Mengumpat putra mahkota
Mikhael
"Aku akan memaafkan mu untuk kali ini karena ada masalah dengan otakmu. Tapi tidak ada lain kali. Nona Edenbell, aku akan datang lagi dengan membawa hadiah pertunangan"
Luciana
"Hadiah pertunangan?"
*ternganga sampai membuka mulutnya
Tanpa mempedulikan Luciana, Mikhael pergi seenaknya keluar dari kamar itu.
Mikhael mengatakan pada ayah dan kakak Luciana bahwa pertunangan nya dan Luciana akan diadakan di istana Gamar.
Aslan
*membuka pintu kamar Luciana
Duke Edenbell
"Nak, kau tidak berkata macam-macam kan pada putra mahkota??"
Aslan
"Dia bilang dia akan bertunangan denganmu. Selamat ya, akhirnya kau mendapatkan apa yang kau inginkan selama ini"
*ucapan selamat meluncur dari bibirnya dengan tidak tulus
Luciana
"Akhir kematian ku sudah dekat.. tidak! aku tidak mau mati lagi!"
Aslan
"Ayah, lihatlah dia! saking senangnya dia sampai berteriak seperti itu haha"
*tertawa
Duke Edenbell
"Karena ini yang kau inginkan, ayah tidak akan melarang mu. Kita juga harus mematuhi dekrit dari putra mahkota"
*memegang bahu Luciana
Luciana
"Tidak tuan! maksudku ayah.. aku tidak mau bertunangan dengan putra mahkota! tidak mau ayah! aku tidak mau mati, ayah!"
*pintanya pada pria tua itu, seraya memohon
Duke Edenbell
"Kasihan sekali putriku.. nak tenang saja, ayah akan memberikanmu pesta pertunangan yang paling mewah untukmu"
*prihatin dengan kondisi aneh Luciana
Luciana
*kata hati
"Pria tua ini! dia salah paham padaku! aku begini bukan karena senang!"
Aslan
"Ayah, lebih baik kita tinggalkan dia disini. Dia butuh istirahat"
Duke Edenbell
"Baiklah, kalau begitu silahkan beristirahat. Ayah akan menyiapkan pesta pertunangan mu"
*memeluk Luciana dengan penuh kasih sayang
Luciana
*kata hati
"Pria tua, kau salah paham! aku tidak menginginkan semua ini. Aku tidak mau mati!"
Duke Edenbell dan Aslan pergi meninggalkan kamar itu. Kini hanya ada Luciana dan seorang pelayan bernama Leah.
Leah
"Nona, apa anda membutuhkan sesuatu?"
Luciana
"Aku sangat butuh sesuatu! aku ingin hidup lebih lama"
*ucapnya sambil rebahan di ranjang
Leah
"Nona, anda masih hidup sampai saat ini"
Luciana
"Aku akan panjang umur jika aku tidak bertunangan dengan putra mahkota sialan itu! Dia memang sangat tampan, tapi dia adalah pria yang kejam
*umpatnya pada Mikhael
Leah
*menutup mulut Luciana
Luciana
"Apa yang kau lakukan?! kenapa kau membekap mulutku??"
Tanya nya kesal
Leah
"Maafkan saya nona, anda tidak boleh mengatakan hal seperti itu pada putra mahkota! anda bisa kehilangan nyawa anda jika ada yang mendengarnya"
*berkata tegas
Luciana
"Masa bodoh! aku tidak peduli! biarkan saja aku mati dua kali kalau aku jadi bertunangan dengannya"
Leah
"nona..."
*menatap sedih
Luciana
"Baiklah, aku tidak akan berkata sembarangan lagi. Aku tau dunia ini masih bertumpu pada status seseorang. Ya sudah buatkan aku Ramyun, aku ingin makan itu.'
Leah
"Ramyun? makanan apa itu nona?"
*heran
Luciana
"Jangan-jangan di dunia ini tidak ada Ramyun?"
*Luciana menganga
Comments
shanaz
ingin Ramyun wkwk
2022-01-11
1
Nina
walaupun dia antagonis tapi keluarga nya sayang sama dia
2021-12-13
0
maysa
dipenggal nanti kalau ngumpat putra mahkota
2021-12-13
0