8. Istri Bramantyo Pradipta

Ayra diantar oleh Bu Lukis ke kamar Bram. Kamar yang bernuansa modern namun lebih banyak warna hitam pada perabot yang berada di kamar itu. Ayra baru masuk ke dalam kamar itu sudah terlihat sebuah foto lelaki yang menggunakan kemeja hitam dengan bagian dada yang sedikit terbuka, sehingga terlihat jelas ada belahan segi empat di bagian dada lelaki itu.

Menandakan sang pemilik tubuh begitu rajin berolahraga. Mata Ayra memotret gambar lelaki yang ada pada bingkai besar berwarna hitam itu. Ketampanan terlihat jelas dari wajah lelaki tersebut. Keangkuhan pun jelas terlihat dari raut wajah lelaki yang memiliki rambut-rambutnya halus pada dagu dan pipinya. Ayra memastikan jika foto tersebut adalah foto Bram.

"Masyaallah. Jadi dia Mas Bram. Semoga aku tidak menuntut lebih untuk akhlak mu mas,agar setampan wajah mu mas. Biarkan Allah mengatur rezeki untuk hambanya. Aku hanya akan berusaha menerima setiap kelebihan dan kekurangan mu Mas."

Bu Lukis sadar jika Ayra tertegun karena melihat ketampanan suaminya. Ia pun mencoba membuyarkan pikiran sang menantu.

"Bram lelaki yang berhati baik Ay. Hanya saja, dia memang sedikit sombong dan gengsi. Emosi nya juga sering meledak kalau sedang begitu banyak yang ia pikirkan. Mama harap kamu bersabarlah selama mengenal Bram. Mama yang melahirkan dan membesarkan dia. 3 anak Mama, namun hanya Bram yang paling mengerti dan perhatian sama mama."

Bu Lukis membuka sebuah pintu hitam dan membimbing Ayra ke ruangan itu. Terdapat beberapa lemari yang terbuat dari kaca. Disebelah kiri tampak beragam kemeja dan Jas digantung begitu rapi, di sebelah kanan terdapat lemari yang tertutup oleh pintu yang terbuat dari kayu kering.

Dihadapan Ayra terdapat meja. Ternyata di dalam lapisan kaca terdapat hampir puluhan ikat pinggang dan jam tangan.

Kedua netra Ayra membesar dengan sempurna melihat benda-benda itu.

"Apakah semua ini milik mas Bram Bu?"

Tangan Putih dan lembut Ayra menyapu kaca dari koleksi barang-barang suaminya itu.

"Mama. Panggil mama Ay. Bram sangat pemilih Ay. Termasuk soal makanan dan pakaian. Letakan saja disini pakaian mu nanti biar Mama minta Asih untuk menyusun di dalam lemari ini."

"Tidak usah Ma, biar Ayra bisa sendiri.Siapa Asih Ma?"

Ayra tersenyum pada ibu mertuanya.

"Kamu cantik Ay. Hanya saja pakaian mu itu membuat menantu ku ini menjadi tidak terlihat cantik. Besok aku akan membawanya ke Marisa"

"Hah. Apa Ay?" suara Nyonya Lukis Sedikit berteriak karena kaget. Ia mengenang masa lalu nya hingga tak mendengar suara sang menantu.

Buk Lukis kaget karena tidak terlalu mendengar pertanyaan Ayra.

"Ayra Ma."

"Mama lebih suka memangil kamu dengan Ay."

Ibu Lukis menarik tangan menantu barunya ke kamar dan mengambil satu benda dari meja yang ada disebelah ranjang king size yang terbungkus oleh seprai berwana hitam putih.

"Ini kamu bisa gunakan ini untuk memanggil asisten rumah tangga dirumah ini. No 1 untuk Asih. Asih adalah art yang paling lama bekerja disini. Ia mengurus semua keperluan suami mu sejak Bram duduk di bangku SMP. Satu hal kamu harus tahu. Pembantu yang diizinkan Bram masuk kamarnya hanya Asih."

Ayra memegang interkom itu.

"Sekarang coba pencet tombol 1."

Ayra menekan tombol yang bertuliskan angka 1.

"Iya den."

"Sih bawa minum teh dan handuk baru juga beberapa cemilan ke kamar Bram sekarang ya. Oya satu lagi bawakan bathrobe baru ya."

"Iya Nya."jawab sang art.

"Cukup pencet tombol dan kasih perintah. Dibelakang nya ada nama asisten yang sesuai nomor itu."

"Iya Ma." Ayra hanya menjawab singkat.

Tidak lama muncul wanita paruh baya membawa satu nampan yang berisi teh dan satu piring kue kering.

"Maaf Nya saya kira Nyonya sendiri." perempuan paruh baya itu sedikit menunduk ketika melewati Ayra dan Nyonya Lukis.

"Tidak apa-apa. Letakan disana saja Sih." titah Nyonya di rumah megah itu.

Asih meletakkan teh dan cookies itu dimeja kaca yang terletak tidak jauh dari Monarch Vi-Spring Bed itu.

"Silahkan Nya."

Bu Lukis duduk disebelah Ayra. Asih masih berdiri di sebelah sofa yang juga bernuansa hitam.

"Sih, tolong kamu rapikan pakaian Ayra masukan di dalam lemari Bram." Kembali Nyonya Lukis memberikan tugas untuk asisten rumah tangga yang biasa keluar masuk kamar Bram. Sulung Nyonya Lukis itu sangat tidak percaya atau nyaman dengan asisten baru apalagi yang masih muda.

"Baik Nya. Apakah ini betul istri den Bram,Nya?" Tanya Asih seraya menarik tas yang berisi pakaian Ayra.

Asih tersenyum ke arah Ayra. Istri Bramantyo itu membalas senyum asisten tersebut.

"Cantik dan sopan istrinya den Bram. Alhamdulilah Gusti doa Kulo terkabul. Den Bagus Bram dapat istri yang cantik dan sepertinya Sholehah."

"Sih. Asih."

"Eh... I- Iya nya." Asih gugup menjawab panggilan dari Nyonya Lukis karena terkesima, ia tak menyangka jika tuan Mudanya menikah dengan perempuan yang memiliki keteduhan hanya dengan memandang wajahnya.

"Kamu ini pasti juga kagum kan sama Ayra. Ini Ayra istrinya Bram. Ayra kamu bisa tanyakan sama Asih apa yang Bram Suka dan tidak. Sih kamu disini dulu temani Ayra dan rapikan pakaiannya. Saya mau istirahat dulu. Ayra, Mama tinggal dulu ya. Mama tidak tahan. Tubuh Mama lengket dan rasanya bau keringat ini bikin kepala Mama makin pusing." Keluh Nyonya Lukis diakhir kalimat nya.

Bu Lukis mengangkat kedua tangannya hingga ketiaknya terangkat dan memasang muka masam serta gelengan kepala berkali-kali karena tidak nyaman dengan bau keringat yang menempel di tubuhnya.

"Iya ma. Maaf jadi merepotkan Mama."

"Tidak apa-apa sayang. Kamu tidak boleh sungkan. Anggaplah Mama sama seperti kamu menganggap Umi Laila ya."

Tap.

Tap.

Tap.

Suara high heels perempuan yang sudah tak lagi muda namun masih tampil fashionable.

"Asih...."

"I-Iya Nya?"

"Menurut kamu bagaimana penampilan saya hari ini?"

Bu Lukis berhenti dan berbalik sambil mengembangkan gamis berwarna mustard yang melekat pada tubuh rampingnya.

"Cantik Nya. Sangat Cantik. Cocok deh pokoknya Nya."

"Kalau kamu yang bilang aku bisa percaya Sih. Besok aku akan beli banyak pakaian seperti ini. Karena aku malu dengan besan ku, jika bertemu mereka menggunakan baju ku seperti biasanya."

Bu Lukis berjalan meninggalkan ruangan yang cukup elegan dengan warna hitam dan putih itu. Sebuah perpaduan yang sangat kental dengan sang pemilik yang terkesan dingin dan tertutup.

Asih berjalan menuju ruang ganti yang terdapat lemari pakaian Bram.

Namun sesampainya disana tangan Asih ditahan oleh Ayra.

"Biar saya kerjakan sendiri Bi. Katakan saja dimana saya harus menyusun pakaian saya?"

Ayra tersenyum pada Asih, Ia lalu membuka tas ransel dan tas jinjingnya.

"Non.... Nanti saya dimarah nyonya dan Den Bram kalau tahu Non beresin sendiri."

"Tidak ada yang tahu kalau bibik tidak bilang pada mereka."

Ayra tersenyum manis dan telah mengeluarkan satu tumpuk jilbab nya.

"Asih Non. Panggil Asih saja. Dirumah ini saya biasa dipanggil begitu."

"Termasuk Mas Bram?"

Ayra menghentikan kegiatannya.

"Iya non."

"Bukankah bik Asih yang merawat mas Bram dari dia SMP?"

"Iya non."

Ayra men de sah dengan kasar dan menggelengkan kepalanya.

"Suami ku, ternyata kamu terbiasa di didik untuk tidak menghormati orang yang lebih tua dari mu. Kamu harus kuat dan sabar Ayra, Suami mu sepertinya akan memberikan kamu ladang pahala yang begitu luas."

"Bibi duduk saja disini temani aku menyusun baju-baju ku. Bibi ceritakan pada Ayra seperti apa sifat suami Ayra itu. Apa yang dia suka, apa yang dia tidak suka. Kalau biasanya Bibi yang melayani dan mengurus suami Ayra. Maka hari ini biar tugas itu Ayra yang mengerjakan Bi."

"Wah Non nanti dilihat den Bram. Saya takut kalau den Bram itu sudah marah."

"Bi.... Ayra sudah menjadi istrinya. Kami belum mengenal. Bibi pasti tahu jelas seperti apa mas Bram. Maka bantu Ayra untuk menjadi istri yang baik untuk mas Bram."

Ayra duduk dihadapan Bi Asih dengan bertumpu pada lututnya.

"Non, jangan begini aduh si Non mah. Berdiri atuh Non."

"Bik....."

Ayra memelas agar perempuan tua paruh baya ini mau duduk dan menceritakan apa yang ia harapkan.

"Alhamdulilah Gusti..... Saya senang Non. Den Bram dapat jodoh sesuai doa saya Non."

"Bi .... kok malah nangis."

Ayra yang bingung karena tiba-tiba Bik Asih meneteskan air mata di wajah yang mulai keriput itu.

Ayra memeluk Bik Asih dan mengusap pundak wanita yang merawat Bram sedari Bram Sekolah Menengah Pertama. Bahkan ikatan batin Bik Asih begitu dekat dengan anak majikan nya itu. Terbukti saat Bram pernah mengalami kecelakaan. Bik Asih bisa merasakan jika Bram seperti sedang tidak baik-baik saja.

Bik Asih pun terisak-isak dalam tangisnya. Lalu duduk disebelah Ayra sambil bercerita tentang hal-hal yang menyangkut tentang Bram.

Tanpa Bik Asih dan Ayra sadari apa yang sedang mereka lakukan terlihat jelas oleh sepasang mata. Dan pembicaraan mereka pun terekam jelas oleh lelaki yang berdiri di balik pintu.

"Kita lihat apakah kamu bisa menjadi istri yang baik untuk Bramantyo Pradipta."

Terpopuler

Comments

Dini Lestari

Dini Lestari

huuh dasar c bram arogan

2024-01-27

1

Laksmi Amik

Laksmi Amik

awas klw bucin kamu y bram tak jiwel" haha

2024-01-22

1

Lilisdayanti

Lilisdayanti

gayamu le le,,kalau udah kenak penyakit dan pirus bucin baru nyaho kamo,,😂😂😂

2023-11-27

3

lihat semua
Episodes
1 1. MELAMAR CEO
2 2. PENOLAKAN BRAMANTYO PRADIPTA
3 3. Gadis itu, Ayra Khairunnisa
4 4. Menerima Lamaran Kyai Rohim
5 5. Sekufu
6 6. Jodoh Ayra
7 7. Dengan atau tanpa Rani.
8 8. Istri Bramantyo Pradipta
9 9 Di balik Kerudung mu
10 10. Pernikahan yang Tak di Inginkan.
11 11. Tiga Orang yang harus Dimuliakan & Dihormati
12 12. Cinta Tanpa Syarat
13 13. Genggam Erat Berlian itu Bram
14 14 Apa ini Namanya Cinta?
15 15 Kecerdasan untuk Menyenangkan Hati Suami.
16 16. Mendidik Hati dan Membersihkan Hati
17 17. Perdebatan di Meja Makan
18 18 Menggoda Ayra
19 19 Keromantisan Pak Erlangga
20 20 Pertemuan Keluarga Pradipta dengan Rani
21 21 Tugas Setiap Manusia Muslim
22 22 Pesona Ayra Khairunnisa di Keluarga Pradipta
23 23 Islam itu MERANGKUL bukan MEMUKUL
24 24 Tampil Cantik Untuk Suami Itu Ibadah
25 25 Cinta Dari Mata Turun Ke Hati #Bram
26 26. Berbelanja
27 27. Hati yang disakiti
28 28 Perjuangan Cinta Ayra
29 29 Satu Nama diantara Kita
30 30 Aku Akan Bersabar Menunggu mu
31 31 Onani dan Masturbasi
32 32 Berhias Tanpa Melanggar Syariat
33 33 Istri CEO
34 34 Ayra Tunjukkan Pesona Mu
35 35 Kecerdasan Ayra bukan Suatu Kesombongan
36 36 Siapa Perempuan Itu?
37 37 Ketakutan Ayra
38 38 Video Berdurasi 44 Detik
39 39 Saling Menerima Masalalu
40 40 Bahagia tak Harus Mengambil Milik Orang Lain
41 41 Jadilah Sahabat untuk Kami
42 42 Tuduhan Pada Bram
43 43 Shela bersama Hoaks dan Buzzer.
44 44. Sebaik-Baik Tempat Curhat Hanya lah Pada Allah.
45 45 Hati-Hatilah Bersuci bagi Perempuan
46 46 Sepele Tapi Membuat Tak Sahnya Wudhu
47 47 Tirakat Sebagai Tanda Cinta Kasih
48 48 Kejujuran Yang Dilarang, Menceritakan Kita Pernah Berbuat Maksiat.
49 49 Kesetiaan Seorang Istri Sedang Diuji
50 50 Lelaki Pertama Dalam Hidup Ayra
51 51 "Ay-Ay-Ayra"
52 52 Limited Edition
53 53 Ulet Berkaki Dua
54 54 Filosofi Lemper
55 55 Air Yang Tenang pun Bisa Menenggelamkan Orang
56 56 Aku Datang Dengan Dosa Aduhai Pencipta POV Ayra
57 57 Apa Aku Pantas Untuk Mu, Ay?
58 58 Jangan Sering Lewat Jalan Pintas
59 59 Pentingnya Menjaga Hati sebelum Menikah
60 60 Debaran Hati Bram
61 61 Ruang Hati CEO MIKEL Group
62 62 Cintai Aku Karena Allah
63 63 Suami istri itu adalah Partner
64 64 Anak-anak Nabi Ada Tujuh Orang
65 65 Pakaiannya Dulu Baru Airnya.
66 66 Ayra dan Suaranya
67 67 Bucin Ayra Bram 1
68 68 Bucin Ayra Bram 2
69 69 Gosip tentang Ayra
70 70 Bucin Ayra Bram 3
71 71 Hoaks Tercipta Karena Buzzer.
72 72 Satu Rasa Dua Hati
73 73 10 Syarat Membaca Surah Al Fatihah
74 74 Liona VS Rani dan Ayra
75 75 Amarah Nyonya Lukis
76 76 Cinta Anak Pada Seorang Ibu
77 77 Masalalu Nyonya Lukis
78 78 Bramantyo Kecil
79 79 Tiga Rasa Tiga Hati
80 80 Video Masalalu Ayra
81 81 Ulat-ulat Keket
82 82 Prasangka Rani
83 83 Dua Hati Dalam Balutan Satu Rasa Untuk Satu Hati.
84 84 Istri Rasa Atasan
85 85 Ayra Si Drum Bodol
86 86 Ayra di Kediaman Yeni
87 87 Ayra Terombang-Ambing
88 88 Penyelamatan Ayra
89 89 Pandangan Pertama
90 90 Terkuaknya Masalalu Ayra
91 91 Perpisahan Yeni dan Ayra
92 92 Semua Akan Indah Pada Waktunya
93 93 Puncak Bucin Bram Ayra 1
94 94 Puncak Bucin Bram Ayra 2
95 95 Pesona Cinta Bram
96 96 Jebakan Batman Bram
97 97 Sesal Di Hati Nyonya Lukis
98 98 Puncak Bucin Bram Ayra 3
99 99 Ayra dan Bram Di Kali Bening
100 100 Bram dan Jas Hitamnya
101 101 Welcome to Bali Ayra Bram
102 102 Ayra dan Bram Edisi di Pantai
103 103 Kamu Takkan Terganti Ayra
104 104 Kecemburuan Ayra
105 105 Ayra dan Bram di Kediaman Nenek Indira
106 106 Processor Cinta Ayra
107 107 Tangis Keluarga Pradipta
108 108 Nada Nada Kehidupan
109 109 Beni dan Liona 1
110 110 Beni dan Liona 2
111 111 Kabar Duka untuk Keluarga Pradipta
112 112 Liona Tanpa Sanak Saudara
113 113 Kenyataan Hidup Liona
114 114 Sebuah Kebaikan Yang Disembunyikan
115 115 Sesal di Dada Liona
116 116 Romantisme Ala Ayra dan Bram
117 117 Tangis Penyesalan Liona
118 118 Garis Dua
119 119 Sebuah Keputusan
120 120 Setiap Orang berhak Berubah
121 121 Dua Orang Perempuan berhati Lembut
122 122 Ayra dan Kehamilannya
123 123 Membesuk Bram
124 124 Kerinduan Bram
125 125 Pak Uban dan Lelaki Berkacamata
126 126 Bram Dan Demamnya
127 127 POV Nuaima dan Munir
128 128 Nuaima dan Rasa Dihatinya (POV Nuaima & Munir)
129 129 POV Nuaima dan Munir di kali Bening
130 130 POV Nuaima dan Munir 'Nasihat Umi Laila
131 131 Pak Bagas dan Obsession Love Disorder
132 132 Prasangka Munir dan Rasa Dihati Nuaima
133 133 Rasa Syukur Membuat Hidup menjadi Bahagia
134 134 Kejadian Tragis Nuaima dan Munir
135 135 Ayra Yatim Piatu
136 136 Bram dan Tempe Penyet
137 137 Ayra dan Rasa Mualnya
138 138 Tangis Pak Uban
139 139 Ayra dan Rasa Sesak di dadanya
140 140 Pak Uban dan Taubatnya
141 141 Dua Rasa dari Sepasang Suami Istri
142 142 Bukti Cinta Sebagai Umatnya
143 143 Ayra Bertemu Pak Bagas
144 144 Suka dan Duka Dua Keluarga
145 145 Kembali Bertemu
146 146 Tangis Pak Bagas
147 147 Ikhtiar, Doa dan Tawakal
148 148 Senyum Untuk Bambang
149 149 Pak Bagas VS Pak Uban
150 150 Kecurigaan Bram
151 151 Kebakaran
152 152 Kabar Duka Untuk Ayra
153 153 Kado Untuk Ayra
154 154 Senyum Untuk Ayra
155 155 Melepas Rindu
156 156 Penyesalan Pak Bagas
157 157 Tentang Aisha
158 158 Pesona Ayra
159 159 Ayra dan Duo Jomblo
160 160 Kebebasan Bram
161 161 Shela dan Takdirnya
162 162 Beni dan Liona di Kanada
163 163 Merah Putih Mikel Group
164 164 Rasa Di Hati Beni
165 165 Beni dan Liona di Indonesia
166 166 Isi Hati Seorang Ayah
167 167 Penyesalan Beni
168 168 Ayra dan Bram Terjebak
169 169 Perangkap Rafi untuk Aisha
170 170 Rafi dan Aisha
171 171 Aisha dan Rasa takutnya
172 172 Penyelamatan Ala Rafi
173 173 Perdebatan Aisha dan Rafi
174 174 Cemburu itu Wujud lain dari Cinta
175 175 Prasangka Aisha
176 176 Keputusan Aisha
177 177 Kekhawatiran Ayra
178 178 Bahagia itu Kita Yang Menciptakan bukan Pasangan
179 179 Ayra Bertemu Aisha
180 180 Aisha bertemu Ibu Panti
181 181 Duka Aisha dan Satu Rasa Di Hati Rafi
182 182 Teriakan Alifah
183 183 Rasa Untuk Aisha
184 184 Tuduhan pada Aisha
185 185 Kepoloson Duo Asisten
186 186 Duo Asisten SAH
187 187 Rafi Menerima Kekurangan Aisha Karena Cinta di Hatinya
188 188 Bersatunya Dua Jomblo
189 189 Kebahagiaan Aisha dan Rafi
190 190 Obrolan Bermakna dari Ayra dan Bram
191 191 Indahnya Cinta Bram Dan Ayra
192 192 Mengantar Lilis dan Nurul ke Kali Bening
193 193 Rencana Nyonya Lukis dan Pak Erlangga
194 194 Shela Kritis
195 195 Kesedihan Liona
196 196 Sepucuk Surat
197 197 Almahyra Mahfuzhah
198 198 Bram Yang Terus Belajar
199 199 Rafi dengan Kegelisahannya
200 200 Ayra Kontraksi
201 201 Perjuangan Seorang Ibu
202 202 Nama Untuk Si Kembar
203 203 Istri dan Ibu
204 204 Kekhawatiran Ayra
205 205 Jagalah Hati
206 206 Ammar Dan Qiya
207 207 Muliakan Orang Tua Kita
208 208 Penyesalan Bram
209 209 Pesta Pernikahan
210 210 Bram Melatih Kesabaran nya
211 211 Rasa dihati Ayra
212 212 Baiti Jannati
213 213 Kebaikan Akan Mendatangkan Kebaikan
214 214 Keluarga Ayra dan Aisha
215 215 Ayra Ziarah
216 216 Takkan Lekang Kebaikan Selama Hidup
217 217 Ada Suka Ada Duka
218 218 Ammar dan Karakternya
219 219 Interaksi Ayra dan Bram
220 220 Interaksi Ayra dan Bram 2
221 221 Kabar tentang Alma
222 222 Ulah Bram
223 223 Tiga Orang Suami untuk Tiga Orang Istri
224 224 Lagi Ingin Dimanja
225 225 Bukan Bram Yang Dulu
226 226 Kekaguman Rafi pada Si Kembar 1
227 227 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 2
228 228 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 3
229 229 Ciplukan
230 230 Ciplukan 2
231 231 Kediaman Kyai Rohim
232 232 Masalah Beni dan Liona
233 233 Hati Ammar yang Masih Keras
234 234 Kediaman Pak Erlangga
235 235 Bertemu Dokter Sarah
236 236 Harapan Liona
237 237 Semua akan Kembali Pulang
238 238 Kepergian Kyai Rohim
239 239 Mengenang Kyai Rohim
240 240 Cinta Ayra dan Bram
241 241 Cinta Ayra dan Bram 2
242 242 Menggoda Bram
243 243. Pertanyaan Si kembar
244 Bayi Ke-tiga Ayra
245 245 Kejutan Untuk Bram dan Keluarga
246 246 Ucapan Ibu Adalah Doa
247 247 Ayra dan Komunitas nya
248 248 Panggilan Untuk Ayra
249 249 Setiap Yang Memiliki Pesona Pasti Penuh Perjuangan
250 250 THE END
251 PENGUMUMAN
252 PENGUMUMAN AMMAR DAN QIYA
253 Promo Novel Because I'm Your Wife
Episodes

Updated 253 Episodes

1
1. MELAMAR CEO
2
2. PENOLAKAN BRAMANTYO PRADIPTA
3
3. Gadis itu, Ayra Khairunnisa
4
4. Menerima Lamaran Kyai Rohim
5
5. Sekufu
6
6. Jodoh Ayra
7
7. Dengan atau tanpa Rani.
8
8. Istri Bramantyo Pradipta
9
9 Di balik Kerudung mu
10
10. Pernikahan yang Tak di Inginkan.
11
11. Tiga Orang yang harus Dimuliakan & Dihormati
12
12. Cinta Tanpa Syarat
13
13. Genggam Erat Berlian itu Bram
14
14 Apa ini Namanya Cinta?
15
15 Kecerdasan untuk Menyenangkan Hati Suami.
16
16. Mendidik Hati dan Membersihkan Hati
17
17. Perdebatan di Meja Makan
18
18 Menggoda Ayra
19
19 Keromantisan Pak Erlangga
20
20 Pertemuan Keluarga Pradipta dengan Rani
21
21 Tugas Setiap Manusia Muslim
22
22 Pesona Ayra Khairunnisa di Keluarga Pradipta
23
23 Islam itu MERANGKUL bukan MEMUKUL
24
24 Tampil Cantik Untuk Suami Itu Ibadah
25
25 Cinta Dari Mata Turun Ke Hati #Bram
26
26. Berbelanja
27
27. Hati yang disakiti
28
28 Perjuangan Cinta Ayra
29
29 Satu Nama diantara Kita
30
30 Aku Akan Bersabar Menunggu mu
31
31 Onani dan Masturbasi
32
32 Berhias Tanpa Melanggar Syariat
33
33 Istri CEO
34
34 Ayra Tunjukkan Pesona Mu
35
35 Kecerdasan Ayra bukan Suatu Kesombongan
36
36 Siapa Perempuan Itu?
37
37 Ketakutan Ayra
38
38 Video Berdurasi 44 Detik
39
39 Saling Menerima Masalalu
40
40 Bahagia tak Harus Mengambil Milik Orang Lain
41
41 Jadilah Sahabat untuk Kami
42
42 Tuduhan Pada Bram
43
43 Shela bersama Hoaks dan Buzzer.
44
44. Sebaik-Baik Tempat Curhat Hanya lah Pada Allah.
45
45 Hati-Hatilah Bersuci bagi Perempuan
46
46 Sepele Tapi Membuat Tak Sahnya Wudhu
47
47 Tirakat Sebagai Tanda Cinta Kasih
48
48 Kejujuran Yang Dilarang, Menceritakan Kita Pernah Berbuat Maksiat.
49
49 Kesetiaan Seorang Istri Sedang Diuji
50
50 Lelaki Pertama Dalam Hidup Ayra
51
51 "Ay-Ay-Ayra"
52
52 Limited Edition
53
53 Ulet Berkaki Dua
54
54 Filosofi Lemper
55
55 Air Yang Tenang pun Bisa Menenggelamkan Orang
56
56 Aku Datang Dengan Dosa Aduhai Pencipta POV Ayra
57
57 Apa Aku Pantas Untuk Mu, Ay?
58
58 Jangan Sering Lewat Jalan Pintas
59
59 Pentingnya Menjaga Hati sebelum Menikah
60
60 Debaran Hati Bram
61
61 Ruang Hati CEO MIKEL Group
62
62 Cintai Aku Karena Allah
63
63 Suami istri itu adalah Partner
64
64 Anak-anak Nabi Ada Tujuh Orang
65
65 Pakaiannya Dulu Baru Airnya.
66
66 Ayra dan Suaranya
67
67 Bucin Ayra Bram 1
68
68 Bucin Ayra Bram 2
69
69 Gosip tentang Ayra
70
70 Bucin Ayra Bram 3
71
71 Hoaks Tercipta Karena Buzzer.
72
72 Satu Rasa Dua Hati
73
73 10 Syarat Membaca Surah Al Fatihah
74
74 Liona VS Rani dan Ayra
75
75 Amarah Nyonya Lukis
76
76 Cinta Anak Pada Seorang Ibu
77
77 Masalalu Nyonya Lukis
78
78 Bramantyo Kecil
79
79 Tiga Rasa Tiga Hati
80
80 Video Masalalu Ayra
81
81 Ulat-ulat Keket
82
82 Prasangka Rani
83
83 Dua Hati Dalam Balutan Satu Rasa Untuk Satu Hati.
84
84 Istri Rasa Atasan
85
85 Ayra Si Drum Bodol
86
86 Ayra di Kediaman Yeni
87
87 Ayra Terombang-Ambing
88
88 Penyelamatan Ayra
89
89 Pandangan Pertama
90
90 Terkuaknya Masalalu Ayra
91
91 Perpisahan Yeni dan Ayra
92
92 Semua Akan Indah Pada Waktunya
93
93 Puncak Bucin Bram Ayra 1
94
94 Puncak Bucin Bram Ayra 2
95
95 Pesona Cinta Bram
96
96 Jebakan Batman Bram
97
97 Sesal Di Hati Nyonya Lukis
98
98 Puncak Bucin Bram Ayra 3
99
99 Ayra dan Bram Di Kali Bening
100
100 Bram dan Jas Hitamnya
101
101 Welcome to Bali Ayra Bram
102
102 Ayra dan Bram Edisi di Pantai
103
103 Kamu Takkan Terganti Ayra
104
104 Kecemburuan Ayra
105
105 Ayra dan Bram di Kediaman Nenek Indira
106
106 Processor Cinta Ayra
107
107 Tangis Keluarga Pradipta
108
108 Nada Nada Kehidupan
109
109 Beni dan Liona 1
110
110 Beni dan Liona 2
111
111 Kabar Duka untuk Keluarga Pradipta
112
112 Liona Tanpa Sanak Saudara
113
113 Kenyataan Hidup Liona
114
114 Sebuah Kebaikan Yang Disembunyikan
115
115 Sesal di Dada Liona
116
116 Romantisme Ala Ayra dan Bram
117
117 Tangis Penyesalan Liona
118
118 Garis Dua
119
119 Sebuah Keputusan
120
120 Setiap Orang berhak Berubah
121
121 Dua Orang Perempuan berhati Lembut
122
122 Ayra dan Kehamilannya
123
123 Membesuk Bram
124
124 Kerinduan Bram
125
125 Pak Uban dan Lelaki Berkacamata
126
126 Bram Dan Demamnya
127
127 POV Nuaima dan Munir
128
128 Nuaima dan Rasa Dihatinya (POV Nuaima & Munir)
129
129 POV Nuaima dan Munir di kali Bening
130
130 POV Nuaima dan Munir 'Nasihat Umi Laila
131
131 Pak Bagas dan Obsession Love Disorder
132
132 Prasangka Munir dan Rasa Dihati Nuaima
133
133 Rasa Syukur Membuat Hidup menjadi Bahagia
134
134 Kejadian Tragis Nuaima dan Munir
135
135 Ayra Yatim Piatu
136
136 Bram dan Tempe Penyet
137
137 Ayra dan Rasa Mualnya
138
138 Tangis Pak Uban
139
139 Ayra dan Rasa Sesak di dadanya
140
140 Pak Uban dan Taubatnya
141
141 Dua Rasa dari Sepasang Suami Istri
142
142 Bukti Cinta Sebagai Umatnya
143
143 Ayra Bertemu Pak Bagas
144
144 Suka dan Duka Dua Keluarga
145
145 Kembali Bertemu
146
146 Tangis Pak Bagas
147
147 Ikhtiar, Doa dan Tawakal
148
148 Senyum Untuk Bambang
149
149 Pak Bagas VS Pak Uban
150
150 Kecurigaan Bram
151
151 Kebakaran
152
152 Kabar Duka Untuk Ayra
153
153 Kado Untuk Ayra
154
154 Senyum Untuk Ayra
155
155 Melepas Rindu
156
156 Penyesalan Pak Bagas
157
157 Tentang Aisha
158
158 Pesona Ayra
159
159 Ayra dan Duo Jomblo
160
160 Kebebasan Bram
161
161 Shela dan Takdirnya
162
162 Beni dan Liona di Kanada
163
163 Merah Putih Mikel Group
164
164 Rasa Di Hati Beni
165
165 Beni dan Liona di Indonesia
166
166 Isi Hati Seorang Ayah
167
167 Penyesalan Beni
168
168 Ayra dan Bram Terjebak
169
169 Perangkap Rafi untuk Aisha
170
170 Rafi dan Aisha
171
171 Aisha dan Rasa takutnya
172
172 Penyelamatan Ala Rafi
173
173 Perdebatan Aisha dan Rafi
174
174 Cemburu itu Wujud lain dari Cinta
175
175 Prasangka Aisha
176
176 Keputusan Aisha
177
177 Kekhawatiran Ayra
178
178 Bahagia itu Kita Yang Menciptakan bukan Pasangan
179
179 Ayra Bertemu Aisha
180
180 Aisha bertemu Ibu Panti
181
181 Duka Aisha dan Satu Rasa Di Hati Rafi
182
182 Teriakan Alifah
183
183 Rasa Untuk Aisha
184
184 Tuduhan pada Aisha
185
185 Kepoloson Duo Asisten
186
186 Duo Asisten SAH
187
187 Rafi Menerima Kekurangan Aisha Karena Cinta di Hatinya
188
188 Bersatunya Dua Jomblo
189
189 Kebahagiaan Aisha dan Rafi
190
190 Obrolan Bermakna dari Ayra dan Bram
191
191 Indahnya Cinta Bram Dan Ayra
192
192 Mengantar Lilis dan Nurul ke Kali Bening
193
193 Rencana Nyonya Lukis dan Pak Erlangga
194
194 Shela Kritis
195
195 Kesedihan Liona
196
196 Sepucuk Surat
197
197 Almahyra Mahfuzhah
198
198 Bram Yang Terus Belajar
199
199 Rafi dengan Kegelisahannya
200
200 Ayra Kontraksi
201
201 Perjuangan Seorang Ibu
202
202 Nama Untuk Si Kembar
203
203 Istri dan Ibu
204
204 Kekhawatiran Ayra
205
205 Jagalah Hati
206
206 Ammar Dan Qiya
207
207 Muliakan Orang Tua Kita
208
208 Penyesalan Bram
209
209 Pesta Pernikahan
210
210 Bram Melatih Kesabaran nya
211
211 Rasa dihati Ayra
212
212 Baiti Jannati
213
213 Kebaikan Akan Mendatangkan Kebaikan
214
214 Keluarga Ayra dan Aisha
215
215 Ayra Ziarah
216
216 Takkan Lekang Kebaikan Selama Hidup
217
217 Ada Suka Ada Duka
218
218 Ammar dan Karakternya
219
219 Interaksi Ayra dan Bram
220
220 Interaksi Ayra dan Bram 2
221
221 Kabar tentang Alma
222
222 Ulah Bram
223
223 Tiga Orang Suami untuk Tiga Orang Istri
224
224 Lagi Ingin Dimanja
225
225 Bukan Bram Yang Dulu
226
226 Kekaguman Rafi pada Si Kembar 1
227
227 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 2
228
228 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 3
229
229 Ciplukan
230
230 Ciplukan 2
231
231 Kediaman Kyai Rohim
232
232 Masalah Beni dan Liona
233
233 Hati Ammar yang Masih Keras
234
234 Kediaman Pak Erlangga
235
235 Bertemu Dokter Sarah
236
236 Harapan Liona
237
237 Semua akan Kembali Pulang
238
238 Kepergian Kyai Rohim
239
239 Mengenang Kyai Rohim
240
240 Cinta Ayra dan Bram
241
241 Cinta Ayra dan Bram 2
242
242 Menggoda Bram
243
243. Pertanyaan Si kembar
244
Bayi Ke-tiga Ayra
245
245 Kejutan Untuk Bram dan Keluarga
246
246 Ucapan Ibu Adalah Doa
247
247 Ayra dan Komunitas nya
248
248 Panggilan Untuk Ayra
249
249 Setiap Yang Memiliki Pesona Pasti Penuh Perjuangan
250
250 THE END
251
PENGUMUMAN
252
PENGUMUMAN AMMAR DAN QIYA
253
Promo Novel Because I'm Your Wife

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!