NovelToon NovelToon
Dibeli Sang Mafia

Dibeli Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Dark Romance / Tamat
Popularitas:81
Nilai: 5
Nama Author: Valéria Bezerra

Di lelang gelap, seorang gadis dijual kepada penawar tertinggi. Pembelinya adalah Hendra Wirakusuma, mafioso yang ditakuti seisi kota, dingin, berbahaya, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia mau.

Sekar tak punya siapa-siapa lagi. Ia dikhianati keluarganya sendiri dan kini terkurung di rumah pria yang seharusnya paling ia takuti. Namun di balik tatapan dan tangan yang berlumur dosa itu, ada sisi Hendra yang tak pernah dilihat orang lain.

Antara bahaya, rahasia, dan perasaan yang tumbuh tanpa izin, mampukah Sekar bertahan? Dan sampai di mana seorang mafioso rela melangkah demi satu perempuan yang ia beli?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Valéria Bezerra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lintang dan Panji

Keesokan harinya...

POV Hendra

Aku terbangun oleh aroma rambut Sekar yang memabukkan...

POV Sekar

Aku langsung melompat dari ranjang begitu melihatnya sudah bangun. "Kenapa tidak membangunkanku?"

POV Hendra

"Aku tidak mau mengganggu tidurmu." Aku berdiri.

POV Sekar

"Pelan-pelan, kubantu."

Kubantu dia turun dari ranjang dan kuantar ke kamar mandi. Aku sendiri kembali ke kamarku untuk bersih-bersih, lalu menyusul lagi.

POV Hendra

Selesai membersihkan diri, Sekar datang. "Tahu apa yang kupikirkan?"

POV Sekar

"Hmm..."

POV Hendra

"Dua minggu ini kamu tidak masuk sekolah, kan?"

POV Sekar

"Iya."

POV Hendra

"Besok kamu masuk lagi. Aku sendiri yang akan mengantar dan menjemputmu."

POV Sekar

"Tidak perlu, ada Pak Darto..."

POV Hendra

"Sudah kubilang, aku yang antar."

POV Sekar

"Baiklah." Aku mengangkat kedua tangan tanda menyerah. "Sekarang ayo sarapan."

Kami ke dapur dan menikmati kopi lezat buatan Bu Beti.

POV Hendra

"Beti, panggil anak-anakmu, menantu-menantumu, dan kakakmu untuk makan siang di sini hari ini. Aku tidak mau rumah ini sepi lagi. Aku juga akan telepon orang tuaku dan Panji. Sudah lama aku tidak bertemu dia." Aku menoleh. "Sekar, ada yang mau kamu undang?"

POV Sekar

"Ada satu teman di sekolah, tapi aku tidak bisa menghubunginya karena tidak punya ponsel."

POV Hendra

"Kamu tahu rumahnya?"

POV Sekar

"Tahu."

POV Hendra

"Kita jemput dia, lalu mampir ke mal beli ponsel."

POV Sekar

"Serius?" Aku tersenyum. "Terima kasih!"

POV Hendra

"Kami berangkat dulu, Beti, sebentar lagi pulang."

Aku naik, berganti pakaian santai, lalu menunggu Sekar. Sambil menunggu kutelepon Panji dan orang tuaku.

POV Panji

"Halo, kawanku... Syukurlah kamu sudah sehat, Bro. Aku kangen berat."

POV Hendra

"Hei, Bro, bagaimana keadaan di sana?"

POV Panji

"Butuh kamu. Aku kewalahan sendirian, Bro."

POV Hendra

"Besok aku kembali. Datang makan siang di sini hari ini, sekalian kita bahas semuanya."

POV Panji

"Hari Minggu disuruh kerja, seru banget." Aku pura-pura antusias.

POV Hendra

"Jangan lebay." Aku tertawa.

POV Panji

"Waktu makan siang aku sampai." Kututup telepon.

Panji Hendrawan, 29 tahun, rekan bisnis sekaligus satu-satunya sahabat Hendra. Mereka kuliah dua jurusan bersama dan membuka lebih banyak usaha daripada yang sudah dimiliki Hendra. Lajang, tanpa anak, tidak mau terikat pada satu perempuan saja...

POV Ratna

"Halo, Nak."

POV Hendra

"Ibu dan Ayah bisa datang makan siang di sini?"

POV Ratna

"Tentu bisa, Nak." Aku bicara dengan gembira.

POV Hendra

"Baik, kutunggu." Aku menutup telepon tanpa sempat bicara lagi, karena melihat Sekar begitu cantik.

POV Sekar

"Baru sekarang aku sadar, baju-baju yang dibawakan ibumu ini bagus-bagus." Aku tersenyum. "Ayo?"

POV Hendra

"Kamu cantik."

POV Sekar

"Terima kasih!"

Kami berangkat ke rumah Lintang, dan aku berharap bisa bertemu dengannya.

Lintang Maheswari, 17 tahun, satu-satunya sahabat Sekar. Sama seperti Sekar, ia manis, baik hati, dan penuh kasih sayang. Keluarganya hangat dan sangat menyayanginya, orang tuanya rela berkorban apa saja untuknya karena ia juga anak tunggal. Ia sekelas dengan Sekar.

Bel pintu berbunyi...

POV Lintang

"Sebentaaar!" Kubuka pintu. "Ya Tuhan, Sekar!" Kupeluk dia. "Kenapa menghilang lagi? Si berengsek itu apain kamu? Ayo, aku hajar dia."

POV Hendra

"Si berengsek itu aku?"

POV Sekar

"Tenang, Sobat, aku baik-baik saja. Dia tidak melakukan apa-apa."

POV Lintang

"Dia ngapain di sini sama kamu?"

POV Sekar

"Aku datang menjemputmu, biar seharian bareng aku." Aku tersenyum.

POV Lintang

"Hmm... kenapa dia ikut?" Kutarik dia ke dalam.

POV Sekar

"Nanti kujelaskan."

POV Hendra

"Aku boleh masuk juga?"

POV Lintang

"Boleh nggak dia?" Kutatap Sekar.

POV Sekar

"Boleh." Aku tersenyum.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!