Ch. 6

Wanita itu menatap Akbar dengan senyum, "Kamu sungguh ingin membantu mereka? Hanya dengan kemampuan tidak berguna seperti itu?."

"Kamu bisa tahu, kalau ...." Akbar terkejut.

Bagaimana mungkin wanita ini tahu jika dirinya menyegel kemampuan supranya?

Akbar mengepalkan tangannya, hatinya gelisah penuh keraguan.

"Kenapa kamu Akbar? apa kamu sakit, kenapa pucat begitu?."

"Tidak apa-apa, mungkin masuk angin."

Pembicaraan mereka terjeda oleh ketukan di pintu. Semua yang berada di ruangan menjadi gugup selain kedua kakak beradik itu.

Ketukan di pintu sangat ritmis, ketukan tiga kali, lalu jeda sebentar, ketuk tiga kali, lalu jeda sebentar, dan seterusnya.

"Tolong ... tolong ... selamat kami ...."

Salsa menatap wanita pemilik rumah, "Itu ... teman kami atau ... hantu ?."

Tersenyum, wanita itu berkata: "Sudah siap, jika kalian aku usir dari rumah ini? terutama kamu, Akbar."

Jantung Akbar berdebar kencang. Kepala Akbar tertunduk tidak bisa menjawab pertanyaan wanita itu.

"Sudah hampir waktunya untuk berlalu."

"Jangan ... tidak sekarang." Pekik Dinda dan Salsa nyaris bersamaan.

"Tidak bisakah kamu mendengarkanku sampai selesai?." Adik wanita itu tertawa. "Meski aku mendukung niat kalian yang ingin menolong mereka, namun aku tidak sarankan kalian bunuh diri disana."

Ketukan di pintu berulang sekali lagi.

Akbar tidak tahu mengapa, mendengarkan ketukan di pintu ini, dia merasa sedikit panik, takut untuk membuka pintu!

Salsa, Dinda dan Arman tidak berani keluar dari atmosfer aman sambil berbaring di tempat tidur, mendengarkan pintu dengan tenang. Tetapi ketukan di pintu tidak pernah berhenti, teruskan ritme ketukan, ketuk selama hampir dua puluh menit!

Ketika mereka mendengarnya, hati menjadi kabur, karena mereka melihat orang tua itu, hal-hal aneh terjadi satu demi satu sekali lagi.

Setelah makan malam, mereka terdiam. Ini pilihan sulit, Salsa kembali meringkuk diatas tempat tidurnya, kata-kata kedia wanita itu terus berputar di dalam kepalanya.

Sebenarnya ini masih senja, ini adalah persimpangan siang dan malam, jadi setan dan hantu sudah bisa keluar saat ini.

Arman sekarang meletakkan tangannya di atas meja, kepalanya berbaring di atasnya, "Akbar, kamu serius ingin terjun kesana lagi?."

"Ini bukan seriua atau tidaknya, disana nyawa mereka terancam. Apa harus berdiam diri?."

Saat matahari terbenam, langit benar-benar gelap.

Di desa, kepala desa sedanv berhadapan dengan mak lampir, dia sangat marah kepada kepala.desa. Lepasnya empat orang itu sudah membuat emosi mak lampir menjadi murka.

"Kenapa masih belum juga kamu tangkap empat bocah itu."

"Ampun mak, mereka tinggal di vihara itu dan dilindungi penyihir wanita, bagaimana saya bisa menculik mereka?."

"Itu urusanmu!."

Memilih untuk berbicara tentang membangkitkan hantu, bukan tidak mungkin membiarkan hantu-hantu yang terperangkap itu pergi. Namun, ia juga menanggung risiko besar.

Dalam hal sifat dan fungsinya, penduduk desa ini sangat mungkin ditetapkan sebagai organisasi pemujaan ilegal, ini adalah kesimpulan yang diperoleh Akbar dan temannya, setelah mempelajari data yang terbatas.

Ini membuatnya semakin penasaran.

Apakah semua penduduk ini adalah orang bodoh?

Bagaimana mereka bisa dicuci otak secara menyeluruh, bagaimana mereka bisa mempercayai absurditas ini?

Semua tipu muslihat ini omong kosong !

Dunia begitu berkabut dan tercemar sehingga bahkan orang-orang membenci Tuhan akan datang ke sini dan menikahi sejumlah besar wanita yang bahkan membunuh dan membakar tanpa mengerutkan kening!

Mereka benar-benar tidak bisa mengetahuinya!

Akhirnya Arman memecah keheningan di kamar mereka, "Kau tidak terkejut?" tanyanya.

Salsa dan Dinda menatap Arman lalu Akbar.

"Kenapa? karena aku aneh?."

"Bukan aneh, tapi ... kamu terlalu tenang, Akbar." ucap Dinda, "Ketika kami semua ketakutan, kamu justru semakin tenang, seperti ...."

"Seperti sudah terbiasa." Arma menyela Dinda dan berkata : "Tapi mereka semua orang-orang yang sangat berpengetahuan, sangat lihai, sangat kuat dan kuat, bagaimana mereka bisa dibodohi?!."

"Berarti kalian belum pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa semakin kuat seseorang, semakin rentan mereka. Kalau tidak, mengapa semakin besar tempat, semakin banyak orang memiliki masalah psikologis? Selain itu, otak yang cerdas belum tentu sehat secara mental."

"Kamj meledekku yang selalu dapat nilai menengah, huh?."

"Eh, itu kamu sendiri yang bilang, ya."

"Huh!." Salsa kesal oleh kejahilan Akbar.

Ahahahahah—

Episodes
1 S1 - Ch. 1 - Mimpi Buruk di Desa Hantu
2 Ch. 2
3 Ch. 3
4 Ch. 4
5 Ch. 5
6 Ch. 6
7 Ch. 7
8 Ch. 8
9 Ch. 9
10 Ch. 10
11 Ch. 11
12 Ch. 12
13 Ch. 13
14 Ch. 14
15 Ch. 15
16 Ch. 16
17 Ch. 17
18 Ch. 18
19 Ch. 19
20 Ch. 20
21 Ch. 21
22 Ch. 22
23 Ch. 23
24 Ch. 24
25 Ch. 25
26 Ch. 26
27 Ch. 27
28 Ch. 28
29 Ch. 29
30 Ch. 30
31 Ch. 31
32 Ch. 32
33 Ch. 33
34 Ch. 34
35 Ch. 35
36 Ch. 36
37 S2 - Ch. 37 - Pulau Pengantin
38 Ch. 38
39 Ch. 39
40 Ch. 40
41 Ch. 41
42 Ch. 42
43 Ch. 43
44 Ch. 44
45 Ch. 45
46 Ch. 46
47 Ch. 47
48 Ch. 48
49 Ch. 49
50 Ch. 50
51 Ch. 51
52 Ch. 52
53 Ch. 53
54 Ch. 54
55 Ch. 55
56 Ch. 56
57 Ch. 57
58 Ch. 58
59 Ch. 59
60 Ch. 60
61 Ch. 61
62 Ch. 62
63 Ch. 63
64 Ch. 64
65 Ch. 65
66 Ch. 66
67 Ch. 67
68 Ch. 68
69 Ch. 69
70 Ch. 70
71 Ch. 71
72 Ch. 72
73 Ch. 73
74 Ch. 74
75 Ch. 75
76 Ch. 76
77 Ch. 77
78 Ch. 78
79 Ch. 79
80 Ch. 80
81 Ch. 81
82 Ch. 82
83 Ch. 83
84 Ch. 84
85 Ch. 85
86 Ch. 86
87 Ch. 87
88 Ch. 88
89 Ch. 89
90 Ch. 90
91 Ch. 91
92 Ch. 92
93 Ch. 93
94 Ch. 94
95 Ch. 95
96 Ch. 96
97 Ch. 97
98 Ch. 98
99 Ch. 99
100 Ch. 100
101 Ch. 101 - Perpisahan
102 Ch. 102
103 Ch. 103
104 Ch. 104
105 Ch. 105
106 Ch. 106
107 Ch. 107
108 Ch. 108
109 Ch. 109
110 Ch. 110
111 Ch. 111
112 Ch. 112
113 Ch. 113
114 Ch. 114
115 Ch. 115
116 Ch. 116
117 Ch. 117
118 Ch. 118
119 Ch. 119
120 Ch. 120 - (S3) Seperti Apa Menjadi Vampir?
121 Ch. 121 - Apakah itu Vampire?
122 Ch. 122
123 Ch. 123
124 Ch. 124
125 Ch. 125
126 Ch. 126
127 Ch. 127
128 Ch. 128
129 Ch. 129
130 Ch. 130
131 Ch. 131
132 Ch. 132
133 Ch. 133
134 Ch. 134
135 Ch. 135
136 Ch. 136
137 Ch. 137
138 Ch. 138
139 Ch. 139
Episodes

Updated 139 Episodes

1
S1 - Ch. 1 - Mimpi Buruk di Desa Hantu
2
Ch. 2
3
Ch. 3
4
Ch. 4
5
Ch. 5
6
Ch. 6
7
Ch. 7
8
Ch. 8
9
Ch. 9
10
Ch. 10
11
Ch. 11
12
Ch. 12
13
Ch. 13
14
Ch. 14
15
Ch. 15
16
Ch. 16
17
Ch. 17
18
Ch. 18
19
Ch. 19
20
Ch. 20
21
Ch. 21
22
Ch. 22
23
Ch. 23
24
Ch. 24
25
Ch. 25
26
Ch. 26
27
Ch. 27
28
Ch. 28
29
Ch. 29
30
Ch. 30
31
Ch. 31
32
Ch. 32
33
Ch. 33
34
Ch. 34
35
Ch. 35
36
Ch. 36
37
S2 - Ch. 37 - Pulau Pengantin
38
Ch. 38
39
Ch. 39
40
Ch. 40
41
Ch. 41
42
Ch. 42
43
Ch. 43
44
Ch. 44
45
Ch. 45
46
Ch. 46
47
Ch. 47
48
Ch. 48
49
Ch. 49
50
Ch. 50
51
Ch. 51
52
Ch. 52
53
Ch. 53
54
Ch. 54
55
Ch. 55
56
Ch. 56
57
Ch. 57
58
Ch. 58
59
Ch. 59
60
Ch. 60
61
Ch. 61
62
Ch. 62
63
Ch. 63
64
Ch. 64
65
Ch. 65
66
Ch. 66
67
Ch. 67
68
Ch. 68
69
Ch. 69
70
Ch. 70
71
Ch. 71
72
Ch. 72
73
Ch. 73
74
Ch. 74
75
Ch. 75
76
Ch. 76
77
Ch. 77
78
Ch. 78
79
Ch. 79
80
Ch. 80
81
Ch. 81
82
Ch. 82
83
Ch. 83
84
Ch. 84
85
Ch. 85
86
Ch. 86
87
Ch. 87
88
Ch. 88
89
Ch. 89
90
Ch. 90
91
Ch. 91
92
Ch. 92
93
Ch. 93
94
Ch. 94
95
Ch. 95
96
Ch. 96
97
Ch. 97
98
Ch. 98
99
Ch. 99
100
Ch. 100
101
Ch. 101 - Perpisahan
102
Ch. 102
103
Ch. 103
104
Ch. 104
105
Ch. 105
106
Ch. 106
107
Ch. 107
108
Ch. 108
109
Ch. 109
110
Ch. 110
111
Ch. 111
112
Ch. 112
113
Ch. 113
114
Ch. 114
115
Ch. 115
116
Ch. 116
117
Ch. 117
118
Ch. 118
119
Ch. 119
120
Ch. 120 - (S3) Seperti Apa Menjadi Vampir?
121
Ch. 121 - Apakah itu Vampire?
122
Ch. 122
123
Ch. 123
124
Ch. 124
125
Ch. 125
126
Ch. 126
127
Ch. 127
128
Ch. 128
129
Ch. 129
130
Ch. 130
131
Ch. 131
132
Ch. 132
133
Ch. 133
134
Ch. 134
135
Ch. 135
136
Ch. 136
137
Ch. 137
138
Ch. 138
139
Ch. 139

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!