Ch. 4

Mereka bertiga lari sekuat tenaga mereka dan Akbar hanya mengikuti mereka dari samping.

Perlahan dia mulai menyadari, kenapa hantu itu melambat saat mereka berbelok arah?

Apa yang menyebabkan mereka mundur?

Salsa hampir menangis, dan dengan tendangan yang kuat, Akbar menjatuhkan pria tua itu ke tanah.

Menangis dan menangis, Dinda dan Salsa mencoba berlari keluar dari penyergapan hantu.

Mereka tidak tahu seberapa jauh telah berlari, Salsa terpeleset dan jatuh ke tanah, dan Dinda tidak tahu apa-apa karena hari semakin gelap.

Tanpa sadar mereka semua pingsan, begitu pun dengan Akbar.

Membuka matanya, Akbar mendapati dirinya berbaring di tempat tidur yang agak akrab, ketiga temannya tertidur di sisi tempat tidur.

"Sudah bangun rupanya."

Akbar melihat lebih dekat, bukankah ini ruangan mirip dengan yang diatur oleh rumah penginapan untuk mereka sebelumnya?

"Siapa kamu?."

Akbar terjebak di dalam hatinya dan dia mengalami mimpi buruk tadi malam dan dia tidak tahu harus berbuat apa.

Hidupnya dan ketiga temannya dipertaruhkan disini.

Wanita itu mengatakan bahwa mereka berlari keluar malam itu dan terjebak dalam hujan lebat, dan pingsan tidak jauh dari pintu, dan kemudian demam tinggi, tidak sadar selama dua hari.

"Demam teman kamu juga sudah turun tapi kamu bangun lebih dulu."

Wanita itu keluar dari kamar mereka setelah meletakkan semangkuk bubur sayuran di meja.

"Akbar, wanita itu bukan hantu lagi, kan?." Dinda bertanya saat terbangun dan melihat mata Akbar bergerak keluar jendela.

Akbar : "Bukan."

"Kalau begitu, oke!."

Akbar memahaminya, pada kenyataannya, Dinda, Salsa dan Arman berada di bawah terlalu banyak tekanan, terutama setelah teror hantu dihutan tadi malam.

“Menurutmu apa yang harus saya lakukan? Saya baru-baru ini menderita kurang tidur dan kerutan yang parah.” Dinda sedikit sedih.

"Jangan terlalu khawatir."

Sebenarnya, dia memiliki beberapa keraguan irasional tentang kondisinya, tetapi dia tidak ingin menakutinya sampai itu dikonfirmasi.

"Ya." Dinda mengangguk, "Aku tidak bermaksud begitu, tetapi setiap kali aku berada dalam krisis, aku akan menyebut nama Buddha."

"Kita pasti selamat, jangan menyerah, aku akan mencari jalan keluar."

"Lihat apa yang kamu katakan? Kamu bukan ahli Feng Shui yang bertanya kepada para dewa. Kawan perhatikan posisimu!."

"Kalau bukan aku lalu siapa? Arman? Salsa? atau kamu?."

Dinda terdiam.

Akbar ikut terdiam dan tenggelam dalam pikiran-pikirannya. Begitu banyak pertanyaan yang ingin dia temukan jawabannya.

Apa hubungan wanita ini dengan hantu di hutan?

Lalu apakah situasi kali ini akan diselesaikan seaman sebelumnya?

Apakah ini ada hubungannya dengan kasus itu?

Akbar melihat ke arah Salsa dan Arman yang masih terlelap di tempat tidur. Kemudian melihat ke arah hutan yang gelap.

Terdengar raungan amarah dari mereka.

Amarah?

Seketika die muncul di kepala Akbar, wanita ini jelas bukan hantu, setidaknya bukan hantu biasa!

Akbar berdiam diri sejenak, bermeditasi.

Benar saja, rumah yang mereka tempati ini memiliki pelindung tidak kasat mata yang membuat hantu - hantu itu tidak bisa masuk ke area rumah.

Jeritan mak lampir dan sebangsanya mulai menjadi tangis pilu yang menyayat hati. Dia tidak berani membayangkan jika mereka saat ini pingsan di hutan bersama sekumpulan hantu itu, apa yang akan terjadi ?

Apakah tubuh mereka di sayat kuku kuntilanak?

Apakah darah mereka akan di minum oleh pocong atau genderuwo?

Hanya membayangkan hal itu saja, hati Akbar sudah menciut.

Tapi rasa ingin tahu Akbar terusik oleh rahasia identitas wanita misterius itu.

Semakin dalam Akbar memikirkannya, semakin dia tidak mengerti. Akbar merasakan sedikit sakit kepala di kepala, dan tiba-tiba saya tidak bisa mengatakan apakah hal sebelumnya adalah mimpi atau nyata.

Apakah ini benar-benar hanya mimpi?

Seharusnya, kalau tidak, akan terlalu aneh!

Akhirnya Salsa dan Arman terbangun juga. Tapi memikirkan apa yang terjadi semalam, tiba-tiba berkeringat dingin.

Dinda memberikan mangkok bubur yang telah dia hangatkan kembali kepada Salsa dan Arman. Akbar menahan tawanya, karena keduanya tidak menyadari dimana mereka dan hanya bersikap santai layaknya seseorang sedang kemah. Saat rasa kenyang telah dirasa barulah keduanya panik.

Astaga! Apa yang telah mereka lakukan?

Bersantai begitu saja?

Semakin mereka memikirkannya, semakin bingung menjadi bingung dan tidak bisa masuk akal.

Kata-kata ini sebenarnya berbicara kepada diri sendiri, menghipnotis diri mereka sendiri.

Akbar tidak tahu apakah self-hypnosis dia berpengaruh, dan mereka tertidur di dalam rumah.

Episodes
1 S1 - Ch. 1 - Mimpi Buruk di Desa Hantu
2 Ch. 2
3 Ch. 3
4 Ch. 4
5 Ch. 5
6 Ch. 6
7 Ch. 7
8 Ch. 8
9 Ch. 9
10 Ch. 10
11 Ch. 11
12 Ch. 12
13 Ch. 13
14 Ch. 14
15 Ch. 15
16 Ch. 16
17 Ch. 17
18 Ch. 18
19 Ch. 19
20 Ch. 20
21 Ch. 21
22 Ch. 22
23 Ch. 23
24 Ch. 24
25 Ch. 25
26 Ch. 26
27 Ch. 27
28 Ch. 28
29 Ch. 29
30 Ch. 30
31 Ch. 31
32 Ch. 32
33 Ch. 33
34 Ch. 34
35 Ch. 35
36 Ch. 36
37 S2 - Ch. 37 - Pulau Pengantin
38 Ch. 38
39 Ch. 39
40 Ch. 40
41 Ch. 41
42 Ch. 42
43 Ch. 43
44 Ch. 44
45 Ch. 45
46 Ch. 46
47 Ch. 47
48 Ch. 48
49 Ch. 49
50 Ch. 50
51 Ch. 51
52 Ch. 52
53 Ch. 53
54 Ch. 54
55 Ch. 55
56 Ch. 56
57 Ch. 57
58 Ch. 58
59 Ch. 59
60 Ch. 60
61 Ch. 61
62 Ch. 62
63 Ch. 63
64 Ch. 64
65 Ch. 65
66 Ch. 66
67 Ch. 67
68 Ch. 68
69 Ch. 69
70 Ch. 70
71 Ch. 71
72 Ch. 72
73 Ch. 73
74 Ch. 74
75 Ch. 75
76 Ch. 76
77 Ch. 77
78 Ch. 78
79 Ch. 79
80 Ch. 80
81 Ch. 81
82 Ch. 82
83 Ch. 83
84 Ch. 84
85 Ch. 85
86 Ch. 86
87 Ch. 87
88 Ch. 88
89 Ch. 89
90 Ch. 90
91 Ch. 91
92 Ch. 92
93 Ch. 93
94 Ch. 94
95 Ch. 95
96 Ch. 96
97 Ch. 97
98 Ch. 98
99 Ch. 99
100 Ch. 100
101 Ch. 101 - Perpisahan
102 Ch. 102
103 Ch. 103
104 Ch. 104
105 Ch. 105
106 Ch. 106
107 Ch. 107
108 Ch. 108
109 Ch. 109
110 Ch. 110
111 Ch. 111
112 Ch. 112
113 Ch. 113
114 Ch. 114
115 Ch. 115
116 Ch. 116
117 Ch. 117
118 Ch. 118
119 Ch. 119
120 Ch. 120 - (S3) Seperti Apa Menjadi Vampir?
121 Ch. 121 - Apakah itu Vampire?
122 Ch. 122
123 Ch. 123
124 Ch. 124
125 Ch. 125
126 Ch. 126
127 Ch. 127
128 Ch. 128
129 Ch. 129
130 Ch. 130
131 Ch. 131
132 Ch. 132
133 Ch. 133
134 Ch. 134
135 Ch. 135
136 Ch. 136
137 Ch. 137
138 Ch. 138
139 Ch. 139
Episodes

Updated 139 Episodes

1
S1 - Ch. 1 - Mimpi Buruk di Desa Hantu
2
Ch. 2
3
Ch. 3
4
Ch. 4
5
Ch. 5
6
Ch. 6
7
Ch. 7
8
Ch. 8
9
Ch. 9
10
Ch. 10
11
Ch. 11
12
Ch. 12
13
Ch. 13
14
Ch. 14
15
Ch. 15
16
Ch. 16
17
Ch. 17
18
Ch. 18
19
Ch. 19
20
Ch. 20
21
Ch. 21
22
Ch. 22
23
Ch. 23
24
Ch. 24
25
Ch. 25
26
Ch. 26
27
Ch. 27
28
Ch. 28
29
Ch. 29
30
Ch. 30
31
Ch. 31
32
Ch. 32
33
Ch. 33
34
Ch. 34
35
Ch. 35
36
Ch. 36
37
S2 - Ch. 37 - Pulau Pengantin
38
Ch. 38
39
Ch. 39
40
Ch. 40
41
Ch. 41
42
Ch. 42
43
Ch. 43
44
Ch. 44
45
Ch. 45
46
Ch. 46
47
Ch. 47
48
Ch. 48
49
Ch. 49
50
Ch. 50
51
Ch. 51
52
Ch. 52
53
Ch. 53
54
Ch. 54
55
Ch. 55
56
Ch. 56
57
Ch. 57
58
Ch. 58
59
Ch. 59
60
Ch. 60
61
Ch. 61
62
Ch. 62
63
Ch. 63
64
Ch. 64
65
Ch. 65
66
Ch. 66
67
Ch. 67
68
Ch. 68
69
Ch. 69
70
Ch. 70
71
Ch. 71
72
Ch. 72
73
Ch. 73
74
Ch. 74
75
Ch. 75
76
Ch. 76
77
Ch. 77
78
Ch. 78
79
Ch. 79
80
Ch. 80
81
Ch. 81
82
Ch. 82
83
Ch. 83
84
Ch. 84
85
Ch. 85
86
Ch. 86
87
Ch. 87
88
Ch. 88
89
Ch. 89
90
Ch. 90
91
Ch. 91
92
Ch. 92
93
Ch. 93
94
Ch. 94
95
Ch. 95
96
Ch. 96
97
Ch. 97
98
Ch. 98
99
Ch. 99
100
Ch. 100
101
Ch. 101 - Perpisahan
102
Ch. 102
103
Ch. 103
104
Ch. 104
105
Ch. 105
106
Ch. 106
107
Ch. 107
108
Ch. 108
109
Ch. 109
110
Ch. 110
111
Ch. 111
112
Ch. 112
113
Ch. 113
114
Ch. 114
115
Ch. 115
116
Ch. 116
117
Ch. 117
118
Ch. 118
119
Ch. 119
120
Ch. 120 - (S3) Seperti Apa Menjadi Vampir?
121
Ch. 121 - Apakah itu Vampire?
122
Ch. 122
123
Ch. 123
124
Ch. 124
125
Ch. 125
126
Ch. 126
127
Ch. 127
128
Ch. 128
129
Ch. 129
130
Ch. 130
131
Ch. 131
132
Ch. 132
133
Ch. 133
134
Ch. 134
135
Ch. 135
136
Ch. 136
137
Ch. 137
138
Ch. 138
139
Ch. 139

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!