"Banyak juga ya tuan Ryuga, tapi tuan mendapatkan fly pig ini darimana? Monster ini meskipun paling rendah di tingkat iron, dagingnya sangat enak dan cukup langka," tanya Eshaq dengan raut muka penasaran.
"Entahlah tuan, intinya saya berburu di padang pasir, dekat bukit bebatuan itu, arah utara dari sini. Bagaiamana tuan Eshaq, apa mau diambil semua?" tanya Ryuga.
"Sebenarnya, saya mau ambil semua tuan Ryuga, tapi uang saya tidak cukup. Memangnya mau dijual berapa tuan Ryuga?" tanya Eshaq.
"Ya sudah, begini saja tuan Eshaq. Jual saja dahulu semua daging Fly Pignya. Nanti kita bagi dua keuntungannya, bagaimana? tanya balik Ryuga. "Aku percaya sama tuan Eshaq, jika ada kabar penting hubungi saya di nomor ini. Aku harus berburu hari ini."
"Baik tuan Ryuga, terima kasih atas kemurahan hatinya. Ini ada uang 50.000.000 untuk pembayaran awal," ucap Eshaq sambil memberikan kantong kertas berisi uang. "Hati-hati tuan disini banyak copet dan juga preman."
"Memangnya disini tidak ada bank? Bingung juga harus membawa uang sebanyak ini," tanya Ryuga.
"Ada di ujung kanan jalan sebelah utara dari sini, ya kira-kira 400 meter dari sini," jawab Eshaq.
"Terima kasih tuan Eshaq. Saya izin pamit," ucap Ryuga menunduk hormat.
"Sama-sama tuan. Aku akan kabari jika semua dagingnya terjual habis, senang berbisnis dengan anda," balas Eshaq juga sambil menundukan kepala.
Anilika sudah menunggu di depan pintu gerbang. Pegawai toko bahan makanan sedang memasukan bahan-bahan makanan yang sangat banyak ke mobil jeep Anilika. Dia berencana membagi-bagikan makanan dan bahan makanan ke wilayah yang banyak gelandangan, dan fakir miskin di kota Diamond Frost, tepatnya di sebelah utara dekat kantor cabang bank Roxis.
"Banyak sekali bahan makanannya ya. Bisakah kamu hantarkan aku ke bank di sebelah utara sana?" pinta Ryuga sambil menunjuk arah utara.
"Kebetulan aku juga mau kesana, mau membagikan makanan dan bahan makanan ini yang tuan beli, untuk gelandangan dan fakir miskin disana. Ayo!" seru Anilika.
"Syukurlah, uang yang aku berikan tidak sia-sia. Cepat ya, aku juga mau memasak, masakan untukmu. Aku juga akan berburu untuk meningkatkan kekuatanku, setidaknya ketika aku bertemu dengan Azure Dragon dan Geminu, aku bisa bertarung seimbang dengannya," balas Ryuga yang sudah masuk mobil dan Anilika melajukan mobilnya cukup cepat di keramaian 40 km/jam.
"Sebenarnya tuan Divya berlevel berapa? Aku saja yang level 5 berhasil dikalahkan tuan dengan telak," tanya Anilika dengan raut muka penasaran.
"Entahlah, di akademi aku ini terpinggirkan. Para pengawas memutuskan aku berada di level satu, tapi ketika ujian level, aku berada di level yang tidak diketahui," jawab Ryuga.
"Baru kali ini mesin Batanga tidak bisa mengidentifikasi level seorang Divya, apa yang sebenarnya terjadi?" pikir Anilika termangu, karena ia tidak mengetahui jika sebelumnya kejadian ini pernah terjadi pada mesin Batanga versi sebelumnya yaitu mesin Harold.
"Kenapa? Apa ada yang mengganjal dipikiranmu?" tanya Ryuga yang menatap bingung Anilika.
"Tidak apa-apa tuan. Tapi kasus tuan sungguh aneh, level tuan hanya level satu atau level tidak diketahui, namun kekuatan tuan sangat kuat setara level 7 bahkan di atasnya. Dalam sekali serang monster level gold saja langsung tewas seketika, level 7 saja menghadapi monster level gold masih sedikit cukup berjibaku. Namun tuan sangat mudah mengalahkan banyak monster dalam sekali serang," jawab Anilika.
Mereka berdua sampai di depan bank Roxis, Ryuga masuk ke dalam bank untuk menyimpan uangnya. Sedangkan Anilika ke pemukiman fakir miskin dan membagi-bagikan makanan. Warga fakir miskin sangat senang dan sumringah, "Terima kasih pemimpin kota," ujar salah satu gelandangan bernama Sarxis, seorang pemuda berumur 20 tahun.
Ryuga sudah menyimpan uang 50 juta di dalam kartu atmnya. Lalu keluar menuju pemukiman fakir miskin, Ryuga sungguh sedih melihat mereka dalam keadaan kumuh dan tidak terurus.
"Mungkin aku bisa memberikan pekerjaan seperti mencarikan aku batu logam. Aku akan mendirikan toko senjata disini," batin Ryuga.
"Teman-teman warga Diamond Frost ini adalah tuan Ryuga. Orang yang memberikan semua makanan ini," ucap Anilika memperkenalkan Ryuga.
"Terima kasih tuan Ryuga!" balas semua warga di pemukiman fakir miskin sambil membungkuk hormat.
"Sama-sama, silahkan dinikmati dan dibawa ke rumah masing-masing, untuk persedian bahan makanan teman-teman semua," balas Ryuga.
"Aku ingin memberikan pada teman-teman yang masih mampu bekerja. Aku ingin mendirikan toko senjata disini, teman-teman bisa mencarikan aku batu logam untuk membuat senjata. Aku akan membayar setiap logam, semakin bagus jenis logamnya semakin tinggi harga yang aku berikan bagaimana?" imbuh Ryuga.
Wajah mereka sumringah, selama ini mereka hidup menderita dan tidak punya pekerjaan.
"Saya mau tuan!"
"Saya juga tuan!"
"Ya, tuan saya juga!"
Sontak semua warga berebut ingin menjadi pekerja Ryuga. "Baiklah, besok pagi teman-teman bisa mengumpulkan batu logam. Tapi Aku belum memiliki tempat untuk mendirikan toko," ujar Ryuga.
"Aku Ronald tuan, dan aku punya bangunan tuan, bekas toko yang sudah usang disamping rumahku. Kalau tuan mau bisa memakainya secara gratis, nanti aku akan bereskan," balas Ronald sambil mengacungkan tangan.
"Tidak saudara Ronald. Saya akan membelinya, katakan berapa harganya? Dan sekalian biaya renovasinya," tanya Ryuga.
Ronald bingung mau bilang berapa, ia tidak tahu harga jual toko usangnya itu. "Baiklah aku akan memberikan 100 juta, jika kurang, kau bisa mengatakannya," imbuh Ryuga.
"Tidak tuan, itu sangat banyak. Malah itu bisa membeli 100 rumah kami semua disini. Cukup 20 juta saja, kami akan membuat toko tuan menjadi toko yang paling mewah disini," balas Ronald.
"Baiklah, mulai sekarang kamu yang akan menjadi manajer tokonya. Dan uang ini selebihnya kau gunakan untuk membeli batu logam dari warga, dan sebagai modal toko," titah Ryuga.
"Terima kasih tuan!" ucap Ronald dengan menundukan kepala.
"Terima kasih tuan telah menciptakan lapangan pekerjaan untuk warga fakir miskin di Diamond Frost," ucap Anilika membungkuk hormat.
"Sudahlah jangan sungkan. Lebih baik kita pulang kerumahmu untuk masak, semua makanan dan bahan makanannya juga sudah di bagikan bukan?" tanya Ryuga.
"Ya tuan, mari!" ajak Anilika yang langsung masuk ke mobil bersama Ryuga dan melajukan mobil miliknya ke arah timur menuju rumah Anilika.
10 menit kemudian mobil Anilika sampai di sebuah rumah cukup mewah. Banyak penjaga disana, "Selamat datang nona Anilka!" sambut kedua penjaga sambil membungkuk hormat.
Anilika hanya tersenyum kecut, "Mari masuk!" ajak Anilika pada Ryuga untuk masuk rumahnya.
"Sangat mewah sekali rumah ini. Sebaiknya aku mencari penginapan saja, aku tak pantas masuk ke rumah ini," tolak Ryuga yang membalikan badan menuju pintu gerbang utama kediaman Anilika yang cukup mewah, rumah bergaya Eropa Klasik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Harman LokeST
ternyata Ryuga banyak juga uangnya
2022-10-30
0
Wong kam fung
Tentu saja harapannya kaya raya
2022-09-19
0