Bab 2. Awal Bertemu

"Bas. Ntar gue pinjem buku pr lo ya," pinta Nico santai, Bastian berdecak sebal sahabatnya selalu seperti itu jika ada pr pasti akan meminjam untuk menyalin jawaban.

"Ck. Kebiasaan lo!" sungut cowok itu.

"Gue lupa semalem." Nico nyengir sambil mengangkat jari telunjuk dan tengahnya.

Bastian mendengus kesal sementara Al dan Heru terkekeh melihat berdebatan antara Bastian dan Nico. mereka berempat saat ini sedang berada di koridor menuju kelas.

Alvaro menghentikan langkahnya ketika melihat Aron dan pacarnya tidak jauh dari dirinya berdiri, Al melihat Aron sedang menyeret pacarnya ke arah belakang sekolah,

karena penasaran, Ia pun menyuruh sahabatnya pergi ke kelas duluan Al beralasan jik ingin pergi ke toilet sebentar.

"Kalian duluan aja ya, tiba-tiba gue mules." ucap Al sambil memegang perutnya.

"Oke kita duluan, jangan lama-lama,, bentar lagi bel." pringat Bastian pada Al.

Alvaro mengacungkan jempolnya, lalu menunggu sahabatnya melangkah menjauh, di saat sahabatnya sudah jauh Al sedikit berlari ke arah Aron membawa gadis itu.

"Baru jatuh gitu aja sudah luka. Dasar lemah lo!" Al langsung mendapati Aron memarahi gadis itu yang tak lain pacarnya sendiri.

"Kamu narik aku terlalu kuat Ron, makanya aku jatuh." jawab gadis itu sambil menunduk.

"Alasan! Bilang aja lo mau caper sama orang. IYA KAN!!" bentak Aron lebih keras sambil mencengkram dagu gadis itu, Tangan Alvaro terkepal entah kenapa ia tidak suka jika gadis itu di perlakukan kurang baik oleh Aron.

Ingin rasanya ia menonjok wajah Aron, tapi ia masih tau diri jika dirinya di sini masih murid baru dan harus berperilaku baik.

Al melihat jam tangannya, bel masuk akan segera berbunyi ia harus masuk ke kelas sebelum guru lebih dulu masuk, sebelum pergi Alvaro menatap mereka sekali lagi setelah itu ia pun melangkah pergi.

"Buset.. Lo berak batu Al, perasaan lama amat." sindir Nico ketika Al baru masuk dan duduk di samping Bastian, cowok itu hanya terkekeh mengabaikan ucapan Nico.

"Tadi gue bukan ke toilet." bisik Al pada Bastian.

"Iya gue tau. Lo ngikutin Aron sama ceweknya kan? Gue tau lo cuma alasan aja mau ke toilet." Al menoleh sejenak kearah Bastian, lalu menatap ke depan lagi.

"Entah gue penasaran aja," Bastian menoleh kearah Al.

"Jangan-jangan lo suka sama itu cewek?" Alvaro langsung menatap Bastian yang kini sedang terkekeh.

"Gue sih nggak masalah lo suka sama cewek itu, tapi lo harus hati-hati sama Aron. Dia itu licik siapa aja yang berani mengusik dia, pasti di lawan." ucap Bastian serius.

Alvaro hanya diam, dirinya sendiri masih bingung apa benar jika dia suka pada gadis yang baru ia kenal, nama gadis itu saja dia tidak tau. Tapi kenapa ia selalu kepikiran terus tentang gadis itu. Al menghembuskan napas panjang, ia ingin fokus belajar karena guru sudah masuk dan mulai mengabsen para murid satu persatu.

***

"Kalian duluan aja ke kantin, pesanin gue terserah kalian, ntar gue nyusul. Gue mau ke perpustakaan dulu ada buku yang mau gue pinjem." ucap Al ketika mereka ingin pergi ke kantin.

"Oke bro.." jawab Nico, Bastian dan Heru hanya mengacungi jempol dan berjalan menuju kantin.

Al pun mulai berjalan dengan santai sambil memasukkan tangannya ke dalam saku menuju perpustakaan, banyak siswi yang bisik-bisik karena Al begitu tampan, ada yang terang-terangan tersenyum genit kearah cowok itu, tapi ia hanya tersenyum tipis untuk membalas sapaan mereka.

Hingga Alvaro sampai di perpustakaan ia menyapa Ibu Eka penjaga perpustakaan itu, lalu ia mulai menuju ke arah rak-rak buku yang ingin ia pinjam, ketika sedang mencari buku yang di cari, tanpa sengaja matanya melihat sosok gadis yang sudah memenuhi isi kepalanya, gadis itu hanya diam menunduk dengan wajah sendu.

Tanpa di minta kakinya melangkah mendekati gadis itu, kini ia sudah berada tepat di depan gadis itu, karena merasa ada seseorang di depannya, gadis itupun mendongak ia terkejut saat melihat ada seseorang yang tengah berdiri di hadapannya, gadis itu bergegas membereskan buku-bukunya dan ingin segera pergi.

Tapi karena terburu-buru kakinya tersandung kaki meja yang mengakibatkan ia terjatuh dan bukunya berserakan kemana-mana.

Dengan sigap Al ikut berjongkok dan membantu mengambil buku-buku itu, mereka mendongak dan mata mereka saling bertemu. mereka saling pandang cukup lama, Al seolah terhipnotis dengan mata hazel gadis di depannya. Al turun menatap nama tag pada gadis itu, "Dinar Maharani." gumam Al sangat pelan.

Gadis bernama Dinar menjadi salah tingkah, "Terima kasih, Permisi." ucap Dinar sangat gugup dan berlari menjauhi Al keluar dari perpustakaan itu.

Alvaro masih dalam posisi yang sama berjongkok menatap kepergian gadis itu, tanpa sadar ia tersenyum, akhirnya ia tau nama gadis itu, Dinar Maharani.

Nama yang cantik pikir Al, ia terkekeh sambil menggelengkan kepalanya ia bingung kepada dirinya sendiri kenapa rasanya sangat senang ketika bisa sedekat itu dengan Dinar walaupun hanya beberapa detik. Al berdiri dan melanjutkan niatnya datang ke perpustakaan ini agar cepat menyusul teman-temannya yang sudah menunggunya di kantin

***

"Gimana ada bukunya?" tanya Heru ketika Alvaro sudah datang.

"Ada kok nih,," jawab Al sambil menujukan buku yang dia bawa.

"Memang beda ya, kalau orang pintar mah.. Carinya buku tebal. kalau kita di suruh baca buku setebal itu udah nyerah duluan." Ucap Heru.

"Kalian berdua kali.. Gue mah nggak." protes Bastian tidak terima. Heru dan Nico kompak mendengus kesal.

"Iya ya, tau yang pintar mah bebas, ya bego ngalah." gerutu Heru. Yang di anggukki Nico.

Bastian acuh dan terus menikmati makanannya, Al tertawa pelan melihat para sahabat barunya ini, ia pun mulai menikmati makanan yang sudah di pesankan oleh Nico.

Brak!

"Lo udah berani lawan gue! IYA!!" suara gebrakan meja dan bentakan seseorang menghentikan aktifitas makan Alvaro, ia pun menoleh dan memperhatikan seseorang yang kini menjadi pusat perhatian seisi kantin.

"Gara-gara lo gue nggak napsu makan lagi!! lo. gue hukum!! Sekarang ikut gue!" seseorang yang menjadi tontonan orang-orang adalah Aron dan Dinar.

"ARON STOP!!" bentak seorang cewek yang baru saja datang.

"Lo bisa nggak sih! Nggak usah kasar sama Dinar! Dia sudah nurutin semua kemauan lo! Tapi kenapa lo selalu salahin dia!!" ucap cewek yang kemungkinan teman Dinar.

"Lo nggak usah ikut campur urusan gue!!" ucap Aron sambil menujuk kearah cewek itu.

"Ayo ikut gue!!" Aron mulai mencengkram tangan Dinar dan menarik dengan kasar.

Alvaro mulai meradang, ia paling tidak bisa jika melihat seorang cowok kasar terhadap wanita, Al membanting sendok dan garpunya lalu berdiri mendekati keributan itu. Heru dan Nico mencoba mencegah tapi tidak bisa.

"Lepasin tangan lo. Dari cewek itu!!" suara datar dan dingin terdengar di telinga Aron membuat cowok itu menoleh kearah belakangnya.

"Siapa lo berani perintah-perintah gue!!"

Al hanya diam menatap tajam ke arah Aron. "Gue nggak suka lihat cowok kasar sama cewek!" Aron tertawa dan melipat tangannya di dada.

"Gue mau ngelakuin apa aja terserah gue! Karena dia cewek gue!!"

"Kalau dia cewek lo harusnya nggak kasar sama dia!" Aron maju menatap tajam kearah Al begitupun sebaliknya.

Al dan Aron benar-benar menjadi pusat perhatian seisi kantin semua berbisik-bisik apa yang akan di lakukan dengan dua cowok ganteng itu.

"gue mau ngelakuin apa aja! Itu terserah gue!! Bahkan nyakitin dia sekali pun!" bisik Aron tepat di depan wajah Al.

Bugh!

Satu pukulan telak mengenai bibir Aron hingga cowok itu tersungkur ke lantai. Semua orang yang ada di sana teriak histeris.

Mereka tidak menyangka ada yang berani dengan seorang Aron Gabrielian. Termasuk Dinar ia membekap mulutnya tidak percaya.

Aron berdiri di bantu oleh teman-temannya yang langsung di tepis dengan kasar oleh cowok itu, matanya tidak lepas memandang tajam kearah Alvaro.

Aron menyeka darah yang ada di sudut bibirnya, tanpa berbicara apa-apa ia pergi begitu saja, membuat seisi kantin bersorak kecewa, mereka pikir akan ada adu jotos tapi tidak, si biang onar pergi begitu saja.

"Dinar lo nggak apa-apa?" tanya cewek yang tadi membentak Aron.

"Gue nggak apa-apa." ucap Dinar, lalu matanya menatap Al yang masih berdiri di tempat yang sama.

"Terima kasih." ucap Dinar membuat Alvaro tersenyum sangat manis kearah Dinar.

"Iya sama-sama." jawab Al tersenyum lalu mengusap rambut Dinar.

"lain kali kalau di kasarin, jangan diam aja." pesan cowok itu sangat lembut, setelah mengatakan itu Alvaro kembali ke para sahabatnya

apa yyang Alvaro lakukan membuat Dinar terkejut, jantungnya berdetak sangat cepat dan pipinya memanas, sementara temannya yang ada di sampingnya tersenyum melihat sahabatnya di perlakukan seperti itu.

Episodes
1 Bab 1. Sekolah Baru
2 Bab 2. Awal Bertemu
3 Bab 3. Hujan
4 Bab 4. Rahasia Dinar
5 Bab 5. Demi Dinar
6 Bab 6. Dinar Cemburu
7 Bab 7. Menolong Adik Dinar
8 Bab 8. Kebahagiaan Jingga
9 Bab 9. Awal Yang Indah
10 Bab 10. Kerumah Alvaro
11 Bab 11. Dinar dalam bahaya
12 Bab 12. Jadian
13 Bab 13. Kumpul Keluarga
14 Bab 14. Hari pertama jadian
15 Bab 15. Dinar Marah
16 Bab 16. Masa kecil Alvaro
17 Bab 17. Jalan-Jalan Sore
18 Bab 18. Mencelakai Dinar
19 Bab 19. Membantu Seorang Gadis
20 Bab 20. Tak Ingin Mengaku
21 Bab 21. Kejutan Ulang Tahun
22 Bab 22. Kecewa
23 Bab 23. Tidak Bisa Melihatmu Bersedih
24 Bab 24. Orang Misterius
25 Bab 25. Aku Sayang Kamu
26 Bab 26. Ingin Meninggalkannya
27 Bab 27. Sadar
28 Bab 28. Takut Salah Sangka
29 Bab 29. Selalu Percaya Padamu
30 Bab 30. Kertas Ancaman
31 Bab 31. Menikah
32 Bab 32. Pengantin Baru, Kehidupan Baru
33 Bab 33. Kencan setelah menikah
34 Bab 34. Masuk Sekolah
35 Bab 35. Keputusan yang benar
36 Bab 36. Indahnya Sunset
37 Bab 37. Cerita Tentang Ibu
38 Bab 38. Guru dadakan
39 Bab 39. Tukang Sayur
40 Bab 40. Menghargai Diri Sendiri
41 Bab 41. Masalah Dalam Rumah Tangga
42 Bab 42. Menolak Tawaran Bu Ningsih
43 Bab 43. Menyerah lah
44 Bab 44. Mie Ayam
45 Bab 45. Cara Menunjukkan Kasih Sayang
46 Bab 46. Berangkat Berkemah
47 Bab 47. Ancaman
48 Bab 48. Kemah Day I
49 Bab 49. Kemah Day II
50 Bab 50. Camping Yang Kacau
51 Bab 51. Menginap di Villa
52 Bab 52. Penganggu
53 Bab 53. Sebuah Panggilan
54 Bab 54. Was-Was
55 Bab 55. Malam Pertama Yang Gagal
56 Bab 56. Perhatian
57 Bab 57. Bersalah
58 Bab 58. Pasar Malam
59 Bab 59. Apakah Dia Kembali
60 Bab 60. Menyesal
61 Bab 61. Akhirnya
62 Bab 62. Pertunangan
63 Bab 63. Siapa Dia.
64 Bab 64. Penasaran
65 Bab 65. Sahabat kecil Alvaro
66 Bab 66. Kecewa kepadanya
67 Bab 67. Sakit
68 Bab 68. Maafkan aku
69 Bab 69. Salah Paham
70 Bab 70. Masih berharap
71 Bab 71. Penghasut
72 Bab 72. Makan malam
73 Bab 73. Ungkap
74 Bab 74. Menenangkan Hati
75 Bab 75. Memperbaiki Hubungan
76 Bab 76. Kena Marah.
77 Bab 77. Memaafkan
78 Bab 78. Ternyata!
79 Bab 79. Ingin Pindah
80 Bab 80. Mengalah
81 Bab 81. Kumpul Keluarga
82 Bab 82. Kumpul Keluarga II
83 Bab 83. Meminta izin
84 Bab 84. Jalan jalan Ke Mall
85 Bab 85. Pingsan
86 Bab 86. Hamil
87 Bab 87. Periksa
88 Bab 88. Berbaikan
89 Bab 89. Masalah Baru
90 Bab 90. Belum terungkap
91 Bab 91. Meminta Maaf
92 Bab 92. Kotak Misterius
93 Bab 93. Siapa?
94 Bab 94. Ketakutan!
95 Bab 95. Pernah Melihat
96 Bab 96. Tertabrak
97 Bab 97. Masuk rumah sakit
98 Bab 98. Mulai Ngidam
99 Bab 99. Tebak tebak buah manggis
100 Bab 100. Mulai Manja
101 Bab 101. Terus mencari pelaku
102 Bab 102. Terkuak.
103 Bab 103. Fakta Yang Merumitkan.
104 Bab 104. Akibat Ngidam
105 Bab 105. Kehilangan Jejak
106 Bab 106. Rencana
107 Bab 107. Menjebak
108 Bab 108. Tertangkap
109 Bab 109. Dendam
110 Bab 110. Belum berani bertemu
111 Bab 111. Semakin Rumit
112 Bab 112. Terlalu kecewa
113 Bab 113. Pergi.
114 Bab 114. Mencari kebenaran
115 Bab 115. Ingin Meminta Maaf
116 Bab 116. Klepon
117 Bab 117. Makan Malam
118 Bab 118. Kembali Pulang
119 Bab 119. Ingin bertemu.
120 Bab 120. Joging
121 Bab 121. Pergi Bertemu Ayah
122 Bab 122. Selalu Tersakiti
123 Bab 123. Ingin melihat mereka berdamai
124 Bab 124. Nambah Adik
125 Bab 125. Meminta Tolong
126 Bab 126. Acara Empat bulanan
127 Bab 127. Cemburu Bumil
128 Bab 128. Canggung
129 Bab 129. Berbaikan dengan masa lalu
130 Bab 130. Meniti kehidupan yang baru
131 Bab 131. Don't Cry
132 Bab 132. Akhirnya bisa memaafkan
133 Bab 133. Napsu makan bumil
134 Bab 134. Ask for help
135 Bab 135. Mulai bekerja
136 Bab 136. Izin
137 Bab 137. Meet Dad
138 Bab 138. Berkumpul
139 Bab 139. Menuruti keinginan
140 Bab 140. Gardening
141 Bab 141. Ingin kencan bersama
142 Bab 142. True Friend
Episodes

Updated 142 Episodes

1
Bab 1. Sekolah Baru
2
Bab 2. Awal Bertemu
3
Bab 3. Hujan
4
Bab 4. Rahasia Dinar
5
Bab 5. Demi Dinar
6
Bab 6. Dinar Cemburu
7
Bab 7. Menolong Adik Dinar
8
Bab 8. Kebahagiaan Jingga
9
Bab 9. Awal Yang Indah
10
Bab 10. Kerumah Alvaro
11
Bab 11. Dinar dalam bahaya
12
Bab 12. Jadian
13
Bab 13. Kumpul Keluarga
14
Bab 14. Hari pertama jadian
15
Bab 15. Dinar Marah
16
Bab 16. Masa kecil Alvaro
17
Bab 17. Jalan-Jalan Sore
18
Bab 18. Mencelakai Dinar
19
Bab 19. Membantu Seorang Gadis
20
Bab 20. Tak Ingin Mengaku
21
Bab 21. Kejutan Ulang Tahun
22
Bab 22. Kecewa
23
Bab 23. Tidak Bisa Melihatmu Bersedih
24
Bab 24. Orang Misterius
25
Bab 25. Aku Sayang Kamu
26
Bab 26. Ingin Meninggalkannya
27
Bab 27. Sadar
28
Bab 28. Takut Salah Sangka
29
Bab 29. Selalu Percaya Padamu
30
Bab 30. Kertas Ancaman
31
Bab 31. Menikah
32
Bab 32. Pengantin Baru, Kehidupan Baru
33
Bab 33. Kencan setelah menikah
34
Bab 34. Masuk Sekolah
35
Bab 35. Keputusan yang benar
36
Bab 36. Indahnya Sunset
37
Bab 37. Cerita Tentang Ibu
38
Bab 38. Guru dadakan
39
Bab 39. Tukang Sayur
40
Bab 40. Menghargai Diri Sendiri
41
Bab 41. Masalah Dalam Rumah Tangga
42
Bab 42. Menolak Tawaran Bu Ningsih
43
Bab 43. Menyerah lah
44
Bab 44. Mie Ayam
45
Bab 45. Cara Menunjukkan Kasih Sayang
46
Bab 46. Berangkat Berkemah
47
Bab 47. Ancaman
48
Bab 48. Kemah Day I
49
Bab 49. Kemah Day II
50
Bab 50. Camping Yang Kacau
51
Bab 51. Menginap di Villa
52
Bab 52. Penganggu
53
Bab 53. Sebuah Panggilan
54
Bab 54. Was-Was
55
Bab 55. Malam Pertama Yang Gagal
56
Bab 56. Perhatian
57
Bab 57. Bersalah
58
Bab 58. Pasar Malam
59
Bab 59. Apakah Dia Kembali
60
Bab 60. Menyesal
61
Bab 61. Akhirnya
62
Bab 62. Pertunangan
63
Bab 63. Siapa Dia.
64
Bab 64. Penasaran
65
Bab 65. Sahabat kecil Alvaro
66
Bab 66. Kecewa kepadanya
67
Bab 67. Sakit
68
Bab 68. Maafkan aku
69
Bab 69. Salah Paham
70
Bab 70. Masih berharap
71
Bab 71. Penghasut
72
Bab 72. Makan malam
73
Bab 73. Ungkap
74
Bab 74. Menenangkan Hati
75
Bab 75. Memperbaiki Hubungan
76
Bab 76. Kena Marah.
77
Bab 77. Memaafkan
78
Bab 78. Ternyata!
79
Bab 79. Ingin Pindah
80
Bab 80. Mengalah
81
Bab 81. Kumpul Keluarga
82
Bab 82. Kumpul Keluarga II
83
Bab 83. Meminta izin
84
Bab 84. Jalan jalan Ke Mall
85
Bab 85. Pingsan
86
Bab 86. Hamil
87
Bab 87. Periksa
88
Bab 88. Berbaikan
89
Bab 89. Masalah Baru
90
Bab 90. Belum terungkap
91
Bab 91. Meminta Maaf
92
Bab 92. Kotak Misterius
93
Bab 93. Siapa?
94
Bab 94. Ketakutan!
95
Bab 95. Pernah Melihat
96
Bab 96. Tertabrak
97
Bab 97. Masuk rumah sakit
98
Bab 98. Mulai Ngidam
99
Bab 99. Tebak tebak buah manggis
100
Bab 100. Mulai Manja
101
Bab 101. Terus mencari pelaku
102
Bab 102. Terkuak.
103
Bab 103. Fakta Yang Merumitkan.
104
Bab 104. Akibat Ngidam
105
Bab 105. Kehilangan Jejak
106
Bab 106. Rencana
107
Bab 107. Menjebak
108
Bab 108. Tertangkap
109
Bab 109. Dendam
110
Bab 110. Belum berani bertemu
111
Bab 111. Semakin Rumit
112
Bab 112. Terlalu kecewa
113
Bab 113. Pergi.
114
Bab 114. Mencari kebenaran
115
Bab 115. Ingin Meminta Maaf
116
Bab 116. Klepon
117
Bab 117. Makan Malam
118
Bab 118. Kembali Pulang
119
Bab 119. Ingin bertemu.
120
Bab 120. Joging
121
Bab 121. Pergi Bertemu Ayah
122
Bab 122. Selalu Tersakiti
123
Bab 123. Ingin melihat mereka berdamai
124
Bab 124. Nambah Adik
125
Bab 125. Meminta Tolong
126
Bab 126. Acara Empat bulanan
127
Bab 127. Cemburu Bumil
128
Bab 128. Canggung
129
Bab 129. Berbaikan dengan masa lalu
130
Bab 130. Meniti kehidupan yang baru
131
Bab 131. Don't Cry
132
Bab 132. Akhirnya bisa memaafkan
133
Bab 133. Napsu makan bumil
134
Bab 134. Ask for help
135
Bab 135. Mulai bekerja
136
Bab 136. Izin
137
Bab 137. Meet Dad
138
Bab 138. Berkumpul
139
Bab 139. Menuruti keinginan
140
Bab 140. Gardening
141
Bab 141. Ingin kencan bersama
142
Bab 142. True Friend

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!