Bab.20

"Curang!" Bentak Gio sambil memukul meja. Sedangkan Jia dan Xierra yang melihat Tingkah laku Cayo dan Gio hanya bisa menggelengkan kepala mereka.

Beberapa saat kemudian, Annchi terbangun begitu pun juga dengan makanan mereka yang sudah berada di atas meja makan. "Hm.. Selamat makan.." Ucap Annchi Yang langsung memakan makanannya. begitu juga dengan yang lainnya.

...Selesai makan....

...----------------...

"Baiklah, Matahari sudah hampir terbenam dan sepertinya Pestanya akan segera mulai ayo pergi." Ucap Annchi yang kemudian berdiri dari rembat duduknya.

Namun, seperti biasanya, Dia di hentikan oleh Gio yang sedari tadi memasang wajah memohon kepada Annchi. "An an...!" Ucapnya Dengan mata yang berbinar binar.

"hm?"

"Kenapa hanya Xierra dan Cayo yang di berikan Marga mu. Bukankah kami juga keluargamu huh?." Ucap Gio dengan nada ngambeknya.

"Ah.. Begitu ya. Pantas saja sedari tadi kamu melihatku seperti anak anjing yang kelaparan.."

"Baiklah. apa boleh buat."

"Namamu sekarang adalah Giorgio Virgsmarie Griffin. Sedangkan Jia, Jadines Virgsmarie Griffin. Bagaimana?" Ucap Annchi sambil mengelus kepala Gio.

"Ya.. walaupun aku asal asalan.." -Batin Annchi.

"Baiklah! trimakasih An an!" Ucap Gio kegirangan. Sedangkan Jia? dia hanya mengangguk dan tersenyum kepada Annchi. Setelah itu, Annchi dan lainnya pergi ke Kerajaan Nuvoleon.

...»»————>DI KERAJAAN NUVOLEON <————««...

Terlihat banyak sekali anggota Kekaisaran dari kerajaan/kekaisaran lain beserta para pejabat kerajaan yang bersama keluarganya memasuki istana. Satu persatu tempat duduk yang sudah di sedikan terisi, Kecuali Tempat duduk Putri Mahkota(Xierra) dan Saudara Putri Mahkota(Annchi).

"Kenapa Putri Mahkota belum muncul? Apa penyakitnya kambuh lagi?.." -Kaisar Kerajaan Mataram.

"Bagaimana bisa Kaisar mengadakan pesta kembalinya Putri Mahkota, jika putrinya sendiri sedang sakit." -Kaisar Kerajaan Valcke.

Dan masih banyak lagi. Namun, Sebelum Aula menjadi semakin Kacau. Tiba tiba saja dari balik pintu Aula Kasim berteriak. "Putri Mahkota Kerajaan Nuvoleon memasuki Ruangan!", " Saudara Putri Mahkota Memasuki Ruangan!" Ucapnya.

Setelah Kasim selesai berbicara, Pintu di buka dan semua mata tertuju pada tiga orang gadis muda cantik sedang memasuki ruangan. Salah satu dari mereka di gendong oleh Gadis yang memakai baju biru tua, dan satunya lagi berjalan di samping gadis tersebut.

Ya, mereka adalah Annchi dan yang lainnya. Semua orang memandang mereka bertiga bagaikan dewi yang telah turun dari khayangan.

"Selamat datang putriku, dan.. siapa dia?" Tanya Kaisar sambil menatap Annchi dengan tatapan curiga.

"Oh. Dia kakakku.' Jawab Xierra yang membuat seisi ruangan kaget.

...----------------...

"Kakak? Jangan jangan permaisuri Kekaisaran Nuvoleon..." -A

"Shh! pelan kan Suara mu!" -B

"Bukankah Tuan putri Mahkota merupakan putri satu satunya dari permaisuri?.." -C

"Itu benar." -B

"Anak Ha*an?" -C

Seketika, Setelah mendengar seseorang berkata "Anak Ha*am" Kaisar menjadi murka dan memanggil prajuritnya untuk menangkap Annchi.

Namun, saat para prajurit itu hendak menyerang Annchi. Cayo sudah lebih dulu mengeluarkan aura membunuhnya. "Adik, Apa Ayahmu merupakan seorang bajingan?" ucap Annchi yang menggema ke seluruh ruangan.

"Ka..kakak?.. apa maksudmu.." Tanya Xierra yang takut sekaligus khawatir jika Annchi akan di bunuh oleh ayahnya(Aura membunuh Cayo tidak bisa di rasakan oleh Xierra di karenakan Annchi sudah lebih dulu membuat pelindung.).

"Ah.. maafkan aku adik, aku lupa bahwa bajingan yang sedang berada di depanku merupakan seorang kaisar sekaligus Ayah kandungmu." Jawab Annchi sambil mengelus kepala Xierra. Sedangkan Cayo? Dia sudah lebih dulu menghabisi para penjaga yang mengepung Annchi.

"Ah.. tidak apa apa kak." Ucap Xierra sambil tersenyum.

Kaisar yang melihat senyum Xierra kaget. Dia tidak pernah melihat senyuman Xierra. "Anak itu.. Dia tersenyum?.." Batin Kaisar yang berdiri dari tempat duduknya.

"Maafkan atas ke tidak nyamanan tadi, aku terbawa emosi sesaat saat melihat Putri ku yang baru kembali." Ucap Kaisar sambil mengangkat tangannya, yang berarti menyuruh untuk diam.

"Kau tidak perlu sok akrab kepada An an ku hanya dengan meminta maaf!." Bentak Cayo yang sedari tadi menahan emosinya. Ya.. dia memang sangat menyayangi Annchi jadi wajar jika dia sangat marah saat sebuah pedang berada tepat di leher Annchi.

Mendengar perkataan Cayo, Annchi langsung memukul kepala Cayo dengan pelan dan berkata. "Berhentilah bertingkah seperti Anak kacil.". Cayo yang mendengar perkataan yang di lontarkan oleh Annchi mengangguk pelan den meminta maaf kepada Kaisar.

" U..uh.. Baiklah. Aku minta maaf." Ucapnya kepada Kaisar dengan tidak ikhlas.

^^^Bersambung....^^^

...----------------...

Terpopuler

Comments

Zikri Zikri

Zikri Zikri

kak kok namanya jadines🤭😂

2021-08-21

3

Meong_Me

Meong_Me

next Thorr semangat

2021-07-12

3

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!