5. Sekufu

Bram sudah mengenakan sebuah jas hitam dan peci yang juga berwarna hitam. CEO dari perusahaan grup MIKEL itu cukup tenang, ia duduk lesehan di karpet berwarna merah berjejer dengan 5 lelaki yang juga mengenakan setelah hampir mirip dengan yang dikenakan Bram.

Yang berbeda adalah ke 5 lelaki lainnya mengenakan sarung sedangkan Bram masih mengenakan sepan Chino nya. Terjadi perdebatan ketika ia diminta mengenakan sarung oleh salah satu lelaki yang bertugas sebagai panitia acara pernikahan ini.

"Anda akan di nikahkan oleh Kyai Rohim tidak pantas seseorang menggunakan celana begini mas."

Suara lelaki itu terdengar lembut saat diruang ganti, namun Bram yang terbiasa memimpin perusaan dan memiliki banyak bawahan tidak mau menuruti karena merasa diatur. Selain itu ia tidak nyaman dan tidak pernah mengenakan benda yang dinamakan sarung itu.

"Maaf, bagi saya kualitas seseorang bukan dilihat dari apa yang dia kenakan. Akan tetapi, dari apa yang dia ucapkan, yang dia lakukan, dan yang dia kerjakan. Saya memang akan menikah dengan santri kyai Rohim bukan berarti saya harus berpakaian seperti kyai Rohim."

Bram mendengus kesal. Namun bukan hanya Bram yang merasa kesal melainkan beberapa panitia acara pernikahan 6 pasang santri pada hari itu. Bukan hanya karena tingkah Bram yang keras kepala, sombong dan angkuh tetapi juga karena mereka para santri didalam ruang ganti dan tunggu itu merasa heran akan jodoh yang dipilih oleh guru mereka untuk salah satu santriwati terbaik di pondok pesantren mereka.

Bulan Syawal biasanya memang dilakukan acara akad nikah bagi santri yang telah lama mengabdi di pondok tentu saja dengan usia yang telah baligh.

Masih mereka ingat jelas ketika salah seorang putra dari pimpinan kota sebelah datang ingin melamar Ayra namun sang kyai mengatakan jika sang santri belum khatam satu kitab hingga belum bisa menerima lamaran. Namun seminggu kemudian Amir datang melamar dan di terima karena Amir berjanji untuk bertanggung jawab untuk sang istri kelak mengkhatamkan kitab yang belum ia pelajari.

Dan kepergian Amir membuat beberapa hati santri berharap jika ada peluang untuk meminang salah satu kembang pondok pesantren Kali Bening itu. Tetapi kabar pernikahan Ayra akan tetap digelar namun dengan lelaki yang bukan lulusan dari pesantren bahkan sifat dan tingkah laku lelaki itu sangat jauh dari sikap yang biasa ditunjukan seorang santri pada umumnya.

"Aku tidak suka kalian memandang ku seperti itu? Apa ada yang aneh pada diriku hingga mata kalian melihat ku seperti itu?"

Bram yang sedari tadi merasa diperhatikan oleh 5 mempelai lain dan juga beberapa panitia merasa tak senang karena ia seolah-olah melakukan kesalahan yang membuat mata mereka itu penuh tanya menatap Bram.

Namun prasangka Bram salah besar. Beberapa pasang mata melirik ke arahnya bukan karena tidak senang atau merasa aneh. Melainkan karena merasa iri kepada dirinya. Disaat orang-orang ingin melamar Ayra, Bram malah dilamar oleh sang kyai untuk santriwati yang terkenal tidak hanya cantik parasnya namun juga akhlaknya serta kecerdasannya.

Jika Bram harus berdebat hanya karena diminta mengenakan sarung maka berbeda dengan Bu Lukis yang sedang menahan rasa tidak percaya diri,harus duduk diantara wanita yang semuanya mengenakan kerudung. Belum lagi rok putih sebatas lututnya yang terus ia tarik karena malu merasa pakaiannya berbeda sendiri.

Umi Laila sadar akan rasa tidak nyaman Bu Lukis segera menghampiri.

"Bu, Kami punya toko pakaian di depan. Di sana dijual gamis, dan juga jilbab. Maaf dari tadi saya lihat ibu kurang nyaman dengan pakaian yang ibu kenakan sekarang. Ibu bisa memilih pakaian dan kerudung di sana yang cocok dan nyaman untuk ibu."

Umi Laila tersenyum pada Bu Lukis. Bu Lukis yang dari tadi merasa tidak nyaman akhirnya mengikuti saran umi Laila. Bu Lukis mengikuti umi Laila ke sebuah toko disaat terdapat banyak parfum, pernak pernik untuk kerudung serta baju gamis dan mukenah tergantung begitu rapi pada etalase di toko yang tak terlalu besar itu.

Bu Lukis memilih sebuah gamis yang berwarna mustard dan sebuah jilbab berwarna mocca yang dipilihkan oleh Umi Laila. Ketika Bu Lukis ingin membayar baju itu Umi Laila menolaknya.

"Tidak usah bu Lukis, anda akan menjadi besan saya setelah ini. Anggaplah ini hadiah dari saya pada besan karena setelah ini putri sekaligus Santri saya akan menjadi putri anda. Saya titipkan putri saya pada anda. Tolong bimbing dia, karena teorinya mungkin ia miliki tetapi prakteknya ia butuh seorang guru yang mendampingi nya, yaitu anda sebagai ibu nya yang harus sabar dan menganggap Ayra anak bukan menantu."

Umi Laila tersenyum pad Bu Lukis. Bu Lukis yang sedang menatap pantulan dirinya dari cermin yang ada di sebuah kamar yang disiapkan oleh Umi Laila untuk para besannya berganti pakaian.

"Jadi merepotkan Bu kyai sekeluarga. Saya yang mengucapkan terima kasih. Ayra sepertinya akan membawa warna baru buat Bram dan kami sekeluarga. Hari ini saya merasa seperti hari raya idul Fitri pakai baju seperti ini."

Umi Laila tersenyum melihat tingkah perempuan yang sebentar lagi akan menjadi besannya.

Di ruangan lain terdapat seorang lelaki berkulit sawo matang dan tubuhnya umumnya orang Asia. Lelaki itu mengenakan sarung dan baju Koko merah maroon. Ia duduk silo dihadapan kyai Rohim. Lelaki itu bernama Furqon, anak pertama dari kyai Rohim.

"Abi, Maaf kan atas kelancangan Furqon. Sungguh Furqon ingin tahu alasan Abi menjodohkan Ayra dengan lelaki yang tak sekufu' dengan nya."

Kyai Rohim tertawa kecil mendengar pertanyaan sekaligus kegundahan hati putra sulungnya yang selalu memperhatikan adik-adiknya termasuk Ayra walau Ayra adalah sepupunya namun tak membuat Furqon membedakannya dengan ke 3 adiknya.

"Lalu bagaimana dengan pernikahan Zainab binti Jahsy seorang perempuan bangsawan Quraisy dengan seorang mantan budak Zaid bin Haritsah. Dan juga Fatimah binti Qais yang cantik jelita dengan laki-laki biasa Usamah bin Zaid?"

Kyai Rohim tampak mencari sesuatu di dalam lacinya. Furqon masih duduk bersimpuh dan menatap ayah sekaligus guru baginya.

"Bagaimana dengan Hadist Riwayat. Tirmidzi; hasan Wahai Ali, ada tiga perkara yang jangan kau tunda pelaksanannya; shalat apabila telah tiba waktunya, jenazah apabila telah siap penguburannya, dan wanita apabila telah menemukan jodohnya yang sekufu/sepadan, Abi?"

Nada suara Furqon pelan sekali bahkan kepalanya masih ia tundukan ketika melontarkan pendapat nya.

Kyai Rohim membenarkan posisi duduknya, lelaki yang memiliki sedikit janggut itu membuka tutup cangkir yang berisi kopi lalu meneguknya beberapa kali tegukan kemudian menutupnya kembali dan menatap putra nya yang sedari tadi merasa protes akan keputusan nya.

"Apa yang menurut mu Ayra dan Bram tidak sekufu'?"

"Usia mereka yang terpaut hampir 10 tahun Abi. belum lagi Bram berasal dari orang berada."

"Ehm. Bagaimana dengan pernikahan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menikah pertama kali pada usia 25 tahun, sedangkan istri beliau Khadijah usianya 40 tahun. Usia kanjeng nabi dan Khadijah terpaut 15 tahun. Faktanya, keluarga beliau adalah keluarga yang paling berbahagia.

Kyai Rohim membuka peci nya dan mengurai rambut yang mulai ditumbuhi oleh uban. Lalu mengembalikan posisi peci itu menutupi kepalanya.

"Pernikahan Rasulullah dengan Aisyah. Beliau saat itu masih sangat muda, terpaut puluhan tahun dengan Rasulullah. Namun, keluarga mereka justru menjadi keluarga paling romantis dan penuh cinta. Tidak jarang Rasulullah bercanda dan bermain bersama Aisyah."

Suara batuk khas orang tua, hal itu membuat jeda penjelasan kyai Rohim pada putranya.

"Jika kamu memahami sekufu itu artinya harta. Bagaimana dengan pernikahan Asma’ binti Abu Bakar dengan Zubair bin Awwam. Saat akan menikah dengan Asma, Zubair hanya memiliki harta berupa seekor kuda. Namun demikian, keluarga mereka tumbuh menjadi keluarga yang barakah."

"Glek."

Furqon pun menelan Saliva nya setelah mendengar penjelasan orang tuanya.

"Subhanallah, maafkan Furqon yang begitu sempit tentang memaknai arti sekufu' Abi."

Furqon makin tertunduk malu karena menganggap jika Ayra dan Bram tidak pantas bersanding hanya dengan prespektif dirinya.

Umi Laila yang dari tadi hanya duduk mendengarkan ketika ia masuk kedalam, ia tak berani menyela namun karena sepertinya ini momen untuk sang putra mendalami arti sekufu' yang dipahami oleh orang tua nya. Maka Umi Laila bertanya sesuatu yang sebenarnya Umi Laila tahu jawabannya.

"Bagaimana dengan anggapan jika se kufu itu artinya kecantikan atau ketampanan Bi?"

Umi Laila kini beranjak dan duduk disebelah suaminya. Wanita paruh baya itu mengelap keringat yang terlihat membasahi kening suaminya dengan ujung jari-jarinya.

"Tidak semuanya yang tampan ketemu dengan yang cantik. Dan tidak semua yang cantik kemudian memperoleh yang tampan. Misalnya Fathimah binti Qais dengan Usamah bin Zaid.

Fathimah adalah seorang wanita yang cantik, dari keluarga terhormat dan kaya raya. Sedangkan Usamah adalah mantan budak. Bahkan Rasulullah menikahi mayoritas janda-janda.

"Uhuuuk.... Uhuuuk...."

Kyai Rohim menutup mulut dengan kepalan tangan nya. lelaki paruh baya itu kembali mengeluarkan suara batuk karena ia memiliki masalah dengan paru-paru. Harusnya ia sedikit istirahat siang ini namun acara pernikahan ke 6 santrinya sedikit tertunda karena musibah yang menimpa Amir.

Hingga siang ini kyai Rohim baru terasa gatal di tenggorokan karena mungkin sedikit merasa lelah.

"Furqon, Kufu atau kafa’ah, artinya adalah kesepadanan. Bukan berarti Abi mengabaikan masalah usia, harta dan kedudukan serta kecantikan dan ketampanan. Melainkan pada diri Ayra kenapa Abi memilih Bram sebagai Imamnya. Akan ada banyak kemanfaatan untuk umat insyaallah.

Ayra wanita yang cerdas, maka alangkah hebatnya jika ia melahirkan generasi-generasi yang sama cerdasnya seperti dia dari lelaki yang kuat ekonominya, yang kuat pendirian nya seperti Bram. Ia adalah lelaki yang bertanggung jawab, hatinya bersih bahkan ia punya banyak yayasan yatim piatu, beasiswa untuk orang-orang tidak mampu.

Hanya saja, ia butuh pendamping yang mampu mendampingi nya menjalankan syariat Allah. Ayra wanita yang sepadan untuk Bram. Maka bagi Abi. Ayra, ia harus berjuang agar pasangan nya menjadi sepadan untuk bersanding dengan nya.

Jika pasangan yang lain sepadan sebelum menikah maka insyaallah Ayra dan Bram akan sepadan setelah menikah. Doakan yang terbaik untuk keluarga mereka agar menjadi keluarga sakinah mawadah warohmah."

"Aamiin."

"Satu lagi Nak. Kadang ada satu pertanyaan yang tak harus kita pertanyakan dan kadang ada satu penjelasan yang tak harus kita jelaskan karena semua itu butuh waktu yang mampu menjelaskan. Maka jangan terlalu sibuk dengan pemikiran kita akan sesuatu yang kita tidak tahu apa sebenarnya hikmah dibalik setiap kejadian."

Furqon mengangguk. Ia tak ingin kembali bertanya. Ia paham betul setiap kalimat yang orang tuanya jelaskan bahwa ia kadang harus menahan rasa penasaran sesuatu itu sampai takdir membawa ia sendiri kepada pertanyaan nya bukan bertanya kenapa semua ini terjadi. Tetapi fokus kepada menjalani apa yang sedang terjadi.

Tiba-tiba pintu pintu diketuk dari luar.

Terpopuler

Comments

Dulkarim Muda

Dulkarim Muda

ini yg pernah terpikir oleh saya... ustd Rohim dulu pada novel terdahulu perokok berat bersama Mukidi...andai Rosululloh masih ada saya yalin Beliau Baginda Nabi takkan suka dg rokok🙏🙏🙏

2024-10-02

0

Tati Suwarsih

Tati Suwarsih

Masya Allah...nasihat yg luar biasa!

2024-09-16

0

indah

indah

ya Allaah Author mantuuuul

2024-06-26

0

lihat semua
Episodes
1 1. MELAMAR CEO
2 2. PENOLAKAN BRAMANTYO PRADIPTA
3 3. Gadis itu, Ayra Khairunnisa
4 4. Menerima Lamaran Kyai Rohim
5 5. Sekufu
6 6. Jodoh Ayra
7 7. Dengan atau tanpa Rani.
8 8. Istri Bramantyo Pradipta
9 9 Di balik Kerudung mu
10 10. Pernikahan yang Tak di Inginkan.
11 11. Tiga Orang yang harus Dimuliakan & Dihormati
12 12. Cinta Tanpa Syarat
13 13. Genggam Erat Berlian itu Bram
14 14 Apa ini Namanya Cinta?
15 15 Kecerdasan untuk Menyenangkan Hati Suami.
16 16. Mendidik Hati dan Membersihkan Hati
17 17. Perdebatan di Meja Makan
18 18 Menggoda Ayra
19 19 Keromantisan Pak Erlangga
20 20 Pertemuan Keluarga Pradipta dengan Rani
21 21 Tugas Setiap Manusia Muslim
22 22 Pesona Ayra Khairunnisa di Keluarga Pradipta
23 23 Islam itu MERANGKUL bukan MEMUKUL
24 24 Tampil Cantik Untuk Suami Itu Ibadah
25 25 Cinta Dari Mata Turun Ke Hati #Bram
26 26. Berbelanja
27 27. Hati yang disakiti
28 28 Perjuangan Cinta Ayra
29 29 Satu Nama diantara Kita
30 30 Aku Akan Bersabar Menunggu mu
31 31 Onani dan Masturbasi
32 32 Berhias Tanpa Melanggar Syariat
33 33 Istri CEO
34 34 Ayra Tunjukkan Pesona Mu
35 35 Kecerdasan Ayra bukan Suatu Kesombongan
36 36 Siapa Perempuan Itu?
37 37 Ketakutan Ayra
38 38 Video Berdurasi 44 Detik
39 39 Saling Menerima Masalalu
40 40 Bahagia tak Harus Mengambil Milik Orang Lain
41 41 Jadilah Sahabat untuk Kami
42 42 Tuduhan Pada Bram
43 43 Shela bersama Hoaks dan Buzzer.
44 44. Sebaik-Baik Tempat Curhat Hanya lah Pada Allah.
45 45 Hati-Hatilah Bersuci bagi Perempuan
46 46 Sepele Tapi Membuat Tak Sahnya Wudhu
47 47 Tirakat Sebagai Tanda Cinta Kasih
48 48 Kejujuran Yang Dilarang, Menceritakan Kita Pernah Berbuat Maksiat.
49 49 Kesetiaan Seorang Istri Sedang Diuji
50 50 Lelaki Pertama Dalam Hidup Ayra
51 51 "Ay-Ay-Ayra"
52 52 Limited Edition
53 53 Ulet Berkaki Dua
54 54 Filosofi Lemper
55 55 Air Yang Tenang pun Bisa Menenggelamkan Orang
56 56 Aku Datang Dengan Dosa Aduhai Pencipta POV Ayra
57 57 Apa Aku Pantas Untuk Mu, Ay?
58 58 Jangan Sering Lewat Jalan Pintas
59 59 Pentingnya Menjaga Hati sebelum Menikah
60 60 Debaran Hati Bram
61 61 Ruang Hati CEO MIKEL Group
62 62 Cintai Aku Karena Allah
63 63 Suami istri itu adalah Partner
64 64 Anak-anak Nabi Ada Tujuh Orang
65 65 Pakaiannya Dulu Baru Airnya.
66 66 Ayra dan Suaranya
67 67 Bucin Ayra Bram 1
68 68 Bucin Ayra Bram 2
69 69 Gosip tentang Ayra
70 70 Bucin Ayra Bram 3
71 71 Hoaks Tercipta Karena Buzzer.
72 72 Satu Rasa Dua Hati
73 73 10 Syarat Membaca Surah Al Fatihah
74 74 Liona VS Rani dan Ayra
75 75 Amarah Nyonya Lukis
76 76 Cinta Anak Pada Seorang Ibu
77 77 Masalalu Nyonya Lukis
78 78 Bramantyo Kecil
79 79 Tiga Rasa Tiga Hati
80 80 Video Masalalu Ayra
81 81 Ulat-ulat Keket
82 82 Prasangka Rani
83 83 Dua Hati Dalam Balutan Satu Rasa Untuk Satu Hati.
84 84 Istri Rasa Atasan
85 85 Ayra Si Drum Bodol
86 86 Ayra di Kediaman Yeni
87 87 Ayra Terombang-Ambing
88 88 Penyelamatan Ayra
89 89 Pandangan Pertama
90 90 Terkuaknya Masalalu Ayra
91 91 Perpisahan Yeni dan Ayra
92 92 Semua Akan Indah Pada Waktunya
93 93 Puncak Bucin Bram Ayra 1
94 94 Puncak Bucin Bram Ayra 2
95 95 Pesona Cinta Bram
96 96 Jebakan Batman Bram
97 97 Sesal Di Hati Nyonya Lukis
98 98 Puncak Bucin Bram Ayra 3
99 99 Ayra dan Bram Di Kali Bening
100 100 Bram dan Jas Hitamnya
101 101 Welcome to Bali Ayra Bram
102 102 Ayra dan Bram Edisi di Pantai
103 103 Kamu Takkan Terganti Ayra
104 104 Kecemburuan Ayra
105 105 Ayra dan Bram di Kediaman Nenek Indira
106 106 Processor Cinta Ayra
107 107 Tangis Keluarga Pradipta
108 108 Nada Nada Kehidupan
109 109 Beni dan Liona 1
110 110 Beni dan Liona 2
111 111 Kabar Duka untuk Keluarga Pradipta
112 112 Liona Tanpa Sanak Saudara
113 113 Kenyataan Hidup Liona
114 114 Sebuah Kebaikan Yang Disembunyikan
115 115 Sesal di Dada Liona
116 116 Romantisme Ala Ayra dan Bram
117 117 Tangis Penyesalan Liona
118 118 Garis Dua
119 119 Sebuah Keputusan
120 120 Setiap Orang berhak Berubah
121 121 Dua Orang Perempuan berhati Lembut
122 122 Ayra dan Kehamilannya
123 123 Membesuk Bram
124 124 Kerinduan Bram
125 125 Pak Uban dan Lelaki Berkacamata
126 126 Bram Dan Demamnya
127 127 POV Nuaima dan Munir
128 128 Nuaima dan Rasa Dihatinya (POV Nuaima & Munir)
129 129 POV Nuaima dan Munir di kali Bening
130 130 POV Nuaima dan Munir 'Nasihat Umi Laila
131 131 Pak Bagas dan Obsession Love Disorder
132 132 Prasangka Munir dan Rasa Dihati Nuaima
133 133 Rasa Syukur Membuat Hidup menjadi Bahagia
134 134 Kejadian Tragis Nuaima dan Munir
135 135 Ayra Yatim Piatu
136 136 Bram dan Tempe Penyet
137 137 Ayra dan Rasa Mualnya
138 138 Tangis Pak Uban
139 139 Ayra dan Rasa Sesak di dadanya
140 140 Pak Uban dan Taubatnya
141 141 Dua Rasa dari Sepasang Suami Istri
142 142 Bukti Cinta Sebagai Umatnya
143 143 Ayra Bertemu Pak Bagas
144 144 Suka dan Duka Dua Keluarga
145 145 Kembali Bertemu
146 146 Tangis Pak Bagas
147 147 Ikhtiar, Doa dan Tawakal
148 148 Senyum Untuk Bambang
149 149 Pak Bagas VS Pak Uban
150 150 Kecurigaan Bram
151 151 Kebakaran
152 152 Kabar Duka Untuk Ayra
153 153 Kado Untuk Ayra
154 154 Senyum Untuk Ayra
155 155 Melepas Rindu
156 156 Penyesalan Pak Bagas
157 157 Tentang Aisha
158 158 Pesona Ayra
159 159 Ayra dan Duo Jomblo
160 160 Kebebasan Bram
161 161 Shela dan Takdirnya
162 162 Beni dan Liona di Kanada
163 163 Merah Putih Mikel Group
164 164 Rasa Di Hati Beni
165 165 Beni dan Liona di Indonesia
166 166 Isi Hati Seorang Ayah
167 167 Penyesalan Beni
168 168 Ayra dan Bram Terjebak
169 169 Perangkap Rafi untuk Aisha
170 170 Rafi dan Aisha
171 171 Aisha dan Rasa takutnya
172 172 Penyelamatan Ala Rafi
173 173 Perdebatan Aisha dan Rafi
174 174 Cemburu itu Wujud lain dari Cinta
175 175 Prasangka Aisha
176 176 Keputusan Aisha
177 177 Kekhawatiran Ayra
178 178 Bahagia itu Kita Yang Menciptakan bukan Pasangan
179 179 Ayra Bertemu Aisha
180 180 Aisha bertemu Ibu Panti
181 181 Duka Aisha dan Satu Rasa Di Hati Rafi
182 182 Teriakan Alifah
183 183 Rasa Untuk Aisha
184 184 Tuduhan pada Aisha
185 185 Kepoloson Duo Asisten
186 186 Duo Asisten SAH
187 187 Rafi Menerima Kekurangan Aisha Karena Cinta di Hatinya
188 188 Bersatunya Dua Jomblo
189 189 Kebahagiaan Aisha dan Rafi
190 190 Obrolan Bermakna dari Ayra dan Bram
191 191 Indahnya Cinta Bram Dan Ayra
192 192 Mengantar Lilis dan Nurul ke Kali Bening
193 193 Rencana Nyonya Lukis dan Pak Erlangga
194 194 Shela Kritis
195 195 Kesedihan Liona
196 196 Sepucuk Surat
197 197 Almahyra Mahfuzhah
198 198 Bram Yang Terus Belajar
199 199 Rafi dengan Kegelisahannya
200 200 Ayra Kontraksi
201 201 Perjuangan Seorang Ibu
202 202 Nama Untuk Si Kembar
203 203 Istri dan Ibu
204 204 Kekhawatiran Ayra
205 205 Jagalah Hati
206 206 Ammar Dan Qiya
207 207 Muliakan Orang Tua Kita
208 208 Penyesalan Bram
209 209 Pesta Pernikahan
210 210 Bram Melatih Kesabaran nya
211 211 Rasa dihati Ayra
212 212 Baiti Jannati
213 213 Kebaikan Akan Mendatangkan Kebaikan
214 214 Keluarga Ayra dan Aisha
215 215 Ayra Ziarah
216 216 Takkan Lekang Kebaikan Selama Hidup
217 217 Ada Suka Ada Duka
218 218 Ammar dan Karakternya
219 219 Interaksi Ayra dan Bram
220 220 Interaksi Ayra dan Bram 2
221 221 Kabar tentang Alma
222 222 Ulah Bram
223 223 Tiga Orang Suami untuk Tiga Orang Istri
224 224 Lagi Ingin Dimanja
225 225 Bukan Bram Yang Dulu
226 226 Kekaguman Rafi pada Si Kembar 1
227 227 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 2
228 228 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 3
229 229 Ciplukan
230 230 Ciplukan 2
231 231 Kediaman Kyai Rohim
232 232 Masalah Beni dan Liona
233 233 Hati Ammar yang Masih Keras
234 234 Kediaman Pak Erlangga
235 235 Bertemu Dokter Sarah
236 236 Harapan Liona
237 237 Semua akan Kembali Pulang
238 238 Kepergian Kyai Rohim
239 239 Mengenang Kyai Rohim
240 240 Cinta Ayra dan Bram
241 241 Cinta Ayra dan Bram 2
242 242 Menggoda Bram
243 243. Pertanyaan Si kembar
244 Bayi Ke-tiga Ayra
245 245 Kejutan Untuk Bram dan Keluarga
246 246 Ucapan Ibu Adalah Doa
247 247 Ayra dan Komunitas nya
248 248 Panggilan Untuk Ayra
249 249 Setiap Yang Memiliki Pesona Pasti Penuh Perjuangan
250 250 THE END
251 PENGUMUMAN
252 PENGUMUMAN AMMAR DAN QIYA
253 Promo Novel Because I'm Your Wife
Episodes

Updated 253 Episodes

1
1. MELAMAR CEO
2
2. PENOLAKAN BRAMANTYO PRADIPTA
3
3. Gadis itu, Ayra Khairunnisa
4
4. Menerima Lamaran Kyai Rohim
5
5. Sekufu
6
6. Jodoh Ayra
7
7. Dengan atau tanpa Rani.
8
8. Istri Bramantyo Pradipta
9
9 Di balik Kerudung mu
10
10. Pernikahan yang Tak di Inginkan.
11
11. Tiga Orang yang harus Dimuliakan & Dihormati
12
12. Cinta Tanpa Syarat
13
13. Genggam Erat Berlian itu Bram
14
14 Apa ini Namanya Cinta?
15
15 Kecerdasan untuk Menyenangkan Hati Suami.
16
16. Mendidik Hati dan Membersihkan Hati
17
17. Perdebatan di Meja Makan
18
18 Menggoda Ayra
19
19 Keromantisan Pak Erlangga
20
20 Pertemuan Keluarga Pradipta dengan Rani
21
21 Tugas Setiap Manusia Muslim
22
22 Pesona Ayra Khairunnisa di Keluarga Pradipta
23
23 Islam itu MERANGKUL bukan MEMUKUL
24
24 Tampil Cantik Untuk Suami Itu Ibadah
25
25 Cinta Dari Mata Turun Ke Hati #Bram
26
26. Berbelanja
27
27. Hati yang disakiti
28
28 Perjuangan Cinta Ayra
29
29 Satu Nama diantara Kita
30
30 Aku Akan Bersabar Menunggu mu
31
31 Onani dan Masturbasi
32
32 Berhias Tanpa Melanggar Syariat
33
33 Istri CEO
34
34 Ayra Tunjukkan Pesona Mu
35
35 Kecerdasan Ayra bukan Suatu Kesombongan
36
36 Siapa Perempuan Itu?
37
37 Ketakutan Ayra
38
38 Video Berdurasi 44 Detik
39
39 Saling Menerima Masalalu
40
40 Bahagia tak Harus Mengambil Milik Orang Lain
41
41 Jadilah Sahabat untuk Kami
42
42 Tuduhan Pada Bram
43
43 Shela bersama Hoaks dan Buzzer.
44
44. Sebaik-Baik Tempat Curhat Hanya lah Pada Allah.
45
45 Hati-Hatilah Bersuci bagi Perempuan
46
46 Sepele Tapi Membuat Tak Sahnya Wudhu
47
47 Tirakat Sebagai Tanda Cinta Kasih
48
48 Kejujuran Yang Dilarang, Menceritakan Kita Pernah Berbuat Maksiat.
49
49 Kesetiaan Seorang Istri Sedang Diuji
50
50 Lelaki Pertama Dalam Hidup Ayra
51
51 "Ay-Ay-Ayra"
52
52 Limited Edition
53
53 Ulet Berkaki Dua
54
54 Filosofi Lemper
55
55 Air Yang Tenang pun Bisa Menenggelamkan Orang
56
56 Aku Datang Dengan Dosa Aduhai Pencipta POV Ayra
57
57 Apa Aku Pantas Untuk Mu, Ay?
58
58 Jangan Sering Lewat Jalan Pintas
59
59 Pentingnya Menjaga Hati sebelum Menikah
60
60 Debaran Hati Bram
61
61 Ruang Hati CEO MIKEL Group
62
62 Cintai Aku Karena Allah
63
63 Suami istri itu adalah Partner
64
64 Anak-anak Nabi Ada Tujuh Orang
65
65 Pakaiannya Dulu Baru Airnya.
66
66 Ayra dan Suaranya
67
67 Bucin Ayra Bram 1
68
68 Bucin Ayra Bram 2
69
69 Gosip tentang Ayra
70
70 Bucin Ayra Bram 3
71
71 Hoaks Tercipta Karena Buzzer.
72
72 Satu Rasa Dua Hati
73
73 10 Syarat Membaca Surah Al Fatihah
74
74 Liona VS Rani dan Ayra
75
75 Amarah Nyonya Lukis
76
76 Cinta Anak Pada Seorang Ibu
77
77 Masalalu Nyonya Lukis
78
78 Bramantyo Kecil
79
79 Tiga Rasa Tiga Hati
80
80 Video Masalalu Ayra
81
81 Ulat-ulat Keket
82
82 Prasangka Rani
83
83 Dua Hati Dalam Balutan Satu Rasa Untuk Satu Hati.
84
84 Istri Rasa Atasan
85
85 Ayra Si Drum Bodol
86
86 Ayra di Kediaman Yeni
87
87 Ayra Terombang-Ambing
88
88 Penyelamatan Ayra
89
89 Pandangan Pertama
90
90 Terkuaknya Masalalu Ayra
91
91 Perpisahan Yeni dan Ayra
92
92 Semua Akan Indah Pada Waktunya
93
93 Puncak Bucin Bram Ayra 1
94
94 Puncak Bucin Bram Ayra 2
95
95 Pesona Cinta Bram
96
96 Jebakan Batman Bram
97
97 Sesal Di Hati Nyonya Lukis
98
98 Puncak Bucin Bram Ayra 3
99
99 Ayra dan Bram Di Kali Bening
100
100 Bram dan Jas Hitamnya
101
101 Welcome to Bali Ayra Bram
102
102 Ayra dan Bram Edisi di Pantai
103
103 Kamu Takkan Terganti Ayra
104
104 Kecemburuan Ayra
105
105 Ayra dan Bram di Kediaman Nenek Indira
106
106 Processor Cinta Ayra
107
107 Tangis Keluarga Pradipta
108
108 Nada Nada Kehidupan
109
109 Beni dan Liona 1
110
110 Beni dan Liona 2
111
111 Kabar Duka untuk Keluarga Pradipta
112
112 Liona Tanpa Sanak Saudara
113
113 Kenyataan Hidup Liona
114
114 Sebuah Kebaikan Yang Disembunyikan
115
115 Sesal di Dada Liona
116
116 Romantisme Ala Ayra dan Bram
117
117 Tangis Penyesalan Liona
118
118 Garis Dua
119
119 Sebuah Keputusan
120
120 Setiap Orang berhak Berubah
121
121 Dua Orang Perempuan berhati Lembut
122
122 Ayra dan Kehamilannya
123
123 Membesuk Bram
124
124 Kerinduan Bram
125
125 Pak Uban dan Lelaki Berkacamata
126
126 Bram Dan Demamnya
127
127 POV Nuaima dan Munir
128
128 Nuaima dan Rasa Dihatinya (POV Nuaima & Munir)
129
129 POV Nuaima dan Munir di kali Bening
130
130 POV Nuaima dan Munir 'Nasihat Umi Laila
131
131 Pak Bagas dan Obsession Love Disorder
132
132 Prasangka Munir dan Rasa Dihati Nuaima
133
133 Rasa Syukur Membuat Hidup menjadi Bahagia
134
134 Kejadian Tragis Nuaima dan Munir
135
135 Ayra Yatim Piatu
136
136 Bram dan Tempe Penyet
137
137 Ayra dan Rasa Mualnya
138
138 Tangis Pak Uban
139
139 Ayra dan Rasa Sesak di dadanya
140
140 Pak Uban dan Taubatnya
141
141 Dua Rasa dari Sepasang Suami Istri
142
142 Bukti Cinta Sebagai Umatnya
143
143 Ayra Bertemu Pak Bagas
144
144 Suka dan Duka Dua Keluarga
145
145 Kembali Bertemu
146
146 Tangis Pak Bagas
147
147 Ikhtiar, Doa dan Tawakal
148
148 Senyum Untuk Bambang
149
149 Pak Bagas VS Pak Uban
150
150 Kecurigaan Bram
151
151 Kebakaran
152
152 Kabar Duka Untuk Ayra
153
153 Kado Untuk Ayra
154
154 Senyum Untuk Ayra
155
155 Melepas Rindu
156
156 Penyesalan Pak Bagas
157
157 Tentang Aisha
158
158 Pesona Ayra
159
159 Ayra dan Duo Jomblo
160
160 Kebebasan Bram
161
161 Shela dan Takdirnya
162
162 Beni dan Liona di Kanada
163
163 Merah Putih Mikel Group
164
164 Rasa Di Hati Beni
165
165 Beni dan Liona di Indonesia
166
166 Isi Hati Seorang Ayah
167
167 Penyesalan Beni
168
168 Ayra dan Bram Terjebak
169
169 Perangkap Rafi untuk Aisha
170
170 Rafi dan Aisha
171
171 Aisha dan Rasa takutnya
172
172 Penyelamatan Ala Rafi
173
173 Perdebatan Aisha dan Rafi
174
174 Cemburu itu Wujud lain dari Cinta
175
175 Prasangka Aisha
176
176 Keputusan Aisha
177
177 Kekhawatiran Ayra
178
178 Bahagia itu Kita Yang Menciptakan bukan Pasangan
179
179 Ayra Bertemu Aisha
180
180 Aisha bertemu Ibu Panti
181
181 Duka Aisha dan Satu Rasa Di Hati Rafi
182
182 Teriakan Alifah
183
183 Rasa Untuk Aisha
184
184 Tuduhan pada Aisha
185
185 Kepoloson Duo Asisten
186
186 Duo Asisten SAH
187
187 Rafi Menerima Kekurangan Aisha Karena Cinta di Hatinya
188
188 Bersatunya Dua Jomblo
189
189 Kebahagiaan Aisha dan Rafi
190
190 Obrolan Bermakna dari Ayra dan Bram
191
191 Indahnya Cinta Bram Dan Ayra
192
192 Mengantar Lilis dan Nurul ke Kali Bening
193
193 Rencana Nyonya Lukis dan Pak Erlangga
194
194 Shela Kritis
195
195 Kesedihan Liona
196
196 Sepucuk Surat
197
197 Almahyra Mahfuzhah
198
198 Bram Yang Terus Belajar
199
199 Rafi dengan Kegelisahannya
200
200 Ayra Kontraksi
201
201 Perjuangan Seorang Ibu
202
202 Nama Untuk Si Kembar
203
203 Istri dan Ibu
204
204 Kekhawatiran Ayra
205
205 Jagalah Hati
206
206 Ammar Dan Qiya
207
207 Muliakan Orang Tua Kita
208
208 Penyesalan Bram
209
209 Pesta Pernikahan
210
210 Bram Melatih Kesabaran nya
211
211 Rasa dihati Ayra
212
212 Baiti Jannati
213
213 Kebaikan Akan Mendatangkan Kebaikan
214
214 Keluarga Ayra dan Aisha
215
215 Ayra Ziarah
216
216 Takkan Lekang Kebaikan Selama Hidup
217
217 Ada Suka Ada Duka
218
218 Ammar dan Karakternya
219
219 Interaksi Ayra dan Bram
220
220 Interaksi Ayra dan Bram 2
221
221 Kabar tentang Alma
222
222 Ulah Bram
223
223 Tiga Orang Suami untuk Tiga Orang Istri
224
224 Lagi Ingin Dimanja
225
225 Bukan Bram Yang Dulu
226
226 Kekaguman Rafi pada Si Kembar 1
227
227 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 2
228
228 Kekaguman Rafi Pada Si Kembar 3
229
229 Ciplukan
230
230 Ciplukan 2
231
231 Kediaman Kyai Rohim
232
232 Masalah Beni dan Liona
233
233 Hati Ammar yang Masih Keras
234
234 Kediaman Pak Erlangga
235
235 Bertemu Dokter Sarah
236
236 Harapan Liona
237
237 Semua akan Kembali Pulang
238
238 Kepergian Kyai Rohim
239
239 Mengenang Kyai Rohim
240
240 Cinta Ayra dan Bram
241
241 Cinta Ayra dan Bram 2
242
242 Menggoda Bram
243
243. Pertanyaan Si kembar
244
Bayi Ke-tiga Ayra
245
245 Kejutan Untuk Bram dan Keluarga
246
246 Ucapan Ibu Adalah Doa
247
247 Ayra dan Komunitas nya
248
248 Panggilan Untuk Ayra
249
249 Setiap Yang Memiliki Pesona Pasti Penuh Perjuangan
250
250 THE END
251
PENGUMUMAN
252
PENGUMUMAN AMMAR DAN QIYA
253
Promo Novel Because I'm Your Wife

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!