semua orang masih tercengang dengan keadaan yang terjadi di arena pertarungan itu
mereka berfikir kalau tuan muda mo jinyan tak mungkin mudah untuk dikalahkan dan apa lagi yang menjadi lawannya adalah seorang pemuda yang tingkat kultivasinya berada jauh dibawahnya
"bagaimana mungkin tuan muda keluarga mo, jenius nomor satu d i kota jinyu ini kalah dengan begitu mudahnya"
"entahlah aku juga tidak tahu, apakah anak muda itu menggunakan sebuah artefak atau semacamnya"
"jika benar yang kau katakan, karena tidak mungkin tuan muda mo jinyan kalah begitu mudahnya bukan"
patriak keluarga mo dan keluarga bangsawan yang lainnya juga sama tercengang dengan pemandangan yang terjadi didepan wajah mereka
bagaimana tidak yang dikalahkan di arena adalah jenius nomor satu apalagi dia dikalahkan dengan begitu mudahnya
mereka disekitar arena kini memandang kearah xiao chen, ada yang kagum terutama para gadis, ada juga yang memandangnya penuh keserakahan karena mengira xiao chen telah menggunakan sebuah artefak dan mereka yakin jika mereka dapat merebutnya dari xiao chen dan ada pula orang-orang yang marah terhadapnya
mereka yang marah adalah patriak keluarga mo dan para tetua keluarga mo, karena melihat tuan muda mereka dihajar dengan sangat mudahnya
"beraninya kau melukai anakku, apa kau tidak takut mati?" ucap patriak keluarga mo
"kenapa kau harus marah padaku, bukankah ini adalah karena anakmu sendiri yang sudah menantangku dan mempersilahkanku untuk menyerangnya dulu?"
xiao chen tetap tenang walau dihadapannya terdapat orang-orang kuat disana
karena baginya orang-orang itu tidak sekedar dari seekor kerumunan semut dan tak pantas dia lihat
patriak keluarga mo semakin marah dengan perkataan xiao chen dan dia hendak menyerang xiao chen untuk membalas apa yang telah dilakukan xiao chen, namun dihentikan oleh xu ming yang adalah tuan rumah disini
"berhenti di tempatmu tuan mo guang, kau sudah keterlaluan disini, ingatlah walau pun posisimu dikota ini berada diatas keluarga xu ku, tapi kau tidak berhak untuk membuat keributan dikediamanku" ucap xu ming disisi lain pinggir arena pertarungan
Patriak keluarga mo atau mo guang hanya bisa menggertakan giginya dengan marah lalu menghampiri tubuh mo jinyan lalu membawanya untuk segera keluar dari sini
"urusan kita belum selesai bocah tengik!!!" ucap mo guang dengan marahnya lalu berbalik pergi
xu yun yang dari tadi melihat disamping ayahnya dengan perasaan khawatir langsung saja mendekati kearah xiao chen dan bertanya tentang keadaannya padahal dia sudah tau ini tapi tetap saja dia mengkhawatirkan xiao chen
"xiao chen apa kamu baik-baik saja?" ucap xu yun yang sudah ada di dekat xiao chen
"aku baik-baik saja kau tidak perlu khawatir lagi pula bukankah kamu yang paling tahu kekuatanku" jawab xiao chen dengan senyum diwajahnya
xu yun disisi lain langsung teringat dengan pembantaian kelompok pembunuhan bayaran yang bahkan kekaisaran saja harus berfikir 100 kali untuk menyerang mereka tetapi xiao chen hanya menghadapinya sendiri bahkan sanggup mengalahkan mereka semua dalam satu serangan
"tapi tetap saja kamu harus berhati-hati terhadap mereka, karena mereka dikenal sangat licik dan bisa melakukan apa pun yang mereka mau" ucap xu yun masih khawatir
xiao chen hanya tersenyum saja mendengarnya, karena jika mereka berani untuk mencoba menyerang dirinya pasti dia akan membantai mereka semua tanpa sisa dan lagi pula ini juga tidak merugikannya sama sekali karena poin pengalaman dan poin sistem akan datang dengan sendirinya tanpa dia cari
setelah masalah tadi usai mereka semua akhirnya melanjutkan pestanya hingga malam, pesta pun akhirnya usai dan para tamu undangan serta orang-orang jinyu yang berpartisipasi dalam pesta sudah membubarkan diri dan kembali kerumah masing-masing
xiao chen dan xu yun hendak kembali kekamar mereka, karena kamar mereka bersebelahan maka dari itu mereka berjalan bersama
setelah xiao chen dan xu yun sampai mereka segera memasuki kamar masing-masing
xiao chen masuk kekamar dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelah beberapa menit dia sudah selesai dan langsung saja dia mengistirahatkan dirinya diatas kasur
"aku sudah tinggal disini terlalu lama, sebaiknya besok aku melanjutkan perjalananku menjelajahi dunia ini dan menaikan kekuatanku" gumam xiao chen pada dirinya sendiri
lalu terfikir didalam benaknya apakah dia bisa kembali lagi ke bumi, lalu dia bertanya pada sistem
"sistem apakah suatu hari nanti, setelah aku menjadi lebih kuat aku bisa kembali ke bumi?"
[ding]
[bisa tuan namun tuan harus bisa naik ke alam surga terlebih dahulu sebelum bisa pergi ke bumi]
mendengar suara sistem yang mengatakan kalau dirinya bisa kembali lagi ke bumi membuat xiao chen merasa sangat senang
namun kata-kata terakhirnya membuat dirinya merasa sangat sakit karena yang dia tahu, untuk naik ke alam surga dia akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar
"huufft . . . baiklah untuk saat ini sebaiknya aku istirahat dulu, lalu besok aku akan melanjutkan perjalananku dan memperkuat diriku" ucap xiao chen lalu menutup matanya
keesokan harinya, matahari sudah mulai menampakan dirinya dari arah timur membawa cahaya dan kehangatan pagi yang cerah dengan suara kicauan burung-burung saling bersahutan bagai sedang bernyanyi dengan indahnya
xiao chen membuka matanya karena terkena sinar matahari yang masuk menyinari wajahnya lalu segera bangkit dari tidurnya dan menuju kekamar mandi untuk mencuci mukanya
setelah itu xiao chen keluar kamar dan terlihat didepan pintu kamarnya terdapat seorang gadis cantik yang ingin mengetuk pintu kamarnya tapi terhenti karena pintu itu sudah terbuka
ya gadis itu tidak lain adalah xu yun, dua hendak memberitahu kalau dia sudah ditunggu untuk sarapan pagi bersama
"eh ada apa xu yun pagi-pagi sudah didepan kamarku" tanya xiao chen kepada xu yun
"ah . . . itu aku hanya ingin mengajakmu untuk sarapan bersama" jawab xu yun
"jadi begitu, aku juga akan berbicara dengan semua orang, kalau begitu ayo kita segera menuju kesana" ucap xiao chen lalu berjalan bersama xu yun menuju ruang makan
setelah beberapa menit akhirnya mereka sampai diruang makan dan terlihat seorang pria paruh baya dengan wanita paruh baya duduk di kursi meja makan itu
xu ming dan yin jia yue yang menyadari ada orang berjalan mendekat lalu menoleh dan melihat xiao chen dan xu yun datang bersama
xiao chen dan xu yun segera duduk dikursinya masing-masing lalu segera memakan makanan diatas meja tanpa ada yang berbicara
setelah beberapa menit akhirnya mereka telah selesai memakan makanannya lalu xiao chen berkata
"maaf paman xu setelah ini aku akan pamit untuk melanjutkan perjalananku menjelajahi seluruh benua yunzia dan memperluas pengetahuanku" ucap xuao chen
Xu ming yang mendengar itu hanya bisa mengangguk dan menyetujuinya saja karena dia tidak ada alasan untuk menahan xiao chen disini lebih lama lagi
"baiklah kalau itu maumu nak xiao chen, karena tidak ada alasan lagi untukku menahanmu untuk tetap tinggal disini lebih lama" ucap xu ming
"baiklah kalau begitu aku segera pamit paman bibi dan xu yun, jaga diri kalian baik-baik" ucap xiao chen
xu yun disisi lain ingin ikut bersama dengan xiao chen melihat ayahnya lalu berkata "ayah bolehkah aku untuk ikut bersama dengan xiao chen menjelajahi seluruh dunia ini?"
xu ming, yin jia yue dan xiao chen yang mendengar xu yun berkata sepert itu langsung terdiam sebentar lalu yin jia yue mendekat ke sebelah xu yun lalu berkata
"apa yun'er benar-benar ingin ikut dengan nak xiao chen menjelajahi seluruh alam ini?"
"benar ibu, yun'er juga ingin menambah pengetahuan yun'er lebih luas lagi bersama dengan xiao chen tidak papa kan bu" ucap xu yun memohon dan air mata yang mulai merembes keluar dari sudut matanya
xu ming hanya menghela nafas lalu menoleh ke arah xiao chen, xiao chen menyadari tatapan xu ming hanya mengangguk dan berkata "baiklah kamu boleh ikut denganku dan aku juga pasti akan menjagamu seperti janjiku pada ibuku tempo hari"
xu yun sangat senang mendengarnya dan tanpa sadar dia memeluk xiao chen dengan sangat erat namun itu hanya sebentar karena menyadari tindakannya
kini xu yun merasa sangat malu dan menundukkan kepalanya saja karena tidak ingin ada yang melihat wajahnya yang sudah sangat merah seperti tomat matang
xu ming dan yin jia yue hanya tersenyum melihat tingkah anaknya yang memang sejak dulu sangat manja
namun sifat manjanya hanya diperlihatkan kepada orang-orang yang dekat dengannya dan ini berarti xu yun sudah menganggap kalau xiao chen telah menjadi salah satu orang terdekatnya
sedangkan xiao chen dia masih terdiam untuk beberapa saat dan menghela nafas pelan
"baiklah ayo xu yun kita berangkat, kami pamit paman bibi" ucap xiao chen memberi hormat pada mereka lalu berjalan keluar
xu yun mengikuti xiao chen yang sudah berjalan keluar dari sampingnya lalu bertanya kepada xiao chen "kemana tujuan kita setelah ini xiao chen?"
TERIMAKASIH SUDAH BACA
LIKE DAN KOMENNYA YAH BIAR AUTHOR JADI SEMANGAT BUAT UPDATE BAB BARUNYA
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 115 Episodes
Comments
kwon dae
Bacott
2024-11-08
0
Jumadi 0707
mestinya nikah siri dulu atau tunangan lah thot kan klo kelakuan gpp thot mantap lanjuut
2024-05-21
0
Abbie Jard
petualangan nya jadi beban
2023-10-23
0