NovelToon NovelToon
Cinta Di Pesantren Story

Cinta Di Pesantren Story

Status: tamat
Genre:Teen / Contest / Teen Angst / Tamat
Popularitas:197.1k
Nilai: 5
Nama Author: supriyanti210701

Asyifa Alexandre Saputri sering dipanggil syifa,anak seorang pengusaha yang kaya raya bernama Albert Alexandre.memiliki sifat dingin,keras kepala tapi pintar. kesibukan orangtuanya membuat Syifa melakukan hal hal yang tidak baik,sehingga kedua orangtuanya memasukkan Syifa kepesantren untuk memperbaiki ilmu agama di pesantren milik teman dari ayah adinda kakak dari Albert


namun tidak disangka Syifa malah mendapatkan jodoh

tapi saat dia bertemu jodohnya Syifa mengalami kecelakaan sehingga membuat setengah ingatannya hilang,lalu apa yang terjadi selanjutnya

saksikan kelanjutannya ceritanya di novel yang berjudul "cintaku di pesantren story"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon supriyanti210701, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10.Apa,hukuman lagi?

Setelah sampai di mushola Syifa, Adinda, Dewi, Wulan, Ayu dan Dwi pergi ketempat wudhu.Mereka mengambil wudhu secara bergantian.Setelah wudhu mereka kembali ke mushola.

Mereka mengikuti kegiatan seperti biasa,tapi tidak dengan Syifa karena kelelahan dia ketiduran saat Ustadz Bian tausiah.

Tidak sengaja Ustadz Bian melihat kearah Syifa yang masih tertidur.

"Hey kamu singa kecil,kenapa kamu tertidur saat saya sedang menjelaskan materi tausiah?"tanya Ustadz Bian.

Syifa langsung terbangun dan menjawab.

"Ya saya tidur karena kemarin Ustadz menghukum saya,mana hukumannya banyak banget lagi sampai sampai tulang saya terasa lepas semua ."

"Saya tidak tahu dan tidak ingin tahu,itukan salah kamu siapa suruh kamu memotong penjelasan saya kemari saat saya mengajar.Apakah kamu mendengar apa yang saya jelaskan saat tausiah tadi,hemmm?"tanya Ustadz Bian.

Syifa hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan dari Ustadz Bian.Tapi seperti itu lah Ustadz Bian tetap dengan sifatnya.

"Saya tidak menerima alasan kamu,kamu harus menjelaskan apa yang telah saya jelaskan saat tausiah tadi atau kalau kamu tidak bisa saya akan memberikan hukuman pada kamu lagi."Balas Ustadz Bian.

Syifa yang mendengar ucapan Ustadz Bian sangat kesal

"Ya ampun,Ustadz itu gila ya.Yang namanya orang tidur gak bakal mendengarkan orang bicara."

"Itu urusan kamu bukan urusan saya,jadi sesuai perjanjian karena kamu tidak bisa menjelaskan kembali materi yang saya berikan saat tausiah.Kamu jam 08:00 WIB nanti keruang saya untuk menjalankan hukuman kamu.Nanti hukumannya saya beritahu saat diruangan saya."

"Emmm, terserah Ustadz saja karena Ustadz selalu benar dan jika Ustadz salah kembali lagi bahwa Ustadz itu selalu benar."Wajah Syifa sangat merah menahan emosinya.

"Kamu memang singa kecil yang pintar."Ustadz Bian mengelus puncak kepala Syifa.

"Jadi Ustadz beruang kutub baru tau saya itu gadis yang pintar."Dengan emosi yang mulai mereda.

"Bukan gadis kecil tapi singa kecil,camkan itu."

Tanpa mendengar ucapan Ustadz Bian yang terakhir Syifa bersama temanya langsung pulang ke kamar.Mereka mengembalikan mukenah dan mengambil peralatan mandi lalu pergi untuk mengantri mandi,setelah selesai mereka bersiap-siap pergi kesekolah.

Mulai hari ini Syifa hanya pergi sendiri.Saat tiba di lingkungan sekolah

"Mending Gue meletakkan tas dulu lalu pergi keruang si beruang kutub."

Syifa bergegas menuju kelas dan meletakkan tasnya, lalu dia langsung pergi keruang ustadz bian.Setelah sampai di depan pintu Syifa mengetuk pintu.

"Assalammualaikum."

Syifa terus mengucapkan salam tapi tidak ada balasan,hingga dia memutuskan untuk langsung masuk keruangan.

"Benar ternyata di dalam tidak ada orang."Syifa menutup kembali pintu. Syifa duduk di kursi menunggu Ustadz Bian datang.

Tiba tiba CEKLEK suara pintu dibuka.Syifa langsung melirik kearah pintu,dua orang pria datang bersamaan.

"Ngapain kamu di ruang saya?"tanya Ustadz Bian.

Ustadz Bian datang bersama Ustadz David.

"Apakah Lo pikun, bukankah tadi Lo yang nyuruh Gue keruangan Lo."Balas Syifa ketus.

Ustadz Bian hanya menaikkan sebelah alisnya saja.

"Emangnya Mas Bian mau ngapain manggil Syifa? "tanya Ustadz David kepada Bian

"Mau memberi hukuman pada singa kecil itu"

"Ingat Mas, Syifa itu calon makmumku jadi otomatis dia calon Adik ipar Mas juga."

Syifa tidak menggubris perkataan Ustadz David baginya ucapan itu hanya angin lewat.

"Saya gak bakal memberikan restu kepada kamu kalau kamu menikah dengan singa kecil itu."Ketus Ustadz Bian.

"Lo pikir Gue mau jadi Adik ipar Lo,ogah mending Gue gak nikah sekalian."

"Jangan dong,kalau mas enggak ngasih restu tidak masalah karena Umi sama Abi menyetujuinya."

"Eudah lah Dav sekarang kamu pergi saja.Ini bukan urusan kamu.Urusan kita nanti dilanjutkan di rumah saja."Ucap Ustadz Bian mengusir Ustadz David sambil mendorong tubuhnya.

Ustadz David terdorong hingga keluar dari ruangan Ustadz Bian,lalu dia mengunci ruanganya agar Ustadz David tidak bisa masuk lagi.

"Sekarang kamu bersihkan terlebih dahulu ruangan saya,"berlalu duduk di kursinya.

Syifa hanya menurutinya saja karena dia sudah bosan berdebat dengan Ustadz Bian.setelah selesai.

"Saya sudah menyelesaikan hukuman saya,sekarang saya mau kembali ke kelas."

Saat syifa menuju pintu ingin keluar.

"Tunggu siapa yang bilang hukuman kamu sudah selesai,sekarang kamu berdiri dilapangkan sampai jam istirahat selesai."

"Lo mau bunuh Gue?kenapa gak langsung tusuk saja Gue pakai pisau,setidaknya Gue gak tersiksa."Syifa menatap sinis Ustadz Bian tak suka.

"Saya belum puas menghukum kamu nanti setelah puas saya bakal bunuh kamu kok,tenang saja."Jawab Ustadz Bian santai tanpa dosa.

"Memang ya percuma berdebat dengan Lo ngak bakal mau mengalah karena kamu itu gak punya hati seperti Ustadz David."Syifa tidak sengaja membandingkan Ustadz David dengan Ustadz Bian.

"Ya David suka sama kamu karena sudah kamu racuni ,sedangkan saya benci sama kamu jelas jauh bedanya.Sekarang cepat kamu kelapangan dan berdiri disana jangan sampai kabur saya terus mengawasi setiap gerakan kamu."Ucap Ustadz Bian tak mau dibantah.

Tanpa menjawab Syifa langsung keluar dari ruangan Ustadz Bian.Saat pintu dibuka ternyata Ustadz David masih didepan mendengarkan setiap perkataan mereka.

"Syifa tenang saja ya ,nanti calon imammu ini akan menyuruh kuntilanak untuk menemanimu berdiri di lapangan,mungkin calon imammu ini tidak bisa melepaskan kamu dari hukuman tapi bisa mencarikan kamu teman untuk melakukan hukuman itu."Batin Ustadz David dengan muka malu karena ketahuan menguping.

Syifa tidak memperdulikan keberadaan Ustadz David, dia langsung menuju lapangan dan berdiri di sana.

________Di kelas Adinda_______

Seorang santriwati memanggil Adinda untuk keruang Ustadz David.

"Assalamualaikum,Mbak Adinda disuruh Ustadz David ke ruanganya."Ucap santriwati itu lalu pergi.

"Nih orang gila ngapain lagi manggil Gue."Gumam Adinda.

"Wulan,kalau Ustazah Nanda datang tolong bilangin ya Gue ke ruang Ustadz David dulu dipanggil tadi."Adinda berpamitan ke Wulan.

Adinda langsung menuju ruangan Ustadz David.

"Assalammualaikum,kenapa Ustadz memanggil Gue?"tanya Adinda to the poin.

"Waalaikumsalam,saya mau kamu berdiri di lapangan melanjutkan hukuman kamu kemarin dan menemani calon makmum saya yang sedang dihukum oleh Mas Bian."

"Apa,hukuman lagi.Bukankah kemarin Gue sudah melaksanakan hukuman Gue?"

"Ya,tapi kemarin kamu dibantu sama calon makmumku jadi sekarang kamu juga harus menemaninya berdiri dilapangkan.Laksanakan sekarang."Ustadz David mengakhiri ucapan yang menunjukkan bahwa tak mau dibantah.

"Terserah lah benar kata Syifa bahwa Ustadz selalu benar dan jika Ustadz salah kembali lagi bahwa Ustadz itu selalu benar."

Dengan perasaan sangat kesal Adinda langsung menuju lapangan.Di lapangan ternyata sudah ada Syifa yang berdiri di lapangan pesantren.Adinda langsung menemui Syifa.

"Syifa "Ucap Adinda berjalan menuju ke arah Syifa

"Kak Adinda,ngapain Kakak kesini?"saat melihat Adinda

"Kakak akan menemani kamu berdiri di lapangan,tadi Kakak dipanggil oleh Ustadz gila itu dia menambah hukuman Kakak yang kemarin karena kemarin kamu bantuin Kakak membersihkan halaman depan dan sekarang giliran Kakak yang menemani kamu berdiri di lapangan."

"Yaampun maaf ya Kak,gara gara Syifa Kakak dapat hukuman tambahan deh."Sesalnya Syifa.

"Tenang saja,Kakak si sudah biasa,"sembaring senyum kearah Syifa.

Adinda memang sudah biasa berdiri di lapangan karena waktu di sekolahnya sering mendapatkan hukuman,jadi fisik nya memang sudah kuat.

Dari kejauhan Ustadz David mengawasi Adinda dan Syifa karena khawatir nanti terjadi apa apa kepada Syifa.

Berikan komentar,like,tips,dan vote sebanya banyaknya ya "terima kasih"🥳

1
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝
lanjut kak
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝
beruang kutub
syafaulqi#ukhty
beruang kutub 😭🤣🤣
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
𝓗𝓐𝓔𝓒𝓗𝓐𝓝: bagus banget buat gue nangis
total 1 replies
Nur Lutvi
thor kok tamat sih ceritanya bagus loh
Dini Eriani
harta bukan segala nya
tapi masih sayang dan perhatian itu melebehi segalanya
Dini Eriani
bapak nya syifa gak peduli sih sama ank sendiri
Dini Eriani
kuntilanak jodohmu tuh kak🤣
Dini Eriani
biar pun nakal syifa tetap tahun nvaji sholat
Dini Eriani
awas jodoh lo ntar
Dini Eriani
🤣🤣🤣
Dini Eriani
awas jodoh lo ntar
Dini Eriani
issshhh kok mama gua dibawa” sih thor
Dini Eriani
nmx kek sm
Dini Eriani
IQ nya pinter bngt umur 15 udh lulis S2
jisoo❄❄
loh loh, kata syifa tadi di Amerika😕
Purianti Santi
lanjuuuutt tor
گسنيتي
emmmmm bikin kesel thor. kok dikit bgt sieh gak ada asmara melnda mereka ber empat
گسنيتي
lanjud thor mkin seru,
گسنيتي
ayo dong thor jodohin syifay sm ustadz abian biar diel thor gk rela syifa sm ustadz david he
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!