"AAAHHHHHHH...!!!!" Zhao Pang menjerit kesakitan, dia menangis ketakutan.
Darah menyembur deras dari bagian tubuhnya yang terpotong. Zhao Pang bahkan mulai terjatuh dari kudanya dan berguling kesakitan.
"AAAAHHHHHHH..!!! Ampun, tolong ampuni saya tolong !!!" Zhao Pang memohon sambil menangis.
Qin Xin masih acuh, dia mengambil botol labu dari cincin spasial miliknya, membuka tutup botol labu itu dan mulai meneguk minuman didalamnya.
"Gulp.., Gulp..." air memasuki tenggorokannya, Qin Xin mulai menikmati minumannya seusai kenyang makan.
"Ssss-senior..." Tuan Chang An mulai turun dari kudanya dan bersujud didepan Qin Xin.
Aura tajam dan dominan keluar dari tubuh Qin Xin, aura itu menekan dengan tirani.
"Senior... Mohon ampuni kami..!!" Chang An gugup, dan melakukan kowtow beberapa kali hingga kepalanya berdarah dan terus memohon ampun kepada Qin Xin.
Qin Xin masih acuh dan terus menikmati minumannya. Auranya masih menekan dengan sombong.
"Senior !!! Aku minta maaf !! Aaahhh.. maaf Senior, Zhao pang ini telan lancang, mohon ampuni kami.." Teriak Zhao Pang, menangis kesakitan.
Zhao pang ketakutan. Dia belum pernah merasakan Tekanan yang begitu dominan, seolah gravitasi menjadi lebih berat dan berat setiap detiknya, itu membuatnya makin kesakitan.
Pertama kali dalam hidupnya dia jatuh sampai keadaan ini, namun dia tidak bisa terus angkuh dan sombong, lawannya kali ini seorang Ahli yang bahkan lebih kuat daripada orang terkuat di Kekaisaran Hong Yumao, dia harus membuang harga dirinya jika ingin nyawanya terselamatkan.
"Mohon Ampun Senior..." Chang An dalam dilema besar, dia hanya bisa memohon ampun berharap pemuda tampan didepannya mengampuni mereka.
Chang An berulang kali mengutuk dalam hatinya atas kebodohan Zhao Pang. Kesombongan Zhao Pang telah menyeretnya kelubang kematian, dia sadar, dia bukanlah lawan dari pemuda itu.
Pemuda itu adalah kultivator kuat dengan kultivasinya yang tinggi, jelas lebih tinggi dari dirinya sendiri. Dia juga seorang Sword Master yang menguasai Sword intent yang sama seperti Patriak sekte Sembilan Puncak Pedang Surgawi. Sekarang Chang An merasa dirinya hanya seekor semut dimata pemuda itu.
"Ampuni Kami Senior..." Zhao Pang masih menangis memohon ampunan.
Tiba-tiba Qin Xin mulai berdiri dari tempat duduknya, dia masih memegang botol labu minumannya, dan mulai perlahan berjalan mendekati Zhao Pang.
"Hei... Bukankah kau ingin membunuhku ? Kemana kesombonganmu itu ?" ujar Qin Xin datar.
"Senior aku minta maaf, saya bodoh dan buta tidak dapat melihat keagungan senior... tolong ampuni kami" wajah Zhao Pang sangat menyedihkan, dia menangis kesakitan dan ketakutan dengan kekuatan besar Qin Xin.
Sword Intent !
Slash !
"Buggghhh...." Suara benda terjatuh terdengar kembali.
"AAAHHHHHHH...!!!!" Zhao Pang menjerit lebih keras, kali ini tangan kirinya terputus dan terlempar jatuh beberapa meter dari tubuhnya.
"AAAHHHHHHH...!!!! AMPUUUNNN TOLONG AMPUNI AKU !!! AAAHHHHHHH...!!!!" Zhao Pang benar - benar ketakutan, tubuhnya terus menggigil merasakan sakit yang luar biasa dan ketakukan yang dalam, dia bahkan berguling beberapa kali.
"Aku hanya memotong tanganmu, kenapa kau begitu berisik ? bukankah tangan itu juga sering kau gunakan untuk menindas orang-orang dengan statusmu, Apa kau juga melepaskan orang-orang itu setelah mereka memohon ? ...... kurasa tidak" Qin Xin masih datar dan acuh, sambil salah satu jarinya menggosok hidungnya.
Sword Intent !
Slash !
"Bugghh...."
"AAAHHHHHHH...!!!!" kali ini kaki kanan Zhao Pang yang terputus, dia menjerit kesakitan.
Qin Xin masih acuh dan terus meminum air dari botol labunya. Saat ini Qin Xin tampak seperti pembunuh berdarah dingin.
Kebenciannya dengan kaum bangsawan yang sombong dan selalu memandang rendah status sosial, ditambah ingatannya saat dia dikejar oleh para pembunuh yang dikirim oleh Pangeran Zhao Chen dari kekaisaran Hong Yumao, Membuatnya marah dan membencinya hingga ketulang.
"SENIOR !!! tolong hentikan !!" Chang An meraung, tidak tahan lagi melihat Qin Xin menyiksa Zhao Pang.
Dan dia kembali merilis tebasan Sword Intent miliknya.
Sword Intent !
Slash !
"Bugghh...." suara itu terdengar kembali.
"AAAHHHHHHH...!!!!" kali ini bukan Zhao Pang, melainkan Chang An. Tangan kanannya terputus dan darah segera memercik deras.
Chang An menggigil, dia menggertakkan giginya menahan rasa sakit.
"Hei... bisakah kau tenang dan tunggu giliranmu..." ujar Qin Xin masih sangat datar, seolah apa yang tengah dia lakukan adalah hal yang paling biasa.
Mendengar itu Wajah Chang An memucat, dia sepertinya tahu nasibnya seperti apa setelah ini.
Sword Intent !
Slash !
"Bugghh..."
Kali ini Zhao Pang tidak menjerit kesakitan, melainkan pingsan tak sadarkan diri akibat terlalu banyak menahan rasa sakit.
Melihat ini Qin Xin berseru.
"Betapa menyebalkan..."
Qin Xin meneguk kembali minumannya, merasa sedikit bosan.
"Baiklah aku Cukup muak mendengar jeritan kalian" ujarnya santai.
Sword Intent !
Slash !
"Bugghh......"
Kedua kepala itu jatuh dan menggelinding beberapa kali sebelum berhenti. Darah menyembur deras seperti air mancur, dari tubuh tanpa kepala itu.
Zhao Pang dan Chang An tewas seketika.
"Kalian sungguh beruntung, aku masih belum bisa berbuat kejam, mungkin dilain waktu saat aku menangkap Zhao Chen" Qin Xin tersenyum dan duduk kembali, menikmati sisa minumannya.
-
-
-
# Kota Lanlong
Keesokan harinya, di alun - alun kota Lanlong puluhan kepala tertusuk tombak berdiri berjejer. Hal ini menyebabkan kehebohan luar biasa dan berita ini tersebar secepat angin, ketika berita ini sampai ditelinga orang - orang semua merasakan kengerian yang luar biasa. Berita ini makin meluas hingga ke kota-kota tetangga bahkan mencapai ibu kota Kekaisaran Hong Yumao, Kota Honglian.
Bagaimana tidak puluhan kepala itu adalah para prajurit elit yang mengawal pangeran kelima Zhao Pang, dan diantara kepala-kepala yang terpajang itu ada kepala Zhao Pang dan Chang An.
Zhu Yanxi tampak lemas melihat itu semua, bagaimanapun juga tragedi ini terjadi dikota yang dia pimpin.
"Bagaimana ini bisa terjadi ?" Zhu Yanxi tampak cemas.
"Ibu tenanglah..." Su Rong mencoba menghibur.
"Iya bibi, kau harus tenang dan berpikir dengan kepala dingin, jangan gegabah dalam mengambil keputusan dalam situasi ini" ujar Su Yan.
"Bagaimana bisa aku tetap tenang, keluarga kerajaan pasti akan menyalahkan kita atas kejadian ini" Zhu Yanxi masih cemas dia takut sesuatu yang buruk akan menimpa mereka.
"Bibi tenanglah, aku sudah menghubungi Guruku untuk meminta tolong, lagipula aku juga seorang Alkemis bintang 4 dan anggota Sekte Lembah Obat. Siapa yang berani menggertakku di benua Dongnan ini" jawab Su Yan enteng.
Zhu Yanxi hanya menghela nafas panjang.
-
-
Sementara itu, Qin Xin hanya duduk disalah satu restoran sedang menikmati teh yang dia pesan. Dia mulai mendengar orang - orang mulai membicarakan tragedi di alun - alun kota Lanlong.
"Benar-benar gila !!" kata salah satu pria berbaju putih dimeja sebelah.
"Iya benar, tak habis pikir ada orang yang cukup gila membantai puluhan pasukan pengawal Kekaisaran beserta Pangeran Zhao Pang dan Tuan Chang An" seru pria paruh baya dimeja itu.
"Seberapa kuat orang itu ?" kata pria kurus berbaju biru.
"aku pikir dia tidak sendirian, mustahil ada orang yang bisa membantai dan memutilasi puluhan prajurit elit dan juga Tuan Chang An sangatlah kuat dia berada dipuncak Martial Bone kan" ujar pria paruh baya itu.
"Iya kau benar pak tua" pria berbaju coklat mengangguk.
"Yang paling parah adalah mereka juga membunuh pangeran Zhao Pang" seru yang lain.
"Aku takut Kota Lanlong ini akan dalam kekacauan untuk beberapa waktu"
Mereka semua menganggukkan kepala dan menghela nafas, merasa khawatir dan takut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 561 Episodes
Comments
spooky836
xde isi
2024-12-29
0
Zoelf 212 🛡⚡🔱
harta dr cincin spasial jgn di abaikan
2024-09-07
1
SweetiePancake
ga naif sih, tapi nafsuan.:V
2024-03-19
3