Ryuga yang melihat Anilika hanya memakai underwear dan bra menelan salivanya, kulit Anilika sangat eksotis dengan warna putih agak kecoklatan. Tubuhnya seksi dan sintal dengan ukuran br4 E cup serta rambut berwarna pirang lurus sebahu. "Ah sial! Kenapa wanita ini seksi sekali?" batin Ryuga sebagai remaja laki-laki normal tentu saja tongkat naganya langsung tegak.
"Aku menyerah tuan," ujar Anilika yang menundukan wajah sambil meringkuk, belahan gunung kembarnya yang besar sangat terlihat jelas. Ryuga mengembalikan Black Fang menjadi Blackball, dan semakin mendekat ke arah Anilika lalu membuka topeng dewa miliknya.
Anilika terpana dengan wajah Ryuga yang sangat tampan. Lalu mendongakan kepalanya dan terdiam beberapa saat karena terpana oleh ketampanan Ryuga, "Sangat tampan, aku rela menjadi budak nafsunya dan aku menyesal telah hampir membunuhnya," batin Anilika yang tak pernah melihat laki-laki setampan Ryuga.
Ryuga menatap dengan sorot mata yang tajam seperti elang menemukan mangsanya, "kenapa kau ingin membunuhku?" tanya Ryuga.
"Maafkan aku tuan, aku hanya sangat membenci dengan semua orang yang berhubungan dengan pemerintahan Sangakama. Bagi kami Black Dessert, mereka hanya pemerintahan diktator yang hanya memikirkan perut mereka sendiri," jawab Anilika yang masih tak sadar dengan pesona Ryuga, seakan-akan ia terkena hipnotis.
"Aku hanya menjalankan misi dan juga hanya murid baru di akademi, tak ada hubungannya dengan Black Dessert, dan pemerintahan Sangakama paham!" tegas Ryuga menyeringai tajam, tatapannya sangat menusuk hati.
"Baik, tuan." Anilika mengangguk pelan. "Tapi aku punya syarat untukmu, kalahkan aku dalam pertarungan adil, maka aku akan bersumpah setia padamu dan juga jiwa raga ini akan menjadi milikmu. Aku juga akan memberikan semua informasi penting pada tuan, jika tuan yang kalah, berikan topeng tuan padaku, bagaimana?" tantang Anilika dengan senyuman licik.
Ryuga memegang dagunya, memikirkan tantangan Anilika, "apakah kau tidak akan ingkar janji?" tanya balik Ryuga.
"Aku berjanji, jika aku berbohong silahkan tuan langsung bunuh saja aku sekarang juga," ujar Anilika.
"Baiklah, aku terima tantanganmu," balas Ryuga raut wajahnya datar. Anilika hanya memakai underwear dan bra warna kuning langsung mengambil senjata miliknya di jam tangan penyimpanan bernama Rod Spear, tombak yang menyimpan belati dan rantai diujungnya.
Ryuga tidak mengeluarkan black fang hanya melawan dengan tangan kosong, "Mulai!" teriak Ryuga dan Anilika serentak. Anilika langsung melesat cepat menghujamkan tusukan ke arah Ryuga.
Shua!
Ryuga menghindari setiap tusukan tombak Anilika hanya dengan memiringkan kepala dan badannya. "Cepat juga kau, tapi sayang, serangan seperti itu tak cukup untuk melukaiku," ledek Ryuga untuk memprovokasi Anilika. Dalam pertarungan bukan hanya otot dan kekuatan yang diandalkan tapi juga strategi untuk membuyarkan fokus lawan, salah satunya buat lawan kehilangan ketenangan dengan memancing amarah lawan.
"Jangan hanya bisa menghindar, bodoh! Lawan aku!" bentak Anilika yang terus menusuk dan menebas Ryuga tapi tak ada satupun serangannya yang berhasil mengenai kulit Ryuga.
"Manipulation molecul, Adamantium!"
Seluruh tubuh Ryuga berubah menjadi Adamantium, jenis logam berwarna putih keperakan dan langsung memegang ujung tombak Anilika.
"Krak ...!" Ujung Rod Spear retak, Ryuga meremasnya dan membuatnya hancur berkeping-keping. "Apa?! Tidak mungkin!" Anilika membulatkan mata dan menjatuhkan rahangnya. Pasalnya Rod Spear terbuat dari logam khusus yaitu batu logam yang molekul tingkat berlian tapi mudahnya Ryuga hancurkan. Ryuga dibantu Kokobot mengidentifikasi senjata tombak milik Anilika ternyata terbuat dari logam diamond, makanya Ryuga meningkatkan kekerasan tubuhnya agar ia bisa menghancurkan Rod Spear milik Anilika.
Ryuga langsung memukul perut Anilika dan membuatnya muntah darah, Ryuga ketika bertarung matanya berubah berpupil warna merah sekarang. Jiwa Ryuga dikendalikan oleh kekuatannya sendiri atau dirinya yang lain.
"Guhak!" Anilika memuntahkan darah, Ryuga langsung mencengkram leher Anilika dan mengangkat tubuhnya, "hahahaha ... sekarang kau sudah tak berdaya, hahahaha ...." Ryuga tertawa jahat, dia telah kehilangan kesadaran.
[Peringatan]
[Peringatan]
[Pikiran juragan kelebihan beban dan kehilangan kesadaran, segera non aktifkan seluruh kuasa]
Kokobot memberikan peringatan, namun Ryuga tak menggubrisnya malah melempar Anilika dan menabrakannya ke bebatuan.
"Boom...!" Tubuh Anilika menghantam bebatuan hingga membuat batu besar itu hancur luluh lantak. Anilika tergeletak di tanah tak berdaya. Ryuga menjulurkan lidah, menyapu sudut bibirnya, seolah merasakan nikmat karena melihat tubuh sintal Anilika yang sudah tak berdaya.
"Andromeda chain!" Anilika bangkit dan melepaskan rantai dari ujung tombaknya. Rantai itu berujung bilah tombak dan langsung mengikat kencang Ryuga. "Hahahaha ... kau pikir dengan rantai ini bisa menngunci pergerakanku salah besar, hahahaha ... aaaaaargh!" Tubuh Ryuga menegang sambil mengerang ia memutuskan semua rantai yang terbuat dari berlian.
Prang!
"Huff ... huff ... huff ... benar-benar sial aku hari ini! Warisan klan Rod yaitu Rod Spear hancur begitu saja," gumam Anilika dengan nafas tak beraturan dan berlutut satu dengan menumpu pada sisa-sisa Rod Spear yang hanya 50 cm.
Anilika sudah tak berdaya dengan tubuh penuh luka, ia menyandarkan tubuhnya di bebatuan yang tersisa, akibat hantaman tubuhnya sendiri yang dihantamkan Ryuga. Anilika sudah pasrah jika ia akan dihabisi atau disiksa oleh Ryuga saat ini.
"Mana keberanian dan kekuatanmu itu tadi! Sungguh membosankan!" cibir Ryuga lalu menarik rambut Anilika, mulutnya dipenuhi darah.
"A-aku me-mengaku ka-kalah," balas Anilika dengan nada terbata-bata. Ryuga menyeka darah di mulut Anilika dan memukul perut Anilika bertubi-tubi, membuat Anilika berteriak kesakitan.
"Aaaakh ...!" pekik Anilika dengan tubuh terkulai lemas. Anilika memuntahkan banyak darah dari mulutnya. "Guhak ...!" Anilika wajahnya sudah pucat pasi, Ryuga terus memukuli Anilika terus menerus. Tanpa sadar fajar sudah menyingsing menjadi saksi kebrutalan Ryuga.
[Sistem melakukan tindakan paksa membuat Juragan pingsan]
"Zrrt ...!"Tubuh Ryuga di aliri listrik bertegangan tinggi dan langsung membuatnya pingsan. Ryuga melepaskan cengkraman pada leher Anilika dan langsung terjatuh ke tanah dalam keadaan terlentang.
[Sistem akan memulai ulang pikiran juragan. Ketika juragan bangun, juragan akan kembali tenang]
Kokobot terus memberikan pesan peringatan, Anilika sendiri terkulai lemas dengan banyak luka di tubuhnya, Ryuga membuat Anilika babak belur. Muka Anilika yang cukup cantik, kini dipenuhi luka lebam karena amukan Ryuga.
"Pemuda yang sangat mengerikan, untung saja ia sekarang pingsan. Tapi kenapa ia bisa pingsan tiba-tiba ya?" pikir Anilika dengan raut muka penuh tanda tanya. Kemudian melanjutkan, "Kemungkinan Ia kehabisan energi Veda."
Satu jam kemudian Ryuga tersadar, Anilika masih terduduk dengan menyandarkan tubuhnya dalam keadaan setengah telanjang. Anilika terluka cukup parah, Ryuga terkejut melihat Anilika babak belur, ia merasa tidak melakukan apa-apa pada Anilika.
"Maaf Anilika siapa yang melakukan ini semua padamu?" tanya Ryuga dengan raut muka yang penuh tanda tanya.
"Memangnya kamu tidak sadar, kamu yang melakukan ini padaku tau, hmph! Laki-laki yang sungguh kejam." Anilika mendengus kesal, menggembungkan pipi dan membuang muka, tangannya dilipat di tengah dada.
Ryuga kehilangan ingatan dirinya yang telah memukuli Anilika secara brutal. Sebagai permintaan maaf, Ryuga memberikan 3 botol heal potion pada Anilika dan jam tangan berisi cyborg armor suit Maung School.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 361 Episodes
Comments
Harman LokeST
sangat berbahaya berbuat di luar kendali
2022-10-30
0
Asri Muchtar
hahahaha...nafsu lelaki
2022-06-30
0