Bab 2. Beverly si gadis pintar dan periang.

Beverly menyiapkan sarapan buat adik-adik di panti asuhan sebelum berangkat ke sekolah. Setelah semua dirasakan beres, barulah Beverly mandi dan berpakaian.

Ini hari pertama ia masuk sekolah menengah umum. Beverly tidak ingin terlambat. Ia tak menyantap sarapannya. Beverly membawanya sebagai bekal.

Ia mendapatkan beasiswa di salah satu sekolah ternama. Beverly tak ingin mengecewakan orang yang telah memberikan ia beasiswa, ia akan buktikan dengan giat belajar agar nilainya bagus.

"Bunda, aku pamit," ucap Beverly mencium tangan bunda.

"Hati-hati."

"Baik Bundaku. Anak bunda yang kecantikannya tiada tara ini akan selalu ingat pesan bunda."

Beverly memeluk bunda sebelum meninggalkan panti asuhan. Beverly selalu lebih awal berangkat ke sekolah karena ia hanya berjalan kaki.

Beverly akan menjadi siswa baru, karena tahun ajaran telah di mulai dua bulan yang lalu. Awalnya Beverly tidak berniat melanjutkan pendidikannya.

Di bantu salah seorang donatur di panti asuhan dengan memberikan ia beasiswa, akhirnya Beverly dapat bersekolah.

Sampai di sekolah, bel tanda masuk sekolah baru saja berbunyi. Beverly berlari menuju kantor kepala sekolah.

Kepala sekolah meminta ia langsung masuk ke salah satu kelas. Sampai di kelas yang dimaksud Beverly mengetuk pintu. Setelah terdengar sahutan dari guru yang mempersilakan ia masuk, Beverly membuka pintunya.

"Silakan masuk!" ucap Bu guru.

"Terima kasih, Bu."

"Kamu anak baru?"

"Iya, Bu ...."

"Perkenalkan nama kamu."

"Halo, semua. Perkenalkan nama saya Beverly. Senang bisa berkenalan dengan kalian." Beverly tersenyum cerah. Ia akui, jantungnya berdegup kencang saat ini. Tangan dan kakinya pun terasa dingin. Ia sangat gugup.

"Oke, apakah ada yang ingin kalian tanyakan dengan Beverly."

"Halo, Beverly perkenalkan nama saya Alex. Boleh minta nomor ponselnya, nggak?"

"Maaf, aku tak memiliki ponsel," jawab Beverly apa adanya. Tapi teman sekelas mengira Beverly menolak permintaan Alex.

"Mampus, Lo. Beverly takut memberikan nomor ponselnya. Takut Lo teror terus," ucap yang lainnya.

"Beverly rumahnya di mana. Biar nanti pulang sekolah aku bisa antar," ujar Kevin.

"Maaf, aku tak punya rumah. Aku hanya tinggal di sebuah panti asuhan." Beverly menjawab apa adanya. Tapi teman yang lain juga masih salah sangka.

"Beverly takut diantar Lo, tampang Lo aja kriminal." Semua teman di kelas tertawa mendengar ucapan salah satu siswa.

"Udah, jangan ribut. Sekarang kamu bisa duduk di bangku sebelah Catherine itu."

Ibu guru menunjuk bangku kosong yang berada dekat seorang gadis cantik. Beverly berjalan menuju bangku tersebut

Saat akan duduk Beverly tersenyum dengan Catherine. Gadis itu mengulurkan tangannya.

"Kenalkan ... Catherine."

"Beverly. Senang berkenalan dengan kamu." Beverly menyambut uluran tangan Catherine dan berkenalan.

Beverly duduk di bangku sebelah Catherine. Saat pelajaran dimulai, Beverly yang otaknya memang sangat pintar bisa menjawab semua pertanyaan yang diberikan guru. Teman sekelas menjadi salut dengan kepintaran dirinya.

Jam pelajaran telah usai, tibalah saatnya jam istirahat. Catherine mengajak Beverly ke kantin tapi gadis itu menolaknya.

"Kenapa, kamu nggak mau jajan. Bersih kok kantin disini." Bujuk Catherine

"Aku udah bawa bekal."

"Bawa bekal? Ibu kamu perhatian banget. Takut kamu keracunan makanan kalau jajan di luar."

"Aku sudah tak ada orang tua. Aku anak yatim piatu."

"Hhhhaaaa ... kamu serius. Dosa loh mengatakan orang tua meninggal."

"Aku nggak bohong. Aku yatim piatu dan tinggal di salah satu panti asuhan."

Dimas sahabatnya Catherine yang tak sabar menunggu, mendatanginya.

"Lama banget. Lo nggak ke kantin. Perut gue lapar,nih."

"Lo udah kenalan sama Beverly."

Dimas mengulurkan tangannya dan di sambut Beverly. Mereka menyebutkan namanya masing-masing.

"Lo percaya nggak, kalau Beverly ini yatim piatu dan tinggal d sebuah panti asuhan. Jadi yang dia katakan di depan kelas tadi benar adanya. Nggak bohong."

"Kalau emang Lo dari panti asuhan, kenapa bisa sekolah di sini. Maaf, ya. Semua orang juga tau berapa biaya sekolah di sini," ucap Dimas. Ia tak percaya jika Beverly dari panti asuhan.

"Lo benar, Dim. Apa kamu nggak mau berteman sama kami. Orang tuamu kaya banget. Takut kami morotin kamu," ucap Catherine lagi.

"Sumpah, aku nggak bohong. Aku bisa sekolah di sini karena mendapatkan beasiswa. Kalian bisa tanyakan alamatku sama administrasi sekolah jika tak percaya."

"Beasiswa," ucap Catherine dan Dimas bersamaan.

"Ya, aku dapat beasiswa."

"Lo pasti pintar banget, sehingga sekolah ini memberikan beasiswa," gumam Dimas.

"Kalau tidak karena beasiswa mana mungkin aku bisa dan sanggup sekolah di sini. Sehabis pulang sekolah aja aku harus membantu bunda di panti asuhan membuat kue untuk di jual. Itu bisa membantu biaya hidup kami."

"Maaf, kalau gitu. Kami nggak tau." Catherine merasa bersalah. Ia dan Dimas terdiam sesaat.

"Kalian nggak jadi ke kantin."

"Nanti aja. Lo mau ke kantin, pergi sendiri sana. Jam segini pasti udah rame banget, gue malas." Catherine kembali duduk.

"Biar gue beliin buat Lo aja. Lo mau apa."

"Mie goreng aceh."

"Lo apa?"

"Aku ...." ucap Beverly menunjuk dadanya.

"Iya, emang siapa lagi kalau bukan Lo. Kita hanya bertiga di kelas ini. Yang lain udah ngacir ke kantin."

"Aku ada bawa bekal." Beverly mengeluarkan bekal nasi gorengnya. Dan membukanya.

"Keliatan enak, nih." Catherine memandangi nasi goreng itu dengan menelan air ludahnya.

"Kamu mau coba. Aku yang masak tadi sebelum ke sekolah."

Catherine memilih duduk kembali dan Dimas diminta beli camilan dan air minum.

Catherine tampak lahap menyantap nasi goreng buatan Beverly. Tanpa sadar ia hampir menghabiskan bekal Beverly.

Dimas yang datang membawa kue dan air minum heran melihat Catherine yang makan nasi gorengnya bukan Beverly.

"Lo doyan apa lapar? Lo nggak sisakan buat Beverly." Ucapan Dimas membuat Catherine tersadar dan menghentikan suapannya.

"Maaf, Bie. Aku kalap. Habis enak banget."

"Bie ...." ucap Dimas.

"Beverly terlalu panjang, mending gue panggil Bie. Baby ... gue langsung suka dengannya. Mulai hari ini tidak hanya ada Lo dan gue. Tapi juga Bie. Dan tugas Lo adalah menjemput dan mengantar kami pulang sekolah."

"Gue harus menjemput kalian berdua. Jam berapa gue bangun."

"Gue nggak tau. Yang pasti Lo harus jemput. Awas kalau telat. Gue pecat Lo jadi sahabat gue."

"Nggak perlu, Cath. Aku bisa berjalan ke sekolah."

"Jalan kaki!!! Apa kamu nggak capek, Bie. Udah jangan sungkan. Lo mulai hari ini juga sahabat gue. Tak akan gue biarin Lo jalan kaki. Nanti kita antar pulang, biar tau rumah Lo dimana."

Sejak saat itu, mereka bertiga menjadi sahabat. Dimana ada Dimas, pasti ada Beverly dan Catherine.

Beverly menjadi guru pembimbing mereka jika ada tugas yang tidak Dimas dan Catherine pahami.

Hingga naik ke kelas dua belas SMU persahabatan mereka terus terjalin.

Bersambung

*********************

Terima kasih

Terpopuler

Comments

Pisces97

Pisces97

persahabatan lebih penting dari seorang laki laki ...

2024-02-29

0

Kenzi Kenzi

Kenzi Kenzi

re read maning thor

2023-03-18

0

Tinna Augustinna

Tinna Augustinna

punya utang balas budi emang susah cara byrnya byk pengorbanan

2022-08-01

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pesta Perpisahan
2 Bab 2. Beverly si gadis pintar dan periang.
3 Bab 3. Siswa Baru
4 Bab 4. Ungkapan perasaan Keenan.
5 Bab 5. Kecurigaan Dimas.
6 Bab 6. Persahabatan
7 Bab. 7. Aku harus mengalah ....
8 Bab 8. Harus berakhir ....
9 Bab 9. Love is Rain
10 Bab 10. Seperti Orang Asing
11 Bab 11. Arti Cinta Sesungguhnya.
12 Bab 12. Maaf ....
13 Bab 13. Salah Paham
14 Bab 14. Apa salahku, Catherine?
15 Bab 15. Sendiri lebih baik.
16 Bab 16. Tour Sekolah
17 Bab 17. Aku Yang Tersakiti
18 Bab 18. Aku akan Menjauh
19 Bab 19. Ujian Akhir
20 Bab 20. Pesta Perpisahan Sekolah
21 Bab 21. Aku harap semua ini mimpi.
22 Bab 22. Apakah masih ada kebahagiaan untukku?
23 Bab 23. Maafkan aku, Bunda.
24 Bab 24. Sahabat Terbaik
25 Bab 25. Kepergian Dimas
26 Bab 26. Memulai Hidup Baru.
27 Bab 27. Salahkah Aku?
28 Bab 28. Ibu Guru Bie
29 Bab 29. Tak selamanya Diam itu Emas.
30 Bab 30. Jadi Bapak Anak Lo
31 Bab 31. Cinta Dalam Diam
32 Bab 32. Keen sakit?
33 Bab 33. Bie lahiran ....
34 Bab 34. Barra Malik Hawwas
35 Bab 35. Reuni
36 Bab 36. Bie memiliki Anak?
37 Bab 37. Dimas dan Barra
38 Bab 38. Pertemuan ....
39 Bab 39. Barra anakku!
40 Bab 40. Mari bicara ....
41 Bab 41. Menikahlah Denganku, Bie.
42 Bab 42. Takdir Tuhan.
43 Bab 43. Keenan dan Dimas.
44 Bab 44. Rencana Pernikahan
45 Bab 45. Kecurigaan Mami Cath.
46 Bab 46. Bicara dengan Cath.
47 Bab 47. Pernikahan Bie dan Keen.
48 Bab 48. Aku suamimu, Bie.
49 Bab 49. Penyatuan ....
50 Bab 50. Jalan ke Mal.
51 Bab 51. Bertemu Cath
52 Bab 52. Izin Kuliah Di kota ini.
53 Bab 53. Kembali Bertemu Cath
54 Bab 54. Pertengkaran Bie dan Cath.
55 Bab 55. Jangan Tinggalkan Aku.
56 Bab 56. Permintaan Cath.
57 Bab 57. Aku Cinta Kamu, Bie.
58 Bab 58. Aku Akan Pergi.
59 Promo
60 Bab 59. Sadarlah, Sayang!
61 Bab 60. Cucuku Barra.
62 Bab 61. Jangan pisahkan aku!
63 Bab 62. Papi, Barra kangen.
64 Bab 63. Aku akan menjadi Mata dan Kakimu.
65 Bab 64. Cath dan Dimas
66 Bab 65. Apa Artinya Persahabatan Selama Ini
67 Bab 66. Barra, Putraku tercinta.
68 Bab 67. Bie wanita istimewa.
69 Bab 68. Kenapa bisa sama?
70 Bab 69. Donorkan Darah.
71 Bab 70. Bahagiaku Bersama Kamu dan Barra
72 Ratu Ketiban Duren.
73 Bab 71. Apakah Benar Aku Memiliki Adik?
74 Bab 72. Bie anakku?
75 Bab 73. Harta Paling Berharga.
76 Bab 74. Kebahagiaan Bie.
77 Bab 75. Maafkan aku, Kak!
78 Bab 76. Aunty Cath.
79 Bab 77. Pesta Pernikahan Keen dan Bie.
80 Novel CINTA DAN MASA LALU
81 Bab 78. Bulan Madu
82 Bab 79. Bermain Ke Pantai
83 Bab 80. Bermain pasir pantai.
84 Bab 81. Ulang Tahun Cath
85 Bab 82. Sahabat jadi Cinta
86 Bab 83. Melamar
87 Bab 84. Cinta Cath dan Dimas.
88 CINTA YANG DIABAIKAN
89 AFTER DARKNESS karya SkySal
90 Webseries NODA MERAH PERNIKAHAN
91 Novel WANITA KESAYANGAN CEO
92 HASRAT TERLARANG GIGOLO
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Bab 1. Pesta Perpisahan
2
Bab 2. Beverly si gadis pintar dan periang.
3
Bab 3. Siswa Baru
4
Bab 4. Ungkapan perasaan Keenan.
5
Bab 5. Kecurigaan Dimas.
6
Bab 6. Persahabatan
7
Bab. 7. Aku harus mengalah ....
8
Bab 8. Harus berakhir ....
9
Bab 9. Love is Rain
10
Bab 10. Seperti Orang Asing
11
Bab 11. Arti Cinta Sesungguhnya.
12
Bab 12. Maaf ....
13
Bab 13. Salah Paham
14
Bab 14. Apa salahku, Catherine?
15
Bab 15. Sendiri lebih baik.
16
Bab 16. Tour Sekolah
17
Bab 17. Aku Yang Tersakiti
18
Bab 18. Aku akan Menjauh
19
Bab 19. Ujian Akhir
20
Bab 20. Pesta Perpisahan Sekolah
21
Bab 21. Aku harap semua ini mimpi.
22
Bab 22. Apakah masih ada kebahagiaan untukku?
23
Bab 23. Maafkan aku, Bunda.
24
Bab 24. Sahabat Terbaik
25
Bab 25. Kepergian Dimas
26
Bab 26. Memulai Hidup Baru.
27
Bab 27. Salahkah Aku?
28
Bab 28. Ibu Guru Bie
29
Bab 29. Tak selamanya Diam itu Emas.
30
Bab 30. Jadi Bapak Anak Lo
31
Bab 31. Cinta Dalam Diam
32
Bab 32. Keen sakit?
33
Bab 33. Bie lahiran ....
34
Bab 34. Barra Malik Hawwas
35
Bab 35. Reuni
36
Bab 36. Bie memiliki Anak?
37
Bab 37. Dimas dan Barra
38
Bab 38. Pertemuan ....
39
Bab 39. Barra anakku!
40
Bab 40. Mari bicara ....
41
Bab 41. Menikahlah Denganku, Bie.
42
Bab 42. Takdir Tuhan.
43
Bab 43. Keenan dan Dimas.
44
Bab 44. Rencana Pernikahan
45
Bab 45. Kecurigaan Mami Cath.
46
Bab 46. Bicara dengan Cath.
47
Bab 47. Pernikahan Bie dan Keen.
48
Bab 48. Aku suamimu, Bie.
49
Bab 49. Penyatuan ....
50
Bab 50. Jalan ke Mal.
51
Bab 51. Bertemu Cath
52
Bab 52. Izin Kuliah Di kota ini.
53
Bab 53. Kembali Bertemu Cath
54
Bab 54. Pertengkaran Bie dan Cath.
55
Bab 55. Jangan Tinggalkan Aku.
56
Bab 56. Permintaan Cath.
57
Bab 57. Aku Cinta Kamu, Bie.
58
Bab 58. Aku Akan Pergi.
59
Promo
60
Bab 59. Sadarlah, Sayang!
61
Bab 60. Cucuku Barra.
62
Bab 61. Jangan pisahkan aku!
63
Bab 62. Papi, Barra kangen.
64
Bab 63. Aku akan menjadi Mata dan Kakimu.
65
Bab 64. Cath dan Dimas
66
Bab 65. Apa Artinya Persahabatan Selama Ini
67
Bab 66. Barra, Putraku tercinta.
68
Bab 67. Bie wanita istimewa.
69
Bab 68. Kenapa bisa sama?
70
Bab 69. Donorkan Darah.
71
Bab 70. Bahagiaku Bersama Kamu dan Barra
72
Ratu Ketiban Duren.
73
Bab 71. Apakah Benar Aku Memiliki Adik?
74
Bab 72. Bie anakku?
75
Bab 73. Harta Paling Berharga.
76
Bab 74. Kebahagiaan Bie.
77
Bab 75. Maafkan aku, Kak!
78
Bab 76. Aunty Cath.
79
Bab 77. Pesta Pernikahan Keen dan Bie.
80
Novel CINTA DAN MASA LALU
81
Bab 78. Bulan Madu
82
Bab 79. Bermain Ke Pantai
83
Bab 80. Bermain pasir pantai.
84
Bab 81. Ulang Tahun Cath
85
Bab 82. Sahabat jadi Cinta
86
Bab 83. Melamar
87
Bab 84. Cinta Cath dan Dimas.
88
CINTA YANG DIABAIKAN
89
AFTER DARKNESS karya SkySal
90
Webseries NODA MERAH PERNIKAHAN
91
Novel WANITA KESAYANGAN CEO
92
HASRAT TERLARANG GIGOLO

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!