AHIS 5

Cinta tidak bisa di miliki itu memang sakit, tetapi memiliki tanpa di cintai itu sangat menyakitkan.

***

Bel tanda istirahat pun berbunyi, Dena sudah merapihkan alat tulisnya karena dia ingin pergi ke kantin bersama Ocha dan Mila.

“Lu mau kemana?” tanya Dastan.

“Kita bahkan tidak saling mengenal terus kenapa lu nanya sama gue?” tanya Dena dengan ketus.

“Kenapa lu judes banget sih, kita akan sering bertemu mulai hari ini Dena.” Ucap Dastan membuat Dena terkejut karena Dastan mengetahui namanya.

“Lu kok bisa tau nama gue?!” tanya Dena yang mulai waspada bahkan Dena melangkah mundur.

“Hahaha, lu ketakutan karena gue tau nama lu dari name tag lu? Terus kemana Dena yang tadi ketus sama gue?” tanya Dasta dengan tawa yang puas.

Dena melihat name tag miliknya dan jelas tertera namanya di saja, lalu Dena segera menatap tajam ke arah Dastan.

“Gila lu!” ketus Dena.

Ocha dan Mila menoleh saat mendengar Dena mengatakan Dastan gila, lalu keduanya segera menghampiri Dena.

“Den ada apa?” tanya Mila.

“Tau nih orang gila!” ketus Dena sambil menatap tajam ke arah Dastan.

“Gue ga gila kok, gue kan ga punya temen di sini jadi gue mau ikut kalian emang salah?” tanya Dastan dengan wajah memelas.

Melihat wajah memelas Dastan membuat Mila luluh dan menatap sendu ke arah Dastan.

“Ih kasihan sekali kamu Dastan, ayo bareng kita aja.” Ucap Mila seperti terhipnotis.

“Apaan sih Mil! Lu kok jadi ngomong aku kamu begitu, jijik deh!” ketus Ocha.

“Lagian kalian jahat banget sih orang anak barunya pengen deket sama kita juga.” Ucap Mila.

“Hari ini gue yang traktir sebagai tanda pertemanan kita gimana? Soalnya yang lain kayaknya ga se asik kalian bertiga.” Ucap Dastan.

Mendengar kata traktir membuat ketiga sahabat itu saling menatap, mereka bertiga tergiur, walaupun uang jajan mereka cukup tapi kalau ada yang gratis kenapa engga.

“Baiklah ayo ikut kami, tapi lu harus tau dulu nama-nama kita.” Ucap Ocha.

“Dia Dena, Denada Pramadita, gue Ocha Ocha Saraswati, dia Mila Mila Nuraini.”  Ucap Ocha

mengenalkan satu per satu.

“Gue Dastan, Dastan Wijaya.” Ucap Dastan sambil tersenyum.

Namun senyumannya hanya terpusat pada Dena seorang, sepertinya Dena sudah membuat Dastan tertarik kepadanya sejak pertama kali bertemu.

Akhirnya mereka ber-empat berjalan ke kantin melewati kelas lain yang sedang berbisik membicarakan ketampanan Dastan, bagaimana mereka bisa tau? Tentu saja karena bisikan mereka terlalu kencang untuk di bilang sebuah bisikan.

“Lu tenar banget sih kayaknya Dastan! Semua cewek di sini pada ngomongin lu tuh.” Ucap Ocha.

“Ya bagus lah! Berarti sebentar lagi dia udah ga bareng kita soalnya udah banyak temennya.” Sahut Dena.

“Kamu jangan terlalu membenciku begitu, nanti suka loh.” Ucap Dastan.

Dena hanya bergidik ngeri mendengar ucapan Dastan yang terlalu berlebihan menurutnya.

***

Singkat cerita, hubungan pertemanan Dena, Dastan,Ocha dan Mila semakin dekat seiring berjalannya waktu, mereka ber empat selalu kemana-mana bersama dan Dastan yang memang menyukai Dena sejak awal pertemuan mereka memutuskan untuk menyatakan perasaannya.

Dan Dena menerimanya karena selama ini Dena merasa nyaman berada di dekat Dastan, namun awalnya Dena tidak tau siapa Dastan sebenarnya karena dia hanya tau kalau ibu Dastan adalah seorang dokter dan ayahnya seorang pengusaha, namun seiring berjalannya waktu, Dena akhirnya mengetahui kalau orang tua Dastan adalah orang yang menggantikan orang tua Irham untuk bertanggung jawab kepada panti asuhannya.

Dena memutuskan untuk membuka hatinya karena sejak dia memilik ponsel, Dena sudah sering menghubungi Irham namun Irham tidak pernah menjawab dan bahkan saat Dena bisa menemukan akun media social milik Irham, dia sering mengupload foto dengan seorang wanita cantik dan bertubuh sexy.

Tentu saja Ocha dan Mila sangat mendukung hubungan Dena dan Dastan karena mereka tau sejak kecil cinta Dena kepada Irham hanya bertepuk sebelah tangan, sedangkan Dastan selalu menghibur Dena dan selalu ada di saat Dena sedang berada dalam kesulitan.

Hubungan mereka terjalin dengan sangat indah, bahkan di sekolahnya mereka mendapat cap couple goals karena keromantisan mereka namun masih dalam batas wajar, bahkan para guru ikut salah tingkah saat Dastan sudah melakukan hal romantis kepada Dena.

Dena juga tidak pernah protes dengan perlakuan Dastan, Dastan sering memayungkan Dena dengan jas almamaternya saat hujan turun, Dastan juga sering melindungi Dena dari matahari dengan berdiri di sebelah Dena agar kekasihnya itu tidak kepanasan.

Keduanya juga bersekolah di SMA yang sama, begitu juga dengan Ocha dan Mila, sampai akhirnya saat kelulusan tiba-tiba saja Dastan memberikan kabar yang membuat Dena seperti sedang terjun bebas dari atas pesawat yang sedang mengudara.

“A-apa maksudnya Dastan?” tanya Dena.

“Dena, aku akan berkuliah di Paris, aku akan menggapai cita-citaku Dena.” Ucap Dastan dengan semangat.

“Aku tau kamu semangat untuk pergi ke Paris, tapi apa kamu pernah memikirkan bagaimana perasaanku saat kamu pergi?” tanya Dena.

Dastan terdiam sejenak, dia hanya memikirkan cita-citanya saja tanpa memikirkan bagaimana perasaan Dena, tapi mau bagaimana lagi Dastan sudah sejak dulu memimpikan cita-citanya untuk berkuliah di Paris.

“Tapi Dena, aku sangat ingin berkuliah di Paris, aku tidak ingin kalah dengan kakak sepupuku.” Ucap Dastan.

Ya, selama ini Dastan selalu menceritakan sepupunya kepada Dena, hanya saja Dastan tidak pernah menyebutkan nama sepupunya, begitu juga dengan Dena yang tidak perduli dengan siapa sepupu Dastan.

“Kenapa semuanya harus serba sepupumu sih? Aku ini apa bagimu?” tanya Dena.

“Jangan egois Dena! Kamu tau kalo aku dari dulu tidak ingin kalah dari kakak sepupuku, dia selalu di banggakan oleh orang tuaku dan mebandingkanku dengannya, sekarang aku akan berkuliah di kampus yang sama dengan kakak sepupuku dan aku tidak mungkin membatalkannya.” Jelas Dastan.

Dena juga tau kalau Dastan sangat terpacu untuk melebihi sepupunya yang tidak lain adalah Irham, tapi Dena tidak tau kalau Dastan akan pergi sangat jauh sama seperti Irham meninggalkannya dulu.

“Atau kamu ikut denganku saja, aku yang akan membiayai kebutuhanmu di sana.” Ucap Dastan.

“Tidak! Aku tidak mau menjadi benalu dalam hidupmu Dastan! Kamu pergilah, dan aku akan kuliah di sini sambil bekerja.” Ucap Dena.

“Apa benar-benar tidak masalah jika aku pergi?” tanya Dastan.

“Tidak apa, aku akan menunggumu dan aku akan sering menghubungimu.” Jawab Dena.

“Terimakasih karena sudah mengerti diriku Dena!” seru Dastan sambil mencium kening Dena dengan lembut.

Setelah berbicara, mereka berdua memutuskan untuk mencari makan di luar karena keduanya sama-sama di landa kelaparan.

Di sepanjang jalan, Dena hanya melihat ke luar jendela mobil tanpa bicara apapun, padahal biasanya Dena lah yang paling sering bicara.

Saat itu Dastan juga tidak memulai pembicaraan karena dia tau kalau Dena sedang memikirkan tentang kepergiannya.

“Dulu kak Irham pergi begitu saja lalu dia melupakan aku dan memiliki kekasih, apakah sekarang Dastan juga akan melupakan aku dan memiliki kekasih baru di sana?” gumam Dena di dalam hatinya.

Dena terus saja berfikiran yang tidak-tidak karena dia sudah trauma dengan kepergian Irham waktu itu, dan sekarang dia juga akan di tinggalkan oleh sepupu dari laki-laki yang dulu pernah dia sukai.

FLASHBACK END.

Hai kakak-kakak semuanya, terimakasih karena sudah mampir di novel author yang ke sekian ini, semoga kakak-kakak semua suka dengan cerita yang author buat kali ini ya...

Jangan lupa tinggalkan jejak lewat like, komentar, dan vote novel author sebagai dukungan dan penyemangat author untuk melanjutkan setiap babnya...

Selamat membaca, Saranghaeee~

Episodes
1 AHIS 1
2 AHIS 2
3 AHIS 3
4 AHIS 4
5 AHIS 5
6 AHIS 6
7 AHIS 7
8 AHIS 8
9 AHIS 9
10 AHIS 10
11 AHIS 11
12 AHIS 12
13 AHIS 13
14 AHIS 14
15 AHIS 15
16 AHIS 16
17 AHIS 17
18 AHIS 18
19 AHIS 19
20 AHIS 20
21 AHIS 21
22 AHIS 22
23 AHIS 23
24 AHIS 24
25 AHIS 25
26 AHIS 26
27 AHIS 27
28 AHIS 28
29 AHIS 29
30 AHIS 30
31 AHIS 31
32 AHIS 32
33 AHIS 33
34 AHIS 34
35 AHIS 35
36 AHIS 36
37 AHIS 37
38 AHIS 38
39 AHIS 39
40 AHIS 40
41 AHIS 41
42 AHIS 42
43 AHIS 43
44 AHIS 44
45 AHIS 45
46 AHIS 46
47 AHIS 47
48 AHIS 48
49 AHIS 49
50 AHIS 50
51 AHIS 51
52 AHIS 52
53 AHIS 53
54 AHIS 54
55 AHIS 55
56 AHIS 56
57 AHIS 57
58 AHIS 58
59 AHIS 59
60 AHIS 60
61 AHIS 61
62 AHIS 62
63 AHIS 63
64 AHIS 64
65 AHIS 65
66 AHIS 66
67 AHIS 67
68 AHIS 68
69 AHIS 69
70 AHIS 70
71 AHIS 71
72 AHIS 72
73 AHIS 73
74 AHIS 74
75 AHIS 75
76 AHIS 76
77 AHIS 77
78 AHIS 78
79 AHIS 79
80 AHIS 80
81 AHIS 81
82 AHIS 82
83 AHIS 83
84 AHIS 84
85 AHIS 85
86 AHIS 86
87 AHIS 87
88 AHIS 88
89 AHIS 89
90 AHIS 90
91 AHIS 91
92 AHIS 92
93 AHIS 93
94 AHIS 94
95 AHIS 95
96 AHIS 96
97 AHIS 97
98 AHIS 98
99 AHIS 99
100 AHIS 100
101 AHIS 101
102 AHIS 102
103 AHIS 103
104 AHIS 104
105 AHIS 105
106 AHIS 106
107 AHIS 107
108 AHIS 108
109 AHIS 109
110 AHIS 110
111 AHIS 111
112 AHIS 112
113 AHIS 113
114 AHIS 114
115 AHIS 115
116 AHIS 116
117 AHIS 117
118 AHIS 118
119 AHIS 119
120 AHIS 120
121 AHIS 121
122 AHIS 122
123 AHIS 123
124 AHIS 124
125 AHIS 125
126 AHIS 126
127 AHIS 127
128 AHIS 128
129 AHIS 129
130 AHIS 130
131 AHIS 131
132 AHIS 132
133 AHIS 133
134 AHIS 134
135 AHIS 135
136 AHIS 136
137 AHIS 137
138 AHIS 138
139 AHIS 139
140 AHIS 140
141 AHIS 141
142 AHIS 142
143 AHIS 143
144 BAB 144
145 BAB 145
146 BAB 146
147 BAB 147
148 BAB 148
149 BAB 149
150 BAB 150
151 BAB 151
152 PENGUMUMAN NOVEL BARU
153 BAB 152 (OCHA & DARIAN)
154 BAB 153 (DARIAN DAN OCHA)
155 BAB 154
156 BAB 155
157 BAB 156
158 BAB 157
159 BAB 158
160 BAB 159
161 BAB 160
162 BAB 161
163 BAB 162
164 BAB 163
165 BAB 164
166 BAB 165
Episodes

Updated 166 Episodes

1
AHIS 1
2
AHIS 2
3
AHIS 3
4
AHIS 4
5
AHIS 5
6
AHIS 6
7
AHIS 7
8
AHIS 8
9
AHIS 9
10
AHIS 10
11
AHIS 11
12
AHIS 12
13
AHIS 13
14
AHIS 14
15
AHIS 15
16
AHIS 16
17
AHIS 17
18
AHIS 18
19
AHIS 19
20
AHIS 20
21
AHIS 21
22
AHIS 22
23
AHIS 23
24
AHIS 24
25
AHIS 25
26
AHIS 26
27
AHIS 27
28
AHIS 28
29
AHIS 29
30
AHIS 30
31
AHIS 31
32
AHIS 32
33
AHIS 33
34
AHIS 34
35
AHIS 35
36
AHIS 36
37
AHIS 37
38
AHIS 38
39
AHIS 39
40
AHIS 40
41
AHIS 41
42
AHIS 42
43
AHIS 43
44
AHIS 44
45
AHIS 45
46
AHIS 46
47
AHIS 47
48
AHIS 48
49
AHIS 49
50
AHIS 50
51
AHIS 51
52
AHIS 52
53
AHIS 53
54
AHIS 54
55
AHIS 55
56
AHIS 56
57
AHIS 57
58
AHIS 58
59
AHIS 59
60
AHIS 60
61
AHIS 61
62
AHIS 62
63
AHIS 63
64
AHIS 64
65
AHIS 65
66
AHIS 66
67
AHIS 67
68
AHIS 68
69
AHIS 69
70
AHIS 70
71
AHIS 71
72
AHIS 72
73
AHIS 73
74
AHIS 74
75
AHIS 75
76
AHIS 76
77
AHIS 77
78
AHIS 78
79
AHIS 79
80
AHIS 80
81
AHIS 81
82
AHIS 82
83
AHIS 83
84
AHIS 84
85
AHIS 85
86
AHIS 86
87
AHIS 87
88
AHIS 88
89
AHIS 89
90
AHIS 90
91
AHIS 91
92
AHIS 92
93
AHIS 93
94
AHIS 94
95
AHIS 95
96
AHIS 96
97
AHIS 97
98
AHIS 98
99
AHIS 99
100
AHIS 100
101
AHIS 101
102
AHIS 102
103
AHIS 103
104
AHIS 104
105
AHIS 105
106
AHIS 106
107
AHIS 107
108
AHIS 108
109
AHIS 109
110
AHIS 110
111
AHIS 111
112
AHIS 112
113
AHIS 113
114
AHIS 114
115
AHIS 115
116
AHIS 116
117
AHIS 117
118
AHIS 118
119
AHIS 119
120
AHIS 120
121
AHIS 121
122
AHIS 122
123
AHIS 123
124
AHIS 124
125
AHIS 125
126
AHIS 126
127
AHIS 127
128
AHIS 128
129
AHIS 129
130
AHIS 130
131
AHIS 131
132
AHIS 132
133
AHIS 133
134
AHIS 134
135
AHIS 135
136
AHIS 136
137
AHIS 137
138
AHIS 138
139
AHIS 139
140
AHIS 140
141
AHIS 141
142
AHIS 142
143
AHIS 143
144
BAB 144
145
BAB 145
146
BAB 146
147
BAB 147
148
BAB 148
149
BAB 149
150
BAB 150
151
BAB 151
152
PENGUMUMAN NOVEL BARU
153
BAB 152 (OCHA & DARIAN)
154
BAB 153 (DARIAN DAN OCHA)
155
BAB 154
156
BAB 155
157
BAB 156
158
BAB 157
159
BAB 158
160
BAB 159
161
BAB 160
162
BAB 161
163
BAB 162
164
BAB 163
165
BAB 164
166
BAB 165

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!