Mikhael menyimpan secarik kertas dan alat tulis di meja.
Luciana melihatnya dengan tatapan keheranan.
Luciana
*kata hati
"Apa di dalam game pernah disebutkan hubungan kontrak seperti ini? aku pikir Luciana dan si putra mahkota jahat ini benar-benar bertunangan"
Mikhael
"Mengapa kau diam saja? tidak mau baca?"
*ucapnya sambil menunjukkan secarik kertas itu pada Luciana
Luciana
"Ya baiklah.. saya akan baca"
*jawabnya malas
Luciana membaca surat itu dengan seksama. Terdapat poin-poin di dalam surat itu, beruntungnya Luciana alias Seo Yeon fasih berbahasa Inggris dan bahasa Yunani. Luciana bisa mengerti isi surat itu.
Mikhael
"Hm.. bagaimana?"
Luciana
"Apa yang mulia serius? yang mulia ingin saya menjalani kontrak pertunangan ini dalam waktu satu tahun?"
*Luciana tak percaya dengan apa yang ditulis disana
Luciana
*kata hati
"Terlihat jelas kalau dia sudah menyiapkan ini dengan matang. Padahal harusnya dia menolak pertunangan ini, ternyata politik lebih penting di dunia ini daripada perasaan"
Mikhael
"Lalu, apa kau mau kontraknya 3 tahun?"
Luciana
"Apa? mengapa jadi ditambah bukannya di kurang?"
*tanya Luciana tak senang
Mikhael
*kata hati
"Mengapa aku kesal melihatnya tidak senang dengan pertunangan ini? apakah karena dia hilang ingatan, aku jadi kesal? tapi kenapa?"
Mikhael merasakan ada sesuatu yang aneh di dalam hatinya, ia tak senang melihat wajah Luciana yang tidak senang dengan pertunangan mereka.
Luciana
"Baiklah, sudah! satu tahun saja, satu tahun!"
*Luciana menandantangani surat itu
Mikhael
*memperhatikan Luciana
Luciana
"Setelah ini saya bisa pergi, kan yang mulia?"
Mikhael
"Hm.."
Luciana
*kata hati
"Setidaknya jawab dengan benar, dasar pria dingin"
Luciana
*memasang wajah cemberut
Mikhael
"Ada apa dengan tatapan mu itu? kau marah padaku?"
*sinis
Luciana
"Mana berani saya marah pada yang mulia"
*memaksakan senyuman
Mikhael
"Senyum mu terlihat palsu, bahkan orang bodoh saja bisa melihatnya dengan jelas"
*ucapannya tajam menusuk
Luciana
"Ya, saya memang tidak senang berada disini lebih lama"
Mikhael tidak menanggapi kata-kata Luciana, ia seperti sengaja ingin Luciana berada disana lebih lama.
Lalu tiba-tiba saja ada seekor kecoa muncul di kepala Mikhael.
Luciana
*melihat ke arah Mikhael dengan wajah kaget
Mikhael
"Ada apa?"
*tanya Mikhael yang menyadari bahwa Luciana sedang melihatnya
Luciana
"Yang mulia, tolong dia sebentar!"
*pinta Luciana pada Mikhael
Mikhael
"A-ada apa? wajahmu itu terlihat bodoh!"
*ucap Michael sinis
Luciana
"Sst.. yang mulia, diam lah!
*Luciana berbisik sambil berjalan mendekati Mikhael
PLAKK!
Tanpa pikir panjang, Luciana memukul kepala putra mahkota.
Comments
Novi Yantisuherman
Good job
2022-04-11
0
shanaz
kontrak kontrak jadi bucin
2022-01-11
0
Shara
hahahaha
2021-12-14
0