sepuluh menit, apabila lebih dari itu maka tidak diperkenankan mengikuti jam pelajaran saya. Bagaimana? apakah kalian setuju?”.

“Setuju pak”.

“Baik, ada pepatah mengatakan’ tak kenal maka tak sayang’ jadi sebaiknya kita saling mengenal dahulu agar bisa disayang-sayang. Kali saja dapat adek sayang atau abang sayang setelah perkenalan ini”.

“Hahaha”, beberapa mahasiswa tertawa.

“Baik dimulai dari absen dan yang saya panggil silahkan maju kedepan kelas untuk memperkenalkan diri kalian, paham”.

"Paham pak”, serentak mahasiswa.

Bel pun berbunyi menandakan berakhirnya mata kuliah.

“Apakah semuanya sudah diabsen?”

“Sudah pak”.

“Baik, sekian dari saya dan saya akhiri dengan assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”.

“Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh”.

“Wak, kamu pergi ke Mesjid apa tidak?”, tanya Ratu.

“Iya”, jawab Sheina.

“Aku izin, neng, biasa”, Sri cengar cengir.

Ratu dan Sheina bergegas meninggalkan ruangan.

“Ratu”, panggil Nadia.

“Iya”.

“Kamu ingin pergi kemana?”.

“Ke Mesjid”.

“Apakah aku boleh ikut bareng?”.

Ratu mengalihkan pandangannya ke Sheina meminta persetujuan.

Sheina menganggukkan kepalanya.

“Ya sudah, ayok”.

“Wak, kamu kenapa?”, tanya Ratu.

“Tidak apa-apa”.

“Apakah ada masalah dengan..”.

Sheina seketika menutup mulut Ratu dan mengedipkan sebelah matanya.

Seketika mulut Ratu membentuk huruf “o”.

“Nad, apakah kamu ingin sholat duluan atau tidak?”, tanya Ratu.

“Aku duluan saja”.

“Ya sudah, kalau begitu kami menunggu disini”.

“Wak, memangnya kenapa?”, tanya Ratu ketika Nadia telah berlalu memasuki Mesjid untuk sholat magrib.

“Kekasihnya Dave satu kelas dengan kita dan aku tidak tahu siapa orangnya?”.

“Apakah kamu mencurigai Nadia?”.

“Tidak sih, cuma aku tidak mau ada yang mengetahui tentang Dave selain kamu makanya kalau kita tidak berdua jangan membahas tentang Dave”.

“Ok ok, tetapi kamu tahu darimana kalau kekasihnya Dave satu kelas dengan kita?”.

“Dari Dave”.

“Hmmm, memangnya kalau kamu tahu siapa kekasihnya kamu ingin berbuat apa?”.

“Ingin aku cincang”.

“Horor, wak”.

“Hahaha”.

“Pada ketawa tentang apa sih, kok sampai segitunya”, sela Nadia yang baru datang.

“Eh, Nad ,apakah kamu sudah selesai?”.

“Sudah”.

“Ya sudah, kami sholat dulu ya”.

Nadia hanya menganggukkan kepala sebagai jawabannya. Ratu dan sheina bergegas sholat magrib.

“Ayok, Nad”, ajak Ratu yang telah selesai sholat.

“Iya”.

Mereka pun bergegas meninggalkan Mesjid dan menuju ke ruang kelas selanjutnya untuk mengikuti mata kuliah berikutnya.

Episodes
1 EPISODE 1
2 EPISODE 2
3 EPISODE 3
4 EPISODE 4
5 EPISODE 5
6 EPISODE 6
7 EPISODE 7
8 EPISODE 8
9 EPISODE 9
10 EPISODE 10
11 EPISODE 11
12 EPISODE 12
13 EPISODE 13
14 EPISODE 14
15 EPISODE 15
16 EPISODE 16
17 EPISODE 17
18 EPISODE 18
19 EPISODE 19
20 EPISODE 20
21 EPISODE 21
22 EPISODE 22
23 EPISODE 23
24 EPISODE 24
25 EPISODE 25
26 EPISODE 26
27 EPISODE 27
28 EPISODE 28
29 EPISODE 29
30 EPISODE 30
31 EPISODE 31
32 EPISODE 32
33 EPISODE 33
34 EPISODE 34
35 EPISODE 35
36 EPISODE 36
37 EPISODE 37
38 EPISODE 38
39 EPISODE 39
40 EPISODE 40
41 EPISODE 41
42 EPISODE 42
43 EPISODE 43
44 EPISODE 44
45 EPISODE 45
46 EPISODE 46
47 EPISODE 47
48 EPISODE 48
49 EPISODE 49
50 EPISODE 50
51 EPISODE 51
52 EPISODE 52
53 EPISODE 53
54 EPISODE 54
55 EPISODE 55
56 EPISODE 56
57 EPISODE 57
58 EPISODE 58
59 EPISODE 59
60 EPISODE 60
61 EPISODE 61
62 EPISODE 62
63 EPISODE 63
64 EPISODE 64
65 EPISODE 65
66 EPISODE 66
67 EPISODE 67
68 EPISODE 68
69 EPISODE 69
70 EPISODE 70
71 EPISODE 71
72 EPISODE 72
73 EPISODE 73
74 EPISODE 74
75 EPISODE 75
76 EPISODE 76
77 EPISODE 77
78 EPISODE 78
79 EPISODE 79
80 EPISODE 80
81 EPISODE 81
82 EPISODE 82
83 EPISODE 83
84 EPISODE 84
85 EPISODE 85
86 EPISODE 86
87 EPISODE 87
88 EPISODE 88
89 EPISODE 89
90 EPISODE 90
91 EPISODE 91
92 EPISODE 92
93 EPISODE 93
94 EPISODE 94
95 EPISODE 95
Episodes

Updated 95 Episodes

1
EPISODE 1
2
EPISODE 2
3
EPISODE 3
4
EPISODE 4
5
EPISODE 5
6
EPISODE 6
7
EPISODE 7
8
EPISODE 8
9
EPISODE 9
10
EPISODE 10
11
EPISODE 11
12
EPISODE 12
13
EPISODE 13
14
EPISODE 14
15
EPISODE 15
16
EPISODE 16
17
EPISODE 17
18
EPISODE 18
19
EPISODE 19
20
EPISODE 20
21
EPISODE 21
22
EPISODE 22
23
EPISODE 23
24
EPISODE 24
25
EPISODE 25
26
EPISODE 26
27
EPISODE 27
28
EPISODE 28
29
EPISODE 29
30
EPISODE 30
31
EPISODE 31
32
EPISODE 32
33
EPISODE 33
34
EPISODE 34
35
EPISODE 35
36
EPISODE 36
37
EPISODE 37
38
EPISODE 38
39
EPISODE 39
40
EPISODE 40
41
EPISODE 41
42
EPISODE 42
43
EPISODE 43
44
EPISODE 44
45
EPISODE 45
46
EPISODE 46
47
EPISODE 47
48
EPISODE 48
49
EPISODE 49
50
EPISODE 50
51
EPISODE 51
52
EPISODE 52
53
EPISODE 53
54
EPISODE 54
55
EPISODE 55
56
EPISODE 56
57
EPISODE 57
58
EPISODE 58
59
EPISODE 59
60
EPISODE 60
61
EPISODE 61
62
EPISODE 62
63
EPISODE 63
64
EPISODE 64
65
EPISODE 65
66
EPISODE 66
67
EPISODE 67
68
EPISODE 68
69
EPISODE 69
70
EPISODE 70
71
EPISODE 71
72
EPISODE 72
73
EPISODE 73
74
EPISODE 74
75
EPISODE 75
76
EPISODE 76
77
EPISODE 77
78
EPISODE 78
79
EPISODE 79
80
EPISODE 80
81
EPISODE 81
82
EPISODE 82
83
EPISODE 83
84
EPISODE 84
85
EPISODE 85
86
EPISODE 86
87
EPISODE 87
88
EPISODE 88
89
EPISODE 89
90
EPISODE 90
91
EPISODE 91
92
EPISODE 92
93
EPISODE 93
94
EPISODE 94
95
EPISODE 95

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!