Episode 3 : Melihatnya di Cafe

Michelle berjalan keluar rumah, dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Karena, hari ini dia akan menghadiri meeting penting dari Perusahaan tempatnya bekerja.

Sampai di Perusahaan, bos-nya sudah menunggu di depan ruang resepsionis. Michelle sedikit membungkukkan badan, karena dia sadar kalau dirinya telat lima menit.

"Maaf, Bu. Saya telat lima menit!" ucapnya.

"Tidak. Kau tidak telat, memang jadwalnya mundur setengah jam. Karena Mr. Kiyoshi baru sampai, dan dia mampir sebentar ke suatu tempat karena ada urusan penting," jawab Maya Hadiningrat.

Maya Hadiningrat adalah bos-nya di kantor. Wanita separuh baya ini masih aktif di Perusahaan. Dia adalah salah satu pengusaha terkenal di kalangan bisnis. Karena kegigihan, kejujuran dan keuletannya membuat dia menjadi seorang pengusaha wanita yang sukses. Dan dia adalah panutan yang perlu diteladani.

"Ayo kita ke tempat meeting terlebih dahulu!" ajak Maya.

Michelle mengekor di belakang bos-nya.

"Michelle, Pakai mobilku saja!"

"Baik, Bu," ucap Michelle.

Michelle duduk di samping Maya. Michelle sibuk dengan map ditangannya. Dia juga harus pandai mengatur dan menyusun isi dari map itu, supaya saat dipresentasikan di depan Mr. Kiyoshi berkasnya tidak ada yang tercecer.

Michelle adalah seorang sekertaris profesional. Dia bekerja di Perusahaan milik Maya sudah lumayan lama. Sehingga Maya sangat mempercayai kualitas dan kuantitas kerja Michelle.

Sampai di depan cafe, mereka turun dari mobil. Seorang pelayan menyambut dengan ramah kedatangan tamu istimewanya. Karena Maya Hadiningrat termasuk salah satu pengunjung VIP cafe ini. Jauh hari, bos-nya sudah membooking ruangan khusus untuk meeting.

Maya Hadiningrat berjalan masuk ke ruangan tersebut, sedang Michelle mengekor di belakangnya. Tidak sengaja netranya melihat sosok seorang pria yang sedang duduk berdua dengan seorang wanita.

Dia adalah Nathan, suaminya. Dan tentu saja wanita yang sedang bersama dengan suaminya adalah Dewi. Michelle hanya bisa menghela nafasnya kasar.

"Michelle ada apa?" tanya Maya.

"Eh, tidak apa-apa, Bu," jawabnya.

Selama tiga jam mereka meeting dengan Mr Kiyoshi. Hingga mereka mencapai kesepakatan untuk bekerja sama, dan menandatangani kontrak kerja sama.

"Thank you very much Mr Kiyoshi! We hope that our cooperation will go well in the future." ucap Maya menjabat tangan kliennya.

"I enjoy working with you!" ucapnya.

Setelah berpamitan, mereka pun berpisah. Michelle membenahi berkas-berkas yang tadi di gunakan untuk meeting.

"Bagaimana? Apakah sepertinya Mr Kiyoshi puas dengan presentasi yang kita lakukan?" tanya Maya. Namun Michelle nampak tidak mendengarkan kata-kata bos-nya.

"Michelle? Michelle?" panggilnya.

"Eh, iya, Bu. Ada apa? Maaf tadi saya tidak mendengar!"

"Kamu melamun? Ada apa?" tanya Maya. Michelle menghela nafasnya kasar.

"Saya memang sedang ada masalah, Bu. Saya tidak konsentrasi," ucapnya.

"Ada apa? Ceritakan lah!"

"Tapi, saya tidak enak harus bercerita dengan ibu! Karena ini adalah masalah rumah tangga saya, Bu!" ujar Michelle.

"Tapi, rumah tangga yang tidak sehat, jika dibiarkan maka akan berdampak buruk!" tutur Maya.

"Apakah bisa begitu, Bu?"

"Tentu saja. Contohnya seperti saya. Rumah tangga saya sudah tidak sehat, tapi, saya berpura-pura tidak tahu. Dan di depan semua orang saya selalu bersikap seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Tapi, Apa yang terjadi sekarang? Saya dan suami bercerai," terangnya, "Seharusnya dari awal saya berusaha untuk memperbaikinya. Tapi, Saya tidak perduli. Hingga akhirnya rumah tangga saya benar-benar hancur. Saya dan mantan suami pun memutuskan untuk hidup sendiri-sendiri," tutur Maya.

"Maaf, Bu. Bukan maksud saya untuk mengingatkan ibu mengenai masa lalu, Bu Maya,"

"Sudah, tidak apa-apa. Sekarang, ceritakan. Ada apa?"

"Suami saya berselingkuh, Bu. Dia berselingkuh dengan sepupu saya sendiri. Dan saya baru mengetahuinya, mereka menjalin hubungan sebelum pernikahan kami," jelas Michelle, "Jika dari awal dia jujur mengatakan bahwa dia sudah memiliki kekasih, pasti saya akan menolak perjodohan itu. Tapi, mereka berdua sama-sama diam. Hingga, tiba-tiba saja sepupu saya pergi dan memutuskan bekerja di luar kota. Hubungan saya dengan suami awalnya baik. Suami saya sangat mencintai dan menyayangi saya. Hingga lima tahun kami menikah, tidak ada masalah apapun. Tapi, setelah Sepupu saya kembali. Sikapnya begitu berubah. Saya tidak mengenal lagi suami saya. Dia sudah tidak tertarik lagi dengan saya. Bahkan dia mengatakan kalau hidup dengan saya sangat membosankan. Saya benar-benar sakit hati, Bu!" isak Michelle, "Yang membuat saya paling terluka, dengan terang-terangan dia bercinta di kamar pribadi kami," tangis Michelle pecah.

"Dia melakukan itu pasti ada penyebabnya. Bisa jadi karena dari diri kamu. Atau juga dari suami kamu sendiri. Kamu harus mencari tahu penyebab akar masalahnya," ucap Maya, "Setelah kamu mengetahui bahwa suamimu berselingkuh, Apakah kamu akan bertahan dengannya?"

"Kami akan bercerai, Bu. Dia memintanya sendiri!"

"Bersabarlah. Setiap masalah pasti ada jalannya," tutur Maya.

"Terima kasih banyak ya, Bu," ucap Michelle.

APARTEMEN

Setelah melewati malam yang panjang, mereka sama-sama dalam keadaan polos tidak memakai sehelai benang pun. Dewi menyadarkan kepalanya di dada bidang Nathan.

"Pokoknya, kamu harus segera menceraikan Michie," ujar Dewi.

"Iya, aku akan segera menceraikannya. Kamu tenang saja!" ucap Nathan.

"Kamu janji?"

"Iya, Sayang,"

"Lalu, perkenalkan aku dengan ayah dan ibu,"

"Sudah pasti. Aku akan perkenalkan kau dengan ayah dan ibu. Setelah kita mendapatkan restu, kita akan menikah. Kita akan menua bersama. Dan memiliki banyak anak," ucap Nathan.

"Aku mencintaimu, Sayang,"

"Aku juga," ucap Nathan sambil ******* bibir seksi Dewi.

"Sekali lagi ya, Sayang. Aku masih ingin lagi," ucapnya.

"Baiklah. Sekarang giliranku yang memimpin permainan!" ucap Dewi dengan senyum menggoda.

Dia menari-nari di atas tubuh Nathan. Laki-laki mana yang tidak tergoda, melihat pemandangan yang begitu indah dan sempurna. Bahkan Dewi sangat pintar bermain di atas tubuh kekasihnya, membuat nafsu Nathan menggelora.

Mereka bermain sekali lagi, membuat dua manusia berbeda jenis kelamin mereguk kenikmatan di kamar Apartemen. Nathan tidak berhenti mengerjai tubuh wanitanya, hingga Dewi benar-benar lemas di buatnya.

"Capek, Sayang. Berhenti! Tubuhku sangat lelah. Aku sudah tidak bertenaga!" ucap Dewi sudah terlihat kelelahan menerima hujaman-hujaman benda keramat milik Nathan ke goa bersarang halus miliknya.

"Sebentar lagi, Sayang. Aku mau keluar. Kamu terima ini!"

"Arrrrrrrrrrggggghhh." beberapa kali Nathan melepaskan tembakannya. Membuat tubuhnya langsung ambruk tidak bertenaga.

"Terima kasih banyak," ucap Nathan mengecup kening Dewi.

Michelle pulang ke rumah, namun dia merasa heran, karena sudah petang lampu teras belum dinyalakan. Itu menandakan bahwa suaminya belum pulang.

Dia menyalakan lampu teras, dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Sepi, itulah sekarang yang dia rasakan. Rumah sebesar ini terasa sangat sepi.

Michelle tidak mau terlalu berlarut-larut dalam kesedihan. Dia pun melupakan kesedihannya dengan berendam di air aromaterapi.

"Ah, segarnya!"

to be continued........

Terpopuler

Comments

Icha Idha

Icha Idha

ceritanya ko dr td mandi berendam di bathup terus setiap episode

2024-12-25

0

Setitik Embun

Setitik Embun

bagus...

2022-08-17

0

Fang

Fang

Hebat

2022-08-15

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Kejujuran yang Menyakitkan
2 Episode 2 : Kesedihan yang tak Berujung
3 Episode 3 : Melihatnya di Cafe
4 Episode 4 : Menahan Keegoisan
5 Episode 5 : Pengakuan
6 Episode 6 : Sebuah Permintaan
7 Episode 7 : Merubah Penampilan
8 Episode 8 : Kenapa dengan Michelle?
9 Episode 9 : Pura-pura tidak kenal
10 Episode 10 : Perdebatan Panjang
11 Episode 11 : Kecemburuan part 1
12 Episode 12 : Kecemburuan Part 2
13 Episode 13 : Notifikasi Bergambar
14 Episode 14 : Kamarahan Michelle
15 Episode 15 : Menenangkan Diri
16 Episode 16 : Surat Dari Rumah Sakit
17 Episode 17 : Derita Nathan
18 Episode 18 : Keterkejutan Michelle
19 Episode 19 : Penyesalan Nathan
20 Episode 20 : Kedatangan Adnan dan Amina
21 Episode 21: Nasehat Sahabat
22 Episode 22 : Kedatangan Mba Retno
23 Episode 23 : Penyesalan Tiada Guna
24 Episode 24 : Kepulangan Nathan
25 Episode 25 : Kebahagiaan Michelle
26 Episode 26 : Wanita Berbeda
27 Episode 27 : Lari Pagi Berdua
28 Episode 28 : Bonus Pembaca
29 Episode 29 : Memeriksakan Diri Ke RS
30 Episode 30 : Hasil Rumah Sakit
31 Episode 31 : Mencari Pekerjaan
32 Episode 32 : Ketulusan Michelle
33 Episode 33 : Bertemu Dewi
34 Episode 34 : Makan Malam Romantis
35 Episode 35 : Rencana Nathan
36 Episode 36 : Bertemu Ayah dan Ibu
37 Episode 37 : Nasehat Seorang Ayah
38 Episode 38 : Keyakinan
39 Episode 39 : Surat Pengunduran Diri
40 Episode 40 : Panggilan Hati
41 Episode 41 : Ketakutan Michelle
42 Episode 42 : Membawa Abah ke RS
43 Episode 43 : Amarah Tidak Pada Tempatnya
44 Episode 44 : Pertemuan Dua Ayah
45 Episode 45 : Kembali ke Kota Bogor
46 Episode 46 : Bertemu Adnan
47 Episode 47 : Pengakuan Dewi
48 Episode 48 : Masihkah Ada Asa?
49 Episode 49 : Ajakan Umi
50 Episode 50 : Kedatangan Nathan ke Bogor
51 Episode 51 : Keputusan Terakhir
52 Episode 52 : Amplop Coklat Di Atas Nakas
53 Episode 53 : Memasrahkan Diri Kepada Sang Khalik
54 Episode 54 : Bangkit untuk Berjuang
55 Episode 55 : Ketika Allah Sudah Berkehendak
56 Episode 56 : Enam Karyawan Baru
57 Episode 57 : Resep Enak
58 Episode 58 : Oh, kakak ku????
59 Episode 59 : Pembukaan Cafe
60 Episode 60 : Kabar Gembira
61 Episode 61 : Spesial Readers
62 Episode 62 : Kedatangan Nathan
63 Episode 63 : Murka Kartono
64 Episode 64 : Ngidam
65 Episode 65 : Ikut ke Restoran
66 Episode 66 : Rencana Dewi
67 Episode 67 : Bertemu Teman Lama
68 Episode 68 : Tamu dari Bogor
69 Episode 69 : Please Bantu Favorit
70 Episode 70 : Doa dari Abah
71 Episode 71 : Perhiasan Dunia
72 Episode 72 : USG
73 Episode 73 : Merancang Acara 7 bulanan
74 Episode 74 : Orang Tak Dikenal
75 Episode 75 : Bonus Readers
76 Episode 76 : Ternyata Dewi
77 Episode 77 : Pantang Menyerah
78 Episode 78 : Mencari Tahu
79 Episode 79 : Titik Terang
80 Episode 80 : Melahirkan Dalam Gudang
81 Episode 81 : Agam Abdullah Pratama
82 Episode 82 : Penangkapan Dewi
83 Episode 83 : Promo
84 Episode 84 : ASI Baby Agam
85 Episode 85 : Melewati Masa Kritis
86 Episode 86 : Susah ASI
87 Episode 87 : Bertambah Kebahagiaan
88 Episode 88 : Begadang oh Begadang
89 Episode 89 : Kedatangan Kartono
90 Episode 90 : Dewi Sekarat
91 Episode 91 : Minta Dukungan
92 Episode 92 : Nafas Terakhir
93 Episode 93 : Melebarkan Sayap
94 Episode 94 : Menghadiri Acara Pernikahan
95 Episode 95 : Kado Pernikahan
96 Episode 96 : Honeymoon ala Tasya
97 Episode 97 : Akhirnya???
98 Episode 98 : Mandi Bersama
99 Episode 99 : Kawan Lama
100 Episode 100 : New House Full of Blessing
101 Episode 101 : Cerita Indah
102 Episode 102 : Indah yang Memprihatinkan
103 Episode 103 : Wanita Ular itu Rosa
104 Episode 104 : Tangisan seorang Ibu
105 Episode 105 : Kabar Duka
106 Episode 106 : Tangisan Terakhir
107 Episode 107 : Kedatangan Kevin
108 Episode 108 : Promo
109 Episode 109 : Ada apa dengan Mas Nathan?
110 Episode 110 : Kecemburuan Michelle
111 Episode 110 : Kecemburuan Michelle
112 Episode 111 : Rencana Terselubung Pak Burhan
113 Episode 112 : Tamu Tak Diundang
114 Episode 113 : Keluarga Bahagia
115 Episode 114 : Bertemu Indah di Cafe
116 Episode 115 : Wajah Asli Indah
117 Episode 116 : Ketegasan Michelle
118 Episode 117 : Michelle mulai Protes
119 Episode 118 : Pernyataan Perasaan Indah
120 Episode 119 : Satu Tahun Agam
121 Episode 120 : The End
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Episode 1 : Kejujuran yang Menyakitkan
2
Episode 2 : Kesedihan yang tak Berujung
3
Episode 3 : Melihatnya di Cafe
4
Episode 4 : Menahan Keegoisan
5
Episode 5 : Pengakuan
6
Episode 6 : Sebuah Permintaan
7
Episode 7 : Merubah Penampilan
8
Episode 8 : Kenapa dengan Michelle?
9
Episode 9 : Pura-pura tidak kenal
10
Episode 10 : Perdebatan Panjang
11
Episode 11 : Kecemburuan part 1
12
Episode 12 : Kecemburuan Part 2
13
Episode 13 : Notifikasi Bergambar
14
Episode 14 : Kamarahan Michelle
15
Episode 15 : Menenangkan Diri
16
Episode 16 : Surat Dari Rumah Sakit
17
Episode 17 : Derita Nathan
18
Episode 18 : Keterkejutan Michelle
19
Episode 19 : Penyesalan Nathan
20
Episode 20 : Kedatangan Adnan dan Amina
21
Episode 21: Nasehat Sahabat
22
Episode 22 : Kedatangan Mba Retno
23
Episode 23 : Penyesalan Tiada Guna
24
Episode 24 : Kepulangan Nathan
25
Episode 25 : Kebahagiaan Michelle
26
Episode 26 : Wanita Berbeda
27
Episode 27 : Lari Pagi Berdua
28
Episode 28 : Bonus Pembaca
29
Episode 29 : Memeriksakan Diri Ke RS
30
Episode 30 : Hasil Rumah Sakit
31
Episode 31 : Mencari Pekerjaan
32
Episode 32 : Ketulusan Michelle
33
Episode 33 : Bertemu Dewi
34
Episode 34 : Makan Malam Romantis
35
Episode 35 : Rencana Nathan
36
Episode 36 : Bertemu Ayah dan Ibu
37
Episode 37 : Nasehat Seorang Ayah
38
Episode 38 : Keyakinan
39
Episode 39 : Surat Pengunduran Diri
40
Episode 40 : Panggilan Hati
41
Episode 41 : Ketakutan Michelle
42
Episode 42 : Membawa Abah ke RS
43
Episode 43 : Amarah Tidak Pada Tempatnya
44
Episode 44 : Pertemuan Dua Ayah
45
Episode 45 : Kembali ke Kota Bogor
46
Episode 46 : Bertemu Adnan
47
Episode 47 : Pengakuan Dewi
48
Episode 48 : Masihkah Ada Asa?
49
Episode 49 : Ajakan Umi
50
Episode 50 : Kedatangan Nathan ke Bogor
51
Episode 51 : Keputusan Terakhir
52
Episode 52 : Amplop Coklat Di Atas Nakas
53
Episode 53 : Memasrahkan Diri Kepada Sang Khalik
54
Episode 54 : Bangkit untuk Berjuang
55
Episode 55 : Ketika Allah Sudah Berkehendak
56
Episode 56 : Enam Karyawan Baru
57
Episode 57 : Resep Enak
58
Episode 58 : Oh, kakak ku????
59
Episode 59 : Pembukaan Cafe
60
Episode 60 : Kabar Gembira
61
Episode 61 : Spesial Readers
62
Episode 62 : Kedatangan Nathan
63
Episode 63 : Murka Kartono
64
Episode 64 : Ngidam
65
Episode 65 : Ikut ke Restoran
66
Episode 66 : Rencana Dewi
67
Episode 67 : Bertemu Teman Lama
68
Episode 68 : Tamu dari Bogor
69
Episode 69 : Please Bantu Favorit
70
Episode 70 : Doa dari Abah
71
Episode 71 : Perhiasan Dunia
72
Episode 72 : USG
73
Episode 73 : Merancang Acara 7 bulanan
74
Episode 74 : Orang Tak Dikenal
75
Episode 75 : Bonus Readers
76
Episode 76 : Ternyata Dewi
77
Episode 77 : Pantang Menyerah
78
Episode 78 : Mencari Tahu
79
Episode 79 : Titik Terang
80
Episode 80 : Melahirkan Dalam Gudang
81
Episode 81 : Agam Abdullah Pratama
82
Episode 82 : Penangkapan Dewi
83
Episode 83 : Promo
84
Episode 84 : ASI Baby Agam
85
Episode 85 : Melewati Masa Kritis
86
Episode 86 : Susah ASI
87
Episode 87 : Bertambah Kebahagiaan
88
Episode 88 : Begadang oh Begadang
89
Episode 89 : Kedatangan Kartono
90
Episode 90 : Dewi Sekarat
91
Episode 91 : Minta Dukungan
92
Episode 92 : Nafas Terakhir
93
Episode 93 : Melebarkan Sayap
94
Episode 94 : Menghadiri Acara Pernikahan
95
Episode 95 : Kado Pernikahan
96
Episode 96 : Honeymoon ala Tasya
97
Episode 97 : Akhirnya???
98
Episode 98 : Mandi Bersama
99
Episode 99 : Kawan Lama
100
Episode 100 : New House Full of Blessing
101
Episode 101 : Cerita Indah
102
Episode 102 : Indah yang Memprihatinkan
103
Episode 103 : Wanita Ular itu Rosa
104
Episode 104 : Tangisan seorang Ibu
105
Episode 105 : Kabar Duka
106
Episode 106 : Tangisan Terakhir
107
Episode 107 : Kedatangan Kevin
108
Episode 108 : Promo
109
Episode 109 : Ada apa dengan Mas Nathan?
110
Episode 110 : Kecemburuan Michelle
111
Episode 110 : Kecemburuan Michelle
112
Episode 111 : Rencana Terselubung Pak Burhan
113
Episode 112 : Tamu Tak Diundang
114
Episode 113 : Keluarga Bahagia
115
Episode 114 : Bertemu Indah di Cafe
116
Episode 115 : Wajah Asli Indah
117
Episode 116 : Ketegasan Michelle
118
Episode 117 : Michelle mulai Protes
119
Episode 118 : Pernyataan Perasaan Indah
120
Episode 119 : Satu Tahun Agam
121
Episode 120 : The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!