TMM 04. Makan Malam

Lora dan ketiga putrinya membantu Hannah bersih-bersih kedai kopi. Karena jam yang terpasang di dinding, sudah menunjukan pukul enam petang waktu setempat.

"Anak-anak, cepat cuci tangan dan ganti pakaian kalian. Biar Mami yang menyelesaikan sisanya." Kata Lora kepada ketiga anaknya.

"Iya, Mami ... " jawab ketiganya serentak.

Oriana, Olesia dan Odellia menghentikan pekerjaan mereka yang belum terselesaikan. Ketiganya segera mengikuti perintah Mami  mereka untuk segera cuci tangan dan berganti pakaian.

Hannah selesai dengan pekerjaanya dan melanjutkan pekerjaan si kembar tiga. Ia melihat sahabatnya sedang dalam keadaan tidak baik. Wajah cantik Lora terlihat murung.

"Ada apa? apa ada sesuatu di kantor?" tanya Hannah kepada Lora yang berada tidak jauh.

"Ya, begitulah. Apa aku harus menikah, ya. Agar aku tidak diganggu lagi oleh Pak Manager." keluh Lora.

"Manager? dia masih tidak jera juga, ya.  Aku akan habisi dia nanti. Sudah tua masih juga menggodamu. Apa dia tidak punya cermin di rumahnya? aaarghh ... aku sangat kesal, Lora. Kau itu kurang tegas padanya. Jika aku jadi kau, akan ku tendang bagian sensitifnya." geram Hannah.

Hananh begitu kesal mendengar cerita Lora. Sebagai sahabat, Hannah hanya ingin yang terbaik bagi Lora. Terlebih Lora memiliki masa lalu yang tidak menyenangkan.

"Sudah, sudah. Jangan mengamuk lagi. Jika anak-anak tahu Mama asuhnya sedang marah-marah. Mereka juga akan marah dan bertanya padaku nanti. Kau kan tahu bagaimana sifat  mereka, Hannah." sahut Lora, mencoba menenagkan hati sahabatnya yang sedang kesal.

Hannah memikirkan sesuatu, "Jika dipikir-pikir. Sifat anak-anakmu tidak sepenuhnya mirip denganmu, Lora. Apa gen Ayahnya di sini lebih dominan, ya?" kata Hannah menerka-nerka.

"Emh, entahlah ... " gumam Lora.

Lora mengingat kembali kejadian pada saat itu. Di mana ia masih setengah sadar. Ia memang merasa sedang berhadapan dengan seorang pria di dal mobil. Meski samar, Lora yakin pria itu bukanlah Evan. Aroma parfum yang digunakan Evan berbeda dengan pria di dalam mobil yang ia temui.

Suara yang besar, genggaman tangan yang erat. Dada bidang dan embusan napas hangat. Semuanya sekaan menggambarkan betapa sempurnanya laki-laki itu. Namun sayang, pandangan mata Lora kabur saat itu. Ia hanya bisa mendengar suaranya saja.

Pagi harinya, karena Lora shock ia pun terburu-buru bangun dan tidak memikirkan untuk melihat jelas wajah laki-laki yang bersentuhan dengannya sepanjang malam. Bagi Lora, apa yang ia lakukan adalah kesalahan satu malam yang dilakukan dua orang dewasa. Dalam keadaaan mabuk yang tidak sepenuhnya sadar, apa saja bisa terjadi. Termasuk melakukan hal di luar batas.

"Bagaimanapun, itu juga terjadi. Aku mana bisa menyesalinya sekarang." gumam Lora.

Gumaman Lora terdengar oleh Hannah.

"Apa yang kau gumamkan? menyesala apa?" tanya Hannah ingin tahu.

Lora kaget, "Apa? bukan apa-apa. Kau salah dengar. Menyesal apa? aku tidak ada bicara seperti itu." elak Lora.

"Lupakan saja, Lora. Kejadian enam tahun lalu adalah musibah yang membuahkan berkah. Ya, kini kau hanya harus memperhatikan ketika bidadarimu saja. Jangan dengarkan apa kata orang lain juga. Apapun yang kau lakukan, lakukanlah demi ketiga buah hatimu. Semangat, Lora. Kau pasti bisa." batin Lora menyemangati diri sendiri.

Hannah mendekati Lora, "Apa yang kau pikirkan sejak tadi, Lora? ayolah, kau ini harus fokus memikirkan anak-anak jika sudah pulang dari bekerja. Jangan baut aku dan ketiga putrimu khawatir." kata Hannah memperingati Lora.

Lora tersenyum, "Aku tahu, aku tahu. Jangan lagi kau mengulang ucapan yang sama terus menerus, Nona. Ayo selesaikan ini dan kita pulang." ucap Lora.

Ia segera pergi sedikit menjauh dari Hannah untuk mengelap beberapa meja yang belum dibersihkan. Hannah hanya bisa diam, melihati Lora yang berjalan melewatinya begitu saja.

"Hal apa yang dia pikirkan hingga seperti itu? astaga, kenapa aku jadi kesal, ya. Jangan-jangan masih ada hal yang dia rahasiakan dariku. Tidak bisa dipercaya. Enam tahun bersama dia mulai pandai bermain rahasia. Lihat saja nanti, akan kukorek semua rahasiamu." batin Hannah sangat penasaran.

Hannah segera menyelesaikan pekerjaan yang terisisa. Begitu jug Lora yang hampir selesai.

***

Karena si kembar ingin makan makanan di luar. Lora dan Hannah membawa mereka ke sebuah restorant. Di sana si kembar tiga memilih menu yang ingin mereka makan, begitu juga Lora dan Hannah.

Sekitar lima belas menit menunggu, makan malam yang dipesan pun datang. Pelayan menyajikan hidangan di atas meja.

Mata si kembar tiga terbelalak. Tentu saja, sangat jarang mereka makan di luar. Karena Odellia tidak bisa terlalu banyak memakan rempah di dalam makanannya. Tidak ingin dianggap pilij kasih, Lora dan Hannah pun meminta pemgertian Oriana dan Olesia untuk mau menurut dan lebih membiasakan diri makan makanan rumahan.

"Nah, makanlah. Mami sudah bantu memotong steak kalian." kata Lora.

"Terima kasih, Mami." ucap Oriana.

"Mami yang terbaik." ucap Olesia.

Odellia hanya diam menatap steak di hadapannya. Lora bingung, ia pun bertanya pada Odellia apa yang terjadi.

Mata Odellia berkaca-kaca, "Te-terima ka-kasih, Ma-mami." ucapnya terbata-bata.

Lora tersenyum, "Tidak apa-apa, sayang. Makanlah. Maafkan Mami jika Mami terlalu mengatur kalian, ya. Ini semua demi kebaikan kalian juga. Bukan sepenuhnya Mami tidak mengizinkan. Jika pergi sesekali, bukan hal besar. Kalian mengerti kan maksud ucapan Mami?" tanya Lora kepada ketiga anaknya, usai memberikan penjelasan.

Ketiga putri kembar Lora mengangguk tanda mengerti. Lora tersenyum dan merasa haru, anak-anaknya mau mengerti akan apa yang ia inginkan.

"Mami dan Mama sangat menyayangi kalian, Oriana, Olesia dan Odellia. Jangan pernah berpikir buruk karena kami melarang kalian melakukan sesuatu, ya. Apa yang dilarang pasti berbahaya untuk kalian. Jika sesuatu menimpa kalian dan kalian kenapa-kenapa, Mami dan Mama akan sedih juga menangis. Kalian tidak mau kan itu terjadi?" jelas Hannah, menambahi penjelasan Lora.

"Ya, Mama. Kami pasti akan menurut." Jawab Olesia.

"Ya, kami akan menurut." jawab Oriana.

"Odellia juga menurut." jawab Odellia.

"Manisnya ... " puji Hannah terharu.

"Mami tahu kalian adalah anak-anak baik yang penurut. Mami bangga pada kalian. Mami sangat, sangat, sangat menyayangi kalian bertiga. Tidak ada yang lebih berharga daripada kalian di Dunia ini." kata Lora.

"Sudah, sudah. Ayo makan dulu. Tidak enak jika steak kalian dingin. Kau juga makanlah, Lora. Beberapa hari ini kau kan hanya makan sedikit." Kata Hannah.

"Hm, terima kasih sudah memeprhatikanku. Aku memang sedang tidak selera makan. Entahlah, melihat makanan saja sepertinya rasanya sudah kenyang." jawab Lora.

Hannah mengambil piring berisi steak milik Lora. Ia lalu memotong steak menjadi beberapq bagian kecil, ia meletakan kembali piring berisi steak kembali ke tempat semula.

"Makanlah, suka kubantu untuk memotongnya. Kali ini kau harus menghabiskannya. Jika tidak ... " kata-kata Lora terhenti.

"Jika tidak, kenapa? Apa yang ingin kau lakukan, huh?" sela Lora menatap Hannah.

"Aku akan mengutukmu," jawab Hannah.

"Hah ... mengutukku, kau ingin menggutukku? kau kira ini zaman apa, Hannah. Kutukan hanya ada di buku dongeng yang anak-anak baca. Karena kau juga terlalu sering membacanya, sepertinya kau juga mulai hanyut dalam cerita, ya." tanggap Lora tidak mmepercayai perkataan Hannah.

"Oh, baiklah. Aku akan mengutukmu. Semoga saja kau bertemu dengan dia." bisik Hannah.

"Di-dia?" ulang Lora bertanya.

"Iya, Dia. Penanam benih padi. Hehe ... " jawab Hannah lalu terkekeh kecil.

"Sialan! awas saja kau, Hannah." bisik Lora mengumpati Hannah.

Hannah hanya menanggapi dengan kekehan. Hatinya geli, sesaat setelah mengutuk asal-asalan sahabatnya, hatinya terasa seperti ada yang menggelitiki.

*****

Terpopuler

Comments

Meili Mekel

Meili Mekel

lanjuy

2022-09-19

0

Maria Sutanto

Maria Sutanto

semua novelmu keren pollll...semua novelmu membuatku jatuh cinta

2021-12-03

2

Tampa nama

Tampa nama

suka kak sama ceritanya seruuuu moga konfliknya gak terlalu panjang xixixixix

2021-11-14

2

lihat semua
Episodes
1 TMM 01. Kesalahan Satu Malam
2 TMM 02. Pengkhianatan
3 TMM 03. Kembar Tiga (Oriana, Olesia dan Odellia)
4 TMM 04. Makan Malam
5 TMM 05. Kebohongan
6 TMM 06. Kisah Cerita (1)
7 TMM 07. Kisah Cerita (2)
8 TMM 08. Kisah Cerita (3)
9 TMM 09. Aneh Tapi Nyata
10 TMM 10. Mimpi
11 TMM 11. Meminta Tolong
12 TMM 12. Cinta Keluarga Angkat
13 TMM 13. Hari Kelahiran
14 TMM 14. Tidak Sadarkan Diri
15 TMM 15. Sahabat Terbaik
16 TMM 16. Kekacauan
17 TMM 17. Peretas Kecil
18 TMM 18. Bayanganmu (1)
19 TMM 19. Bayanganmu (2)
20 TMM 20. Rencana Jahat Eric
21 TMM 21. Tidak Sengaja Mendengar
22 TMM 22. Misi Penyelamatan (1)
23 TMM 23. Misi Penyelamatan (2)
24 TMM 24. Kecelakaan
25 TMM 25. Firasat Ibu
26 TMM 26. Akhirnya Menemukanmu (1)
27 TMM 27. Akhirnya Menemukanmu (2)
28 TMM 28. Manis (1)
29 TMM 29. Manis (2)
30 TMM 30. Manis (3)
31 TMM 31. Kenyataan (1)
32 TMM 32. Kenyataan (2)
33 TMM 33. Goyah
34 TMM 34. Peran Alexias
35 TMM 35. Penggoda Yang Tergoda
36 TMM 36. Pertemuan Keluarga (1)
37 TMM 37. Pertemuan Keluarga (2)
38 TMM 38. Pertemuan Keluarga (3)
39 TMM 39. Manis (4)
40 TMM 40. Kekuasaan (1)
41 TMM 41. Kekuasaan (2)
42 TMM 42. Manis (5)
43 TMM 43. Diskusi
44 TMM 44. Bahagia Itu Karenamu
45 TMM 45. Tiba Di Inggris
46 TMM 46. Kesayangan
47 TMM 47. Dalam Bahaya
48 TMM 48. Alexias Vs Evan
49 TMM 49. Masalah Evan Dan Reine
50 TMM 50. Manis (6)
51 TMM 51. Daftar Sekolah
52 TMM 52. Bantuan Tersembunyi
53 TMM 53. Lora Menemui Papa Dan Mama
54 TMM 54. Versi Terbaru Lora
55 TMM 55. Kebenaran Yang Terungkap
56 TMM 56. Hari Pernikahan
57 TMM 57. Reine Yang Keras Kepala
58 TMM 58. Bermain Api
59 TMM 59. Efek Bertempur
60 TMM 60. Bantuan Keluarga Owen
61 TMM 61. Makan Malam Bersama
62 TMM 62. Kesedihan Hannah
63 TMM 63. Hannah Dan Ezra
64 TMM 64. Tingkah Nakal Lora
65 TMM 65. Kebersamaan
66 TMM 66. Tamu Istimewa
67 TMM 67. Menginginkanmu
68 TMM 68. Indahnya Bersamamu
69 TMM 69. Kencan (Alexias Dan Lora)
70 TMM 70. Pernikahan Reine Dan Evan
71 TMM 71. Perbandingan
72 TMM 72. Ketahuan Basah
73 TMM 73. Pertemuan Reine, Junie Dan Frans
74 TMM 74. Keinginan Si Kembar Tiga
75 TMM 75. Cerita Evan (1)
76 TMM 76. Cerita Evan (2)
77 TMM 77. Kejadian Tak Diharapkan (1)
78 TMM 78. Kejadian Tak Diharapkan (2)
79 TMM 79. Kejadian Tak Diharapkan (3)
80 TMM 80. Kejadian Tak Diharapkan (4)
81 TMM 81. Kejadian Tak Diharapkan (5)
82 TMM 82. Selamat Datang Christopher
83 TMM 83. Menolong Yang Butuh Pertolongan
84 TMM 84. Hadiah Atas Pertolongan
85 TMM 85. Si Gemuk, Kang ShinWon
86 TMM 86. Sekolah Baru Christopher
87 TMM 87. Ryan Dan Informasinya
88 TMM 88. Undangan Untuk Peter
89 TMM 89. Mengirim Undangan
90 TMM 90. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (1)
91 TMM 91. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (2)
92 TMM 92. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (3)
93 TMM 93. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (4)
94 TMM 94. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (5)
95 TMM 95. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (6)
96 TMM 96. Transaksi
97 TMM 97. Pencarian Si Kembar Tiga (1)
98 TMM 98. Pencarian Si Kembar Tiga (2)
99 TMM 99. Pencarian Si Kembar Tiga (3)
100 TMM 100. Pencarian Si Kembar Tiga (4)
101 TMM 101. Pencarian Si kembar Tiga (5)
102 TMM 102. Bersenang Senang Sebelum Jatuh (1)
103 TMM 103. Bersenang Senang Sebelum Jatuh (2)
104 TMM 104. Misi Penyelamatan Si Kembar Tiga (1)
105 TMM 105. Misi Penyelamatan Si Kembar (2)
106 TMM 106. Hamil (Lora)
107 TMM 107. Calon Anggota Keluarga Yang Baru
108 TMM 108. Dua Ibu Hamil
109 TMM 109. Kejahatan Reine
110 TMM 110. Tabur Tuai
111 TMM 111. Kepergian Evan Dan Keadaan Frans
112 TMM 112. Akhir Cerita (Tamat)
Episodes

Updated 112 Episodes

1
TMM 01. Kesalahan Satu Malam
2
TMM 02. Pengkhianatan
3
TMM 03. Kembar Tiga (Oriana, Olesia dan Odellia)
4
TMM 04. Makan Malam
5
TMM 05. Kebohongan
6
TMM 06. Kisah Cerita (1)
7
TMM 07. Kisah Cerita (2)
8
TMM 08. Kisah Cerita (3)
9
TMM 09. Aneh Tapi Nyata
10
TMM 10. Mimpi
11
TMM 11. Meminta Tolong
12
TMM 12. Cinta Keluarga Angkat
13
TMM 13. Hari Kelahiran
14
TMM 14. Tidak Sadarkan Diri
15
TMM 15. Sahabat Terbaik
16
TMM 16. Kekacauan
17
TMM 17. Peretas Kecil
18
TMM 18. Bayanganmu (1)
19
TMM 19. Bayanganmu (2)
20
TMM 20. Rencana Jahat Eric
21
TMM 21. Tidak Sengaja Mendengar
22
TMM 22. Misi Penyelamatan (1)
23
TMM 23. Misi Penyelamatan (2)
24
TMM 24. Kecelakaan
25
TMM 25. Firasat Ibu
26
TMM 26. Akhirnya Menemukanmu (1)
27
TMM 27. Akhirnya Menemukanmu (2)
28
TMM 28. Manis (1)
29
TMM 29. Manis (2)
30
TMM 30. Manis (3)
31
TMM 31. Kenyataan (1)
32
TMM 32. Kenyataan (2)
33
TMM 33. Goyah
34
TMM 34. Peran Alexias
35
TMM 35. Penggoda Yang Tergoda
36
TMM 36. Pertemuan Keluarga (1)
37
TMM 37. Pertemuan Keluarga (2)
38
TMM 38. Pertemuan Keluarga (3)
39
TMM 39. Manis (4)
40
TMM 40. Kekuasaan (1)
41
TMM 41. Kekuasaan (2)
42
TMM 42. Manis (5)
43
TMM 43. Diskusi
44
TMM 44. Bahagia Itu Karenamu
45
TMM 45. Tiba Di Inggris
46
TMM 46. Kesayangan
47
TMM 47. Dalam Bahaya
48
TMM 48. Alexias Vs Evan
49
TMM 49. Masalah Evan Dan Reine
50
TMM 50. Manis (6)
51
TMM 51. Daftar Sekolah
52
TMM 52. Bantuan Tersembunyi
53
TMM 53. Lora Menemui Papa Dan Mama
54
TMM 54. Versi Terbaru Lora
55
TMM 55. Kebenaran Yang Terungkap
56
TMM 56. Hari Pernikahan
57
TMM 57. Reine Yang Keras Kepala
58
TMM 58. Bermain Api
59
TMM 59. Efek Bertempur
60
TMM 60. Bantuan Keluarga Owen
61
TMM 61. Makan Malam Bersama
62
TMM 62. Kesedihan Hannah
63
TMM 63. Hannah Dan Ezra
64
TMM 64. Tingkah Nakal Lora
65
TMM 65. Kebersamaan
66
TMM 66. Tamu Istimewa
67
TMM 67. Menginginkanmu
68
TMM 68. Indahnya Bersamamu
69
TMM 69. Kencan (Alexias Dan Lora)
70
TMM 70. Pernikahan Reine Dan Evan
71
TMM 71. Perbandingan
72
TMM 72. Ketahuan Basah
73
TMM 73. Pertemuan Reine, Junie Dan Frans
74
TMM 74. Keinginan Si Kembar Tiga
75
TMM 75. Cerita Evan (1)
76
TMM 76. Cerita Evan (2)
77
TMM 77. Kejadian Tak Diharapkan (1)
78
TMM 78. Kejadian Tak Diharapkan (2)
79
TMM 79. Kejadian Tak Diharapkan (3)
80
TMM 80. Kejadian Tak Diharapkan (4)
81
TMM 81. Kejadian Tak Diharapkan (5)
82
TMM 82. Selamat Datang Christopher
83
TMM 83. Menolong Yang Butuh Pertolongan
84
TMM 84. Hadiah Atas Pertolongan
85
TMM 85. Si Gemuk, Kang ShinWon
86
TMM 86. Sekolah Baru Christopher
87
TMM 87. Ryan Dan Informasinya
88
TMM 88. Undangan Untuk Peter
89
TMM 89. Mengirim Undangan
90
TMM 90. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (1)
91
TMM 91. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (2)
92
TMM 92. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (3)
93
TMM 93. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (4)
94
TMM 94. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (5)
95
TMM 95. Pesta Ulang Tahun Si Kembar (6)
96
TMM 96. Transaksi
97
TMM 97. Pencarian Si Kembar Tiga (1)
98
TMM 98. Pencarian Si Kembar Tiga (2)
99
TMM 99. Pencarian Si Kembar Tiga (3)
100
TMM 100. Pencarian Si Kembar Tiga (4)
101
TMM 101. Pencarian Si kembar Tiga (5)
102
TMM 102. Bersenang Senang Sebelum Jatuh (1)
103
TMM 103. Bersenang Senang Sebelum Jatuh (2)
104
TMM 104. Misi Penyelamatan Si Kembar Tiga (1)
105
TMM 105. Misi Penyelamatan Si Kembar (2)
106
TMM 106. Hamil (Lora)
107
TMM 107. Calon Anggota Keluarga Yang Baru
108
TMM 108. Dua Ibu Hamil
109
TMM 109. Kejahatan Reine
110
TMM 110. Tabur Tuai
111
TMM 111. Kepergian Evan Dan Keadaan Frans
112
TMM 112. Akhir Cerita (Tamat)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!