Permaisuri Jenius ! | REVISI |
13. PJ !
Bai Xia (Queenza)
Jika kau diam maka artinya iy—
Jian Chen (Kaisar)
Tidak ! aku tidak mengijinkan permaisuri untuk—
Bai Xia (Queenza)
(Menatap sinis)
Bai Xia (Queenza)
Yang mulia keberatan ? (Nada mengerikan)
Jian Chen (Kaisar)
Haish, baiklah baik 💢
Bai Xia (Queenza)
Baguslah kalau begitu, mari jendral Qin
Bai Xia (Queenza)
Kita lihat seberapa kuat jendral Qin melawan permaisuri yang TERBUANG! ini (Menekan kata terbuang)
Jian Chen (Kaisar)
(Merasa sakit saat Bai Xia mengatakan permaisuri terbuang)
Qin Lang (Jendral)
(Bingung harus apa)
Bai Xia (Queenza)
Kenapa jendral ? apa kau takut ? (Senyum remeh)
Qin Lang (Jendral)
Maafkan saya permaisuri (Membungkuk)
Qin Lang (Jendral)
Walaupun saya seorang jendral, bukan berarti saya harus menerima tawaran permaisuri untuk beradu pedang...
Qin Lang (Jendral)
Takutnya saya—
Bai Xia (Queenza)
Yayaya, takut melukai ? pfft, kau menganggapku lemah begitu ?! 😒💢
Qin Lang (Jendral)
Permaisuri saya—
Bai Xia (Queenza)
Sudahlah kau membuang banyak waktu ! aku tidak ingin berlama-lama disini bodoh !
Mereka bertiga kaget mendengar kata yang keluar dari mulut permaisuri Xia, ada rasa tidak nyaman dan khawatir bagi kaisar Chen karna apa ? karna jendral Qin jika sudah beradu pedang maka dia akan bergerak agresif
Qin Lang (Jendral)
Baiklah permaisuri jika itu yang di inginkan permaisuri
Saat permaisuri Xia hendak mengeluarkan pedangnya tiba-tiba...
Jian Chen (Kaisar)
Tunggu !
Bai Xia (Queenza)
*Haish, kaisar miskin ini mau apa lagi sih ?! 💢
Bai Xia (Queenza)
Apa lagi ?!
Jian Chen (Kaisar)
Jendral Qin kau minggir lah, biar aku saja yang melawan permaisuri..
Bai Xia (Queenza)
Heh, yang mulia berpikir bisa mengalahkan ku ? jangan HARAP !!!
Jian Chen (Kaisar)
Permaisuri...aku sungguh—
Kaisar Chen langsung mematung tidak bersuara, sekarang pipi kirinya mulai mengeluarkan darah segar
Bai Xia (Queenza)
Lamban (Bisik)
Jian Chen (Kaisar)
(Wajah memerah)
Bai Xia (Queenza)
Ahhh, sudahlah yang mulia...
Bai Xia (Queenza)
Yang mulia melawan dirimu sangat membosankan (Melempar pedang sembarang tempat)
Pedang tertancap ke tanah
Bai Xia (Queenza)
Zhu ayo...aku lapar
Bai Xia (Queenza)
(Meninggalkan mereka bertiga yang masih mematung)
Bai Xia (Queenza)
(Menyadari bahwa Zhu Wei tidak mengikuti nya)
Bai Xia (Queenza)
(Berbalik)
Bai Xia (Queenza)
Zhu Wei !
Zhu Wei
Aah ! i-iya permaisuri
Zhu Wei
(Bergegas menuju Bai Xia)
Bai Xia (Queenza)
(Melanjutkan langkahnya)
Jian Chen (Kaisar)
Apa permaisuri tidak mau mengobati luka ku ? (Melihat punggung permaisuri)
Bai Xia (Queenza)
(Menghentikan langkahnya lagi)
Bai Xia (Queenza)
Yang mulia, anda masih mempunyai seorang selir jadi untuk apa yang mulia meminta ku untuk mengobati yang mulia..
Bai Xia (Queenza)
Bukankah yang mulia merasa jijik jika aku menyentuh kulit yang mulia ? (Bicara tanpa membalikkan badannya)
Bai Xia (Queenza)
Cih ! (Melanjutkan langkahnya lagi)
Jian Chen (Kaisar)
*Maaf..
Jian Chen (Kaisar)
(Menunduk)
Comments
tata anak orang🗿
si xia yg ngomong aku yg sakit ati
2022-11-07
1
Aniy Sofiani Lilis
Baru indaf lu ye kaisak bodoh🙃🙃🙃
2021-08-28
1
calisnya chanyeol
nah kan loh hhhh mngknya jngn mndang fisik, giliran si cewe udah glow aja mulai suka hhh,anjer lah☺🤣
2021-08-07
22