Chapter 2 Ingatan Kami

Kami tertidur sangat lelap tanpa bermimpi, tanpa bergerak dan tentu tanpa insomnia. Saya terbangun saat sinar matahari terbit menyinari kami.

Aku tidak tahu sejak kapan rantai yang mengikat saya bahkan sudah terlepas dengan sendirinya. Aku mencoba untuk berdiri kemudian sedikit merentangkan kaki saya yang sangat sakit.

Aku mencoba menggali ingatanku sebelumnya, dan sebuah gambar muncul di ingatan milikku, tidak hanya itu beberapa hal lain yang tidak dapat dipercaya muncul satu persatu di ingatanku.

Ada kenangan tentang para gadis, Naila dan Gothic di ingatanku.

Gadis gothic itu bernama Linea, seorang keturunan bangsawan Tsar Rusia.

Setelah kekalahan tentara putih Tsar, kakek Linea melarikan diri ke timur laut dan berakhir di Tiongkok China.

Meskipun keturunan Rusia, Linea lahir di Tiongkok.

Linea sudah dikirim ke sekolah bangsawan di Norwegia sejak kecil sehingga bahasa Tiongkoknya mendekati nol, namun mahir dalam segala bahasa eropa.

Linea tidak memiliki banyak teman karena sifatnya yang dingin, bahkan kerabatnya mencoba menjauh darinya.

Yang membuat kepribadiannya semakin dingin. Baru baru ini dia tertarik dengan budaya jerman yang muncul di anime.

Naila adalah seorang orang Swedia. Nenek Naila awalnya tinggal di Jerman tepat saat terjadinya pembantaian Nazi.

Nenek Naila yang tidak ingin terlibat konflik melarikan diri dan menetap di Shanhai China.

Keluarga Naila jika disingkat adalah pembisnis handal, dan dengan cepat menjadi keluarga terkaya di China.

Naila dikirim ke inggris untuk belajar sejak usia 5 tahun. Jadi meski bisa bahasa Mandarin dia tidak terlalu lancar.

Naila memiliki kepribadian yang ceria, lembut dan anggun, sehingga dia memiliki banyak teman, terutama perempuan cantik, dan memiliki beberapa hubungan tidak benar.

[Tunggu! Tunggu dulu, Naila dia adalah lesbian, jika dalam bahasa jepang dia penikmat yuri.]

Aku terus membaca ingatan Naila tampa berhenti seolah tertarik oleh tersambar arus listrik, karena banyak kenangan bergairah mengalir ke dalam pikiranku dan, Aku tidak sanggup menekan tombol rem di otakku.

Naila dia tidak hanya Lily namun juga raja harem. Hampir setiap tipe gadis ada dalam haremnya. Loli, onee-san, senpai, kouhai, tsundere, deredere, kuudere jatuh di tangan raja harem Naila dan sangat terobsesi padanya.

Pikiranku yang dibajiri ingatan konten Naila dengan para gadis-gadis di berbagai posisi dan tempat, membuat mimisan bocor dari hidungku, pemandangan seperti ini terlalu menggairahkan bagiku.

[Aku sempat berpikir jika Linea adalah gadis yang aneh, ternyata ada yang lebih aneh.]

Ketika diriku terus menelusuri ingatan keduanya. Mereka berdua terbangun bersamaan.

Keduanya jelas juga memperhatikan sesuatu yang aneh dalam ingatan mereka dan mereka diam tenggelam dalam ingatan.

[Tunggu, jika sekarang Aku memiliki ingatan tentang keduanya, bagaimana dengan ingatanku? Jangan-jangan!]

Aku ingin menghentikan mereka dan mengatakan berhenti.

Siapa di dunia yang lahir dan hidup tanpa memiliki sejarah kelam, dan bagiku beberapa aspek yang cukup sering Aku lakukan di kamar mandi.

“Bagaimana ingatan orang lain bisa ada dalam pikiranku?” Kami bertiga bersuara secara bersamaan.

[Saya tidak menyangka jika ini akan terjadi.]

Ekspresi diriku dan Naila berubah, jelas dia terkejut akan suara yang terdengar bukan milik kami, sama sepertiku,

[Telepati? Apakah itu benar-benar telepati?] Aku mencoba berbicara dalam pikiranku.

Kali ini Aku melihat Naila dan Linea terkejut menatap diriku dengan aneh.

Kami bertiga gemetar pada saat yang sama karena memikirkan satu hal yang sama

[Berbagi ingatan!] 

Kami berbicara dalam pikiran pada saat yang bersamaaan.

Fenomena ini lebih aneh dari telepati, ini adalah berbagi ingatan.

Ingatan jangka pendek manusia merekam pikiran di otak, dan ketika kami berbagi ingatan, ingatan jangka pendek ini secara akurat akan tersampaikan ke pihak lain, yang membuat kami mengira jika kami memiliki telepati.

[Tidak. Apa yang Kamu lakukan?]

Suara putus asa dari Linea bocor ke diriku dan Naila. Linea segera panik berusaha untuk menamparku.

[Aku tidak melakukan apapun.] dan berusaha menghindari tamparan dari Linea

[Jangan lihat ingatanku!!]

Ingatan manusia adalah hal yang paling pribadi bagi seseorang, dan memperlihatkan ingatannya kepada orang lain terasa lebih memalukan daripada telanjang sambil berlari di jalanan.

[Dilarang untuk melihat ingatan siapa pun.]

Kami menyetujui hal ini untuk menjaga rahasia kami. Namun, tidak ada gunanya.

Sudah sifat manusia untuk ingin mengetahui privasi orang lain. Ini berakhir dengan zonk ingatan terus mengalir dengan sendirinya walaupun kami sudah sekuat tenaga menahan keinginan.

Hal yang paling memalukan adalah saat berbagi ingatan, kita mengetahui perasaan psikologis pihak lain.

Aliran kenangan ini tidak menunjukan tanda-tanda berhenti, membuat kita hanya bisa diam di tempat menerima kenangan yang bukan milik kita.

Akhirnya saya sedikit terbiasa, jika hanya kenangan yang sepele, tapi setelah beberapa saat kenangan berikutnya langsung membalikkan pikiran saya sebelumnya.

Linea adalah gadis yang dingin, tetapi dalam beberapa adegan mengejutkan muncul di ingatannya.

Adegan itu Linea sedang mandi, lalu merasa semakin panas, ya, aku mengerti apa yang dirasakan Linea saat itu.

Kemudian dia meraba dadanya dengan tangan kiri dan merentangkan tangan kanan di antara kedua kakinya.

Dalam adegan seperti itu berdampak kepada tubuh saya, sebagai seorang pria dengan fungsi normal dan keinginan normal, tubuhku pasti bereaksi dan dengan terburu-buru menutupi bagian pria di bawahku.

[Aku tidak menyangka jika anak perempuan benar-benar melakukan hal itu.] Suaraku mencapai Linea.

Wajah Linea merona dan dia mencoba menutupinya dengan kedua tangan, bahkan jika Linea sadar bahwa itu normal bagi gadis remaja, dia tetap merasa malu.

Naila tidak jauh lebih baik dariku. Dia mencoba menutupi bagian pribadinya, karena malu akan Aku dan Linea memperhatikan reaksinya.

Wajah Kami semakin panas dan pikiran Kami semakin bergairah.

Meskipun Aku dan Linea saling menghibur kecuali Naila yang memiliki reaksi berbeda, itu masih sangat memalukan.

Kami kemudian mimisan dalam jumlah besar bersamaan.

Hal terburuk tentang berbagi ingatan adalah saat diriku merasa kesenangan, reaksi fisikku juga akan terbagi pada keduanya, dan reaksi yang sama dari mereka semua akan terbagi ke diriku.

Ketiga reaksi itu akan saling menguat dan membuat umpan balik yang semakin merangsang.

Di bawah pengaruh ini, reaksi fisiologis kami mencapai titik kritis, dan jika ini berlanjut, Aku tidak bisa menjamin bahwa kami dapat mengendalikan kewarasan kami.

[Sialan…! Kami harus bertahan.]

Aku dengan keras mendorong pikiran mereka untuk tetap waras.

[Sa—Saya sudah tidak bisa menahan lagi.] Linea hampir menangis.

Kemudian rasa nyaman datang dari ingatan Linea, secara paksa membuat diriku kembali waras.

Aku sedikit lega, tapi bagi Naila tidak seperti saya, ingatan Linea sama seperti melempar minyak ke dalam api. Kemudian rasa nyaman datang dari Naila.

Tanpa diberitahu pun Aku mengerti apa yang salah dengan mereka.

[Aku bertahan, hah~ Aku adalah yang terkuat. Ha~ha~ha.]

Aku tidak bisa menahan senyum di hatiku, dan berhasil melewati masalah.

Naila dan Linea mencari celah saat diriku berbangga diri. Fakta bahwa itu terjadi di depan seorang laki-laki terlalu memalukan.

Dan yang paling penting mereka tidak terima dengan fakta Aku yang berhasil hingga akhir, hal yang tidak dapat mereka tanggung.

Jika semua sama mereka baik-baik saja tetapi saya bertahan, dan mereka malu dan merasa tidak terima.

[Lalu, Kita akan melakukan seperti ini.]

Suara tidak menyenangkan ini terdengar olehku, mereka mencoba membuat masalah untukku.

Naila dan Linea saling memandang dan mengarahkan kebencian ke arahku

Keduanya segera meraih dada mereka pada saat yang bersamaan. Kegembiraan luar biasa melanda pikiranku, Aku bahkan tidak dapat lari dari ini.

Selama mereka tidak berhenti, Aku hanya bisa menahannya. Bahkan dengan sedikit paksaan, Aku mencoba untuk menenangkan diri.

Benar berpikir baiklah, [Ayo kita hitung bilangan phi, sial itu tidak membantu.] Stimulus itu terus menerus di hantarkan melalui ingatan.

Lalu mereka meningkatkan kekuatan mereka, dan stimulasi semakin intens.

[Sialan, Kalian berdua, ha~ha~ha~, lihat saja Kalian berdua Aku akan menahan semua ini hingga akhir.]

Aku menatap mereka dengan amarah untuk mengalihkan stimulus milikku, lalu memejamkan mata menikmati perasaan senang dalam kesakitan dan berharap bahwa ini akan segera selesai.

Setelah beberapa menit berlalu, mereka akhirnya berhenti karena kehabisan stamina.

[Lihat Aku, Aku berhasil bertahan hingga akhir, hahahaha, hah~ Aku lelah, Zzzzzz...] 

Aku sempat tertawa sebentar sebelum akhirnya Aku terbaring tidur diam tidak bergerak.

Terpopuler

Comments

Teringat Dengan Pak Kumis💀

2023-01-12

0

Dealire

Dealire

aku tidak tau harus berekspresi seperti apa jadi 🗿

2022-09-09

1

Del-lKaiser

Del-lKaiser

tchi yoaimo

2022-07-05

1

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1 Gadis Di Kereta
2 Chapter 2 Ingatan Kami
3 Chapter 3 Buku Suci
4 Chapter 4 Bertiga Di Gunung Salju
5 Chapter 5 Harimau Salju
6 Chapter 6 Setelah Krisis
7 Chapter 7 Ruang Kesadaran
8 Chapter 8 Kekuatan Kami
9 Chapter 9 Orang-orang Gunung
10 Chapter 10 Keturunan Jerman
11 Chapter 11 Kami Bukan Penculik
12 Chapter 12 Saya Vs Monster
13 Chapter 13 Komunikasi
14 Chapter 14 Adegan Pemandian
15 Chapter 15 Perubahan Padaku
16 Chapter 16 Seragam Tempur
17 Chapter 17 Keberangkatan
18 Chapter 18 Plot Tersembunyi
19 Chapter 19 Bahaya Dalam Kehidupan Sehari-hari
20 Chapter 20 Lingkaran Pertemanan
21 Chapter 21 Last Defense Line (1)
22 Chapter 22 Last Defense Line (2)
23 Chapter 23 Linea Adalah Milikku
24 Chapter 24 Layanan Operasi Khusus (1)
25 Chapter 25 Layanan Operasi Khusus (2)
26 Chapter 26 Rencana Masa Depan
27 Chapter 27 Perasaan Kami
28 Chapter 28 Perpisahan Shika
29 Chapter 29 Tentang Adik Spesial Saya
30 Chapter 30 Terlibat Dengan Preman Idiot
31 Chapter 31 Mengalahkan Para Preman
32 Chapter 32 Bertemu Paman Hao
33 Chapter 33 Kehidupan Anehku Secara Resmi Dimulai
34 Ekstra Chapter 1 Diary Hati Linea
35 Special Chapter Volume 1
36 Chapter 34 Prolog Misi
37 Chapter 35 Misi Lanjutan
38 Chapter 36 Kondisi Misi Linea
39 Chapter 37 Ini Yang Disebut Menembak
40 Chapter 38 Pertempuran Linea
41 Chapter 39 Keimutan Naila
42 Chapter 40 Blu-ray III tipe II Twintail
43 Spesial Chapter Karya Baru
44 Chapter 41 Memasuki Gua
45 Chapter 42 Keadaan Gua
46 Chapter 43 Terpojok Dalam Godaan
47 Chapter 44 Tidak Ada Percintaan
48 Chapter 45 Pengkhianatan Yang Tak Terduga
49 Chapter 46 Kesedihan Mereka.
50 Chapter 47 Kemunculan Gadis Cantik Lain
51 Chapter 48 Terikat Dengan Gadis Perak
52 Chapter 49 Ratu Dunia Bawah
53 Chapter 50 Hanya Saya Yang Dapat Menunggangimu
54 Chapter 51 Pertengkaranku Dengan Gadis Iblis
55 Chapter 52 Kode Sandi Hulu Ledak Nuklir
56 Chapter 53 Saya Datang Untuk Melihat Drama, Apakah Kalian Percaya?
57 Chapter 54 Berusaha Melarikan Diri
58 Chapter 55 Bertemu Kembali
59 Chapter 56 Melintasi Dua Dunia
60 Chapter 57 Perbedaan Waktu Dunia
61 Chapter 58 Notebook Dua Puluh Tahun
62 Chapter 59 Saling Menggoda
63 Chapter 60 Elemen Kelas Kedua
64 Chapter 61 Bertemu Dengan Biksu Tinggi Lagi
65 Chapter 62 Kondisi Perang (1)
66 Chapter 63 Kondisi Perang (2)
67 Chapter 64 Oke, Aku Akan Pergi
68 Chapter 65 Bertarung Dengan Paman Hao
69 Chapter 66 Di Luar Kabut Hitam
70 Chapter 67 Perjuangan Hajime
71 Chapter 68 Terhubung Dengan Dunia Lain
72 Chapter 69 Menentukan Hubungan
73 Chapter 70 Lari Dari Altar
74 Chapter 71 Pengejaran Heli
75 Chapter 72 Pertempuran Udara
76 Chapter 73 Pengakuan Linea
77 Chapter 74 Perjalanan Pulang
78 Ekstra Chapter 2 Diary Hati Eresh
79 Edisi Khusus World War II (Prolog)
80 Edisi khusus WW II part 1 (Komandan)
81 Edisi Khusus WW II Part 2 (Pelatihan)
82 Edisi Khusus WW II Part 3 (Pelatihan Kejam)
83 Chapter 75 Awal Kehidupan Yang Tak Biasa
84 Chapter 76 Insiden Pria Idiot
85 Chapter 77 Bertemu Orang Tua
86 Chapter 78 Adik Vs Pacar
87 Chapter 79 Pertempuran Harem Adikku
88 Chapter 80 Ini Hanya Pijatan
89 Chapter 81 Nilai Ujian Masuk Perguruan Tinggi
90 Chapter 82 Kemampuan Baru Linea
91 Chapter 83 Meledaknya Pasar Saham
92 Chapter 84 Virus Buatan Naila
93 Chapter 85 Pembajakan Pesawat
94 Edisi Khusus WW II Part 4 (Lemparan Granat)
95 Edisi Khusus WW II Part 5 (Hati Yang Mendekat)
96 Edisi khusus WW II Part 6 (Ujian Kepercayaan)
97 Edisi Khusus WW II Part 7 (Kristal Pandora)
98 Chapter 86 Pertemuan Canggung
99 Chapter 87 Awal Dari Badai
100 Chapter 88 Pemilihan Perguruan Tinggi
101 Chapter 89 Kunjungan Ke Rumah Kakek
102 Chapter 90 Malam Badai (1)
103 Chapter 91 Malam Badai (2)
104 Chapter 92 Kekacauan Dalam Badai (1)
105 Chapter 93 Kekacauan Dalam Badai (2)
106 Chapter 94 Kekacauan Dalam Badai (3)
107 Chapter 95 Kedamaian Setelah Badai
108 Chapter 96 Pertemuan Teman Lama
109 Chapter 97 Malam Meriah
110 Chapter 98 Kesedihan Adik Perempuan
111 Chapter 99 Pengakuan Kebenaran
112 Chapter 100 Tes Kakek Linea
113 Edisi Khusus WW Part 8 (Teknologi)
114 Edisi Khusus WW II Part 9 (Kamu Milikku)
115 Edisi Khusus WW II Part 10 (Pasangan Hidup)
116 Edisi Khusus WW II Part 11 (Awal Baru)
117 Edisi Khusus WW II Part 12 (Rute Baru 1)
118 Edisi Khusus WW II Part 13 (Rute Baru 2)
119 Chapter 101 Perasaan Aneh
120 Chapter 102 Penerimaan Universitas
121 Chapter 103 Pahitnya Kisah Asmara
122 Chapter 104 Kecantikan Tiada Tara
123 Chapter 105 Kejadian Menghebohkan
124 Chapter 106 Menciptakan Manusia?
125 Chapter 107 Gadis buatan
126 Edisi Khusus WW II Part 14 (Tim Darat)
127 Edisi Khusus WW II Part 15 (Peninggalan Atlantis?)
128 Edisi Khusus WW II Part 16 (Gerbang Batu)
129 Edisi Khusus WW II Part 17 (Kecelakaan Tak Terduga)
130 Edisi Khusus WW II Part 18 (Peradaban Kuno)
131 Edisi Khusus WW II Part 19 (Menjelajahi Reruntuhan)
132 Chapter 108 Asrama
133 Chapter 109 Kebangkitan Twintail
134 Chapter 110 Membuka Harem Itu Tidak Baik, Kan?
135 Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (1)
136 Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (2)
137 Edisi Khusus WW II Part 20 (Kunci Gerbang)
138 Edisi Khusus WW II Part 21 (Gadis Misterius)
139 Edisi Khusus WW II Part 22 (Pewaris?)
140 Edisi Khusus WW II Part 23 (Keluar dari Reruntuhan)
141 Edisi Khusus WW II Part 24 (Pulang)
142 Edisi Khusus WW II Part 25 (Menuju Ibukota)
143 Edisi Khusus WW II Part 26 (Ibu Kota Berlin)
Episodes

Updated 143 Episodes

1
Chapter 1 Gadis Di Kereta
2
Chapter 2 Ingatan Kami
3
Chapter 3 Buku Suci
4
Chapter 4 Bertiga Di Gunung Salju
5
Chapter 5 Harimau Salju
6
Chapter 6 Setelah Krisis
7
Chapter 7 Ruang Kesadaran
8
Chapter 8 Kekuatan Kami
9
Chapter 9 Orang-orang Gunung
10
Chapter 10 Keturunan Jerman
11
Chapter 11 Kami Bukan Penculik
12
Chapter 12 Saya Vs Monster
13
Chapter 13 Komunikasi
14
Chapter 14 Adegan Pemandian
15
Chapter 15 Perubahan Padaku
16
Chapter 16 Seragam Tempur
17
Chapter 17 Keberangkatan
18
Chapter 18 Plot Tersembunyi
19
Chapter 19 Bahaya Dalam Kehidupan Sehari-hari
20
Chapter 20 Lingkaran Pertemanan
21
Chapter 21 Last Defense Line (1)
22
Chapter 22 Last Defense Line (2)
23
Chapter 23 Linea Adalah Milikku
24
Chapter 24 Layanan Operasi Khusus (1)
25
Chapter 25 Layanan Operasi Khusus (2)
26
Chapter 26 Rencana Masa Depan
27
Chapter 27 Perasaan Kami
28
Chapter 28 Perpisahan Shika
29
Chapter 29 Tentang Adik Spesial Saya
30
Chapter 30 Terlibat Dengan Preman Idiot
31
Chapter 31 Mengalahkan Para Preman
32
Chapter 32 Bertemu Paman Hao
33
Chapter 33 Kehidupan Anehku Secara Resmi Dimulai
34
Ekstra Chapter 1 Diary Hati Linea
35
Special Chapter Volume 1
36
Chapter 34 Prolog Misi
37
Chapter 35 Misi Lanjutan
38
Chapter 36 Kondisi Misi Linea
39
Chapter 37 Ini Yang Disebut Menembak
40
Chapter 38 Pertempuran Linea
41
Chapter 39 Keimutan Naila
42
Chapter 40 Blu-ray III tipe II Twintail
43
Spesial Chapter Karya Baru
44
Chapter 41 Memasuki Gua
45
Chapter 42 Keadaan Gua
46
Chapter 43 Terpojok Dalam Godaan
47
Chapter 44 Tidak Ada Percintaan
48
Chapter 45 Pengkhianatan Yang Tak Terduga
49
Chapter 46 Kesedihan Mereka.
50
Chapter 47 Kemunculan Gadis Cantik Lain
51
Chapter 48 Terikat Dengan Gadis Perak
52
Chapter 49 Ratu Dunia Bawah
53
Chapter 50 Hanya Saya Yang Dapat Menunggangimu
54
Chapter 51 Pertengkaranku Dengan Gadis Iblis
55
Chapter 52 Kode Sandi Hulu Ledak Nuklir
56
Chapter 53 Saya Datang Untuk Melihat Drama, Apakah Kalian Percaya?
57
Chapter 54 Berusaha Melarikan Diri
58
Chapter 55 Bertemu Kembali
59
Chapter 56 Melintasi Dua Dunia
60
Chapter 57 Perbedaan Waktu Dunia
61
Chapter 58 Notebook Dua Puluh Tahun
62
Chapter 59 Saling Menggoda
63
Chapter 60 Elemen Kelas Kedua
64
Chapter 61 Bertemu Dengan Biksu Tinggi Lagi
65
Chapter 62 Kondisi Perang (1)
66
Chapter 63 Kondisi Perang (2)
67
Chapter 64 Oke, Aku Akan Pergi
68
Chapter 65 Bertarung Dengan Paman Hao
69
Chapter 66 Di Luar Kabut Hitam
70
Chapter 67 Perjuangan Hajime
71
Chapter 68 Terhubung Dengan Dunia Lain
72
Chapter 69 Menentukan Hubungan
73
Chapter 70 Lari Dari Altar
74
Chapter 71 Pengejaran Heli
75
Chapter 72 Pertempuran Udara
76
Chapter 73 Pengakuan Linea
77
Chapter 74 Perjalanan Pulang
78
Ekstra Chapter 2 Diary Hati Eresh
79
Edisi Khusus World War II (Prolog)
80
Edisi khusus WW II part 1 (Komandan)
81
Edisi Khusus WW II Part 2 (Pelatihan)
82
Edisi Khusus WW II Part 3 (Pelatihan Kejam)
83
Chapter 75 Awal Kehidupan Yang Tak Biasa
84
Chapter 76 Insiden Pria Idiot
85
Chapter 77 Bertemu Orang Tua
86
Chapter 78 Adik Vs Pacar
87
Chapter 79 Pertempuran Harem Adikku
88
Chapter 80 Ini Hanya Pijatan
89
Chapter 81 Nilai Ujian Masuk Perguruan Tinggi
90
Chapter 82 Kemampuan Baru Linea
91
Chapter 83 Meledaknya Pasar Saham
92
Chapter 84 Virus Buatan Naila
93
Chapter 85 Pembajakan Pesawat
94
Edisi Khusus WW II Part 4 (Lemparan Granat)
95
Edisi Khusus WW II Part 5 (Hati Yang Mendekat)
96
Edisi khusus WW II Part 6 (Ujian Kepercayaan)
97
Edisi Khusus WW II Part 7 (Kristal Pandora)
98
Chapter 86 Pertemuan Canggung
99
Chapter 87 Awal Dari Badai
100
Chapter 88 Pemilihan Perguruan Tinggi
101
Chapter 89 Kunjungan Ke Rumah Kakek
102
Chapter 90 Malam Badai (1)
103
Chapter 91 Malam Badai (2)
104
Chapter 92 Kekacauan Dalam Badai (1)
105
Chapter 93 Kekacauan Dalam Badai (2)
106
Chapter 94 Kekacauan Dalam Badai (3)
107
Chapter 95 Kedamaian Setelah Badai
108
Chapter 96 Pertemuan Teman Lama
109
Chapter 97 Malam Meriah
110
Chapter 98 Kesedihan Adik Perempuan
111
Chapter 99 Pengakuan Kebenaran
112
Chapter 100 Tes Kakek Linea
113
Edisi Khusus WW Part 8 (Teknologi)
114
Edisi Khusus WW II Part 9 (Kamu Milikku)
115
Edisi Khusus WW II Part 10 (Pasangan Hidup)
116
Edisi Khusus WW II Part 11 (Awal Baru)
117
Edisi Khusus WW II Part 12 (Rute Baru 1)
118
Edisi Khusus WW II Part 13 (Rute Baru 2)
119
Chapter 101 Perasaan Aneh
120
Chapter 102 Penerimaan Universitas
121
Chapter 103 Pahitnya Kisah Asmara
122
Chapter 104 Kecantikan Tiada Tara
123
Chapter 105 Kejadian Menghebohkan
124
Chapter 106 Menciptakan Manusia?
125
Chapter 107 Gadis buatan
126
Edisi Khusus WW II Part 14 (Tim Darat)
127
Edisi Khusus WW II Part 15 (Peninggalan Atlantis?)
128
Edisi Khusus WW II Part 16 (Gerbang Batu)
129
Edisi Khusus WW II Part 17 (Kecelakaan Tak Terduga)
130
Edisi Khusus WW II Part 18 (Peradaban Kuno)
131
Edisi Khusus WW II Part 19 (Menjelajahi Reruntuhan)
132
Chapter 108 Asrama
133
Chapter 109 Kebangkitan Twintail
134
Chapter 110 Membuka Harem Itu Tidak Baik, Kan?
135
Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (1)
136
Ekstra Chapter 3 Diary Hati Naila (2)
137
Edisi Khusus WW II Part 20 (Kunci Gerbang)
138
Edisi Khusus WW II Part 21 (Gadis Misterius)
139
Edisi Khusus WW II Part 22 (Pewaris?)
140
Edisi Khusus WW II Part 23 (Keluar dari Reruntuhan)
141
Edisi Khusus WW II Part 24 (Pulang)
142
Edisi Khusus WW II Part 25 (Menuju Ibukota)
143
Edisi Khusus WW II Part 26 (Ibu Kota Berlin)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!