Yura terus menunduk sembari berjalan di belakang Jerry. Bagaimana tidak, dari tadi banyak mata melihat ke arahnya. Memandangnya dengan kagum.
Yaa, mengagumi wajah manisnya yang tidak bosan dipandang, belum lagi tinggi badannya yang semampai membuat dia semakin anggun bak seorang model. Walaupun sebenarnya Jerry masih sedikit lebih tinggi dari Yura. Hehehe.
Dan satu hal lagi yang membuat orang-orang disana kagum adalah karena Yura merupakan calon istri Jerry, seorang CEO Jerryan Corps.
Yaa semua sudah tau tentang rencana pernikahan Jerry. Dan Jerry pula yang mengumumkan itu kepada semua karyawannya. Tentunya tidak secara langsung, namun dia mengumumkan melalui Wakilnya dan Wakilnya yang mengumumkan melalui Grup Jerryan Corps. Hufftt.. Ribet ya.. Ya begitulah.
Dua Minggu yang lalu..
"Mohon perhatian, mengingat sudah tiga bulan ini posisi sebagai Sekretaris Pribadi Pak Jerry kosong, dan itu membuat saya sangat kerepotan, maka dari itu hari ini saya memberitahukan bahwa Dua Minggu lagi posisi Sekretaris Pribadi akan ditempati oleh seorang gadis, yang tidak lain adalah calon istri dari Pak Jerry. Demikian pemberitahuan resmi ini disampaikan" begitulah isi pengumuman yang disampaikan Gerald Ryando, Wakil Direktur yang juga sahabat sejati Jerry.
"Selamat datang, Pak Jerry dan Bu..." sapa Ryan melihat kedatangan Jerry dan Yura.
"Nama saya Cyntiara Jenya, biasa dipanggil Yura" kata Yura dengan senyum manisnya.
"Bu Yura.. Nama yang cantik, secantik orangnya" balas Ryan sambil menjabat tangan Yura.
"Ehemm.. Ryan, jaga matamu, ingat dia calon istriku" kata Jerry dengan datar.
"Iya iya, Pak, maaf. Jangan cemburu gitu donk", goda Ryan kepada Jerry.
"Cemburu katamu?!" kesal Jerry.
Yura hanya menggeleng sambil tertawa kecil.
"Ryan, kamu antarkan dia ke meja dan kursinya dan beritahu dia apa saja yang menjadi pekerjaannya"
"Namanya Yura, Pak Jerry. Bukan dia", jawab Ryan sambil terkekeh.
"Siapapun namanya, antarkan dia dan beritahu dia" kata Jerry lagi.
"Astaga, saya pikir setelah mendapat calon istri secantik ini dan akan menjadi sekretaris pribadinya, sifat Jerry melunak, ternyata sama saja, malah semakin membatu", batin Ryan.
Sore harinya..
"Saya tunggu kamu di lobby kantor sekarang" kata Jerry melalui telepon.
"Astaga pria galak ini. Bahkan dia tidak pernah mengucapkan Halooo dan tidak pernah menyebut namaku", batin Yura.
"Kita mau kemana?" tanya Yura kepada Jerry ketika mereka sudah berada dalam mobil.
"Ke showroom. Beli mobil untukmu. Anggap saja ini sebagai ganti mobil kamu yang saya tabrak beberapa hari yang lalu", jawab Jerry dengan datar.
"Tapi kamu jangan berpikir bahwa aku mulai menyukai dan menerimamu sebagai calon istriku. Ingat ini hanya perjodohan. Sama sepertimu, aku pun menerima perjodohan ini demi Papa dan Mamaku. Aku sama sekali tidak menyukaimu. Dihatiku hanya ada satu nama, yaitu Fely. Walaupun kami sudah putus tapi aku akan tetap mengejar dia", kata Jerry lagi.
"Aku pun tidak mungkin menjadi supir pribadimu yang akan menjemput dan menghantarmu setiap hari. Aku tidak suka dengan wanita manja", Seru Jerry lagi.
Yura hanya diam dan mengangguk mendengar kata-kata Jerry.
Hatinya merasa sakit mendengar setiap ucapan Jerry barusan.
"Aku harus sabar", batin Yura.
Dua Jam kemudian..
"Ini kunci mobil kamu dan surat-suratnya. Kamu bisa pulang sekarang. Ingat besok kembali bekerja", kata Jerry kepada Yura.
"Terimakasih", jawab Yura.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 173 Episodes
Comments