"Bukan kau, tapi kekuatan duke Edenbell. Aku membutuhkan nya"
*tegas
Luciana
"Saya mengerti.. lalu kenapa harus saya? anda bisa memilih orang lain untuk menjadi tunangan anda"
Mikhael
"Tidak bisa, orangnya harus kau. Kita akan bertunangan tapi tunangan kontrak"
Luciana
"Saya menolak, saya tidak mau"
Luciana
*kata hati
"Bertunangan dengan nya artinya cari mati"
Mikhael
"Kau mau menolak perintah calon raja kekaisaran Gamar?"
*menatap sinis
Luciana
*tercengang, tak bisa berkata-kata
Luciana
"Ka-kalau saya menolak bagaimana? memangnya apa yang bisa kau lakukan?"
Mikhael
"Haa.. apa yang bisa aku lakukan? apa kau sedang meremehkan otoritas ku?"
Mikhael menatap tajam pada Luciana yang dirasa sudah meremehkannya sebagai putra mahkota.
Disisi lain Luciana alias Seo Yeon tidak mau bertunangan dengan Putra mahkota karena sesuai di cerita game nya, Luciana akan mati kalau bertunangan dengan Mikhael.
Mikhael
"Kau mau pilih mana? mati memalukan atau mati menyakitkan?"
Luciana
"Apa ini ancaman?"
Mikhael
"Mungkin"
*seringai terlihat di wajah nya
Luciana
*kata hati
"Aku tidak mau mati"
Mikhael
"Kita bicara di tempat lain, perihal kontraknya!"
Mikhael
*memegang tangan Luciana
Luciana
"Ah? kontraknya? tapi saya belum setuju!"
Mikhael
"Aku tidak perlu persetujuan mu, karena disini hanya aku yang boleh berkuasa"
Luciana
*kata hati
"Dia sangat diktator pada Luciana! persis seperti di dalam game nya"
Luciana
"Wah tempat ini persis seperti di negeri dongeng. Indah sekali"
ucap Luciana sambil melihat-lihat ke istana yang megah itu.
Mikhael
"Kau sering kemari, tapi kenapa kau baru kagum sekarang? aneh"
*gumam nya
Luciana
"Kita akan pergi kemana yang mulia?"
Mikhael
"Ruangan ku"
Luciana semakin terkagum-kagum saat menaiki tangga. Ia merasa seperti Cinderella di negeri dongeng.
Mikhael
*kata hati
"Dia benar-benar seperti orang yang berbeda. Dulu dia akan selalu menempel padaku, sekarang dia sangat cuek padaku seolah tidak pernah menyukai ku"
Mereka sampai di sebuah ruangan mewah, yaitu kamar putra mahkota Mikhael. Terlihat beberapa penjaga disana yang menjaga ruangan itu.
Luciana
"Woah! ada piano?! apa ini terbuat dari emas?!"
Mikhael
"Kau benar-benar sangat aneh! duduklah ayo kita bicara sambil minum teh"
Luciana
"Baiklah"
*mata Luciana hanya berfokus pada piano yang ada di kamar itu
Mikhael
"Mari mulai bicarakan soal kontrak"
*ucap nya sambil menunjukan selembar surat di meja
Comments
Arina Nugraha
megah tuh istananya
2021-12-27
0
Inha
up up 😊❤️
2021-12-21
0
maysa
next kakak
2021-12-13
0