Part 4. Mabuk.

"Nona ..." Suara lembut menyapanya dari arah pintu masuk. 

"Bi Imah!" Aluna menyeka air matanya. Berusaha tersenyum.

"Tuan Alex meminta Nona untuk makan malam bersama." Imah membalas senyum polos Aluna.

"Aku tak lapar, Bi."

"Anda pasti lapar Nona, sejak sore belum makan apapun." Bibi berusaha membujuk. dan bertanya lagi. "Anda takut ya tinggal di rumah ini?" 

"Aluna mengangguk. "Saya belum kenal mereka. Saya biasa tinggal dengan Bapak saja. Saya rindu Bapak .…" Aluna kembali meneteskan air matanya. Kali ini lebih deras, bahkan kedua bahunya bergerak naik turun.

Imah bisa merasakan betapa berat hidup Aluna sekarang. Satu-satunya orang yang selalu bersamanya kini telah tiada. 

"Tapi jika Nona Luna menolak, Nona Luna akan dianggap tak sopan, ini akan menjadikan Tuan Alex marah. Selama ini semua orang di rumah ini mematuhi tuan Alex, dia seperti raja." Terang Imah.

"Baik Bi. Beri waktu saya mengganti baju berat ini." Aluna beranjak dari depan cermin. Menuju sebuah koper dimana bajunya tersimpan, satu jam yang lalu seorang pengawal sudah mengambil dari rumah Aluna dan langsung mengantarkan ke kamarnya. 

Aluna kini memakai kaos oblong dengan celana kolor panjang selutut. Rambut diikat kebelakang dan di telinganya terselip gagang kacamata. 

Aluna yang memakai sandal teplek untuk hiasan kakinya, segera melangkahkan kaki keluar kamar diantar oleh Imah. 

"Nona Luna, pilihlah salah satu dari dua kursi kosong yang anda tempati, kursi yang disiapkan itu salah satunya untuk Nona Luna, Dan satunya lagi untuk Tuan Muda.

"Terima kasih Bi." Aluna mengangguk. Sedangkan Imah membiarkan gadis lugu dan polos itu mendekati keluarga barunya.

"Bi, apa yang harus saya katakan untuk menyapa mereka?" Aluna berhenti di undakan saat mereka melihat ada Chela, Selena dan Alex tengah menunggu.

"Katakan saja apa yang ingin anda katakan, Nona. Anda lihat cara Nona Chela dan Selena saat makan, saat , dan pelan-pelan anda akan bisa belajar banyak hal dari mereka.

"Makasi Bi, Bi Imah sangat baik, Luna beruntung bertemu dengan Bibi." ucap Luna memeluk asisten yang pantas menjadi kakaknya itu dengan sayang.

Aluna segera turun, Bibi melihat dari kejauhan, kepalanya menggeleng pelan. 'Luna, Luna, kasihan sekali kamu, semoga pelan-pelan hati Adrian akan luluh dengan kepolosan mu, Lun,' batin Bibi.

"Se-selamat malam semuanya."

"Selamat malam. Aluna duduklah, dan makanlah, kami sudah menunggu." Alex memerintahkan Aluna duduk dengan sebuah isyarat tangannya. 

Sebelum duduk Aluna menatap kedua orang yang ada di depannya yang terlihat cuek, tapi itu lebih baik daripada berbicara, dan hanya membuat orang lain terluka dengan ucapan pedasnya.

Aluna menarik kursi ke belakang, suaranya terdengar berderit meski pelan, lalu duduk dan memasang serbet di pangkuannya. Berusaha mengingat pesan Imah, kalau dia harus belajar banyak hal.

Chela menunduk seakan menikmati makannya, tapi sebenarnya dia kesal dan gerah duduk berhadapan dengan istri kakaknya yang menurutnya kampungan itu. 

"Chela sudah kenyang Ma." Gadis yang tengah kuliah di semester empat itu berdiri, menyisakan separuh makanannya di piring.

"Chela, duduk!" Hardik Alex yang sejak tadi sudah membaca situasi. Chela terang terangan menunjukkan rasa tidak sukanya pada Aluna. 

"Papa, Chela ada tugas kuliah."

"Chela duduklah!" Selena menarik lengan putrinya ke bawah membuat Chela terpaksa duduk kembali.

"Aluna, makanlah, karena hari ini pernikahan kamu dan Adrian. Bibi sudah masak menu spesial kesukaan dia. Kamu sekarang kan istrinya, jadi harus belajar memasak menu ini."

"Iya, Ma." Aluna menelisik setiap menu di depannya. Semua makanan mewah ini hampir tak pernah dia makan sebelumnya. Walaupun dia ingin mencicipi semuanya tapi hal itu tentu tidak dia lakukan.

"Oh, iya kamu katanya kerja ya?" Selena bertanya lagi. 

"Uhuk … i- iya." Aluna menjawab dengan tergagap.

"Cuma … cuma …." Aluna benar benar belum siap mengatakan kalau dia office girl di kantor milik Adrian. 

"Ma biarkan Aluna makan dulu, tanya jawab seputar pekerjaan bisa nanti aja." Alex mengingatkan. 

Aluna mengambil secentong nasi dengan tangan gemetar, lalu mengambil lauk yang paling dekat dengannya, kebetulan di dekat piringnya ada irisan daging kualitas terbaik, diiris besar dengan bumbu rendang yang sangat nikmat. 

Aluna hendak menyuapkan nasi ke mulutnya, niat itu ia urungkan dengan tiba-tiba begitu ingat dia sekarang sudah memiliki suami. Yusuf dulu selalu bilang padanya. Seorang wanita harus menghargai dan menghormati suaminya, tidak boleh mencontoh ibu yang pergi tanpa sebuah kabar.

"Kenapa? Apa kamu tidak terbiasa makan seperti ini? Jika butuh yang lain katakan, biar Bi Imah memasak untukmu.

Aluna mengamati sekeliling, dia tak menemukan sosok pria yang menjadi Bos di kantornya itu. 

"Maaf saya ingin menunggu suami saya " 

Chela tersenyum sinis. Rasanya telinganya geli mendengar gadis polos di depannya menyebut suami. " Suami!"

"Chela!" Mama meremas paha Chela, berharap anak gadisnya berhenti mengejek. Selena tak mau anaknya mendapat amukan dari suaminya. Dia terpaksa harus memperlakukan Aluna seperti yang dia minta. 

Alex tersenyum, tak menyangka kata kata itu akan keluar dari mulut gadis lugu seperti Luna. Menurut Alex, Luna gadis yang baik. Dia tak mau menyentuh nasi di piringnya sedikitpun sebelum Adrian datang. 

Mobil mahal keluaran negara sakura itu sudah tiba di depan Mansion, suara halusnya tidak terdengar oleh Alex dan yang lainnya.

 Doni menyeret tubuh kekar Adrian dengan sempoyongan. Langkahnya terhenti ketika Alex berdiri dan menyapanya.

"Mabok lagi, Don."

"Iya, Tuan. Kali ini paling parah."

Seringai tipis tertampil dari wajah pria berusia setengah abad itu. Dia tak lagi kaget dengan putranya yang suka sekali mabuk mabukan. 

"Bawa dia ke kamar mandi, siram dengan air," perintah Alex yang mendapat Anggukan kepala dari Doni. 

Selena dan Chela hanya diam, Doni juga tak benar-benar melakukan hal bodoh itu. Doni menidurkan Adrian di ranjang besar yang ada di kamarnya.

Aluna merasa bersalah melihat Adrian yang mabuk parah itu, liurnya sampai menetes karena kebanyakan wine. Matanya merah dan bicaranya tak jelas. Meski aura tampannya tetap tak memudar, tapi keadaannya malam ini sangat buruk. 

Aluna menatap mertuanya bergantian. "Izinkan saya membantu asisten Doni."

"Kamu kan istrinya sekarang, ya haruslah kamu bantu mereka." Chela berkata dengan sinis. Sudah tau kalau orang mabuk pasti akan muntah dan aroma alkohol akan menyengat dari mulutnya. 

Menurut Chela membersihkan sesuatu menjijikkan itu pekerjaan awal yang bagus buat Aluna.

Aluna segera menyusul Doni yang sudah sampai di kamar lebih dulu. 

Nona baju tuan sangat basah, dia minum terlalu banyak hari ini. Anda bisa gantikan dengan baju yang ada di lemari besar itu. 

"Tapi Tuan, Sa-saya …."

"Dia sudah menjadi suami sah Nona. Nona bisa menyentuhnya." Melihat keraguan di mata Aluna membuat Doni ikut membantu membuka kancing hem lelaki arogant itu.

Gadis itu baru pertama kali ini melihat tubuh putih bersih dan otot yang terbentuk begitu indah. Aluna yakin keindahan itu terbentuk karena pemuda di depannya rajin olahraga. Aluna bisa menebak kalau pria itu pasti memiliki pelatih gym khusus. 

"Nona!"

 

"Maaf Doni, tolong kamu saja yang buka." Aluna tak bisa melihat hal yang membuat dirinya sendiri malu. Walau dalam hati dia mengagumi keindahan itu. 

Aluna beranjak pergi. Membuat Doni harus mengeluarkan sebuah kata tanya. "Anda kemana, Nona?"

"Aku akan mengambil teh hangat."

"Oh, kukira anda akan kabur karena melihat tubuh suami anda." Doni bercanda. Ini pertama kalinya Aluna tersenyum.

Selang beberapa menit Aluna sudah kembali dengan segelas teh untuk Adrian.

Sedangkan tubuh Adrian terlentang diatas ranjang besar dengan bibir terus meracau tak jelas. 

Lama kelamaan racauan Andrian terdengar juga oleh Aluna. Pria itu ternyata tak henti mengatai dirinya jelek dan kampungan. 

Aluna mencoba berlapang dada, dia tetap menyeka keringat Adrian dengan sabar. Aluna memberanikan diri membersihkan dada pria itu. Sepertinya Doni sengaja tak mengancingkan hemnya sebelum pergi. . 

Netra Adrian samar-samar melihat bayangan Aluna di dekatnya. Pria itu segera mencengkeram lengan Aluna dengan kasar. 

"Kau!! Aku benci gadis sok polos seperti dirimu. Kau memanfaatkan kondisi orang tua kamu untuk kepentingan pribadimu kan! Katakan!"

Sontak kain di tangan Aluna terlepas, Aluna ketakutan melihat Adrian memelototi dirinya. 

"Tidak! Aku juga tak ingin ini terjadi."

Adrian makin memperkuat cengkeramannya, dia menggulingkan tubuh Aluna ke samping, hingga gadis itu kini terpelanting di atas ranjang, dengan sigap tubuh Adrian menindihnya.

"Aku sudah banyak tau gadis sok polos sepertimu, kau ingin menjebak diriku dengan wajah polosmu, Katakan!?"

"Apa yang harus saya katakan? Aku tidak tau apa apa!"

Aluna kesulitan bergerak. Adrian sangat kuat, berulang kali dia mencoba memukul pelan dada pria itu, tapi semua tak membuat Adrian segera melepaskan cengkeramannya, belum lagi aroma alkohol yang keluar dari mulutnya membuat Aluna ingin muntah.

"Lepaskan saya, Pak Adrian, tolong!" Aluna mengiba, matanya kembali berkaca kaca sambil terus meronta. 

Terpopuler

Comments

Sri Amelia

Sri Amelia

Buat Adrian buncin dong..?

2022-09-07

0

Olfiana Ratundellang

Olfiana Ratundellang

like mendarat👍👍👍

2022-04-03

1

Aya SiJutek Cuy

Aya SiJutek Cuy

tak kenal maka tak sayang

2022-03-21

2

lihat semua
Episodes
1 Part 1. Tragedi Na'as.
2 Part 2. Pernikahan Rahasia.
3 Part 3. Lelaki mesum.
4 Part 4. Mabuk.
5 Part 5. Office Girl Cupu.
6 Part 6. "Rahasiakan dari siapapun"
7 Part7. Cantik hanya casing.
8 Part 8. Memiliki tapi tak dicintai.
9 Part 9. Antara dua wanita
10 Part 10. OG di rumah Adrian
11 Part 11. Diam diam cerdik juga.
12 Part 12. Kata-kata menyakitkan
13 Part 13. Perhatian Tito
14 Part 14. Salah sebut nama.
15 Part 15. Cemburu yang tak diakui.
16 Part 16. Tito malaikat penolong.
17 Part 17. Sepasang Kelinci.
18 Part 18. Selalu salah
19 Bab 19. Masih ada orang baik.
20 Part 20. Kecelakaan
21 Part 21. Tak dihargai
22 Part 22. Bertemu lagi.
23 Part 23. Gara-Gara Ponsel.
24 Part 24. Belajar Kuat.
25 Part 25. Penyelidikan Angel.
26 Part 26. Dipertemukan lagi.
27 Part 27. Belajar makan kepiting.
28 Part 28. Amarah Adrian.
29 Part 29. Pindah kamar.
30 Part 30. Aluna bersedih.
31 Part 31. Telepon Dari Dion.
32 Part 32. Main ke rumah Dion.
33 Part 33. Adrian yang gelisah.
34 Part 34. Dia Cantik
35 Part 35. Hasrat
36 Part 36. Aluna malang.
37 Part 37. Dua Lelaki Tampan.
38 Part 38. Jatuh cinta
39 Part 39. Kemarahan Angel.
40 Part 40. Pelarian.
41 part 41. Melawan.
42 Part 42. Bersama Dion.
43 Part 43. Liburan Hari pertama.
44 Part 44. Konyol.
45 Part 45. Membuatmu nyaman
46 Part 46. Tempat bersandar.
47 Part 47. Pengakuan Adrian.
48 Part 48. Keputusan Luna.
49 Part 49. Antara dua hati.
50 Part 50. Harapan
51 Part 51. Usaha
52 Part 52. Hati yang patah.
53 Part 53. Intrik Licik.
54 Part 54. Rencana Adrian.
55 Part 55. Merindukan Luna.
56 Part 56. Karakter membingungkan.
57 Part 57. Melewati malam berdua.
58 Part 58. Prahara.
59 Part 59. Terlepas dari belenggu.
60 Part 60. Ada dua cinta.
61 Part 61. Wanita pilihan.
62 Part 62. Pembalasan.
63 Part 63. Surprize.
64 Part 64. Hari pertama masuk kerja.
65 Part 65. Meeting.
66 Part 66. Berjuang untuk cinta.
67 Part 67. Pencarian dimulai.
68 Part 68. Suka iseng.
69 Part 69. Keras kepala.
70 Part 70. Pergolakan batin
71 Part 71. Tidak ada kesetiaan.
72 Part 72. Tunangan
73 Part 73. Aluna ditemukan.
74 Part 74. Bersyukur dicintai lelaki sepertimu.
75 Part 75. Curhatan Dion.
76 Part 76. Rasa Hambar.
77 Part 77. Langkah awal pembalasan.
78 Part 78. Malu
79 Part 79. Keluarga Dion.
80 Part 80. Minggu pagi.
81 Part 81. Aluna hilang.
82 Part 82. Menjadi tawanan.
83 Part 83. Kerja sama.
84 Part 84. Kesalahan fatal.
85 Part 85. Perjuangan Aluna
86 Part 86. Berkuda.
87 Part 87. Benih Cinta mulai tumbuh.
88 Part 88. Akibat
89 Part 89. Aluna kembali.
90 Part 90. Wanita lain yang mencintaimu.
91 Part 91. Tak semudah yang dibayangkan.
92 Part 92. Bibir Perawan.
93 Part 93. Teruslah berdebat.
94 Part 94. Cobaan untuk Aluna.
95 Part 95. Kedatangan Angeline.
96 Part 96. "Kurang ku apa Luna?"
97 Part 97. Lamaran dari keluarga Dion.
98 Part 98. Pesta.
99 Part 99. Ingin memilikimu secepatnya
100 Part 100. Sudah tak sabar.
101 Part 101. Penampilan Luna.
102 Part 102. pertengkaran.
103 Part 103. Berusaha move-on.
104 Part 104. Perlakuan yang sangat berbeda.
105 Part 105. Bertemu di restaurant.
106 Part 106. Cinta bisa berubah.
107 Part 107. Adrian yang berubah.
108 Part 108. Pertemuan dengan Nenek
109 Part 109. Penilaian Nenek terhadap Aluna.
110 Part 110. Menyadari adanya Cinta, tapi terlambat.
111 Part 111. Hari yang berat.
112 Part 112. Aluna tinggal dengan Nenek.
113 113. Nenek mulai menyukai.
114 114. Menyesal
115 Part 115. Tipu daya.
116 Part 116. Restu Nenek.
117 Part 117. Bertemu di rumah Nenek.
118 Part 118. Separuh rahasia terkuak.
119 Part 119. Aluna menuju kemenangan.
120 Part 120. Aluna dan Dion
121 Part 121. Kejujuran Luna.
122 Part 122. Api cinta mulai menyala.
123 Part 123. Dion yang mesum.
124 Part 124 Kepergok Camer.
125 Part 125. Memilih gaun.
126 Part 126. Hari pernikahan.
127 Part 127. Sudah Gila.
128 Part 128. Melarikan diri.
129 Part 129. Kondisi Aluna.
130 Part 130. Dion tak bisa dibohongi.
131 Part 131. Menyesal tiada akhir.
132 Part 132. Akhirnya Sah.
133 Part 133. Aluna pemalu.
134 Part 134 . Suasana bahagia pengantin baru.
135 Part 135. Pulang ke rumah Dion.
136 Part 136. Awal yang indah.
137 Part 137. Kenyal dan Besar.
138 Part 138. Adrian lemah tanpa Aluna.
139 Part 139. Ada yang lagi kepanasan
140 Part 140. Grogi menghadapi serangan Tiger
141 Part 141. Tahap Awal.
142 Part 142. Buah peach.
143 Part 143. Menjebol gawang.
144 Part 144. Gol yang kedua.
145 Part 145. Sepiring berdua.
146 Part 146. Adrian yang malang.
147 Part 147. Aluna menjenguk Adrian
148 Part 148. Aluna dan Nabila
149 Part 149. Kehangatan pengantin baru.
150 Part 150. Salahkah aku?
151 Part 151. Cinta membuat gila.
152 Part 152. Ruang kerja hangat.
153 Part 153. Pertengkaran Nabila dan Adrian.
154 Part 154. Mulai Curiga.
155 Part 155. Tinggal bersama.
156 Part 156. Nyaris kepergok.
157 Part 157. Teror.
158 Part 158. Siapa pelakunya?
159 Part 159. Makan malam
160 Part 160. Dokter untuk Adrian.
161 Part 161. Nasi goreng
162 Part 162. kembalinya ingatan yang hilang.
163 Part. 163 Luka
164 Part 164. Hamil.
165 Part 165. Kebersamaan yang begitu indah.
166 Part 166. Kehangatan keluarga suami.
167 Part 167. Pengacau datang.
168 Part 168. Kucing Persia bawel.
169 Part 169. Nafas buatan.
170 Part 170. Kehilangan.
171 Part 171. Talak tiga
172 Part 172. Cinta yang sempurna.
173 Part 173. Cinta jarak jauh.
174 Part 174. Bertemu lagi.
175 Part 175. Kerinduan.
176 Part 176. Cinta selalu terlihat indah.
177 Part 177. Salah paham.
178 Part 178. Puncak kesedihan Aluna.
179 Part 179. Sendiri. Menenangkan hati.
180 Part 180. Biang kerok sesungguhnya.
181 Part 181. Aku pergi.
182 Part 182. Pasti ada jalan.
183 Part 183. Paling bersinar diantara berlian.
184 Part 184. Aluna menarik bagi Enzo.
185 Part 185. Penyesalan Dion.
186 Part186. Enzo diam-diam suka.
187 Part 187. "Apakah dia bidadari?"
188 Part 188. Nenek Sihir Datang Lagi
189 Part 189. Satu Apartement.
190 Part 190. Wanita Murahan.
191 Part 191. Pesona Aluna.
192 Part 192. Karena wanita.
193 Part 193.Pergi ke luar negeri
194 Part 194. Lelaki Ambisius.
195 Part 195. Pesta
196 Part 196. Cara licik
197 Part 197. Belum terlambat.
198 Part 198. Seperti remuk.
199 Part 199. "Seberapa besar kau berjuang untukku."
200 Part 200. Kembali pulang.
201 Part 201. Goyah
202 Part 202. Kembali berulah.
203 Part 203. Menghadiri undangan Adrian.
204 Part 204. Perangkap Dion.
205 Part 205. Kehancuran wanita angkuh.
206 Part 206. Malam hangat.
207 Part 207. Semakin hangat.
208 Part 208. Tak tahu malu.
209 Part 209. Cinta Adrian.
210 Part 210. Melamar Nabila.
211 Part 211. Berlahan cinta akan hadir.
212 Part 212. Bertemu ibu di Mall.
213 Part 213. Mencari Aluna.
214 Part 214. Pencarian Lasmi.
215 Part 215. Mungkinkah Hamil lagi.
216 Part 216. Karma untuk Dion.
217 Part 217. Adrian dan Nabila.
218 Part 218. Cinta mulai bersemi.
219 Part 219. Akad nikah.
220 Part 220. Tipu muslihat.
221 Part 221. Semoga cinta kita abadi
222 Part 222. Air mata.
223 Part 223. Candu.
224 Part 224. Kehamilan Luna.
225 Part 225. Terlalu manja
226 Part 226. My Honey.
227 Part 227. Ulat bulu
228 Part 228. Jangan keras-keras.
229 Part 229. Semoga saja, kabar gembira.
230 Part 230. Melahirkan.
231 Part 231. Bayi mungil sudah launching.
232 Part 232. Wanita ini datang lagi.
233 Part 233. Harus kerja keras.
234 Part 234. Surprise
235 Part 235. Gadis menyebalkan.
236 Part 236. Jayden dan Jessica
237 Part 237. Chela dan Jayden.
238 Part 238. Benci awal cinta.
239 Part 239. Perasaan aneh.
240 Part 240. Ada kerinduan.
241 Part 241. Mulai bersemi.
242 Part 242. Amarah Chela.
243 Part 243. Sisi buruk Chela.
244 Part 244. (Promo novel baru)
245 Part 245. Karena cemburu buta.
246 Part 246. Bangunlah, aku mohon.
247 Part 247. Gangguan kejiwaan.
248 Part 248. Lampu hijau
249 Part 249. Bertemu Chela.
250 Part 250. Cinta Jayden tanpa ujung.
251 Part 251. Menuju halal.
252 Past 252 Akhirnya
253 Part 253. Menuju puncak gunung
254 Part 254. Cinta pasti akan datang.
255 Part 255. Ternyata bisa cemburu juga.
256 Part 256. Aset masa depan.
257 Part 257. Enzo jatuh cinta lagi.
258 Part 258. Awas! benci jadi cinta.
259 Part 259. Salah paham.
260 Part 260. Salah paham lagi
261 Part 261. Dipaksa menikah.
262 Part 262. Lamaran
263 Part 263. Malam pesta.
264 Part 264. Pria yang sama.
265 Part 265. Enzo yang Agresif
266 Part 266. Campur tangan Mama.
267 Part 267. Keluarga Harmonis.
268 Part 268. Masih ada musuh yang terlupakan
269 Part 269. Ide gila.
270 Part 270. Luna dan bayinya.
271 Part 271. Cinta untuk keluarga.
Episodes

Updated 271 Episodes

1
Part 1. Tragedi Na'as.
2
Part 2. Pernikahan Rahasia.
3
Part 3. Lelaki mesum.
4
Part 4. Mabuk.
5
Part 5. Office Girl Cupu.
6
Part 6. "Rahasiakan dari siapapun"
7
Part7. Cantik hanya casing.
8
Part 8. Memiliki tapi tak dicintai.
9
Part 9. Antara dua wanita
10
Part 10. OG di rumah Adrian
11
Part 11. Diam diam cerdik juga.
12
Part 12. Kata-kata menyakitkan
13
Part 13. Perhatian Tito
14
Part 14. Salah sebut nama.
15
Part 15. Cemburu yang tak diakui.
16
Part 16. Tito malaikat penolong.
17
Part 17. Sepasang Kelinci.
18
Part 18. Selalu salah
19
Bab 19. Masih ada orang baik.
20
Part 20. Kecelakaan
21
Part 21. Tak dihargai
22
Part 22. Bertemu lagi.
23
Part 23. Gara-Gara Ponsel.
24
Part 24. Belajar Kuat.
25
Part 25. Penyelidikan Angel.
26
Part 26. Dipertemukan lagi.
27
Part 27. Belajar makan kepiting.
28
Part 28. Amarah Adrian.
29
Part 29. Pindah kamar.
30
Part 30. Aluna bersedih.
31
Part 31. Telepon Dari Dion.
32
Part 32. Main ke rumah Dion.
33
Part 33. Adrian yang gelisah.
34
Part 34. Dia Cantik
35
Part 35. Hasrat
36
Part 36. Aluna malang.
37
Part 37. Dua Lelaki Tampan.
38
Part 38. Jatuh cinta
39
Part 39. Kemarahan Angel.
40
Part 40. Pelarian.
41
part 41. Melawan.
42
Part 42. Bersama Dion.
43
Part 43. Liburan Hari pertama.
44
Part 44. Konyol.
45
Part 45. Membuatmu nyaman
46
Part 46. Tempat bersandar.
47
Part 47. Pengakuan Adrian.
48
Part 48. Keputusan Luna.
49
Part 49. Antara dua hati.
50
Part 50. Harapan
51
Part 51. Usaha
52
Part 52. Hati yang patah.
53
Part 53. Intrik Licik.
54
Part 54. Rencana Adrian.
55
Part 55. Merindukan Luna.
56
Part 56. Karakter membingungkan.
57
Part 57. Melewati malam berdua.
58
Part 58. Prahara.
59
Part 59. Terlepas dari belenggu.
60
Part 60. Ada dua cinta.
61
Part 61. Wanita pilihan.
62
Part 62. Pembalasan.
63
Part 63. Surprize.
64
Part 64. Hari pertama masuk kerja.
65
Part 65. Meeting.
66
Part 66. Berjuang untuk cinta.
67
Part 67. Pencarian dimulai.
68
Part 68. Suka iseng.
69
Part 69. Keras kepala.
70
Part 70. Pergolakan batin
71
Part 71. Tidak ada kesetiaan.
72
Part 72. Tunangan
73
Part 73. Aluna ditemukan.
74
Part 74. Bersyukur dicintai lelaki sepertimu.
75
Part 75. Curhatan Dion.
76
Part 76. Rasa Hambar.
77
Part 77. Langkah awal pembalasan.
78
Part 78. Malu
79
Part 79. Keluarga Dion.
80
Part 80. Minggu pagi.
81
Part 81. Aluna hilang.
82
Part 82. Menjadi tawanan.
83
Part 83. Kerja sama.
84
Part 84. Kesalahan fatal.
85
Part 85. Perjuangan Aluna
86
Part 86. Berkuda.
87
Part 87. Benih Cinta mulai tumbuh.
88
Part 88. Akibat
89
Part 89. Aluna kembali.
90
Part 90. Wanita lain yang mencintaimu.
91
Part 91. Tak semudah yang dibayangkan.
92
Part 92. Bibir Perawan.
93
Part 93. Teruslah berdebat.
94
Part 94. Cobaan untuk Aluna.
95
Part 95. Kedatangan Angeline.
96
Part 96. "Kurang ku apa Luna?"
97
Part 97. Lamaran dari keluarga Dion.
98
Part 98. Pesta.
99
Part 99. Ingin memilikimu secepatnya
100
Part 100. Sudah tak sabar.
101
Part 101. Penampilan Luna.
102
Part 102. pertengkaran.
103
Part 103. Berusaha move-on.
104
Part 104. Perlakuan yang sangat berbeda.
105
Part 105. Bertemu di restaurant.
106
Part 106. Cinta bisa berubah.
107
Part 107. Adrian yang berubah.
108
Part 108. Pertemuan dengan Nenek
109
Part 109. Penilaian Nenek terhadap Aluna.
110
Part 110. Menyadari adanya Cinta, tapi terlambat.
111
Part 111. Hari yang berat.
112
Part 112. Aluna tinggal dengan Nenek.
113
113. Nenek mulai menyukai.
114
114. Menyesal
115
Part 115. Tipu daya.
116
Part 116. Restu Nenek.
117
Part 117. Bertemu di rumah Nenek.
118
Part 118. Separuh rahasia terkuak.
119
Part 119. Aluna menuju kemenangan.
120
Part 120. Aluna dan Dion
121
Part 121. Kejujuran Luna.
122
Part 122. Api cinta mulai menyala.
123
Part 123. Dion yang mesum.
124
Part 124 Kepergok Camer.
125
Part 125. Memilih gaun.
126
Part 126. Hari pernikahan.
127
Part 127. Sudah Gila.
128
Part 128. Melarikan diri.
129
Part 129. Kondisi Aluna.
130
Part 130. Dion tak bisa dibohongi.
131
Part 131. Menyesal tiada akhir.
132
Part 132. Akhirnya Sah.
133
Part 133. Aluna pemalu.
134
Part 134 . Suasana bahagia pengantin baru.
135
Part 135. Pulang ke rumah Dion.
136
Part 136. Awal yang indah.
137
Part 137. Kenyal dan Besar.
138
Part 138. Adrian lemah tanpa Aluna.
139
Part 139. Ada yang lagi kepanasan
140
Part 140. Grogi menghadapi serangan Tiger
141
Part 141. Tahap Awal.
142
Part 142. Buah peach.
143
Part 143. Menjebol gawang.
144
Part 144. Gol yang kedua.
145
Part 145. Sepiring berdua.
146
Part 146. Adrian yang malang.
147
Part 147. Aluna menjenguk Adrian
148
Part 148. Aluna dan Nabila
149
Part 149. Kehangatan pengantin baru.
150
Part 150. Salahkah aku?
151
Part 151. Cinta membuat gila.
152
Part 152. Ruang kerja hangat.
153
Part 153. Pertengkaran Nabila dan Adrian.
154
Part 154. Mulai Curiga.
155
Part 155. Tinggal bersama.
156
Part 156. Nyaris kepergok.
157
Part 157. Teror.
158
Part 158. Siapa pelakunya?
159
Part 159. Makan malam
160
Part 160. Dokter untuk Adrian.
161
Part 161. Nasi goreng
162
Part 162. kembalinya ingatan yang hilang.
163
Part. 163 Luka
164
Part 164. Hamil.
165
Part 165. Kebersamaan yang begitu indah.
166
Part 166. Kehangatan keluarga suami.
167
Part 167. Pengacau datang.
168
Part 168. Kucing Persia bawel.
169
Part 169. Nafas buatan.
170
Part 170. Kehilangan.
171
Part 171. Talak tiga
172
Part 172. Cinta yang sempurna.
173
Part 173. Cinta jarak jauh.
174
Part 174. Bertemu lagi.
175
Part 175. Kerinduan.
176
Part 176. Cinta selalu terlihat indah.
177
Part 177. Salah paham.
178
Part 178. Puncak kesedihan Aluna.
179
Part 179. Sendiri. Menenangkan hati.
180
Part 180. Biang kerok sesungguhnya.
181
Part 181. Aku pergi.
182
Part 182. Pasti ada jalan.
183
Part 183. Paling bersinar diantara berlian.
184
Part 184. Aluna menarik bagi Enzo.
185
Part 185. Penyesalan Dion.
186
Part186. Enzo diam-diam suka.
187
Part 187. "Apakah dia bidadari?"
188
Part 188. Nenek Sihir Datang Lagi
189
Part 189. Satu Apartement.
190
Part 190. Wanita Murahan.
191
Part 191. Pesona Aluna.
192
Part 192. Karena wanita.
193
Part 193.Pergi ke luar negeri
194
Part 194. Lelaki Ambisius.
195
Part 195. Pesta
196
Part 196. Cara licik
197
Part 197. Belum terlambat.
198
Part 198. Seperti remuk.
199
Part 199. "Seberapa besar kau berjuang untukku."
200
Part 200. Kembali pulang.
201
Part 201. Goyah
202
Part 202. Kembali berulah.
203
Part 203. Menghadiri undangan Adrian.
204
Part 204. Perangkap Dion.
205
Part 205. Kehancuran wanita angkuh.
206
Part 206. Malam hangat.
207
Part 207. Semakin hangat.
208
Part 208. Tak tahu malu.
209
Part 209. Cinta Adrian.
210
Part 210. Melamar Nabila.
211
Part 211. Berlahan cinta akan hadir.
212
Part 212. Bertemu ibu di Mall.
213
Part 213. Mencari Aluna.
214
Part 214. Pencarian Lasmi.
215
Part 215. Mungkinkah Hamil lagi.
216
Part 216. Karma untuk Dion.
217
Part 217. Adrian dan Nabila.
218
Part 218. Cinta mulai bersemi.
219
Part 219. Akad nikah.
220
Part 220. Tipu muslihat.
221
Part 221. Semoga cinta kita abadi
222
Part 222. Air mata.
223
Part 223. Candu.
224
Part 224. Kehamilan Luna.
225
Part 225. Terlalu manja
226
Part 226. My Honey.
227
Part 227. Ulat bulu
228
Part 228. Jangan keras-keras.
229
Part 229. Semoga saja, kabar gembira.
230
Part 230. Melahirkan.
231
Part 231. Bayi mungil sudah launching.
232
Part 232. Wanita ini datang lagi.
233
Part 233. Harus kerja keras.
234
Part 234. Surprise
235
Part 235. Gadis menyebalkan.
236
Part 236. Jayden dan Jessica
237
Part 237. Chela dan Jayden.
238
Part 238. Benci awal cinta.
239
Part 239. Perasaan aneh.
240
Part 240. Ada kerinduan.
241
Part 241. Mulai bersemi.
242
Part 242. Amarah Chela.
243
Part 243. Sisi buruk Chela.
244
Part 244. (Promo novel baru)
245
Part 245. Karena cemburu buta.
246
Part 246. Bangunlah, aku mohon.
247
Part 247. Gangguan kejiwaan.
248
Part 248. Lampu hijau
249
Part 249. Bertemu Chela.
250
Part 250. Cinta Jayden tanpa ujung.
251
Part 251. Menuju halal.
252
Past 252 Akhirnya
253
Part 253. Menuju puncak gunung
254
Part 254. Cinta pasti akan datang.
255
Part 255. Ternyata bisa cemburu juga.
256
Part 256. Aset masa depan.
257
Part 257. Enzo jatuh cinta lagi.
258
Part 258. Awas! benci jadi cinta.
259
Part 259. Salah paham.
260
Part 260. Salah paham lagi
261
Part 261. Dipaksa menikah.
262
Part 262. Lamaran
263
Part 263. Malam pesta.
264
Part 264. Pria yang sama.
265
Part 265. Enzo yang Agresif
266
Part 266. Campur tangan Mama.
267
Part 267. Keluarga Harmonis.
268
Part 268. Masih ada musuh yang terlupakan
269
Part 269. Ide gila.
270
Part 270. Luna dan bayinya.
271
Part 271. Cinta untuk keluarga.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!