Sudah beberapa hari terakhir, Qin Xin menghabiskan waktunya untuk berburu monster beast di pedalaman hutan pegunungan Longteng, semua monster beast kuat telah dia bunuh. Hanya tinggal satu yang tersisa, itu adalah monster beast terkuat dipegunungan Longteng ini, monster raksasa itu juga dikenal sebagai raja hutan dipegunungan Longteng ini.
"ROAAARRRRRRRRR !!!!!"
"ROAAARRRRRRRRR !!!!!"
"ROAAARRRRRRRRR !!!!!"
Raungan keras terdengar dari dalam hutan, seketika hutan menjadi gaduh oleh raungan marah itu.
Ribuan burung mulai beterbangan, sementara binatang buas dan monster beast yang lebih lemah lainnya bertebaran melarikan diri dengan kecepatannya masing-masing.
Raungan keras itu milik monster beast terkuat di hutan ini, Si Raja hutan dipegunungan Longteng, itu adalah seekor Kera raksasa setinggi 13 meter dengan badan yang besar dan bulunya berwarna merah seperti nyala api, monster itu memiliki wajah yang menyeramkan dan tampak ganas, matanya besar berwarna merah darah dengan tatapan tajam, serta dua taring atas yang panjang seperti pedang menusuk kebawah dan dua taring bawah yang seperti mata tombang menusuk keatas.
Benar - benar tampilan yang menyeramkan, serta kekuatan yang dimiliki monster beast ini setara dengan Kultivator diranah Martial Soul tingkat pertengahan, atau Monster Beast Level 6 tahap pertengahan.
Jelas itu sangat kuat, dan ia telah mendominasi hutan dipegunungan Longteng ini selama ratusan tahun.
Monster beast itu disebut Raja Kera Api, ia merupakan monster beast dengan kemampuan utamanya adalah elemen api. Selain kekuatan tubuhnya yang luar biasa kuat, ia juga bisa menyemburkan api dari mulutnya. Serta memiliki pukulan api yang sangat kuat, hingga mampu menghancurkan gunung.
Saat ini, Raja Kera Api itu penuh dengan luka tebasan pedang yang cukup dalam, sekujur tubuhnya penuh luka yang mengeluarkan darah. Tampak sangat mengerikan, darah menyembur seperti air mancur dari tubuhnya.
Raja Kera Api itu nampak marah dan kesakitan, ia beberapa kali mencoba melarikan diri, namun selalu gagal dan malah terus menerus terluka oleh niat pedang yang dikeluarkan oleh Qin Xin.
Puncaknya, Qin Xin mulai berhenti bermain dengannya, dia sudah merasa cukup dalam berlatih bertarung dengan monster beast itu.
Sword Intent !
Qin Xin merilis Sword intent miliknya.
Slash !!!
"Gedebuk...!!!" suara jatuh yang cukup keras.
Itu adalah kepala dari Raja Kera Api yang terjatuh, dia tertebas pedang Qin Xin. kepala itu terputus dari lehernya dan darah menyembur seperti air mancur, membasahi tanah disekelilingnya dengan warna merah darah.
Qin Xin segera memotong bagian - bagian dari tubuh Raja Kera Api itu, mengulitinya dan mengambil inti monsternya (Nei Dan). dan beberapa bagian tubuhnya yang merupakan harta, tak lupa darahnya juga dia tampung, itu karena berguna baginya untuk praktek Teknik Seribu Darah Abadi, dan juga penggunaan darah untuk alkimia dan penulisan jimat Talisman.
Semua selesai dengan cepat seolah dia memang ahli dalam urusan ini.
Qin Xin mulai membuat api dan membakar daging Raja Kera Api itu, membumbuinya dan memakannya sebagian, dan sebagian besar lainnya dia simpan dalam cincin spasial miliknya.
Sambil makan dia bergumam.
"Aku cukup gugup untuk turun gunung dan kembali kekota Lanlong, bagaimana Kabar nyonya Zhu Yanxi dan nona Su Rong ? apa mereka baik-baik saja? aku harap mereka baik-baik saja" dia berkata sambil menghela nafas.
Tak lama berselang saat dia mulai makan, beberapa orang dengan pakaian tentara elit lengkap dengan senjata dan mengendarai kuda merah, mulai mengelilingi Qin Xin.
"Hei anak muda, apa kau tahu raungan keras apa itu barusan ?" tanya lelaki tua berambut putih yang duduk diatas kudanya.
Qin Xin masih acuh dan terus melahap daging Raja Kera Api yang telah dimasak olehnya, tubuhnya merasakan vitalitas yang kuat saat memakan daging itu. Dia dengan sengaja mengabaikan para tentara elit itu.
"Hei !! semut !!! apa kau tuli Hah !!!" salah satu prajurit itu berteriak marah.
Namun Qin Xin sendiri masih acuh tak acuh dan terus melahap makanannya.
"BAJINGAN !!!" teriak beberapa prajurit dengan marah, mereka merasa direndahkan oleh Qin Xin.
"Untuk apa kalian bertanya pada orang bodoh ini, lebih baik kalian bunuh saja semut ini yang telah lancang dihadapan pangeran ini, Cepat !!!" perintah pangeran ke 5 Kekaisaran Hong Yumao, Zhao Pang.
Sementara lelaki tua disampingnya masih mencoba mencari tahu tingkat kultivasi Qin Xin, dia sendiri tidak bisa melihat tingkat kultivasi dari Qin Xin yang berarti kultivasinya lebih tinggi dari dirinya. Namun jelas usia Qin Xin terlihat sangat muda, yang bisa jadi pemuda itu tidak memikiki basis kultivasi.
Ditengah kebingungan dari orang tua itu, Salah satu prajurit melepaskan anak panahnya mengarah ketitik vital ditubuh Qin Xin. Namun Qin Xin sendiri masih acuh terhadap itu semua, seolah dia adalah seorang ahli atau mungkin seorang idiot yang membiarkan nyawanya melayang dengan mudah.
Anak panah itu melesat menuju Qin Xin, namun anak panah itu terhenti beberapa inci dari tubuh Qin Xin. Sebelum akhirnya berbalik dan membunuh prajurit yang melepaskan anak panahnya.
"Arrgghh"
"Bugh !" Prajurit itu jatuh dari kudanya, dia telah kehilangan nyawa oleh anak panah yang dilepaskannya sendiri.
"LANCANG !!!" Teriak para prajurit marah dan mulai mengarahkan senjata mereka arah Qin Xin.
"BERANINYA KAU BAJINGAN !!!" teriak para prajurit itu dengan Marah.
Namun lelaki tua itu justru sebaliknya, dia mulai sedikit ketakukan melihat ini. Tebakannya benar bahwa Qin Xin adalah sosok yang kuat yang Ranah kultivasinya diatasnya.
Kultivasi orang tua itu telah berada di puncak Ranah Martial Bone dan selangakah lagi mencapai Ranah Martial Blood, dan dia dikenal sebagai kultivator kuat yang telah membunuh ribuan nyawa, tapi dihadapan Qin Xin dia mulai meragukan kemampuannya.
"BERHENTI !!!" teriak lelaki tua itu.
"Tuan Chang ada apa !!! ? kenapa kau menghentikan mereka ?" Zhao Pan tampak tidak puas.
"Pangeran tolong bersabar, kita tidak seharusnya mengganggu senior, tolong segeralah meminta maaf" Tuan Chang menasehati Zhao Pan.
Namun siapa Zhao Pan, dia adalah pangeran kelima dari dinasti Zhao yang memerintah Kekaisaran Hong Yumao. Mengapa dia harus meminta maaf pada udik kampungan yang baru dia temui.
"Tidak Perlu !!! Cepat bunuh dia !!!" teriak Zhao Pan Sombong, daerah ini milik kekuasaan Kekaisaran Hong Yumao, siapa yang dia takuti di daerahnya sendiri.
"Ya !!!!" Jawab para prajurit itu, mereka bergegas menyerang Qin Xin, siapa Qin Xin, tentunya tidak sekuat mereka, mereka semua adalah tentara elit, yang telah puluhan kali berperang, tidak ada rasa takut sama sekali.
" TUNGGU !!!" kali ini Tuan Chang berteriak tegas. Langkah para prajurit itu terhenti.
"Tunggu jangan ada yang bergerak, mari kita abaikan ini dan segera pergi !!" kata Tuan Chang melanjutkan.
Namu Zhao Pang tampak tidak senang mendengar ini semua. Kesombongannya tidak mengijinkannya untuk pergi begitu saja tanpa memberi pelajaran terlebih dahulu kepada udik yang satu itu, yang sudah tidak sopan dan tidak menghormatinya.
"BUNUH DIA !!!" Teriak Zhao Pang memerintah dan mengabaikan peringatan Tuan Chang An.
Para prajurit yang marah karena diabaikan dan diremehkan oleh Qin Xin pun, bergegas memacu kuda mereka sambil mangacungkan senjatanya. Tampak mereka Ingin sekali membunuh Qin Xin dan memotong-motong dagingnya kemudian diberikan untuk makan anjing.
Mereka kompak bergegas menyerang Qin Xin dengan cepat.
Qin Xin masih menikmati makanannya, dan kemudian dengan lambaian tangannya.
Sword Intent !
Kembali Qin Xin merilis Sword intent miliknya.
Slash !
"Buggg..." Suara benda terjatuh.
"Bugghh..."
"Bugghh..."
"Clang ! Clang ! Clang !" suara logam berjatuhan.
Puluhan prajurit terbelah menjadi beberapa bagian. Mereka mati tanpa mereka menyadari apa yang telah terjadi, darah mengalir deras dari tubuh yang terpotong-potong itu. Suasana langsung Hening.
Qin Xin masih duduk diam, mengunyah daging lezat yang penuh energi itu, tubuhnya penuh dengan vitalitas, semakin banyak dia memakan daging Raja Kera Api itu maka semakin banyak tubuhnya dipenuhi energi yang kuat dan hangat.
Daging bakar itu telah habis disantap Qin Xin. Dia menoleh, menatap lelaki tua dan Zhao Pan yang ketakutan.
Tatapan mata Qin Xin meneror keduanya.
"Apa kalian berbicara padaku ?" Ujar Qin Xin datar.
Slash !
"Buggh...!" sepotong lengan kanan terjatuh.
"AAAHHHHHH...!!!!!!" Jeritan keras menyakitkan terdengar.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 561 Episodes
Comments
spooky836
otak kosong sampah
2024-12-29
0
Zoelf 212 🛡⚡🔱
josss
2024-09-07
2
Anonymous
🤑🤑🤑🤑
2023-12-20
5