Antara Duren Atau Brownis
Seorang pria memutar kursi kerjanya lalu menghadap kepada seorang wanita yang sudah menjadi istrinya hampir 15 tahun lamanya. Ralat mantan istri tepatnya, karena tadi pagi pasangan itu telah resmi bercerai.
Alexander Wijaya atau yang biasa dipanggil Ale. Laki-laki itu melempar sebuah map kehadapan wanita itu.
"Itu adalah surat tanah, rumah serta cek yang sudah aku janjikan padamu Ara. Saat kau mau menandatangani surat perceraian kita. Aku harap setelah ini kau juga akan menepati janjimu dengan tidak mengganggu rumah tangga Titan dan Nadin lagi. Jujur saja aku juga sudah sangat lelah mengawasimu selama ini. Sekarang aku mau menjalani hidupku dengan tenang "Ucap Ale sambil menopang tangannya di dagunya.
Perempuan yang dipanggil Ara itu mengambil map itu dan mulai memeriksa satu persatu isi di dalamnya. Senyumnya mengembang melihat apa yang didapat dari hasil perceraiannya.
" Rupanya kamu masih mencintai perempuan itu. Harusnya dulu kita bisa bekerja sama memisahkan mereka. Kau bisa bersamanya dan aku juga bisa bersama dengan Titan"Ucap Ara
"Jangan samakan aku denganmu Ara" Potong Ale cepat.
"Ya... ya... ya... aku tau jawaban apa yang akan aku dapat. Kau terlalu pengecut Ale. Tapi ok lah aku akan menepati janjiku. Lagipula aku sudah tidak tertarik dengan pria itu"Ucapan Ara itu sedikit membuat Ale lega.
" Aku pegang janjimu"
Ara mencibir, mengganggu Titan bukanlah tujuan utamanya sekarang. Sebenarnya Ara sudah tertarik dengan pesona Ale. Siapa yang tidak menyukai pria tampan berparas separoh bule itu. Apalagi sikap Ale sangat baik pada Ara.
Hanya saja sikap tak tersentuh nya membuat Ara mau menandatangani surat perceraian mereka. Ale bahkan tidak pernah menyentuh Ara sebagai seorang istri selama 15 tahun ini. Karena pernikahan mereka hanya diatas kertas. Kurang cantik apa Ara. Bahkan untuk menarik banyak pria diluaran sana pun Ara bisa. Lalu saat dia bisa bebas untuk apa dia harus terbelenggu dengan pernikahan konyol ini. Lagi pula Ara sudah cukup puas dengan harta yang didapat dari hasil perceraiannya.
Mustahil ada perempuan yang tidak tertarik dengan harta dan Ara adalah salah satu dari sekian banyak perempuan itu.
"Harusnya kita adalah pasangan yang serasi. Sama-sama ditinggal menikah orang yang kita cintai. Kalau saja kamu mau membuka sedikit hatimu untukku maka aku akan menerimamu dengan sangat senang hati. Kalau boleh jujur, sudah ada rasa cintaku untukmu"Ucap Ara jujur. Perlahan wanita itu mendekat ke arah kursi Ale. Namun laki-laki itu masih tidak bergeming.
"Sayangnya aku tidak tertarik. Lagipula kita sudah resmi bercerai bukan. Kamu bukan istriku lagi"
Ara semakin mendekat dan mengalungkan kedua tangannya dileher Ale.
"Kalau suatu saat kamu berubah pikiran, dengan senang hati aku mau kembali lagi padamu. Tentunya kamu akan ingat kemana harus mencariku" Rayu Ara.
Ale hanya tersenyum, kalau dulu mungkin semua pacarnya akan mengatakan itu. Tidak disangka kini mantan istrinya juga mengatakan itu. Tidak ada wanita yang lebih baik dari Nadin. Hanya dia satu-satunya orang yang dicintainya dan yang menolaknya.
Tok
tok
tok
Terdengar suara pintu diketuk. Dengan sekejap Ara terlihat sangat uring-uringan. Harusnya ini adalah jurus terakhirnya untuk merayu Ale. Namun sial ada saja orang yang mengganggu nya.
Dengan cepat Ale melepas rangkulan tangan Ara.
"Masuk" Ucap Ale
Terlihat seorang perempuan masuk dan Ara tambah memberengut melihat siapa yang datang. Rayya sekertaris sialan itu yang kini sudah berdiri dihadapan mereka.
Ara sangat tau siapa Rayya sebenarnya. Rayya adalah satu-satunya saingannya. Setelah dulu kakaknya kini adik tiri Nadin itu menjadi saingannya. Ara yakin jika sebenarnya Rayya sangat menyukai suaminya. Terbukti diusianya yang cukup matang perempuan itu belum menikah atau sekedar berkencan dengan seorang laki-laki.
Tapi Ara cukup lega saat mengetahui jika Ale hanya menganggap Rayya hanya sebatas sekertaris nya dan temannya saja.
Cukup lama Ara mengintai gerak-gerik mereka dan tidak ada hubungan sepesial diantara mereka. Lagipula Ale masih mencintai Nadin dan tidak akan ada kesempatan untuk perempuan lain masuk di dalam kehidupan Ale.
Bukan dirinya dan bukan pula Rayya. Makanya Ara sedikit tenang saat bercerai dengan Ale. Karena tidak akan ada yang bisa menggantikannya sebagai istri Ale. Kalaupun Rayya berhasil mendapatkan Ale makan Ara tidak akan tinggal diam.
"Ada apa Rayya? " Tanya Ale yang langsung membuyarkan lamunan Ara.
"Sudah waktunya meeting pak. Bapak sudah ditunggu di ruang rapat" Jawab Rayya
"Ceh.. sepertinya dayang-dayangmu sudah datang sayang. Sepertinya sudah waktunya aku pergi. Ingat aku kalau kamu merindukanku" Ucap Ara sambil mengecup pipi Ale sekilas dan beranjak pergi.
Namun begitu sampai disamping Rayya ,Ara berhenti sejenak.
"Sampai kamu berani merayu mantan suamiku. Aku tidak akan segan menghabisi kamu" Bisik Ara pada Rayya.Lalu Ara pun melanjutkan keluar ruangan.
Rayya sedikit terkaget dengan ucapan Ara. Baru saja dia bahagia mendengar perceraian bosnya tapi mantan istrinya sudah mengancamnya.
Tidak bisa dipungkiri jika selama ini Rayya sangat menyukai Ale. Tidak tau sejak kapan tapi rasa itu tiba-tiba saja muncul di hatinya. Tapi kalau sekarang Ara sudah mengancamnya, akankah Rayya akan nekat memperjuangkan cintanya.
"Setelah meeting apa sekejulku hari ini ya"
Jenggg...
Dengan gugup Rayya membuka catatan nya. Baru saja dia menghayal tapi Ale sudah membuyarkan hayalan nya.
"Tidak ada jadwal lagi setelah ini. Karena setelah ini bapak akan pergi ke bandara menuju Bali untuk menghadiri pesta pernikahan rekan bisnis bapak besok. Sekalian bapak akan mengawasi pembangunan hotel baru bapak disana" Jawab Ara
"Berapa hari? "
"Satu minggu pak"
"Dan kamu tidak akan ikut"
Rayya menggelengkan kepalanya.
"Maaf Pak, tapi bapak sudah tau alasannya bukan"
Rayya sedikit menyesali tidak bisa pergi bersama Ale ke Bali. Harusnya ini adalah kesempatan terbaiknya untuk sekedar dekat bahkan mendapatkan cinta Ale. Sayangnya dia tidak bisa jauh dari kota ini karena ibunya yang sedang sakit. Mungkin lain kali akan ada kesempatan seperti ini lagi.
"Sayang sekali, pasti aku akan sangat kesepian disana karena tidak ada teman mengobrol. Ck.. setidaknya akan ada sedikit pekerjaan disana. Semoga saja tidak membosankan. Ayo kita keruang rapat? " Ajak Ale.
Rayya nampak berbunga-bunga mendengar perkataan Ale. Benarkah yang dikatakan laki-laki itu. Ah...
Rasanya Rayya ingin guling-guling saja. Mungkinkah sudah ada sedikit harapan untuknya.
Entahlah...
Tapi Rayya sungguh-sungguh sangat bahagia. Semoga saja cintanya akan segera terbalaskan.
"Rayya...? Are you ok? " Tanya Ale karena melihat perempuan itu senyum-senyum sendiri.
"Yes pak, I am ok. Mari pak kita keruang meeting sekarang" Jawab Rayya lalu mempersilahkan Ale berjalan duluan sementara Rayya mengikutinya dari belakang.
*
*
*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 69 Episodes
Comments
Edah J
hadirr☝️
&klik jempol terus menerus👍👍👍😊
2023-06-20
0
Ummu Sakha Khalifatul Ulum
Suka aku suka 😍
Lanjut thor semangat 💪💪💪
2021-09-16
1
skuzy
aku mampir kak 1vote buat si duren dan brownis
2021-09-13
1