Seminggu lalu ....
"Kemana kau akan bawa aku, Hellton?"
Pria di sisi Irishak Bella, Hellton Pascalito tak menjawab. Padanan dari sikap tertutup, ekspresi datar, seolah tidak acuh, pertegas kesan angkuh karakter pria itu seakan secara alamiah memang terlahir untuk sulit ditebak dan penuh rahasia. Komposisi rahang kaum Adam sejati, janggut tebal mengelap dan gaya rambut klasik semakin perkuat karakter misterius Hellton Pascalito.
Irishak berdecak frustasi ..., siapa pria ini sebenarnya?
Berhari-hari bersama Hellton sejak disandera bahkan berbagi ranjang, Irish masih tak tahu informasi detil identitas Hellton kecuali pria itu adik sepupu seorang mafia queen, Salsa Diomanta. Irishak memburu aktivitas para mafia, ia berikan bantuan pada pemerintah untuk bersihkan negara dari perdagangan manusia, penyelundupan anak, prostitusi keji, pengedaran obatan terlarang; ia malah jadi buronan para penjahat satu negara.
Adu nyali, Irish lalu ajukan diri jadi saksi bersama bukti-bukti yang telah ia kumpulkan selama bertahun-tahun lantas secara resmi berada di bawah perlindungan negara. Namun, sayang sekali, beberapa polisi korup dengan sengaja longgarkan pengamanan padanya, who know's, mungkin perbuatan walikota. Kakak walikota adalah pemimpin tertinggi, Capo Tua, dalam organisasi Mafia. Irish hanya bisa menduga-duga. Ia lantas jatuh dari tangan satu mafia ke tangan lainnya, kabur-kaburan dari amarah para penjahat yang terganggu. Mula-mula ia minta pertolongan Elgio Durante saat tak sengaja diselamatkan pria itu. Tuan Durante adalah seorang pengusaha yang pada awalnya sama sepertinya, memburu mafia. Namun, pria itu kemudian berhenti mengejar Mafia setelah menikahi Puteri Salsa Diomanta. Adik perempuan Tuan Durante juga menikahi Lucky Luciano, seorang mafia, menambah daftar panjang alasan Elgio Durante untuk berhenti.
Irish lega untuk sementara waktu ketika wali Durante, Tuan Abner Luiz, sembunyikan dirinya di laboratorium pribadi mereka. Namun, Hellton Pascalito temukan cara untuk sudutkan Elgio Durante gunakan Aruhi hingga Elgio Durante serahkan dirinya pada Hellton. Di sanalah bermula.
"Kau tak akan beritahu aku?" tanya Irishak melirik pria di sebelahnya. Bahkan saat mereka bercinta pria itu tak bersuara. "Mengapa susah memulai percakapan denganku?"
Irish mendengus kesal sendiri dapati Hellton sama sekali tampak tak menggubrisnya hanya hembuskan napas kasar sebagai jawaban; terus saja mengemudi tenang di atas wajah-wajah angkuh.
Mereka berkendara menuju suatu tempat, melalui jalanan terjal mengarah pada sebuah pegunungan. Pepohonan pinus hitam menjulang ke angkasa, sesekali cemara putih terlihat di bibir jalan. Udara menjadi semakin dingin. Entah berapa lama. Irish berhenti bertanya. Empat jam perjalanan dan Irish jatuh bangun dalam tidur, bangun lagi lalu kembali tertidur. Hanya itu yang bisa ia lakukan sementara kepalanya terasa pening. Ia mulai mual-mual. Saat ia tersadar tubuhnya sedang diselimuti. Kepalanya diatur agar nyaman lalu dilingkari syal.
Ketika mata mereka bertemu, Irish melihat kesunyian dalam mata pria itu. Tersesat dalam waktu, seakan percaya mereka bisa dekat tetapi hanya sekejab, Hellton kembali menarik diri, tak ingin dijangkau. Irish berpikir ia sendiri tak ingin menggapai.
Irish melihat dirinya dalam diri Hellton. Jadi, mereka hanyalah dua garis sejajar. Sejauh apapun ditarik tak akan pernah bertemu kecuali ada garis penghubung.
Mobil kemudian masuk ke sebuah jalanan berumput. Buddy, anjing penjaga milik Hellton di bangku belakang tampak berbaring dengan tenang. Sikapnya sama seperti tuannya, acuh tak acuh. Namun, saat Irish tawari biskuit, Buddy kibaskan ekor, gembira dapat camilan. Mereka memulai persahabatan yang manis.
Sebuah atap pondokan terlihat di puncak bukit bersanding dengan pucuk-pucuk sycamore di antara para Pinus yang dominan, menikmati jadi minoritas. Musim panas seolah tak mempan menguji kegigihan akarnya mencari minuman, daunnya hijau dan rimbun. Atau karena perbukitan itu cukup lembab, banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan si pohon? Ada banyak cinta?
"Kamu akan bersembunyi di sini, Irish," kata Hellton pecahkan lamunannya yang melompat-lompat dalam pikirannya. Akhirnya pria itu bicara setelah jam-jam panjang hanya membisu. Itupun dengan nada pelan nyaris berguman.
Hunian itu terlalu megah disebut bungalow ... vila ... tetapi terlalu istimewa untuk disebut pondok. Rumah kecil dengan fitur pondok berburu terlihat sangat mengesankan, terbuat dari kayu gelondongan yang di desain sedemikian rupa dengan latar belakang lanskap hutan Pinus dan barisan perbukitan yang tenang.
"Baiklah, berapa lama?" tanya Irish lebih pada diri sendiri tetapi didengar Hellton. Pria itu berpaling menatap Irish tajam, bicara tanpa alihkan tatapan.
"Sepertinya kamu belum peka pada situasimu Irish."
"Pernyataan yang bagus untuk memancing konflik," kesah Irish.
"Konflik?!" tanya Hellton keheranan mencengkeram setir.
"Lupakan! Bukannya aku tak pahami situasiku, Tuan. Berapa lama kita berdebat soal ini? Semua ini dimulai olehmu! Jika kau biarkan aku naik pesawat dan pergi ke perbatasan, aku mungkin telah keluar dari negara ini!" Irish mendengus. Ingat bagaimana ia akan kabur ke pulau yang paling dekat dengan perbatasan, keluar dari sana. Tujuannya adalah Islandia, tempat neneknya berasal. Namun, Hellton memanggul bazooka di pundak dan mengancam akan ledakan pesawat jika Irish berani kabur. Irish akhirnya mengalah dan biarkan Hellton menyanderanya lagi. "Aku ingin keluar dari negara ini dan pergi ke suatu tempat. Aku muak pada penjahat," jawab Irish terdengar mual sungguhan. Ia tak ingin bertengkar dengan Hellton. Mereka selalu berdebat untuk banyak hal dan baru akan berhenti ketika tiang-tiang ranjang berderit.
Bukankah sangat gila?
Irish segera palingkan wajah hindari tatapan Hellton Pascalito. Belakangan ia tak sanggup menantang Hellton lama-lama.
"Kau tak akan pergi kemanapun! Aku akan melindungimu!" Hellton bicara dingin. Padahal beberapa Minggu lalu, pria itu kedapatan tersenyum lembut bahkan terbahak-bahak pada dua ponakannya, Aruhi dan Arumi Diomanta.
Irish seakan mendengar pria itu katakan, "kau milikku!!!" dengan banyak tanda seru.
"Tinggalah sedikit lebih lama dalam mobil, aku akan bersihkan hunian untuk kita." Hellton Berkata lebih lanjut.
Kita?!
Hellton turun dari mobil, berkemas. Irish perhatikan dari balik mobil. Ia pegangi kepala, merasa terserang pusing dan mual yang semakin intens muncul. Hellton bolak-balik ke dalam rumah. Tak berhenti bergerak. Pria itu menghilang ke belakang pondokan sebelum kembali ke mobil mengambil bahan makanan dan membawa masuk. Buddy berlarian sambil menyalak, mengejar kupu-kupu.
"Turunlah!" suruh Hellton saat mobil telah kosong, mengangguk ke dalam pondok lalu lebih dulu masuk. Patuh, Irish turun dari mobil dengan selimut hangat membungkus tubuhnya. Perjalanan jauh, pikiran kalut dan serangan pening membuat Irishak sedikit menjauh dan muntah-muntah hingga lemas.
Oh sial ... siklus haid-nya juga berubah aneh.
"Tidak ... jangan konyol!" keluh Irishak bangkit dan berjalan sempoyongan, masuk ke dalam pondok.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Hellton mendekat. Meskipun rautnya datar tetapi nadanya terdengar khawatir. Irish tanpa sadar mundur.
"Aku ingin istirahat!"
"Mari kita keluar dan hirup udara segar. Mabuk-mu akan segera reda. Udara dari pohon Pinus akan sembuhkan kamu," saran Hellton terlihat berperang hebat dengan dirinya sendiri sebelum akhirnya ulurkan tangan hendak meminta Irishak terima usulnya.
"Berhentilah perhatian padaku!" sahut Irish tajam. "Aku hanya ingin tidur."
"Baiklah, mari aku an ...."
"Aku bisa sendiri!" potong Irishak bergerak ke ruangan yang ia tebak adalah ruang tidur.
"Irishak ...."
Braaaakkkkk!!!
Pintu tertutup keras sebelum Hellton selesai dengan ucapannya. Irish masuk ke satu-satunya ruang tidur dalam pondok tersebut. Bukan berniat kasar. Ia takut Hellton tiba-tiba agresif, cemaskan dirinya sendiri. Cemas tubuhnya mendadak bertingkah di luar kehendak.
Dibalik pintu kejutan menanti. Kejutan mirip, saat Lucy Pavensie dari kisah The Chronicles of Narnia menemukan dunia ajaib dibalik pintu lemari tua milik profesor Digory Kirke, kendatipun yang ditemukan Irish bukan Pinus dengan banyak salju dan seekor Faun (manusia setengah kambing) yang ramah. Seandainya Narnia benar ada dan ia bisa sungguhan kabur ke sana.
Irish menikmati sajian di depannya, sedikit terhibur.
Tempat tidur besar di atas lantai-lantai kayu cokelat mengkilap yang dirakit oleh kemahiran tingkat tinggi. Lampu tidur berdiri di atas kerangka, mungkin dulunya adalah tanduk seekor binatang besar. Sedang meja ..., tempat lampu ditaruh ..., dari pohon yang baru saja ditebang. Lukisan-lukisan di dinding menampilkan suasana alam damai dan segar, berdampingan dengan jendela-jendela pondok yang sajikan langsung kehidupan tenang hutan. Overall, seluruh elemen struktural pondok secara ekspresif, refleksikan maskulinitas seorang Hellton Pascalito. Dengan brutal dan kasar, pondok itu seperti lampiasan pribadi pria itu. Irish mendesah tidak suka sebab reaksi tubuhnya saat bola matanya mentok di ranjang adalah dirinya dan Hellton dalam sebuah tarian harmoni.
Memukuli keningnya sendiri, Irish pergi ke ranjang, segera bergelung dalam selimut. Ia bahkan menambahkan selimut perca ke atas tubuhnya. Pening juga mual-mual menggila, ia hanya ingin tidur. Dipandanginya langit-langit tinggi kamar dengan balok-balok kayu yang terekspos penuh.
Ia dan Hellton seperti sepasang kekasih yang mengambil waktu bersama untuk semakin rekatkan jarak, membangun chemistry. Pria itu menggiringnya ke ranjang, bercinta dengan gairah liar dan meledak-ledak kemudian mendekapnya hingga pagi. Asmara senyap teraneh dalam hidup Irishak Bella, tak kuasa menyangkal. Ia seorang reporter terkenal satu negara. Kisah panasnya sering jadi buah bibir, tak pernah serius berkencan dengan para pria hanya senang lambungkan dan hancurkan mereka tepat sebelum ia diajak pergi ke ranjang. Cara pertahankan keperawanan yang bagus hingga berusia 26 tahun tetapi tak mempan trik itu pada Hellton Pascalito.
Irishak tertidur.
"Irishak, kamu harus bangun dan makan!"
Suara ketukan di pintu. Aroma lezat tertangkap indera penciumannya, sungguh mengguncang.
Pria itu juga bertingkah seperti Ibunya. Irishak bolak-balik dengan gelisah.
"Biarkan aku mati kelaparan!" sahut Irish malas-malasan. "Tolong abaikan aku, Tuan!"
Hellton tak sukai jawaban Irish. Terbukti dari pintu yang segera dibuka, selimutnya disingkap. Irishak mendesah bertambah pening saat ia digendong ke dapur. Mereka duduk berhadapan.
"Kamu harus makan sesuatu! Atau kamu akan kelaparan!" Hellton sorongkan mangkuk berisi sup panas yang uapnya masih mengepul.
"Mengapa kau lakukan ini padaku?" tanya Irish.
"Lalu, apakah kamu akan mengganggu suami Aruhi, mengintimidasinya untuk lindungimu?" Hellton balik bertanya. Pembicaraan menyerempet pada Elgio Durante. Irishak pernah sangat berharap berakhir bersama Elgio Durante bahkan ..., ia jatuh cinta pada pria itu.
"Aku bisa pergi ke negara yang tak terima mafia sebagai warganya!" jawab Irish tak ingin bahas soal rasa aneh di masa lampau pada suami wanita lain.
"Di mana itu, Irishak?" tanya Hellton terdengar pincang. "Negara mana yang pemerintahnya bersih dari mafia?" Lipatan kening tersusun rapat.
Irish tak mungkin katakan ke mana ia ingin pergi. Ia tak ingin Hellton buntuti dirinya.
"Kau terobsesi padaku, Hellton!" ujar Irish tiba-tiba. Lalu memaki kebodohannya. Mengapa ia suka memercik api? Tangan Hellton berhenti menggunting daging sapi dalam mangkuk menjadi potongan-potongan kecil. Hanya sejenak sebelum kembali mengaduk sup dan sodorkan pada Irish. Ia menukar mangkuk Irish mungkin maksudnya agar Irish lebih mudah dengan irisan daging yang lebih kecil.
"Anggap saja begitu!" balas Hellton. "Apa kau ingin kita bercinta sebelum perutmu terisi makanan, Irishak?" tanya Hellton tiba-tiba hingga Irish merasa tulang-tulang dada mengejang. Irish mengangkat wajahnya, terperangah.
"Apa?!"
"Kau selalu memancing amarahku karena kau tahu akan berakhir di mana," lanjut Hellton bersuara berat utarakan pikirannya. Tatapan petualang pria itu buat Irish meremang.
Menahan napas dan debaran aneh, Irishak berkata lirih.
"Aku akan makan sekarang!"
***
Wait me up .... Emm, aku pakai sejenis alur maju mundur dalam gaya penulisan Secret Woman of Mr. Mafia. Semoga tak bikin bingung readers.
Vote-nya jangan lupa ....
Aku mencintaimu....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments
bunga cinta
lov
2024-05-13
0
✨Susanti✨
next
2023-01-11
0
PeQueena
ada kalanya kalian pria dingin terselip tingkah lucu nan Absrud
2022-12-30
0