Trisha menatap Miles sambil menggigiti sedotan minumannya, "Apa yang kamu lakukan disini, Miles?"
Miles membalas tatapannya, "Kami menginap di hotel dekat sini, dan dia memintaku untuk mencuci di binatu saja." sahut Miles.
"Dia? Istrimu?" tanya Trisha.
Miles mengangguk, "Ya, istriku." jawab Miles.
"Cepat kembalilah kepadanya, nanti dia akan mencarimu." sahut Trisha dan bersiap untuk kembali mencari Gege.
Saat Trisha pergi, Miles menangkap tangannya, "Aku tidak pernah menyentuhnya, aku tidak mencintainya, dan aku sangat merindukanmu." ujar Miles.
Ucapan Miles membuat jantung Trisha bergemuruh hebat. Dan kemudian dia melepaskan tangan yang di genggam Miles dan pergi meninggalkan Miles.
Miles berdiri dan memanggilnya, "Sha, jangan pergi dulu." sahutnya bersamaan dengan datangnya Gege.
"Kita sudah berubah, Miles. Keadaan sudah berbeda." sahut Trisha pelan.
"Hai, Sha. Siapa dia? Kenalanmu?" tanya Gege.
Aku menatap Miles, kemudian menatap Gege, "Bukan, dia hanya orang asing yang datang ke kota ini." jawab Trisha.
Gege menggandeng tangan Trisha, dan Trisha tidak menolaknya, hanya untuk sekedar memberitahukan kenyataan kepada Miles bahwa mereka sekarang sudah memilih jalan mereka masing-masing.
Hari sudah semakin petang, dan senja sudah menunggu untuk menyatakan dirinya di ufuk timur. Pertemuan singkat Trisha dengan Miles, membuat Trisha berpikir tentang Miles. Apa yang diucapkan oleh Miles terus terngiang-ngiang di kepalanya.
"Sha, maaf, dia mantan kekasihmu? Si Omkara." tanya Gege, sambil menunggu mesin cuci yang sedang menggiling pakaian kotor Trisha.
Trisha mengangguk, "Tau darimana? Gesture kami terlalu menonjol yah?" jawab Trisha.
"Jelas sekali, sangat jelas, Sha." sahut Gege.
Trisha tertawa, "Ah, mungkin aku bisa bercerita padamu, jantungku sekarang tidak karuan, Ge."
"Kamu masih mencintainya, Sha?" tanya Gege menatap mataku tajam.
"Selalu, Ge." jawab Trisha.
"Dengan kenyataan bahwa dia sudah menjadi suami orang, apa kamu tidak akan membuka hatimu untuk yang lain? Aku misalnya..." sahut Gege.
Aku tersenyum, "Aku sedang berusaha untuk itu kok, Ge. Tapi itu sulit sekali, dan tiba-tiba saja dia datang, semua rasa rinduku seakan tumpah dan mengalir kemana-mana. Rasa sayangku untuknya terlalu banyak, sehingga sku tidak tau mau kuberikan kepada siapa." jawab Trisha lagi, suaranya terdengar putus asa.
"Aku. Kamu bisa memberikannya kepadaku, Trisha." ucap Gege.
Trisha memandangnya, menatap wajah Gege yang sangat serius, "Aku belum terlalu mengenalmu." sahut Trisha, "Yang aku tau, kamu tampan dan cukup manis. Aku senang berbincang-bincang denganmu, kamu cerdas, dengan pemikiranmu yang tidak biasa." sahut Trisha lagi.
"Kenalkan, namaku, Gerardus Mahardika, aku bekerja di..."
"Mahardika? Jangan katakan kepadaku, kamu ada hubungannya dengan Mahardika Group." ucap Trisha.
"Baru aku mau mengenalkan diriku, janganlah dipotong dulu. Aku presiden direktur dari Mahardika Group." jelas Gege melengkapkan, "dan aku sepertinya aku menyukai Trisha yang sekarang ada di hadapanku!" seru Gege lagi.
Trisha tertawa, "Aku sudah terbiasa mendengar pernyataan cinta seperti itu, yang aku tidak biasa adalah, kenapa aku harus selalu mengenal dan dekat dengan para pejabat sepertimu atau Miles." sahutnya, masih tertawa geli, "tapi pernyataan cintamu, cukup manis, Ge." tambah Trisha lagi.
"Aku serius, Sha." seru Gege, sekarang wajahnya sedikit memerah.
Ting....
Suara yang menandakan cucian sudah selesai berbunyi. Trisha segera mengambil wadah pakaian dan memindahkan pakaiannya yang sudah bersih ke dalam wadah tersebut.
Gege mengekorinya, dan mengikutinya, "Sha, aku serius. Mau ngga kamu mencobanya bersamaku?" tanya Gege lagi.
Setelah selesai memindahkan, pakaiannya, Trisha menatap Gege, "Berikan aku waktu untuk mengenalmu, dan jangan terlalu berharap, aku tidak mau ketika nanti aku sudah menyukaimu, orangtuamu melarangmu untuk meneruskan hubungannya denganku." ucap Trisha.
Gege mengambil wadah pakaian Trisha, dan kembali memgekorinya, "Tidak akan ada kejadian seperti itu, Sha. Orangtuaku itu liberal, aku diijinkan menikah dengan siapapun." sahut Gege, dan sekarang memasukkan wadah pakaian Trisha ke dalam mobil.
"Siapapun selain seorang guru TK. Terimakasih sudah menemaniku, aku pulang. Besok ayo kita cari cafe baru." sahut Trisha yang kini sudah berada di dalam mobil.
Gege mengangguk, "Sha, pikirkan ucapanku, aku belum menjadi suami orang, Sha. Sampai besok!" sahut Gege.
Trisha membunyikan klakson mobilnya, dan melambaikan tangan kepada Gege.
...----------------...
Sesampainya di rumah Trisha merenung, benar juga, Miles sudah menjadi suami orang, kenapa dia harus memikirkannya lagi?, sahut Trisha membatin dalam hati.
Tapi Trisha juga penasaran bagaimana kabar Miles, saat bertemu dengannya sore tadi, Miles tampak menyedihkan, tidak ada aura yang terpancar dari wajahnya, tidak seperti Miles yang dulu. Apakah dia bahagia? Atau apakah ucapan Miles sungguh dari dalam hatinya? Semua pikiran itu membawa Trisha tertidur, seperti lantunan lagu tidur yang mengalun.
Pagi hari itu, Trisha kembali mengajar seperti biasa, dan karena hari ada beberapa murid yang ingin menambah kelas menyanyi mereka, maka jam pulang Trisha sedikit terlambat.
"Aku akan mengabarkanmu ketika aku sudah menemukan cafe yang baru, agak sedikit terlambat hari ini. Tidak perlu terburu-buru." tulis Trisha dalam pesan singkat yang di tujukan untuk Gege.
"Okkie dokkie. I'll wait for you, Trish. Panggilan ini lebih classy daripada Sha...😁" balas Gege.
"😏😏" Trisha hanya membalas Gege dengan mengirimkan emoji kecil.
Trisha kemudian memasuki kelas yang di pegangnya, dan mulai melakukan tugasnya.
"Siapa yang pernah go to the zoo? Raise your hands up high!" sahutnya ceria.
Dan ini membuat belasan tangan-tangan kecil terangkat ke atas.
"Ada hewan apa saja disana yah? Yang boleh menjawab, hanya yang bisa sit down nicely, dan ngga jalan-jalan." sahut Trisha lagi.
Kurang lebih dua jam Trisha berperan sebagai wali kelas di tk besar. Setelah itu, Trisha kembali mengabsen anak-anak yang mengambil kelas bernyanyi bersamanya.
Jam tiga sore, Trisha sudah bersiap-siap untuk mencari cafe kopi baru. Trisha menyalakan mesin mobilnya, dan mulai mengendarainya sambil bernyanyi, seperti yang biasa dia lakukan.
Tak lama ponselnya berdering, Pria Americano
"Ya, Ge? Aku otw." sahut Trisha.
"Oke, aku baru selesai juga. Share location aja yah nanti." jawab Gege dari sebrang.
Dan karena jalanan berbelok, tangan Trisha tergelincir dan menjatuhkan ponselnya, dari sebrang terdengar Gege memanggil, "Sha....hallo! Sha...still there?!" panggil Gege dengan panik.
"Ponselku jatuh, i'll call you back, Ge." jawab Trisha berteriak dengan harapan Gege akan mendengarnya.
Trisha berusaha menggapai ponselnya yang jatuh dengan satu tangan, dan dia tidak melihat, ada mobil yang akan memutar, dan...
Braakk!!
Kepala Trisha membentur setiran depan dengan cukup keras, dan bersyukurnya airbag keluar untuk menyelamatkannya.
Trisha tersentak, dan dia bergegas keluar, untuk melihat apa dan siapa yang dia tabrak. Trisha mengetuk kaca jendela mobil tersebut, ah, mobilnya mahal, batin Trisha. Dan Trisha memeriksa kondisi mobil mahal itu, bempernya kena...berapa yang harus aku ganti niy, gaji guru tk di kumpulin setaun juga ngga akan kebeli mobilnya, bempernya juga ngga akan kebeli kalau ori, kan? sahut Trisha lagi dalam hati.
Sang pemilik mobil pun keluar, seorang wanita tidak terlalu tinggi, dengan rambut sebahu, dan tampak galak.
"Maaf, saya tidak sengaja menabrak, ponsel saya terjatuh, dan saya sedang online tadi, dan says berusaha mengambilnya, dan tidak melihat ada mobil anda berputar, maafkan saya." seru Trisha.
Wanita itu tidak menghiraukannya, hanya tangannya saja yang terangkat ke arah wajah Trisha. Sepertinya menghubungi suaminya.
"Tunggu yah, ini mobil suami says, kalau saya sih tidak masalah, kerusakannya juga ngga seberapa, kamu ngga apa-apa kan?" tanya wanita itu.
Trisha menghela nafas lega, "Syukurlah. Oh, saya baik-baik saja. Mobil saya juga hanya lecet dikit tidak jadi masalah." ucap Trisha tersenyum.
"Suami saya agak pemarah, semoga dia ngga akan menuntut ganti rugi yah sama kamu." jawabnya.
Deg...
Itu yang akan jadi masalah kan? Aku mengirimkan pesan kepada Gege,
"Im in trouble. Dan aku mau minta tolong, datanglah kesini." tulisku dalam pesan, setelah itu Trisha mengirimkan share location kepada Gege.
"Suami saya minta nama kamu dan nomor telponmu, sebentar lagi dia akan datang. Maaf yah, tapi bisa tulis disini?" tanya wanita itu.
Trisha mengambil secarik kertas dari tangan wanita itu, dan menuliskan nama dan nomor ponselnya di atasnya,
Trisha
0811.2234.4322
Lalu, mengembalikan kertas dan pulpen kepada wanita itu. Tak lama sebuah mobil mewah, yang jauh lebih mewah datang, dan menghampiri kami. Seorang pria dengan kacamata hitamnya, membanting pintu mobil yang ia kendarai.
"Kena di bagian mana?!" tanya pria itu, tanpa bertanya bagaimana keadaan istrinya., dan langsung mengecek kondisi mobilnya yang tertabrak.
"Siapa yang menabrak?" tanyanya, tanpa menghiraukan Trisha yang berdiri di depan mobilnya dan berusaha memanggil pria tersebut.
Pria itu mengambil secarik kertas dari tangan istrinya, dan membaca tulisan pada kertas tersebut. Kemudian dia melepas kacamatanya, dan menatap seorang wanita yang menabrak mobilnya itu.
"Trisha!" sahutnya.
Trisha terkejut, dan mengatupkan mulutnya...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments
Dehan
jumpa lagi dehhh
2022-08-08
0
MEMEY
semangat
2022-07-19
0
Nadiya Rahman
jeng jeng jeng,siapakah dia????
2022-07-16
0