Josephine yang berlari sangat cepat meskipun dengan gaya gravitasi 3 kali lipat. Josephine bukan seorang Divya yang bodoh, ia menggunakan skill almighty shadow push untuk berlari di tambah skill shadow step.
"Guru tidak melarang untuk menggunakan kekuatan skill apapun, baiklah aku akan menggunakan teknik dewa pertama, Azure Dragon!" ujar Rany lalu melesat cepat, setelah melihat Josephine menggunakan skill miliknya.
Teknik dewa I Azure Dragon adalah teknik langkah cepat dan menghujamkan tebasan secara cepat ke target. Pengguna teknik ini bisa bergerak secapat kilat bahkan jika sampai di tahap level 7 atau maheswara kecepatannya tak tertandingi.
Kecepatan Rany berhasil melewati Josephine, tapi stamina Rany cepat terkuras. Kelemahan teknik ini jika tubuh tak mampu menahan reflek cepat, maka stamina akan cepat terkuras habis.
"Bagus, gunakan otak kalian. Dalam pertempuran nyata bukan hanya kekuatan level yang berperan tapi juga strategi dan pengambilan keputusan yang cepat. Teknik yang hebat tapi sayang jika tubuhnya tak mampu menahan reflek itu maka teknik itu bisa menjadi senjata makan tuan," ujar Kira yang sedang bertengger di atas bukit melihat dan menganalisa anak didiknya.
Ryuga dengan sekuat tenaga berhasil melewati training field meadow (padang rumput). Ryuga menuju training field dessert, "Hai teman! Aku kembali. Mari kita sama-sama menuju bukit!" teriak Rany dan Josephine serentak yang mendekat ke arah Ryuga.
"Kenapa kalian kembali? Nanti kalian gagal dalam latihan ini dan mendapatkan hukuman dari guru," balas Ryuga.
Josephine dan Rany tanpa basa-basi langsung memapah Yosep, Rany di kanan serta Josephine di kiri. Mereka juga merasakan gravitasi yang dirasakan tubuh Ryuga, total beban gravitasi mereka 16 kali gravitasi bumi.
"Kerjasama kalian memang patut di acungi jempol. Sesama anggota tim itu harus saling melindungi, bukan meninggalkan," gumam Kira yang masih terus mengawasi mereka berempat.
Vanya sudah sampai kembali di tempat awal mereka memulai lari, berarti sudah sampai di garis finish. Sedangkan Ryuga, Rany, dan Josephine masih berjibaku dengan berat 16 kali gravitasi bumi. Karena beban 16 gravitasi bumi ini, kecepatan Rany dan Josephine berkurang 70% tapi kecepatan Ryuga juga naik 30%.
Mereka bertiga akhirnya berhasil melewati latihan ini meskipun hampir saja melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh Kira. Mereka bertiga sampai di garis finish kurang dari satu detik yaitu pukul 11.59.59 WIB.
"Huff ... huff ... huff ... latihan kali ini capek sekali!" ujar Ryuga, Josephine dan Rany yang terduduk di permukaan tanah dengan nafas tak beraturan.
Kira tiba-tiba muncul di depan mereka dengan tubuh berkedip dan membuat mereka terkejut, "Copot! Eh, copot! Guru membuat kami kaget saja," ujar Rany yang mengelus-elus dadanya.
"Kalian bertiga lulus!" ujar Kira.
[Blangtungpak blaem-blaem]
[Selamat juragan mendapatkan 1.000 poin experience dari latihan]
[Selamat juragan telah menyelesaikan misi]
[Misi : selesaikan latihan dari Kira
Hadiah : 10 experience dan uang Rp 100.000
hukuman : -
[10 poin experience telah ditambahkan ke status juragan dan uang Rp 100.000 kiga telah ditambahkan ke akun rekening juragan]
[Selamat menjalankan misi dan meningkatkan level juragan]
"Aku berhasil menyelesaikan misi dan mendapatkan uang yang cukup banyak. Aku bisa membeli lauk untuk makan malam nanti," batin Ryuga.
"Guru, kenapa cuma mereka bertiga? Aku ini yang pertama sampai di garis finish, harusnya aku juga lulus dan menjadi yang terbaik guru dalam latihan ini," sela Vanya dengan menyeringai kesal, karena tak terima dengan keputusan Kira.
"Vanya! Apa kamu meragukan keputusanku? Seharusnya kamu tahu apa kesalahanmu!" teriak Kira dengan sorot mata yang tajam.
"Guru benar-benar tidak adil. Sampah seperti dia mana bisa satu tim denganku," cibir Vanya sambil menunjuk Ryuga.
"Lancang kamu Vanya, akan kurobek mulutmu!" teriak Rany dengan mata melotot.
"Vanya kamu keterlaluan, cukup!" teriak Josephine yang menarik kerah Vanya.
"Hentikan!" teriak Ryuga. "Aku menantangmu Vanya! Jika aku kalah, aku akan berhenti dari akademi ini. Tapi jika kau kalah, kau harus merubah tingkahmu."
"Cih, kau pikir aku takut. Aku terima tantanganmu, siap-siap kemasi barangmu, aku akan menendang pantatmu untuk keluar dari akademi ini," cibir Vanya menyebikan bibirnya.
"Baik aku akan menjadi saksi. Vanya dan Ryuga tepati janji kalian!" tegas Kira.
"Tapi Ryuga ... " sela Josephine dan Rany serentak dengan nada terpotong.
"Tenang saja, aku pasti menang, aku janji ... hehehe!" ujar Ryuga sambil terkekeh dan menonaktifkan beban gravitasi di jam tangannya.
"Baik kita mulai saja, Vanya! Ryuga! siap?" tanya Kira.
"Siap guru!" Vanya dan Ryuga berhadap-hadapan lalu mengangguk cepat.
"Siap! Mulai!" teriak Kira.
Vanya langsung mengeluarkan double dager dari pinggang dan langsung melesat ke arah Ryuga. Vanya menusuk Ryuga dengan kedua dagger miliknya, gerakan reflek Ryuga meningkat setelah latihan. Ryuga mengelak setiap tusukan dan tebasan Vanya dengan sangat mudah.
"Apa?! Dia bisa menghindari semua seranganku, tidak mungkin!" batin Vanya dengan membulatkan mata dan terus menyerang Ryuga secara cepat bertubi-tubi.
Ryuga melakukan teknik weaving pada olahraga boxing untuk menghindari setiap serangan tebasan dan tusukan Vanya, yaitu dengan cara merunduk dan memiringkan badan. Topeng dewa membantunya cara mengelak setiap serangan dengan memberikan prediksi gerakan Vanya.
"Tidak mungkin! Teknik menghindar seperti itu seperti teknik boxing. Tapi darimana Ryuga belajar teknik itu, data informasi yang diberikan oleh pemerintahan dunia Sangakama, Ryuga hanya pemuda biasa," gumam Kira membulatkan mata.
Vanya seorang healer tidak punya teknik serangan mematikan, hanya saja ia pandai menggunakan double dagger. "Mana kemampuanmu itu! Tak ada satupun seranganmu yang mampu menggores kulitku ini," ujar Ryuga dengan nada meninggi untuk memprovokasi Vanya.
Vanya mundur beberapa langkah dan menyarungkan double daggernya, "Kau pikir aku hanya bisa menyerang dengan belati saja, kau salah besar! Area of buff : strength!" Vanya diselimuti aura berwarna merah diseluruh tubuhnya, kekuatan ototnya meningkat, terlihat dari urat otot yang menonjol keluar di setiap lekukan tubuhnya.
"Cherry blosom!" Vanya mengumpulkan energi veda pada tangan kanan dan melesat maju ke arah Ryuga, gerakannya sangat cepat tidak bisa diprediksi oleh topeng dewa. Vanya menghantamkan pukulan yang sangat keras ke dada Ryuga hingga membuatnya terpental sangat jauh.
"Bang...!" Pukulan Vanya menghantam tubuh Ryuga dan menabrak pohon besar. "Guhak...!" Ryuga memuntahkan seteguk darah lalu menyeka darahnya, "aku tak boleh kalah, aku tak boleh kalah," gumamnya.
Sejurus kemudian Vanya berlari sangat cepat dan sudah mendekati Ryuga, ia segera bangkit lalu berlari menyambut Vanya.
"Chery blosom!" Vanya kembali menyerang kali ini mengumpulkan energi veda ke kaki kanan, lalu melompat tinggi dan mengarahkan tendangan pada Ryuga, Vanya mengincar muka Ryuga dengan sengaja untuk membunuh Ryuga.
Vanya sudah muak dan jijik dengan Ryuga, baginya sampah seperti dia tak layak untuk hidup. Padahal sejatinya sampah juga bisa di daur ulang menjadi barang yang lebih berharga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
amore💞💞
sistemnya sampek gak bisa memprediksi ... gerakan hahahaha .... hebat kou sistem
2023-09-22
0
Harman LokeST
ryuga semangat semangat
2022-10-30
0
Asri Muchtar
jangan terlalu sombong
2022-06-30
0