Wanita itu menatap Akbar dengan senyum, "Kamu sungguh ingin membantu mereka? Hanya dengan kemampuan tidak berguna seperti itu?."
"Kamu bisa tahu, kalau ...." Akbar terkejut.
Bagaimana mungkin wanita ini tahu jika dirinya menyegel kemampuan supranya?
Akbar mengepalkan tangannya, hatinya gelisah penuh keraguan.
"Kenapa kamu Akbar? apa kamu sakit, kenapa pucat begitu?."
"Tidak apa-apa, mungkin masuk angin."
Pembicaraan mereka terjeda oleh ketukan di pintu. Semua yang berada di ruangan menjadi gugup selain kedua kakak beradik itu.
Ketukan di pintu sangat ritmis, ketukan tiga kali, lalu jeda sebentar, ketuk tiga kali, lalu jeda sebentar, dan seterusnya.
"Tolong ... tolong ... selamat kami ...."
Salsa menatap wanita pemilik rumah, "Itu ... teman kami atau ... hantu ?."
Tersenyum, wanita itu berkata: "Sudah siap, jika kalian aku usir dari rumah ini? terutama kamu, Akbar."
Jantung Akbar berdebar kencang. Kepala Akbar tertunduk tidak bisa menjawab pertanyaan wanita itu.
"Sudah hampir waktunya untuk berlalu."
"Jangan ... tidak sekarang." Pekik Dinda dan Salsa nyaris bersamaan.
"Tidak bisakah kamu mendengarkanku sampai selesai?." Adik wanita itu tertawa. "Meski aku mendukung niat kalian yang ingin menolong mereka, namun aku tidak sarankan kalian bunuh diri disana."
Ketukan di pintu berulang sekali lagi.
Akbar tidak tahu mengapa, mendengarkan ketukan di pintu ini, dia merasa sedikit panik, takut untuk membuka pintu!
Salsa, Dinda dan Arman tidak berani keluar dari atmosfer aman sambil berbaring di tempat tidur, mendengarkan pintu dengan tenang. Tetapi ketukan di pintu tidak pernah berhenti, teruskan ritme ketukan, ketuk selama hampir dua puluh menit!
Ketika mereka mendengarnya, hati menjadi kabur, karena mereka melihat orang tua itu, hal-hal aneh terjadi satu demi satu sekali lagi.
Setelah makan malam, mereka terdiam. Ini pilihan sulit, Salsa kembali meringkuk diatas tempat tidurnya, kata-kata kedia wanita itu terus berputar di dalam kepalanya.
Sebenarnya ini masih senja, ini adalah persimpangan siang dan malam, jadi setan dan hantu sudah bisa keluar saat ini.
Arman sekarang meletakkan tangannya di atas meja, kepalanya berbaring di atasnya, "Akbar, kamu serius ingin terjun kesana lagi?."
"Ini bukan seriua atau tidaknya, disana nyawa mereka terancam. Apa harus berdiam diri?."
Saat matahari terbenam, langit benar-benar gelap.
Di desa, kepala desa sedanv berhadapan dengan mak lampir, dia sangat marah kepada kepala.desa. Lepasnya empat orang itu sudah membuat emosi mak lampir menjadi murka.
"Kenapa masih belum juga kamu tangkap empat bocah itu."
"Ampun mak, mereka tinggal di vihara itu dan dilindungi penyihir wanita, bagaimana saya bisa menculik mereka?."
"Itu urusanmu!."
Memilih untuk berbicara tentang membangkitkan hantu, bukan tidak mungkin membiarkan hantu-hantu yang terperangkap itu pergi. Namun, ia juga menanggung risiko besar.
Dalam hal sifat dan fungsinya, penduduk desa ini sangat mungkin ditetapkan sebagai organisasi pemujaan ilegal, ini adalah kesimpulan yang diperoleh Akbar dan temannya, setelah mempelajari data yang terbatas.
Ini membuatnya semakin penasaran.
Apakah semua penduduk ini adalah orang bodoh?
Bagaimana mereka bisa dicuci otak secara menyeluruh, bagaimana mereka bisa mempercayai absurditas ini?
Semua tipu muslihat ini omong kosong !
Dunia begitu berkabut dan tercemar sehingga bahkan orang-orang membenci Tuhan akan datang ke sini dan menikahi sejumlah besar wanita yang bahkan membunuh dan membakar tanpa mengerutkan kening!
Mereka benar-benar tidak bisa mengetahuinya!
Akhirnya Arman memecah keheningan di kamar mereka, "Kau tidak terkejut?" tanyanya.
Salsa dan Dinda menatap Arman lalu Akbar.
"Kenapa? karena aku aneh?."
"Bukan aneh, tapi ... kamu terlalu tenang, Akbar." ucap Dinda, "Ketika kami semua ketakutan, kamu justru semakin tenang, seperti ...."
"Seperti sudah terbiasa." Arma menyela Dinda dan berkata : "Tapi mereka semua orang-orang yang sangat berpengetahuan, sangat lihai, sangat kuat dan kuat, bagaimana mereka bisa dibodohi?!."
"Berarti kalian belum pernah mendengar pepatah yang mengatakan bahwa semakin kuat seseorang, semakin rentan mereka. Kalau tidak, mengapa semakin besar tempat, semakin banyak orang memiliki masalah psikologis? Selain itu, otak yang cerdas belum tentu sehat secara mental."
"Kamj meledekku yang selalu dapat nilai menengah, huh?."
"Eh, itu kamu sendiri yang bilang, ya."
"Huh!." Salsa kesal oleh kejahilan Akbar.
Ahahahahah—
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 139 Episodes
Comments