Chapter 20 Lingkaran Pertemanan

Setelah itu, aku kembali dari ruang kesadaran, sepertinya hanya beberapa menit berlalu sejak aku tertidur.

[Bagaimana keadaan Linea?] Naila yang khawatir bertanya kepadaku.

[Untuk sekarang sudah membaik, Kita hanya tinggal menunggu.] Aku membalas pertanyaan Naila sambil memperbaiki posisi tidur Linea di pelukanku.

[Baiklah.]

[Untuk berjaga-jaga Saya akan mencoba memeriksa keadaan Linea.] Setelah itu, jari kelingking Naila yang awalnya sudah menjadi serangga mendekat ke leher Linea.

[Sepertinya, sesuai perkataan Anda, keadaannya walau perlahan sudah memulai membaik.]

[Setidaknya, Linea berhasil melewati keadaan kritis.] tambah Naila.

[Untunglah, Aku berhasil.] Mendengar analisis Naila yang merupakan ahli biologis membuat hatiku merasa tenang.

[Tapi Hajime, bagaimana caramu meminjamkan Linea kekuatanmu?] Naila bertanya dengan sedikit keheranan di wajahnya

[Kau mengetahui kalau Aku meminjamkan kekuatanku!]

Aku sedikit terkejut, karena aku tidak menceritakan ke Naila, dan semua hal yang terjadi di ruang kesadaran pada dasarnya tidak dapat saling berbagi.

[Saya menemukan beberapa jaringan genetik Anda di dalam tubuh Linea, jadi Saya hanya menebaknya saja.]

[Hmm... tentang itu-]

Aku segera berhenti berbicara, aku mengingat jika aku ingin menjelaskannya ke Naila, aku harus menceritakan semua hal yang terjadi di ruang kesadaran, karena berbohong pun Naila akan segera mengetahuinya.

[Itu…rahasia.] Aku hanya bisa berbicara seperti ini.

[Hmmm… mencurigakan, baiklah nanti Saya akan bertanya ke Linea.]

[Ngomong ngomong Hajime. Apa Anda baik –baik saja?] Naila bertanya padaku dengan wajah sedikit khawatir.

[Aku baik –baik saja.]

Alasan mengapa Naila khawatir adalah karena aku meminjamkan kekuatanku ke Linea yang pastinya memiliki efek buruk ke tubuhku.

[Walau Aku meminjamkan kekuatanku, itu hanya sebagian dari kekuatanku, mungkin dalam keadaan sekarang Aku hanya akan sedikit merasa mual karena penyakit ketinggian.]

Setelah aku mengatakan itu, Naila hanya terdiam dengan memiliki wajah yang khawatir.

[Sudah kubilang Aku baik –baik saja. Kau tidak perlu khawatir.] Sekali lagi aku menjelaskan ke Naila.

[Saya tidak bilang Saya khawatir.] mendengar jawaban Naila kau hanya dapat tersenyum ringan.

Setelah percakapan dengan Naila kami lanjut berjalan mendaki gunung, dalam waktu ini kami hanya fokus mendaki gunung karena medan yang berubah.

Saya tidak tahu berapa lama Linea tertidur, tetapi dia perlahan membuka mata dan sekarang hari sudah siang. Kami berangkat hari ini ketika matahari baru saja terbit, yang berarti dia mungkin tertidur selama empat jam.

Kumis kucing dan telinga harimau salju milikku sebelumnya tumbuh di kepala Linea, dan dia merasakan sesak di dadaku dan kelelahan di tubuh, dan anggota tubuhnya sedikit lemah, seolah-olah dia baru saja berkelahi dengan orang lain.

Aku memeluk Linea dengan tubuh ku dan mempercepat kudanya maju. Naila dan Shika juga menyusul, dan ketiga kuda itu terus berpacu.

“Terima kasih kali ini.”

Setelah Linea sedikit sadar, melalui berbagi ingatan, Linea belajar tentang apa yang terjadi sebelumnya dan dia merasa sangat tersentuh.

“Itu salahku, tidak perlu terima kasih. Aku juga sedikit malu, setelah semua, Aku tidak bisa mengendalikan keinginanku, yang menyebabkan hasil ini.”

"Yah, sebenarnya itu bukan salahmu.” Linea tersipu dan menundukkan kepalanya. Saat Linea menunduk perasaannya langsung memburuk.

“Lalu, Apakah semua ini perbuatan mu di sini?" tanya Linea padaku dengan suara rendah.

Tiba-tiba, saya merasakan ada sesuatu yang sangat tidak bersahabat datang dari Linea, kancing pakaian Linea sedikit lepas, dan dada nya terus menerus aku pegang dengan tanganku.

“Um, itu…"jawab saya dengan ragu.

“Hmmm….” Hawa menusuk dari Linea semakin kuat

“Tunggu, tenanglah…itu keadaan darurat, sebelumnya Kau sempat akan jatuh, jadi Aku mencari posisi memegang yang lebih tepat, untuk pakaian dan tangan Aku-Aku hanya tidak sengaja karena posisi ini, lagi pula Aku harus mengedalikan kuda.”

“Lalu cepat, singkirkan tangan kotormu!” Meskipun posisi ini benar-benar nyaman dalam arti tertentu, saya benar-benar tidak bisa berdiri dan melawan seorang gadis saat dia dalam keadaan pingsan.

“Sudah Linea, tolong tenanglah sedikit lebih lama.” saya mencoba mengambil kesempatan untuk berbisik dan tiba tiba meniup telinga Linea.

“Kamu! Kamu! Kamu!, bagaimana Kamu mempelajari trik Naila ini.” Protes Linea dengan panik, sepertinya dia lemah dengan pendekatan Ini.

“Hmph…Lupakan saja, kali ini Saya akan berbaik hati.”

“Sekali lagi Saya tanya, Hajime apakah Anda tertarik pergi ke Thailand?” Naila mulai berulah sekali lagi.

“Tidak akan pernah.” Aku dan Linea menolak pada saat bersamaan.

Di sisi lain Shika yang menatapku dan Linea begitu dekat hanya bisa tersenyum cemburu. ‘Akan menyenangkan jika kita bisa mengubah posisi.’ Pikiran Shika di dalam hatinya.

Lalu ada satu hal yang membuat Shika merasa sangat aneh, selama perjalanan ini kami bertiga sering tidak mengatakan sepatah kata pun sepanjang waktu, tetapi ekspresi wajah kami terus berubah seperti sedang saling berbicara, yang sangat terasa aneh.

Shika juga tahu bahwa ada rahasia di dalamnya, tetapi dia tidak bisa bertanya lebih banyak, dan hanya bisa terkejut oleh senyum aneh kami dari waktu ke waktu.

Sebelum kami menyadarinya, kami berjalan keluar dari gunung dan tiba di sebuah lembah, dan kami menemukan jalan nasional 2XX1 yang lurus berada di depan kami.

Sinyal handphone kami penuh. Dulu kami Cuma dapat menggunakan fitur telepon, sekarang kami bisa menggunakan internet dengan sinyal 4G. Kami bertiga saling tersenyum dan mengeluarkan ponsel kami.

“Tambahkan ID Line?” Naila bertanya sambil mengguncang Handphone miliknya.

“OKE!!!”

Kami bertiga saling memasukkan nomor telepon secara bersamaan untuk menambah daftar teman.

Ketika teman ditambahkan, kami bertiga berpikir bahwa jika ketiga kenangan kami dibagikan, lalu menambahkan Line sepertinya terasa tidak berguna.

“Yah, tidak masalah apakah Kamu menambahkannya atau tidak.” Begitu aku berkomentar.

"Tidak masalah, ayo, ambil gambar, dan kirimkan ke Circle teman dan internet”

Sudah menjadi sifat anak muda untuk selalu ingin mengirim sesuatu ke lingkaran pertemanan.

Kami turun dari kuda, menghadap pegunungan hijau di kejauhan, langit biru, awan putih, dan ambil gambar. Kami terus memotret, dan mengenakan pose untuk beberapa selfie. Kami juga mengambil selfie gila Shika dan melakukan berbagai gerakan intim, yang membuat Shika tersipu.

Tanpa disadari kami semua hanya tersenyum bahagia tanpa memikirkan apa yang akan terjadi mulai sekarang, kami hanya tertawa menikmati waktu sekarang dengan segenap hati.

Atur foto Anda, upload, dan mulai lagi. Setelah beberapa saat, ada banyak like dan komentar di lingkaran pertemanan.

"Cantik, tolong perkenalkan Aku.”

“Wow, gadis manis, tolong perkenalkan.”

“Wow, gadis berdada rata itu sangat cantik, tolong perkenalkan diriku.”

"Wow, Gadis Telinga Binatang, cosplay, tolong perkenalkan.”

"Ya Tuhan, tengah yang terbaik, tolong perkenalkan.”

Sialan mereka hanya melihat saya sebagai gadis.

“Fufu~, sepertinya Nona Hajime sedang populer.” seperti biasa Naila mulai menggodaku sekali lagi.

mengabaikan Naila aku mencoba mencari Kenalanku....

Ada juga beberapa teman sekelas yang mengirimi saya pesan, menanyakan siapa keempat gadis cantik itu, dan menanyakan ID Line mereka kepada saya. Well, mereka tidak mengenali saya dan menganggap saya sebagai seorang gadis.

Jadi dengan sombong, Aku menjawab serempak, “Mereka semua adalah pacarku, jadi jangan menggoda mereka.”

“Haku, beraninya Kamu menggunakan Saya!” Linea kesal sambil mencubit pahaku dengan keras

“Jangan, tenanglah, apa salahnya Kamu menjadi pacarku?” Aku mencoba membujuk Linea dengan senyum berseri di wajahku.

“Hmph- Saya akan membiarkanmu lepas kali ini, dan Saya tidak akan mengizinkannya di masa depan.”

Linea tahu aku bercanda dan tidak terlalu peduli namun Linea tanpa disadari sedikit tersipu dan wajahnya memerah.

Setelah beberapa saat, komentar di lingkaran teman mulai ditanggapi dengan seragam.

"Sialan Kau.”

“Mati Kau! ”

“Awas Kau saat Kita bertemu.” Bahkan orang yang sebelumnya kutaksir ikut bergabung.

SAYA “…….”

“Anda sendiri yang mengatakan untuk berpura-pura berpacaran.” Naila dan Linea tidak bisa menahan tawa di wajah mereka.

Setelah posting di lingkaran pertemanan, semangat kami berempat menjadi sangat lega, kami telah terlalu banyak mengalami hal –hal gila, jika kita tidak mengatasinya dengan benar, kita dapat dengan mudah menjadi depresi.

Setelah itu, kami mengikuti jalan nasional 2XX1 dan menuju kota Natra (kota di prefektur Xuni City) sejauh 100 Km jauhnya.

Terpopuler

Comments

Ranran Miura

Ranran Miura

mencari posisi memegang yang tepat apa cari kesempatan? 😆

2022-06-18

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Gadis Di Kereta
2 Chapter 2 Ingatan Kami
3 Chapter 3 Buku Suci
4 Chapter 4 Bertiga Di Gunung Salju
5 Chapter 5 Harimau Salju
6 Chapter 6 Setelah Krisis
7 Chapter 7 Ruang Kesadaran
8 Chapter 8 Kekuatan Kami
9 Chapter 9 Orang-orang Gunung
10 Chapter 10 Keturunan Jerman
11 Chapter 11 Kami Bukan Penculik
12 Chapter 12 Saya Vs Monster
13 Chapter 13 Komunikasi
14 Chapter 14 Adegan Pemandian
15 Chapter 15 Perubahan Padaku
16 Chapter 16 Seragam Tempur
17 Chapter 17 Keberangkatan
18 Chapter 18 Plot Tersembunyi
19 Chapter 19 Bahaya Dalam Kehidupan Sehari-hari
20 Chapter 20 Lingkaran Pertemanan
21 Chapter 21 Last Defense Line (1)
22 Chapter 22 Last Defense Line (2)
23 Chapter 23 Linea Adalah Milikku
24 Chapter 24 Layanan Operasi Khusus (1)
25 Chapter 25 Layanan Operasi Khusus (2)
26 Chapter 26 Rencana Masa Depan
27 Chapter 27 Perasaan Kami
28 Chapter 28 Perpisahan Shika
29 Chapter 29 Tentang Adik Spesial Saya
30 Chapter 30 Terlibat Dengan Preman Idiot
31 Chapter 31 Mengalahkan Para Preman
32 Chapter 32 Bertemu Paman Hao
33 Chapter 33 Kehidupan Anehku Secara Resmi Dimulai
34 Ekstra Chapter 1 Diary Hati Linea
35 Special Chapter Volume 1
36 Chapter 34 Prolog Misi
37 Chapter 35 Misi Lanjutan
38 Chapter 36 Kondisi Misi Linea
39 Chapter 37 Ini Yang Disebut Menembak
40 Chapter 38 Pertempuran Linea
41 Chapter 39 Keimutan Naila
42 Chapter 40 Blu-ray III tipe II Twintail
43 Spesial Chapter Karya Baru
44 Chapter 41 Memasuki Gua
45 Chapter 42 Keadaan Gua
46 Chapter 43 Terpojok Dalam Godaan
47 Chapter 44 Tidak Ada Percintaan
48 Chapter 45 Pengkhianatan Yang Tak Terduga
49 Chapter 46 Kesedihan Mereka.
50 Chapter 47 Kemunculan Gadis Cantik Lain
51 Chapter 48 Terikat Dengan Gadis Perak
52 Chapter 49 Ratu Dunia Bawah
53 Chapter 50 Hanya Saya Yang Dapat Menunggangimu
54 Chapter 51 Pertengkaranku Dengan Gadis Iblis
55 Chapter 52 Kode Sandi Hulu Ledak Nuklir
56 Chapter 53 Saya Datang Untuk Melihat Drama, Apakah Kalian Percaya?
57 Chapter 54 Berusaha Melarikan Diri
58 Chapter 55 Bertemu Kembali
59 Chapter 56 Melintasi Dua Dunia
60 Chapter 57 Perbedaan Waktu Dunia
61 Chapter 58 Notebook Dua Puluh Tahun
62 Chapter 59 Saling Menggoda
63 Chapter 60 Elemen Kelas Kedua
64 Chapter 61 Bertemu Dengan Biksu Tinggi Lagi
65 Chapter 62 Kondisi Perang (1)
66 Chapter 63 Kondisi Perang (2)
67 Chapter 64 Oke, Aku Akan Pergi
68 Chapter 65 Bertarung Dengan Paman Hao
69 Chapter 66 Di Luar Kabut Hitam
70 Chapter 67 Perjuangan Hajime
71 Chapter 68 Terhubung Dengan Dunia Lain
72 Chapter 69 Menentukan Hubungan
73 Chapter 70 Lari Dari Altar
74 Chapter 71 Pengejaran Heli
75 Chapter 72 Pertempuran Udara
76 Chapter 73 Pengakuan Linea
77 Chapter 74 Perjalanan Pulang
78 Ekstra Chapter 2 Diary Hati Eresh
79 Edisi Khusus World War II (Prolog)
80 Edisi khusus WW II part 1 (Komandan)
81 Edisi Khusus WW II Part 2 (Pelatihan)
82 Edisi Khusus WW II Part 3 (Pelatihan Kejam)
83 Chapter 75 Awal Kehidupan Yang Tak Biasa
84 Chapter 76 Insiden Pria Idiot
85 Chapter 77 Bertemu Orang Tua
86 Chapter 78 Adik Vs Pacar
87 Chapter 79 Pertempuran Harem Adikku
88 Chapter 80 Ini Hanya Pijatan
89 Chapter 81 Nilai Ujian Masuk Perguruan Tinggi
90 Chapter 82 Kemampuan Baru Linea
91 Chapter 83 Meledaknya Pasar Saham
92 Chapter 84 Virus Buatan Naila
93 Chapter 85 Pembajakan Pesawat
94 Edisi Khusus WW II Part 4 (Lemparan Granat)
95 Edisi Khusus WW II Part 5 (Hati Yang Mendekat)
96 Edisi khusus WW II Part 6 (Ujian Kepercayaan)
97 Edisi Khusus WW II Part 7 (Kristal Pandora)
98 Chapter 86 Pertemuan Canggung
99 Chapter 87 Awal Dari Badai
100 Chapter 88 Pemilihan Perguruan Tinggi
101 Chapter 89 Kunjungan Ke Rumah Kakek
102 Chapter 90 Malam Badai (1)
103 Chapter 91 Malam Badai (2)
104 Chapter 92 Kekacauan Dalam Badai (1)
105 Chapter 93 Kekacauan Dalam Badai (2)
106 Chapter 94 Kekacauan Dalam Badai (3)
107 Chapter 95 Kedamaian Setelah Badai
108 Chapter 96 Pertemuan Teman Lama
109 Chapter 97 Malam Meriah
110 Chapter 98 Kesedihan Adik Perempuan
111 Chapter 99 Pengakuan Kebenaran
112 Chapter 100 Tes Kakek Linea
113 Edisi Khusus WW Part 8 (Teknologi)
114 Edisi Khusus WW II Part 9 (Kamu Milikku)
115 Edisi Khusus WW II Part 10 (Pasangan Hidup)
116 Edisi Khusus WW II Part 11 (Awal Baru)
117 Edisi Khusus WW II Part 12 (Rute Baru 1)
118 Edisi Khusus WW II Part 13 (Rute Baru 2)
119 Chapter 101 Perasaan Aneh
120 Chapter 102 Penerimaan Universitas
121 Chapter 103 Pahitnya Kisah Asmara
122 Chapter 104 Kecantikan Tiada Tara
123 Chapter 105 Kejadian Menghebohkan
124 Chapter 106 Menciptakan Manusia?
125 Chapter 107 Gadis buatan
126 Edisi Khusus WW II Part 14 (Tim Darat)
127 Edisi Khusus WW II Part 15 (Peninggalan Atlantis?)
128 Edisi Khusus WW II Part 16 (Gerbang Batu)
129 Edisi Khusus WW II Part 17 (Kecelakaan Tak Terduga)
130 Edisi Khusus WW II Part 18 (Peradaban Kuno)
131 Edisi Khusus WW II Part 19 (Menjelajahi Reruntuhan)
132 Chapter 108 Asrama
133 Chapter 109 Kebangkitan Twintail
134 Chapter 110 Membuka Harem Itu Tidak Baik, Kan?
135 Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (1)
136 Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (2)
137 Edisi Khusus WW II Part 20 (Kunci Gerbang)
138 Edisi Khusus WW II Part 21 (Gadis Misterius)
139 Edisi Khusus WW II Part 22 (Pewaris?)
140 Edisi Khusus WW II Part 23 (Keluar dari Reruntuhan)
141 Edisi Khusus WW II Part 24 (Pulang)
142 Edisi Khusus WW II Part 25 (Menuju Ibukota)
143 Edisi Khusus WW II Part 26 (Ibu Kota Berlin)
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Chapter 1 Gadis Di Kereta
2
Chapter 2 Ingatan Kami
3
Chapter 3 Buku Suci
4
Chapter 4 Bertiga Di Gunung Salju
5
Chapter 5 Harimau Salju
6
Chapter 6 Setelah Krisis
7
Chapter 7 Ruang Kesadaran
8
Chapter 8 Kekuatan Kami
9
Chapter 9 Orang-orang Gunung
10
Chapter 10 Keturunan Jerman
11
Chapter 11 Kami Bukan Penculik
12
Chapter 12 Saya Vs Monster
13
Chapter 13 Komunikasi
14
Chapter 14 Adegan Pemandian
15
Chapter 15 Perubahan Padaku
16
Chapter 16 Seragam Tempur
17
Chapter 17 Keberangkatan
18
Chapter 18 Plot Tersembunyi
19
Chapter 19 Bahaya Dalam Kehidupan Sehari-hari
20
Chapter 20 Lingkaran Pertemanan
21
Chapter 21 Last Defense Line (1)
22
Chapter 22 Last Defense Line (2)
23
Chapter 23 Linea Adalah Milikku
24
Chapter 24 Layanan Operasi Khusus (1)
25
Chapter 25 Layanan Operasi Khusus (2)
26
Chapter 26 Rencana Masa Depan
27
Chapter 27 Perasaan Kami
28
Chapter 28 Perpisahan Shika
29
Chapter 29 Tentang Adik Spesial Saya
30
Chapter 30 Terlibat Dengan Preman Idiot
31
Chapter 31 Mengalahkan Para Preman
32
Chapter 32 Bertemu Paman Hao
33
Chapter 33 Kehidupan Anehku Secara Resmi Dimulai
34
Ekstra Chapter 1 Diary Hati Linea
35
Special Chapter Volume 1
36
Chapter 34 Prolog Misi
37
Chapter 35 Misi Lanjutan
38
Chapter 36 Kondisi Misi Linea
39
Chapter 37 Ini Yang Disebut Menembak
40
Chapter 38 Pertempuran Linea
41
Chapter 39 Keimutan Naila
42
Chapter 40 Blu-ray III tipe II Twintail
43
Spesial Chapter Karya Baru
44
Chapter 41 Memasuki Gua
45
Chapter 42 Keadaan Gua
46
Chapter 43 Terpojok Dalam Godaan
47
Chapter 44 Tidak Ada Percintaan
48
Chapter 45 Pengkhianatan Yang Tak Terduga
49
Chapter 46 Kesedihan Mereka.
50
Chapter 47 Kemunculan Gadis Cantik Lain
51
Chapter 48 Terikat Dengan Gadis Perak
52
Chapter 49 Ratu Dunia Bawah
53
Chapter 50 Hanya Saya Yang Dapat Menunggangimu
54
Chapter 51 Pertengkaranku Dengan Gadis Iblis
55
Chapter 52 Kode Sandi Hulu Ledak Nuklir
56
Chapter 53 Saya Datang Untuk Melihat Drama, Apakah Kalian Percaya?
57
Chapter 54 Berusaha Melarikan Diri
58
Chapter 55 Bertemu Kembali
59
Chapter 56 Melintasi Dua Dunia
60
Chapter 57 Perbedaan Waktu Dunia
61
Chapter 58 Notebook Dua Puluh Tahun
62
Chapter 59 Saling Menggoda
63
Chapter 60 Elemen Kelas Kedua
64
Chapter 61 Bertemu Dengan Biksu Tinggi Lagi
65
Chapter 62 Kondisi Perang (1)
66
Chapter 63 Kondisi Perang (2)
67
Chapter 64 Oke, Aku Akan Pergi
68
Chapter 65 Bertarung Dengan Paman Hao
69
Chapter 66 Di Luar Kabut Hitam
70
Chapter 67 Perjuangan Hajime
71
Chapter 68 Terhubung Dengan Dunia Lain
72
Chapter 69 Menentukan Hubungan
73
Chapter 70 Lari Dari Altar
74
Chapter 71 Pengejaran Heli
75
Chapter 72 Pertempuran Udara
76
Chapter 73 Pengakuan Linea
77
Chapter 74 Perjalanan Pulang
78
Ekstra Chapter 2 Diary Hati Eresh
79
Edisi Khusus World War II (Prolog)
80
Edisi khusus WW II part 1 (Komandan)
81
Edisi Khusus WW II Part 2 (Pelatihan)
82
Edisi Khusus WW II Part 3 (Pelatihan Kejam)
83
Chapter 75 Awal Kehidupan Yang Tak Biasa
84
Chapter 76 Insiden Pria Idiot
85
Chapter 77 Bertemu Orang Tua
86
Chapter 78 Adik Vs Pacar
87
Chapter 79 Pertempuran Harem Adikku
88
Chapter 80 Ini Hanya Pijatan
89
Chapter 81 Nilai Ujian Masuk Perguruan Tinggi
90
Chapter 82 Kemampuan Baru Linea
91
Chapter 83 Meledaknya Pasar Saham
92
Chapter 84 Virus Buatan Naila
93
Chapter 85 Pembajakan Pesawat
94
Edisi Khusus WW II Part 4 (Lemparan Granat)
95
Edisi Khusus WW II Part 5 (Hati Yang Mendekat)
96
Edisi khusus WW II Part 6 (Ujian Kepercayaan)
97
Edisi Khusus WW II Part 7 (Kristal Pandora)
98
Chapter 86 Pertemuan Canggung
99
Chapter 87 Awal Dari Badai
100
Chapter 88 Pemilihan Perguruan Tinggi
101
Chapter 89 Kunjungan Ke Rumah Kakek
102
Chapter 90 Malam Badai (1)
103
Chapter 91 Malam Badai (2)
104
Chapter 92 Kekacauan Dalam Badai (1)
105
Chapter 93 Kekacauan Dalam Badai (2)
106
Chapter 94 Kekacauan Dalam Badai (3)
107
Chapter 95 Kedamaian Setelah Badai
108
Chapter 96 Pertemuan Teman Lama
109
Chapter 97 Malam Meriah
110
Chapter 98 Kesedihan Adik Perempuan
111
Chapter 99 Pengakuan Kebenaran
112
Chapter 100 Tes Kakek Linea
113
Edisi Khusus WW Part 8 (Teknologi)
114
Edisi Khusus WW II Part 9 (Kamu Milikku)
115
Edisi Khusus WW II Part 10 (Pasangan Hidup)
116
Edisi Khusus WW II Part 11 (Awal Baru)
117
Edisi Khusus WW II Part 12 (Rute Baru 1)
118
Edisi Khusus WW II Part 13 (Rute Baru 2)
119
Chapter 101 Perasaan Aneh
120
Chapter 102 Penerimaan Universitas
121
Chapter 103 Pahitnya Kisah Asmara
122
Chapter 104 Kecantikan Tiada Tara
123
Chapter 105 Kejadian Menghebohkan
124
Chapter 106 Menciptakan Manusia?
125
Chapter 107 Gadis buatan
126
Edisi Khusus WW II Part 14 (Tim Darat)
127
Edisi Khusus WW II Part 15 (Peninggalan Atlantis?)
128
Edisi Khusus WW II Part 16 (Gerbang Batu)
129
Edisi Khusus WW II Part 17 (Kecelakaan Tak Terduga)
130
Edisi Khusus WW II Part 18 (Peradaban Kuno)
131
Edisi Khusus WW II Part 19 (Menjelajahi Reruntuhan)
132
Chapter 108 Asrama
133
Chapter 109 Kebangkitan Twintail
134
Chapter 110 Membuka Harem Itu Tidak Baik, Kan?
135
Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (1)
136
Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (2)
137
Edisi Khusus WW II Part 20 (Kunci Gerbang)
138
Edisi Khusus WW II Part 21 (Gadis Misterius)
139
Edisi Khusus WW II Part 22 (Pewaris?)
140
Edisi Khusus WW II Part 23 (Keluar dari Reruntuhan)
141
Edisi Khusus WW II Part 24 (Pulang)
142
Edisi Khusus WW II Part 25 (Menuju Ibukota)
143
Edisi Khusus WW II Part 26 (Ibu Kota Berlin)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!